ForexSignal88.com l Jakarta, 11/09/2017 – Obligasi dapat digolongkan sebagai instrumen investasi yang aman. Dengan berinvestasi obligasi, seorang investor dapat mendapatkan berbagai keuntungan dan keunggulan, namun sebagaimana instrumen investasi, obligasi juga memiliki sejumlah risiko. Mari kita bahas sisi keuntungannya terlebih dahulu.

Sebagai salah satu instrumen investasi, obligasi memberikan sejumlah keuntungan untuk para pemegangnnya. Pada dasarnya, ada dua jenis keuntungan yang diperoleh investor dengan membeli atau memiliki obligasi, yaitu keuntungan capital gain, dan keuntungan kupon.

Keuntungan Kupon

Ciri utama obligasi adalah menawarkan pendapatan tetap selama masa waktunya obligasi. Misalkan seorang investor membeli sebuah obligasi dengan ketentuan:

   Nominal: Rp1 miliar

   Kupon Tetap: 10% per tahun

   Jatuh Tempo: 5 tahun

Maka pendapatan yang diterima investor tersebut:

   Pokok Sebesar Rp1 miliar, diterima pada tahun ke-5 (jatuh tempo)

   Bunga Kupon: 10% x Rp1 miliar = Rp100 juta/tahun

   Total Bunga Diterima selama 5 tahun: 5 x Rp100 juta = Rp500 juta

Keuntungan yang diperoleh dari kupon obligasi pun masih terbagi menjadi 3 jenis, seusai dengan jenis obligasinya. Jenis kupon itu antara lain: Fixed Coupon, Floating Coupon, dan Zero Coupon. Hasil investasi obligasi yang didapat pun bergantung dari jangka waktu obligasinya. Makin lama, makin besar keuntungannya.

Besaran kupon ini ditetapkan oleh penerbit obligasi itu sendiri, namun besaran kupon ini juga ditentukan oleh peringkat utang (investment grade) penerbit obligasi tersebut. Penerbit obligasi yang peringkat utangnya bagus akan menawarkan bunga kupon yang tak terlalu tinggi. Berbeda dengan yang peringkat utangnya kurang, biasanya mengimingi bunga kupon yang tinggi agar investor bersedia membeli surat utangnya.

Keuntungan Capital Gain

Setelah seorang investor menanamkan modalnya kepada penerbit obligasi, investor tersebut sebetulnya bisa menjual kembali lembaran surat berharga tersebut di harga yang lebih tinggi. Keuntungan itulah yang dinamakan Capital Gain, yaitu keuntungan yang diperoleh dari selisih harga beli dan harga jual obligasi.

Biasanya harga obligasi dinyatakan dalam persentase. Sebagai contoh, harga awal obligasi 100% (disebut harga par). Ketika hendak dijual, harganya ternyata naik menjadi 115%. Jadi, kalau investor tersebut menjualnya, keuntungan yang didapat sebesar 15% (istilahnya capital gain 15%).

Nilai pasar dari obligasi ini sendiri berfluktuasi dipengaruhi oleh penawaran dan permintaan yang ada di bursa efek. Secara umum, hal-hal yang mempengaruhi gejolak harga obligasi antara lain:

  • Tingkat bunga / kupon yang dibayarkan
  • Kondisi ekonomi dan tingkat inflasi yang akan mempengaruhi tingkat suku bunga, saat suku bunga meningkat, harga obligasi biasanya turun, karena investor akan cenderung memilih untuk menanamkan modalnya di bank saat suku bunga meningkat, begitu juga sebaliknya.
  • Tingkat kepastian pembayaran bunga dan nilai pokok obligasi. Hal ini sangat terkait dengan kondisi keuangan perusahaan.

Sumber: cermati.com

Sumber Gambar: slideshare.net

Share This

Artikel Terkait Lainnya