ForexSignal88.com l Jakarta, 08/09/2017 – Meskipun saat ini banyak negara yang mendalami potensi energi terbarukan, pentingnya - dan ketergantungan pada - minyak di dunia tidak bisa dipungkiri, ataupun diabaikan. Bahan bakar fosil akan tetap menjadi sumber energi paling penting, dengan minyak berkontribusi 33%, batubara 28% dan gas alam 23% dari total sumber energi (IMF: April 2011). Sumber energi terbarukan hanya berkontribusi sedikit pada total suplai energi primer dunia (energi primer termasuk bahan bakar fosil - minyak, batubara dan gas alam -, energi nuklir dan energi terbarukan - geotermal, tenaga air, sinar matahari dan angin).

Mirip dengan banyak negara-negara lain, Indonesia berusaha mengurangi ketergantungannya pada minyak sebagai sumber energi karena harga minyak yang tinggi dan masalah lingkungan hidup. Saat ini, kira-kira 50% energi negara ini bersumber dari minyak; angka yang ingin dikurangi Pemerintah menjadi 23% pada tahun 2025 dengan menempatkan lebih banyak penekanan pada sumber-sumber terbarukan dan batubara.

    

Energy Mix

2011

Energy Mix

2025

Minyak

50%

23%

Batubara

24%

30%

Gas Alam

20%

20%

Energi Terbarukan

6%

26%

Sumber: Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM)

Pemerintah Indonesia masih memiliki harapan tinggi untuk memulihkan kekuatan sektor minyak karena negara ini masih memiliki cadangan minyak yang besar, dan permintaan minyak (terutama domestik) yang meningkat. Sementara itu, industri minyak tetap industri yang menguntungkan (walaupun harga telah sangat menurun di 2015) seperti yang dibuktikan oleh angka-angka laba bersih Pertamina. Kendati begitu, akan dibutuhkan usaha-usaha serius dari semua pemangku kepentingan (terutama Pemerintah Indonesia) untuk kembali mencapai kuantitas produksi lebih dari 1 juta barel (sebuah target ambisius yang masih ditargetkan Pemerintah).

Dalam rangka mencapai target ini, dibutuhkan investasi-investasi skala besar dan didukung oleh kerangka peraturan yang transparan dan pasti (yang juga memperkirakan koordinasi yang baik antara berbagai kementerian dan pemerintah-pemerintah daerah). Kurangnya investasi dalam eksplorasi minyak yang baru telah menyebabkan penurunan level produksi minyak selama dua dekade terakhir karena penuaan ladang-ladang minyak negara ini. Bila Pemerintah tidak menyediakan insentif-insentif yang menstimulasi investasi-investasi dalam pengembangan sektor minyak hilir, tren penurunan ini kecil kemungkinannya dapat berubah arah.

Sumber: indonesia-investment.com

Sumber Gambar: esdm.go.id

Share This

Artikel Terkait Lainnya