ForexSignal88.com l Jakarta, 07/09/2017 – Sejak tahun 1990an produksi minyak mentah Indonesia telah mengalami tren penurunan yang berkelanjutan karena kurangnya eksplorasi dan investasi di sektor ini. Di beberapa tahun terakhir sektor minyak dan gas negara ini sebenarnya menghambat pertumbuhan PDB. Target-target produksi minyak, ditetapkan oleh Pemerintah setiap awal tahun, tidak tercapai untuk beberapa tahun berturut-turut karena kebanyakan produksi minyak berasal dari ladang-ladang minyak yang sudah menua. Saat ini, Indonesia memiliki kapasitas penyulingan minyak yang kira-kira sama dengan satu dekade lalu, mengindikasikan bahwa ada keterbatasan perkembangan dalam produksi minyak, yang menyebabkan kebutuhan saat ini untuk mengimpor minyak demi memenuhi permintaan domestik.

Penurunan produksi minyak Indonesia dikombinasikan dengan permintaan domestik yang meningkat mengubah Indonesia menjadi importir minyak dari tahun 2004 sampai saat ini, menyebabkan Indonesia harus menghentikan keanggotaan jangka panjangnya (1962-2008) di OPEC. Kendati begitu, Indonesia akan bergabung kembali dengan OPEC pada Desember 2015.

Tabel di bawah menunjukkan produksi minyak yang menurun selama satu dekade terakhir. Tabel ini dibagi dalam dua angka produksi, yang pertama diambil dari perusahaan minyak dan gas multinasional BP Global (angka-angkanya mencakup minyak mentah, shale oil, oil sands dan gas alam cair), dan angka-angka produksi yang kedua bersumber dari Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (angka-angka ini mencakup minyak mentah dan kondensat minyak).

Produksi Minyak Bumi Indonesia¹:

2006

2007

2008

2009

2010

2011

2012

2013

2014

2015

BP Global

996

972

1,003

990

1,003

942

918

882

852

825

SKKMigas

1,006

954

977

949

945

900

860

826

794

786

¹ dalam ribuan barrels per day (bpd)
Sumber: BP Statistical Review of World Energy 2016 and SKKMigas

Kurangnya eksplorasi dan investasi-investasi lain di sektor minyak ini telah menyebabkan penurunan dalam produksi minyak Indonesia yang disebabkan karena manajemen yang lemah dari pemerintah, birokrasi yang berlebihan, kerangka peraturan yang tidak jelas serta ketidakjelasan hukum mengenai kontrak. Hal ini menciptakan iklim investasi yang tidak menarik bagi para investor, terutama bila melibatkan investasi jangka panjang yang mahal.

Secara kontras, konsumsi minyak Indonesia menunjukkan tren naik yang stabil. Karena jumlah penduduk yang bertumbuh, peningkatan jumlah penduduk kelas menengah, dan pertumbuhan ekonomi; permintaan untuk bahan bakar terus-menerus meningkat. Karena produksi domestik tidak bisa memenuhi permintaan domestik, Indonesia mengimpor sekitar 350.000 sampai 500.000 barel bahan bakar per hari dari beberapa negara.

Konsumsi Minyak di Indonesia:

2005

2006

2007

2008

2009

2010

2011

2012

2013

2014

2015

Bpd¹

1,303

1,244

1,318

1,287

1,297

1,402

1,589

1,631

1,643

1,676

1,628

¹ dalam ribuan
Sumber: BP Statistical Review of World Energy 2016

Kebanyakan proses produksi minyak Indonesia terkonsentrasi di cekungan-cekungan yang ada di wilayah barat negara ini. Namun, karena hanya sedikit penemuan minyak baru yang signifikan di wilayah Barat ini, Pemerintah telah mengubah fokusnya ke wilayah Timur Indonesia. Kendati begitu, cadangan minyak yang terbukti di seluruh negara ini telah turun dengan cepat menurut sebuah publikasi dari perusahaan minyak BP. Di 1991 Indonesia memiliki 5,9 miliar barel cadangan minyak terbukti namun jumlah ini telah menurun menjadi 3,7 miliar barel pada akhir 2014. Sekitar 60% dari potensi ladang minyak baru Indonesia berlokasi di laut dalam yang membutuhkan teknologi maju dan investasi modal yang besar untuk memulai produksi.

Sumber: Indonesia-investments.com

Sumber Gambar: okezone.com

Share This

Artikel Terkait Lainnya