ForexSignal88.com l Jakarta, 06/09/2017 – Mirip dengan trading forex, kesulitan yang sering dihadapi oleh para trader adalah cara keluar dari pasar atau bahasa kerennya, how to exit from market and profit. Ya, trader saham pun kesulitan dalam menentukan kapan harus menjual. Selain itu, ada banyak kesalahan yang seringkali dilakukan oleh investor atau trader saham. Mari simak artikel hindari 4 cara trading saham berikut yang berpotensi merugikan terutama bagi trader saham pemula.

Sektor Buruk, Saham Sedang Bagus

Meskipun banyak trader akan menolak menjual saham, terutama jika perusahaan besar dengan imbal hasil dan hutang yang besar. Seringkali, kenyataannya adalah bahwa meskipun memiliki pesona, saham yang berkinerja buruk mungkin berada di sektor yang sedang babak belur.

Belajar dari sejarah, ketika pasar bearish terjadi setelah ledakan sektor digital, sektor teknologi babak belur dan tidak hanya itu, mereka mencatatkan saham dengan hutang besar dan tidak berpenghasilan.

Perusahaan yang menguntungkan dengan struktur bisnis yang solid juga terdevaluasi. Dalam banyak kasus, mereka yang memegang saham berbasis perusahaan teknologi masih menunggu teknologi terdepan tersebut untuk mengembalikan kerugian mereka.

Sehingga jika Anda memiliki saham di sektor yang sedang dalam kondisi buruk, Anda harus mempertimbangkan untuk menjualnya karena perusahaan yang bagus sekalipun tidak aman dari serangan pasar bearish pada sektor tersebut.

Jual beli saham hari ini lebih mudah dari sebelumnya dan relatif murah. Bahkan untuk trader jangka panjang, terkadang perlu dilakukan “short sell” untuk menghindari kerugian.

Gagal Kontrol Emosi

Jika terikat secara emosional dengan saham Anda, maka Anda akan menderita kerugian. Sebagian alasan mengapa trader yang baik menjadi mangsa jebakan ini adalah karena mereka terlalu banyak berpikir untuk menemukan saham yang “benar”. Akhirnya, trader yang ekstra hati-hati akan mempersempit pilihannya ke satu “permata”. Tapi jika Anda membiarkan saham ini menjadi kebanggaan dan kegembiraan, Anda mungkin akan menderita kerugian besar karenanya.

Namun trader seharusnya menyukai saham saat menghasilkan uang; Jika tidak, jual saja! Keterikatan emosional pada saham tidak lain adalah sifat manusia dan keinginan untuk menjadi benar. Pilhannya adalah, Anda ingin benar atau ingin menjadi kaya?

Laba yang Belum Direalisasi

Keuntungan belum bisa disebut sebagai keuntungan hingga dana benar-benar masuk ke rekening Anda. Meskipun demikian, banyak trader senang dengan melihat sahamnya secara online dan menikmati berapa banyak uang yang mereka hasilkan.

Pada kenyataannya, Anda belum menghasilkan sepeser pun sampai menekan tombol “jual”. Ketika sebuah saham sedang meningkat nilainya, Anda mungkin mulai merasakan senang sekali hingga di luar kendali. Rasio harga pendapatan pun menjadi sangat meningkat, semua orang sedang membicarakannya dan Anda mulai bertanya-tanya seberapa tinggi kenaikan yang mungkin terjadi.

Mungkin, inilah saat yang tepat untuk “menjual sepertiga” atau “menjual setengah”.

Dengan cara ini, Anda bisa mengambil keuntungan dan juga menyimpan beberapa stok saham sehingga jika saham anjlok, Anda tidak akan menyesal karena telah menjual posisi Anda.

Kapan Saat Menjual

Cara bermain saham yang perlu dihindari adalah tidak ada pengetahuan tentangnya. Rahasia sebenarnya untuk mengetahui kapan harus menjual adalah Anda harus rajin membaca.

Sesibuk apapun Anda, luangkan beberapa menit untuk mengetahui apa yang terjadi dengan pasar, dengan ekonomi dan dengan saham Anda pada khususnya.

Jika Anda memiliki strategi yang benar, satu informasi sederhana dapat memberikan kekuatan yang dibutuhkan untuk mengambil tindakan, mengambil keuntungan atau mencegah kerugian.

Sumber Gambar: cermati.com

Share This

Artikel Terkait Lainnya