ForexSignal88.com l Jakarta, 10/08/2017 – Bicara forex tidak terlepas dengan topik mata uang. Ya, mata uang secara ekonomi berfungsi sebagai alat tukar atau alat pembayaran yang diterima secara umum dalam melakukan perdagangan antara individu, kelompok maupun negara dengan nilai sepadan. Sehingga nilai sebuah mata uang memiliki dampak langsung pada aspek-aspek ekonomi berikut ini:

Perdagangan Ekspor Impor

Yang dimaksud perdagangan di sini mengacu pada perdagangan internasional suatu negara, atau ekspor dan impor. Secara umum, mata uang yang lemah akan merangsang ekspor (lebih menguntungkan) dan membuat harga barang impor menjadi lebih mahal, sehingga mengurangi defisit perdagangan suatu negara (atau meningkatkan surplus) dari waktu ke waktu.

Contoh sederhana adalah sebagai berikut:

Jika Anda adalah seorang eksportir asal AS yang menjual satu juta widget (mainan) dengan harga masing-masing $ 10 untuk pembeli yang ada di Eropa dua tahun lalu, dimana nilai tukar pada saat itu adalah EUR 1 = 1,25 USD, maka biaya untuk pembeli Eropa adalah sebesar EUR 8 per widget. Pembeli di Eropa sedang melakukan negosiasi harga yang lebih baik untuk order besar (grosir) dan karena dolar telah menurun menjadi 1,35 per euro. Bahkan jika harga baru yang Anda berikan adalah EUR 7,50, yang berarti diskon 6,25% dari harga sebelumnya, maka Anda masih mampu menjual widget tersebut dengan harga (dalam USD) sebesar $ 10,12 dengan kurs saat ini. Depresiasi mata uang lokal Anda (yaitu dolar) adalah alasan utama mengapa bisnis ekspor Anda tetap kompetitif di pasar internasional. Anda malah tambah senang jika dolar melemah sebanyak mungkin.

Sebaliknya, mata uang yang menguat secara signifikan dapat mengurangi daya saing ekspor dan membuat harga impor lebih murah, yang dapat menyebabkan defisit perdagangan akan terus berlanjut. Ini akan membebani perusahaan yang berorientasi ekspor.

Pertumbuhan Ekonomi

Pertumbuhan ekonomi suatu negara sering digambarkan dalam nilai GDP atau PDB. Rumus dasar untuk PDB adalah:

PDB = C + I + G + (X – M)

C = Konsumsi atau belanja konsumen, komponen terbesar dari ekonomi

I = Modal investasi oleh perusahaan dan rumah tangga

G = Belanja Pemerintah

(X – M) = Ekspor dikurangi impor, atau ekspor neto.

Dari persamaan ini, jelaslah bahwa semakin tinggi nilai ekspor neto, semakin tinggi PDB suatu negara. Seperti dibahas sebelumnya, ekspor bersih memiliki korelasi terbalik dengan kekuatan mata uang domestik.

Bersambung: Pengaruh Mata Uang terhadap Perekonomian (2)

Sumber Gambar: wikihow.com

Share This

Artikel Terkait Lainnya