ForexSignal88.com l Jakarta, 10/08/2017

Arus Modal Asing

Modal asing akan cenderung mengalir ke negara-negara yang memiliki pemerintahan yang kuat, ekonomi dinamis dan mata uang yang stabil. Sebuah negara perlu memiliki mata uang yang relatif stabil untuk menarik modal investasi dari investor asing. Jika tidak, potensi kerugian yang diakibatkan oleh depresiasi mata uang dapat menghalangi investor luar negeri.

Arus modal dapat diklasifikasikan menjadi dua jenis yang utama – Investasi Asing Langsung (FDI, Foreign Direct Investment), di mana investor asing membeli saham di perusahaan yang ada atau membangun fasilitas baru di luar negeri, dan Investasi Portofolio Asing, di mana investor asing berinvestasi di sekuritas luar negeri. FDI adalah sumber dana penting untuk ekonomi negara berkembang seperti Indonesia dan India, yang pertumbuhannya akan terganggu jika modal tidak tersedia.

Pemerintah lebih menyukai FDI daripada investasi portofolio asing, karena investasi portofolio asing lebih seperti “uang panas” yang dapat meninggalkan negara ketika keadaan menjadi sulit. Fenomena ini, disebut sebagai “pelarian modal”, yang dapat dipicu oleh peristiwa negatif, termasuk devaluasi yang diharapkan atau diantisipasi dari mata uang.

Inflasi

Kaitan dengan inflasi, mata uang yang menguat bisa menjadi indikasi inflasi dan melemahnya mata uang menjadi indikasi deflasi. Penurunan mendadak sebesar 20% dari mata uang domestik dapat menyebabkan produk impor naik hingga 25% atau lebih yang artinya bahwa penurunan 20% mengharuskan peningkatan sebesar 25% untuk kembali ke modal awal.

Suku bunga

Nilai tukar adalah pertimbangan utama bagi sebagian besar bank sentral saat mengatur kebijakan moneter. Penguatan mata uang suatu negara bisa mengharuskan bank sentral untuk melakukan intervensi, baik melalui kebijakan suku bunga atau kebijakan moneter lainnya. Dan ini selalu dikaitkan dengan inflasi dan pertumbuhan ekonomi suatu negara.

Sebuah mata uang domestik yang kuat memberikan suatu hambatan pada ekonomi, ia akan memberikan hasil akhir yang sama seperti kebijakan moneter yang lebih ketat (yaitu suku bunga yang lebih tinggi). Selain itu, pengetatan kebijakan moneter lebih lanjut pada saat mata uang domestik sudah terlalu kuat dapat memperburuk keadaan dengan lebih menarik “uang panas” dari investor asing, yang sedang mencari investasi untuk penghasilan lebih tinggi (yang selanjutnya akan terus mendongkrak mata uang domestik).

Nah, nilai tukan mata uang ini menjadi indikasi dan dasar pertimbangan pemerintah dan bank sentral dalam melakukan kebijakan dan penilaian pertumbuhan ekonomi. Lalu, bagi Anda yang ingin menjadi trader sebaiknya mengetahui konsep dasar ini sebelum terjun ke bisnis forex.

Sumber Gambar: business-review.eu

Share This

Artikel Terkait Lainnya