ForexSignal88.com l Jakarta, 21/06/2017 – Diversifikasi kerap menjadi salah satu rekomendasi dari para pakar atau konsultan keuangan dan investor yang sudah sangat berpengalaman. Kerap kali ini selalu disuarakan di setiap seminar investasi. Terutama ditujukan bagi investor pemula. Diversifikasi, sebagai salah satu strategi investasi, merupakan senjata handal untuk memaksimalkan keuntungan. Juga diversifikasi ini dapat diterapkan untuk menekan risiko sekecil mungkin.

Anda sudah sering mendengar istilah “Don’t Put All your Eggs in One Basket” atau Jangan taruh telur-telur Anda dalam satu keranjang. Ada banyak kekhawatiran jika satu keranjang tersebut itu jatuh, maka hancurlah semua telur-telur Anda. Tanpa tersisa. Itu pasti tidak akan Anda inginkan, bukan?

Bayangkan jika telur-telur Anda ditaruh dalam lebih dari dua keranjang. Satu keranjang jatuh, masih ada telur di keranjang lainnya.

Bila kita menerapkannya dalam dunia atau bisnis investasi, dapat diartikan sebagai nasihat untuk tidak mengalokasikan seluruh aset Anda pada satu portfolio investasi.

Nah pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana cara melakukan diversifikasi portfolio investasi? Untuk mempermudah mari kita rumuskan dalam poin-point yang dapat membantu Anda memulai diversifikasi aset Anda.

Pahami seberapa besar risiko yang mampu Anda terima

Ketika Anda berbicara tentang risiko, Anda harus mengetahui batasan tingkat risiko yang bisa Anda terima dan juga batasan minimum risiko yang bisa Anda ambil.

Agar investasi bisa maksimal, Anda harus memahami cara kerja portfolio investasi yang Anda pilih. Teliti potensi keuntungan yang bisa Anda dapatkan sehingga Anda bisa menyiapkan sejumlah dana yang siap diinvestasikan.

Tentukan portfolio yang siap diinvestasikan

Mencapai keseimbangan yang tepat antara tujuan finansial dan risiko yang mampu Anda terima, akan membantu Anda menentukan target investasi dalam memperluas portofolio Anda. Biasanya, investor yang mampu menerima risiko tinggi akan berinvestasi pada portfolio investasi yang memberikan hasil investasi yang tinggi pula. Sebaliknya, investor dengan hanya mampu menerima risiko rendah pasti akan mencari portfolio investasi yang lebih aman seperti Obligasi Negara Ritel (ORI), reksa dana dan mungkin hanya di depositokan.

Ingat, high risk high return.

Untuk mencapai keuntungan maksimal dari diversifikasi, investor harus mengalokasikan sebagian dari portofolio mereka ke kelas aset yang tidak memilki korelasi. Sehingga portfolio investasi yang dipilih hanya memiliki ketergantungan historis yang rendah terhadap masing-masing keuntungan.

Sumber Gambar: kanalindonesia.com

Share This

Artikel Terkait Lainnya