ForexSignal88.com l Jakarta, 08/06/2017 – Bitcoin kembali menjadi populer setahun belakangan setelah sempat meredup karena isu legalitas yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Sepertinnya, orang yang terjun ke bisnis Cryptocurrency Bitcoin ini sudah paham bahwa bisnis ini adalah bisnis kepercayaan penuh. Percaya pada teknologi dan sistem enkripsi yang dibuat.

Beberapa keterbatasan yang dihadapi Cryptocurrency antara lain adalah adanya fakta bahwa kepemilikan Bitcoin seseorang dapat terhapus disebabkan oleh kerusakan perangkat komputer dan atau dijarah oleh hacker. Namun semua ini diharapkan dapat diatasi melalui kemajuan teknologi. Akan tetapi yang menjadi sulit untuk diatasi adalah paradoks dasar Cryptocurrency – ketika ia menjadi lebih populer, regulasi dan pengawasan pemerintah akan semakin ketat, yang pada akhirnya dapat mengikis premis mendasar bagi keberadaan Cryptocurrency. Anda bisa bayangkan yang tadinya bebas tanpa aturan (terutama pada harga) menjadi peraturan ketat untuk perlindungan konsumen.

Seiring berjalan waktu, sejumlah toko (merchant) yang menerima pembayaran menggunaan Bitcoin sudah semakin meningkat. Agar Bitcoin menjadi lebih banyak digunakan, maka harus terlebih dahulu mendapatkan kepercayaan luas di kalangan konsumen. Kepemilikannya juga seharusnya mudah untuk setiap orang dan hanya terbatas pada orang-orang yang paham teknologi.

Cryptocurrency yang bercita-cita untuk menjadi bagian dari sistem keuangan utama mungkin harus memenuhi kriteria yang sangat beragam.

Strategi logika kompleks

Bertujuan untuk menghindari konsumen penipuan dan serangan hacker tapi juga mudah bagi konsumen untuk memahaminya.

Perlindungan konsumen

Sifat Bitcoin yang desentralisasi belum mencakup aturan perlindungan konsumen yang memadai. Bahkan sifat anonimitas pengguna juga mengkhawatirkan terkait penggelapan pajak, pencucian uang dan aktivitas jahat lainnya.

Kedua kriteria ini haruslah terpenuhi dan apakah mungkin jika Bitcoin yang populer bisa menjembatani jarak antara mata uang fiat dan Cryptocurrency saat ini? Hingga saat ini masih banyak yang meragukan. Bahkan nilai Bitcoin saat ini yang mencapai Rp 38 Juta, masih sedikit konsumen di Indonesia yang bisa memilikinya.

Haruskah Anda Investasi di Cryptocurrency?

Jika Anda mempertimbangkan untuk berinvestasi di Cryptocurrency, mungkin lebih baik untuk memperlakukan “investasi” Anda dengan cara yang sama seperti Anda akan memperlakukan setiap usaha spekulatif lainnya. Dengan kata lain, Anda harus menyadari bahwa Anda berisiko kehilangan sebagian besar investasi Anda, atau bisa saja semua melalui cara-cara yang mungkin Anda tidak pahami.

Seperti yang dinyatakan sebelumnya, Cryptocurrency tidak memiliki nilai intrinsik selain dari apa yang konsumen bersedia bayar pada waktu tertentu. Hal ini membuatnya sangat rentan terhadap harga terlalu yang melambung, yang pada gilirannya meningkatkan risiko kerugian bagi investor. Jika Anda tidak dapat menghadapi resiko fluktuasi yang demikian, sebaiknya Anda memilih instrumen investasi yang lain, yang lebih cocok untuk Anda.

Sementara itu terdapat pendapat yang berbeda-beda tentang manfaat Bitcoin sebagai instrumen investasi. Pendapat yang mendukung Bitcoin menunjukkan bahwa suplai terbatas dan berkembangnya penggunaan untuk pembayaran sebagai penggerak harga yang penting. Di sisi lain, justru melihatnya sebagai sekadar gelembung spekulatif. Perdebatan ini membuat investor konservatif untuk menghindari investasi Bitcoin.

Sumber Gambar: samwouters.com

Share This

Artikel Terkait Lainnya