ForexSignal88.com l Jakarta, 05/06/2017 – Setelah menentukan tujuan investasi properti yang mencakup nilai saat ini, nilai yang ingin dicapai dan jangka waktu pencapaian, perencanaan dilanjutkan dengan melihat rencana tata kota atau wilayah pada proerpti yang diinginkan.

Cermati rencana tata kota atau wilayah

Setiap wilayah sebenarnya memiliki rencana tata kota atau wilayah yang dilakukan oleh pemerintah daerah bersama konsultan perencanaan. Sebaiknya Anda mencari informasi tentang rencana tata kota tersebut. Lokasi yang tepat akan menentukan hasil yang optimal. Sebagai contoh rencana pembangunan jalan tol lingkar luar. Anda bisa mencari tahu pintu gerbang tol (masuk dan keluar) yang akan dibangun. Nah Anda bisa mencari properti di lokasi dekat dengan pintu gerbang tol tersebut. Ada potensi nilai investasi di sana akan meningkat cepat.

Ikut arus pebisnis lain

Bagi Anda yang baru memulai bisnis properti, berbagai pakar investasi menyarankan Anda untuk mengikuti arus pebisnis properti lain dulu. Kenapa? Investor pemula pastinya hanya akan menggunakan modal dana terbatas (tidak full power) walaupun sebenarnya mungkin Anda mampu. Anda harus mempelajari seluk beluk investasi properti dan bahkan bisa belajar dari pebisnis yang Anda ikuti. Termasuk pada biaya perencanaan, pemasaran dan promosi.

Biarkan pebisnis besar dulu yang menjadi pionir di daerah yang diincar, lalu Anda mengikuti. Ini adalah langkah awal yang baik untuk memetik keuntungan dari bisnis properti. Anda bisa menjadi pionir jika sudah memiliki pengalaman yang cukup dan keberanian menghadapi risiko.

Menggandeng Lembaga Pembiayaan

Setelah Anda memutuskan untuk membeli properti, pastikan Anda menggandeng lembaga pembiayaan. Menurut pakar investasi, Anda harus menjaga cashflow di rekening Anda. Bahkan kalau perlu ambil tenor yang cukup lama supaya tidak terlalu berat.

Disarankan maksimal utang atau cicilan untuk membayar utang itu adalah 30% dari pendapatan bulanan anda, jangan sampai melebihi jumlah itu.

Struktur pembiayaan properti biasanya terdiri dari uang muka 30%, jumlah cicilan dan tenor (jangka waktu cicilan). Bank Indonesia sudah memberikan aturan uang muka yang harus kita bayar minimal 30% dari nilai properti. Jika uang muka 30% ini cukup memberatkan, Anda mungkin bisa negosiasi kepada pihak pengembang untuk memberikan kemudahan dengan memperbolehkan membayar uang muka tersebut dengan cara dicicil sampai enam kali.

(bersambung)

Sumber Gambar : bisnisonlinegratisan.com

Share This

Artikel Terkait Lainnya