ForexSignal88.com l Jakarta, 13/03/2018 – Peluncuran Bitcoin Futures pada dua bursa berjangka utama, CME dan CBOE mendapatkan sambutan baik dari pada pelaku pasar Cryptocurrency. Sempat terjadi isu pembatalan karena gagalnya pembuatan protokol fork Cryptocurrency oleh SegWit2x yang berfungsi sebagai rencana jangka panjang dan operasi Bitcoin.

CME, operator bursa berjangka terbesar di dunia, mendorong kenaikan harga bitcoin yang besar ketika mengumumkan pada awal peluncurannya ini. Bahwa mereka akan mulai memfasilitasi perdagangan berjangka bitcoin di beberapa titik sebelum akhir 2017. Seiring dengan produk baru tersebut, Crypto Coins News melaporkan bahwa CME dapat memberlakukan batasan pada fluktuasi harga bitcoin untuk menghindari volatilitas yang ekstrem. Fluktuasi harga telah menjadi ciri khas semua mata uang virtual, dan terutama pada dasarnya di hari-hari awal mereka.

Penghentian Trading dan "Hard Cap"

CME dilaporkan akan memberlakukan penghentian perdagangan untuk sejumlah tingkatan pergerakan harga bitcoin, dan juga "hard cap" yang akan membatasi harga pada tingkat tertentu untuk setiap hari. Akan ada ambang "batas lunak", berlaku 7% dan 13% di atas atau di bawah harga penyelesaian hari sebelumnya. Bila terjadi ayunan harga dari level ini, akan ada "jeda perdagangan dua menit" untuk bitcoin futures. Jika harga naik atau turun 20% atau lebih dalam satu hari, akan ada hard cap (penutupan) seluruh sistem yang akan mencegah semua perdagangan produk berjangka bitcoin untuk hari itu.

Bagaimana hal ini dibandingkan dengan fluktuasi harga bitcoin baru-baru ini? Sejauh ini, bitcoin telah diayunkan setidaknya 20% pada dua hari sepanjang tahun ini. Ini telah mencapai ayunan 13% atau lebih pada 11 hari, dan fluktuasi setidaknya 7% pada 69 hari untuk tahun ini. Hal ini menunjukkan bahwa ambang batas “lunak” dan “keras“ pada transaksi berjangka bitcoin mungkin berlaku relatif sering.

Ambang Batas Bukan Hal Baru

CME telah menggunakan batas yang sama di masa lalu dan untuk pasar, mulai dari saham berjangka hingga emas dan minyak. Namun, volatilitas yang meluas dan ekstrem yang diharapkan para investor dari cryptocurrency seperti bitcoin dapat menguji batasan ini lebih banyak daripada instrumen lainnya. Digadang – gadang bahwa CME akan "menjinakkan" bitcoin sehingga menjadi instrumen perdagangan reguler dengan peraturan.

Tentu saja, CME tidak dapat membatasi fluktuasi harga bitcoin. Ini akan menyesuaikan karena faktor pasar normal dan mungkin terus berubah sama volatilnya seperti sebelum diperkenalkan (kontrak berjangka).

Sumber Gambar: sxsw.com

Share This

Artikel Terkait Lainnya