ForexSignal88.com l Jakarta, 08/03/2018 – Kontrak Saham Berjangka (atau stock futures) dan kontrak opsi saham (stock options) adalah kesepakatan berbasis batas waktu antara pihak jual-beli untuk saham ekuitas. Kedua kontrak tersebut memberi investor kesempatan strategis untuk menghasilkan uang dan melakukan lindung nilai atas investasi saat ini. Sebelum seorang investor dapat memutuskan untuk memperdagangkan kontrak berjangka atau opsi, mereka harus memahami empat perbedaan utama di antara keduanya.

Premi Kontrak

Ketika investor melakukan beli opsi call dan put dengan membeli aset derivatif (turunan), mereka membayar biaya satu kali yang disebut premium (biasa disebut premi). Dan investor melakukan jual opsi call dan put mengumpulkan / mendapatkan premi. Nilai kontrak menyusut saat mendekati tanggal penyelesaian kontrak (expiry date). Namun, harga premi naik dan turun, memungkinkan pengguna untuk menjual call dan put mereka dan menghasilkan keuntungan menjelang tanggal penyelesaian kontrak. Mereka yang menjual opsi dapat membeli opsi call untuk menutupi sejumlah posisi mereka juga.

Kontrak Berjangka dapat dibeli dengan saham tunggal (single stock / SSFs) atau fokus pada kinerja indeks yang lebih luas seperti Nikkei, Hang Seng dan S & P 500. Namun, dengan saham berjangka, pihak pembeli membayar sesuatu selain premi kontrak pada saat pembelian. Pihak pembeli membayar sesuatu yang dikenal sebagai margin awal, yaitu persentase dari harga yang harus dibayar untuk saham.

Kewajiban Keuangan

Ketika seseorang membeli opsi saham, satu-satunya kewajiban finansial adalah biaya premi pada saat kontrak dibeli. Namun, ketika penjual membuka opsi put, mereka terkena kewajiban maksimal atas harga dasar saham. Jika opsi put memberi pembeli hak untuk menjual saham seharga $ 50 per saham namun sahamnya jatuh ke $ 10, orang yang mengajukan kontrak harus setuju untuk membeli saham tersebut sesuai nilai kontrak atau $ 50 per saham.

Kontrak berjangka, bagaimanapun, menawarkan tanggung jawab maksimum kepada pembeli dan penjual dari perjanjian kontrak. Karena harga saham yang mendasarinya bergeser / bergerak / berubah dalam hal baik terhadap pembeli maupun penjual, pihak-pihak tersebut mungkin diwajibkan untuk menyuntikkan modal tambahan ke dalam akun perdagangan mereka untuk memenuhi kewajiban sehari-hari.

Sumber Gambar: researchmaniacs.com

Share This

Artikel Terkait Lainnya