ForexSignal88.com l Jakarta, 26/02/2018 – Pasar Pintar merupakan seenis lelang di mana transaksi dilakukan ke dan dari sekumpulan peserta, bukan secara bilateral antara satu pembeli dan satu penjual. Pasar pintar dirancang untuk mengurangi biaya transaksi dan pengaruh eksternal, dan dipantau oleh manajer pasar.

Pasar pintar dimungkinkan oleh perbaikan teknologi, karena perhitungan dalam penerapannya bisa rumit. Partisipasi di pasar pintar sering membutuhkan pembayaran biaya dimuka dan juga tawaran per unit transaksi. Sebagai contoh, penggunaan pasar pintar dalam harga listrik membuat komputer meninjau ulang tawaran distributor listrik untuk menentukan berapa banyak pasokan listrik dibandingkan dengan keseluruhan kapasitas jalur transmisi. Perhitungan menentukan berapa banyak pembangkit listrik yang harus dihasilkan, jalur transmisi yang akan mentransfer daya dari generator ke distributor dan berapa banyak daya yang akan diproses masing-masing distributor. Pasar pintar akan diikuti dengan kontrak pintar.

Kontrak pintar adalah kontrak yang ter-eksekusi sendiri dengan persyaratan kesepakatan antara pembeli dan penjual yang secara langsung ditulis ke dalam barisan kode. Kode dan kesepakatan yang terkandung di dalamnya ada di jaringan blockchain yang terdistribusi dan terdesentralisasi. Kontrak pintar mengizinkan transaksi dan kesepakatan terpercaya dilakukan di antara pihak-pihak yang tidak jelas dan anonim tanpa memerlukan otoritas pusat, sistem hukum, atau mekanisme penegakan eksternal. Mereka membuat transaksi dapat dilacak, transparan, dan tidak dapat diubah.

Sementara teknologi blockchain telah dipikirkan terutama sebagai pondasi untuk bitcoin, ia telah berkembang jauh melampaui dukungan mata uang virtual.

Kontrak pintar pertama kali diajukan pada tahun 1994 oleh Nick Szabo, seorang ilmuwan komputer Amerika yang menemukan mata uang virtual yang disebut "Bit Gold" pada tahun 1998, 10 tahun penuh sebelum penemuan Bitcoin. Sebenarnya, Szabo sering dikabarkan menjadi Satoshi Nakamoto yang sebenarnya, penemu anonim Bitcoin, yang telah ditolaknya.

Szabo mendefinisikan kontrak pintar sebagai protokol transaksi terkomputerisasi yang menjalankan persyaratan kontrak. Dia ingin memperluas fungsionalitas metode transaksi elektronik, seperti POS (point of sale), ke ranah digital.

Banyak prediksi Szabo di koran itu menjadi kenyataan dalam konteks teknologi blockchain sebelumnya. Misalnya, perdagangan derivatif sebagian besar dilakukan melalui jaringan komputer dengan menggunakan struktur istilah yang kompleks.

Sumber Gambar: codeburst.io

Share This

Artikel Terkait Lainnya