ForexSignal88.com l Jakarta, 18/02/2018 – Sepanjang pekan lalu dinamika di bursa forex semakin seru untuk dipantau. Hampir semua mata uang utama sempat meningkat setidaknya 2 persen terhadap dolar AS pada minggu lalu kecuali dolar Kanada dan pound sterling dengan data penjualan ritel Inggris yang mengecewakan pasar, meskipun pada ujungnya situasi berbalik.

Pada awal pekan lalu dolar AS memulai perdagangan dengan bermodalkan penutupan positif di pekan sebelumnya setelah terbantu oleh peningkatan imbal hasil obligasi pemerintah AS, greenback masih menguat hingga hari Selasa.

Pada sesi Rabu dolar AS mengalami pukulan hebat pasca data inflasi konsumen AS, yang di luar perkiraan menunjukkan akselerasi dan menderek ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga acuannya lebih agresif, namun sayangnya ada dua komponen di data tersebut yang membuat pasar meragukan tren naik inflasi AS. Ditambah lagi dengan turunnya data penjualan eceran AS di bulan Januari yang membuat pasar khawatir stagflasi akan terjadi di AS.

Setelah Rabu sebenarnya tidak ada yang spesifik pada fundamental forex. Bahkan pada hari Kamis inflasi produsen AS juga menunjukkan peningkatan, bukti lain bahwa perkiraan The Fed mengenai inflasi yang disampaikan pada tahun lalu terbukti benar, inflasi AS sedang di jalur mendaki.

Namun demikian pasar selalu memiliki hukumnya sendiri. Pasar melihat sentimen dolar AS masih dibayangi kisruh politik - yang terkini adalah masalah anggaran - dan prospek kenaikan suku bunga AS yang diimbangi dengan prospek yang sama dari bank sentral utama lainnya. Jadi pasar tetap menggempur dolar AS, terlebih saat Menteri Keuangan Jepang Taro Aso menyatakan bahwa pemerintah Jepang sedang tidak memikirkan pergerakan forex, kemudian oleh pasar ditranslasikan menjadi: intervensi Jepang di pasar forex tidak akan segera terjadi.

Posisi stop-loss pada USD/JPY yang terpicu semakin menambah volume jual dolar AS. Bahkan tatkala pemerintah Jepang mengumumkan penunjukan kembali Haruhiko Kuroda sebagai gubernur bank sentral Jepang, sentimen negatif terhadap dolar AS tak kunjung mereda. Yen Jepang terus menguat sehingga pada hari Jumat pasangan mata uang tersebut jatuh ke ¥105,53, level terendah sejak 10 November 2016, padahal pasar tahu bahwa Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe dan Kuroda adalah duet maut yang berhasil meningkatkan ekonomi Negeri Matahari Terbit sejak Abe menerapkan Abenomics.

Abe dan Kuroda dikenal memiliki kebijakan yang mendorong pelemahan yen, yang tentunya menguntungkan negara tersebut karena Jepang adalah sebuah ekonomi yang bergantung pada ekspor.

Selain yen, euro juga melonjak hingga $1,2555, yang jika dilihat dari sudut pandang teknikal menjadi sebuah pengujian ulang terhadap kekuatan simple moving average 200-bulan, yang seperti terjadi di bulan lalu, kembali bertahan sehingga EUR/USD langsung berbalik turun dan menghasilkan penutupan negatif 0,79 persen di akhir sesi Jumat.

Singkatnya, pada pekan lalu juga di pekan sebelumnya, dolar AS mulai menunjukkan perlawanan yang cukup berarti, terlepas dari besarnya pukulan yang telah diterima dan nuansa beaish yang masih menyelimutinya.

Selanjutnya pada pekan depan sejumlah agenda fundamental seperti pidato Gubernur Bank of England (BoE), risalah pertemuan kebijakan terakhir dari Reserve Bank of Australia (RBA) dan European Central Bank (ECB), data tingkat upah Australia dan Inggris, laporan inflasi dan PDB Inggris serta data ritel Kanada, akan menjadi agenda yang akan disoroti para pelaku pasar dan mungkin menjadi penentu apakah indikasi trend reversal dolar AS akan terkonfirmasi dan berlanjut ataukah pasar hanya akan kembali berkonsolidasi.

 

EURUSD

FS88 JOURNAL EUR TEMPLATE 

WEEKLY OUTLOOK : POSITIF Cenderung Netral 

O : 1.2249     H : 1.2555      L : 1.2235      C : 1.2406

PERGERAKAN SEPEKAN 12/02 – 16/02 : POSITIF

RANGE SEPEKAN : 320 PIP

Secara Fundamental, Rilis data preliminer Gross Domestic Product (GDP) Zona Euro kuartal IV/2017 di pertengahan perdagangan sesi Eropa hari Rabu tengah pekan kemarin memunculkan angka-angka sesuai ekspektasi, tetap sama dengan pertumbuhan di periode sebelumnya. Produksi Industri di kawasan tersebut juga dilaporkan melaju tinggi.

Menurut Eurostat, GDP Zona Euro kuartal IV/2017 mengalami kenaikan +2.7% secara Year-on-Year, sama dengan pertumbuhan di triwulan ketiga. Dalam basis kuartalan, pertumbuhan juga sesuai ekspektasi +0.6%. Pertumbuhan di Jerman masih menjadi komponen utama pertumbuhan Zona Euro, khususnya didorong oleh kenaikan ekspor. Ekonomi Belanda dan Portugal juga terakselerasi di kuartal IV lalu. Serangkaian laporan lain mengenai Produksi Industri yang dirilis Eurostat menyebutkan pertumbuhan bulanan setinggi +0.4% di bulan Desember, mengungguli ekspektasi yang dipatok pada +0.1%.

Pertumbuhan di periode November pun direvisi naik menjadi 1.3% MoM. Dalam basis tahunan, Produksi Industri Zona Euro berhasil mengakhiri tahun 2017 dengan menorehkan laju kenaikan +5.2%. Data-data ini menguatkan indikasi pemulihan Zona Euro. Sebelumnya, European Commission telah menyatakan bahwa ekspansi ekonomi di kesatuan 19-negara tersebut berada dalam kondisi paling seimbang sejak krisis finansial.

Selain itu, meskipun para pejabat bank sentral Eropa (European Central Bank/ECB) bersikeras mempertahankan arah kebijakannya pada rapat bulan Januari, tetapi data GDP memunculkan kemungkinan akan pertumbuhan ekonomi dan inflasi yang lebih kokoh, serta membuka jalan bagi dilepaskannya kebijakan moneter longgar.

Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona Ekonomi Uni Eropa, diantaranya :

  1. German ZEW Economic Sentiment        Selasa 20/02/2018 Pk 17.00 WIB
  2. German Flash Manufacturing PMI           Rabu 21/02/2018 Pk 15.30 WIB
  3. German Flash Services PMI                     Rabu 21/02/2018 Pk 15.30 WIB
  4. EUR - Flash Manufacturing PMI               Rabu 21/02/2018 Pk 16.00 WIB
  5. EUR - Flash Services PMI                         Rabu 21/02/2018 Pk 16.00 WIB
  6. German Ifo Business Climate                  Kamis 22/02/2018 Pk 16.00 WIB
  7. ECB Monetary Policy Meeting Accounts  Kamis 22/02/2018 Pk 19.30 WIB
  8. Final CPI                                                       Jumat 23/02/2018 Pk 17.00 WIB

Secara Teknikal, PENGUATAN pasangan harga EURUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BEARISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BEARISH pada level 1.2371, kemungkinan harga akan kembali ke level 1.2270 – 1.2170 – 1.2069. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BULLISH pada level 1.2561, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PENGUATANnya ke area level 1.2676 – 1.2791 – 1.2909.

 

GBPUSD

FS88 JOURNAL GBP TEMPLATE 

WEEKLY OUTLOOK : POSITIF Cenderung Netral 

O : 1.3812     H : 1.4144      L : 1.3795      C : 1.4010

PERGERAKAN SEPEKAN 12/02 – 16/02 : POSITIF

RANGE SEPEKAN : 349 PIP

Secara Fundamental, Office for National Statistics (ONS) melaporkan bahwa Indeks Harga Konsumen (Consumer Price Index) mengalami kenaikan 3.0% secara year-on-year (YoY) pada bulan Januari, lebih tinggi dari estimasi yang dipatok pada 2.9%. Dalam basis bulanan, indikator inflasi utama ini juga hanya mengalami -0.5%, meski sebelumnya diperkirakan akan -0.6%. 

Core CPI yang menghitung perubahan harga pada barang dan jasa selain kategori bahan makanan dan energi, juga melesat dengan mencatatkan kenaikan 2.7% YoY. Angka tersebut mengungguli estimasi pada 2.6% maupun laju kenaikan sebesar 2.5% di periode Desember.  Turut melengkapi jajaran berita positif, PPI Input dalam periode yang sama naik 4.7% YoY. Walaupun lebih rendah dari 5.4% di periode sebelumnya, tetapi lebih baik dibanding perkiraan yang dipatok pada 4.2%. Indeks Harga Perumahan juga dikabarkan meningkat dari 5.0% menjadi 5.2% secara tahunan, di atas ekspektasi pada 4.9%. 

Di sisi lain, tarik ulur dalam perencanaan menjelang keluarnya Inggris dari Uni Eropa (Brexit) masih terus berlangsung. Masalah perbatasan Inggris dan Irlandia yang mencuat sebagai salah satu topik utama sejak tahun lalu, masih belum terselesaikan dengan jelas, bahkan meskipun PM Inggris Theresa May telah berjumpa langsung dengan PM Irlandia Leo Varadkar kemarin. Varadkar menginginkan perbatasan tetap bebas dari pos patroli sebagaimana adanya saat ini sebelum Brexit terjadi, sedangkan May menolak memberikan komitmen tegas.

Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona Ekonomi Inggris, diantaranya :

  1. BOE Gov Carney Speaks                           Selasa 20/02/2018 13:45 WIB
  2. Average Earnings Index 3m/y                   Rabu 21/02/2018 16:30 WIB
  3. Claimant Count Change                            Rabu 21/02/2018 16:30 WIB
  4. Public Sector Net Borrowing                     Rabu 21/02/2018 16:30 WIB
  5. Unemployment Rate                                  Rabu 21/02/2018 16:30 WIB
  6. Inflation Report Hearings                          Rabu 21/02/2018 21:15 WIB
  7. Second Estimate GDP q/q                                    Kamis 22/02/2018 16:30 WIB
  8. Prelim Business Investment q/q              Kamis 22/02/2018 16:30 WIB
  9. MPC Member Ramsden Speaks             Jumat 23/02/2018 19:00 WIB

Secara Teknikal, PENGUATAN pasangan harga GBPUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BEARISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BEARISH pada level 1.3966, kemungkinan harga akan kembali ke level 1.3873 – 1.3787 – 1.3687. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BULLISH pada level 1.4165, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PENGUATANnya ke area level 1.4261 – 1.4352 – 1.4452.

 

AUDUSD

 FS88 JOURNAL AUD TEMPLATE

WEEKLY OUTLOOK :  POSITIF Cenderung Netral 

O : 0.7813     H : 0.7987      L : 0.7771      C : 0.7905

PERGERAKAN SEPEKAN 12/02 – 16/02 : POSITIF

RANGE SEPEKAN : 216 PIP

Secara Fundamental, Australian Bureau of Statistics (ABS) melaporkan bahwa jumlah orang yang mendapatkan pekerjaan di Australia meningkat 16,000 pada bulan Januari 2018. Data Employment Change tersebut secara aktual lebih tinggi ketimbang estimasi awal yang dipatok pada 15,300 saja. Namun demikian, angkanya jauh lebih rendah ketimbang pencapaian di periode Desember dan November tahun lalu. Di sisi lain, walau secara keseluruhan ada peningkatan jumlah Employment Change, tetapi komponen data Full Employment Change malah menyusut hingga -49,800 di bulan Januari, dengan data Desember direvisi turun ke 12,700 saja. Juga, meski Tingkat Pengangguran bulan Januari sesuai ekspektasi 5.5%, tetapi data periode Desember direvisi turun ke 5.6%. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja bulan Januari pun selip dari 65.7% ke 65.6%. Menurut Daniel Dubrovsky dari DailyFX, laporan ketenagakerjaan Australia ini bisa dikatakan agak kurang impresif.

Menyusul perilisannya, yield Obligasi Pemerintah Australia bertenor 2-tahunan jatuh; mensinyalkan penyusutan ekspektasi pasar akan kenaikan suku bunga bank sentral Australia (Reserve Bank of Australia/RBA). Namun demikian, ia menilai data kemungkinan hanya punya implikasi terbatas bagi kebijakan bank sentral dalam jangka pendek, karena RBA sudah menyatakan bahwa mereka tak ingin buru-buru menaikkan suku bunga. Keengganan RBA telah diperhitungkan pasar, sehingga sejalan dengan pertimbangan tersebut, Dolar Australia melanjutkan reli yang telah berlangsung sejak tadi malam, seusai rilis data Inflasi Amerika Serikat. Kenaikan laju Inflasi AS yang jauh melampaui ekspektasi, justru memicu sejumlah kekhawatiran di kalangan pelaku pasar, mendepresiasi Dolar AS, dan mendongkrak nilai mata uang-mata uang rivalnya.

Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona Ekonomi Australia, diantaranya :

  1. RBA Assist Gov Bullock Speaks              Selasa 20/02/2018 05:15 WIB
  2. Monetary Policy Meeting Minutes             Selasa 20/02/2018 07:30 WIB
  3. Construction Work Done q/q                     Rabu 21/02/2018 07:30 WIB
  4. Wage Price Index q/q                                  Rabu 21/02/2018 07:30 WIB

Secara Teknikal, PENGUATAN pasangan harga AUDUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BEARISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BEARISH pada level 0.7874, kemungkinan harga akan kembali ke level 0.7836 – 0.7798 – 0.7757. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BULLISH pada level 0.8001, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PENGUATANnya ke area level 0.8047 – 0.8092 – 0.8134.

XAUUSD

FS88 JOURNAL XAU TEMPLATE 

WEEKLY OUTLOOK : POSITIF Cenderung Netral 

O : 1316.15   H : 1361.55   L : 1315.80    C : 1348.45

PERGERAKAN SEPEKAN 12/02 – 16/02 :  POSITIF

RANGE SEPEKAN : $45.75 atau 457.5 PIP

Secara Fundamental, Harga Emas mampu bergerak positif usai dolar Amerika Serikat (AS) tertekan pada sepekan perdagangan ini. Sehingga harga emas pun naik signifikan selama sepekan. Harga emas untuk pengiriman April menanjak 90 sen atau naik tipis 0,1 persen ke posisi US$ 1.356,30 per ounce. Harga emas sentuh level tertinggi dalam hampir tiga minggu. Sedangkan selama sepekan, harga emas naik tiga persen.Indeks dolar AS naik terhadap enam mata uang utama lainnya. Indeks US dolar menguat 0,7 persen ke posisi 89,20.

Namun selama sepekan, dolar AS susut 1,4 persen. Harga logam mulia sering menguat usai dolar AS melemah terhadap sejumlah mata uang lainnya. Ini lantaran pelaku pasar dapat beli aset itu lebih murah dengan mata uang lainnya. Harapan the Federal Reserve dapat menaikkan suku bunga sebanyak empat kali pada 2018 juta meningkat. Apalagi usai melihat data inflasi dan bank sentral Amerika Serikat (AS) juga prediksi inflasi menguat pada 2018. "Inflasi naik dapat pengaruhi dolar AS sehingga mendorong emas kembali mendapatkan elemen pendukung," tulis Analis INTL FC Stone, seperti dikutip dari halaman Marketwatch, Sabtu (17/2/2018). Sementara itu, imbal hasil obligasi biasanya dapat mengurangi permintaan emas lantaran logam mulia tidak hasilkan imbal hasil. Imbal hasi surat berharga AS naik menjadi 2,94 dan merupakan level tertinggi.

Akan tetapi, inflasi menguat cepat juga mendukung emas sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi.Selain itu, pergerakan harga emas juga terbatas terhadap data ekonomi terbaru. Harga impor naik satu persen pada Januari. Angka ini di atas perkiraan kenaikan 0,6 persen oleh para ekonom. Data pembangunan rumah juga naik 10 persen pada Januari 2018. Angka ini melampaui perkiraan ekonom yang disurvei.Bursa saham AS juga menguat menjelang akhir pekan ini. Bursa saham AS cetak kenaikan selama enam hari berturut-turut.

Secara Teknikal, PENGUATAN pasangan harga XAUUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BEARISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BEARISH pada level 1333.35, kemungkinan harga akan kembali ke level 1323.15 – 1312.90 – 1302.15. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BULLISH pada level 1362.35, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PENGUATANnya ke area level 1373.55 – 1384.65 – 1395.15.

 

Sumber: ForexSignal88.ComForexFactory.ComCFTC, Investing.ComBloomberg.ComKitco.ComOilnGold.Com

DailyFx.ComReuters.ComCNN.ComMarketWatch.ComAssociated Press Sumber Gambar: Campaign.Com

Tags: #forexsignal88 #signalforex #sinyalforex #forexsignal #analisaforex #analisagold #belajarforex #seputarforex #sekilasforex #eurusd #gbpusd #audusd #xauusd #signalforexharian #signalforexakurat #analisaforex #analisatradingforex #analisaforexharian #analisagold #beritaforexindonesia #beritaforexharian #beritaterkiniforex #analisajituforex #toptrendingforex #signalforexgratis #signalforexindonesia #tipsforex #trikforex #strategiforex #teknikforex #analisateknikal

Share This

Jurnal Mingguan Lainnya

July 21, 2018

Sekilas Forex: Trump Menyuarakan Kuatnya USD Tidak Menguntungkan AS

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 21/07/2018 - Dua tokoh papan AS seakan berperang di pekan lalu (16-0 Juli) sehingga menimbulkan fluktuasi besar di perdagangan mata uang dan emas. Para pelaku pasar pun terus menikmati pasang surut tersebut yang dari sisi teknikal…
July 15, 2018

Sekilas Forex: Sentimen Forex Ada Pada Trump, Perang Dagang dan Brexit

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 15/07/2018 - Minggu lalu (9-13 Juli), fokus di kalangan investor dan pedagang tertuju pada Donald Trump. Pada minggu tersebut, dia melakukan perjalanan ke Belgia untuk pertemuan tahunan para pemimpin NATO. Seperti yang diharapkan,…
July 07, 2018

Sekilas Forex: Perang Dagang Amerika Serikat VS Cina Sudah Dimulai

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 07/07/2018 - Dinamika perdagangan mata uang dan emas pada hampir sepanjang pekan lalu (2-6 Juli) diwarnai oleh tekanan jual terhadap dolar AS meskipun tetap terbilang sebagai koreksi terhadap tren naik greenback yang terbentuk…
July 01, 2018

Sekilas Forex: USD Masih Pada Jalur Bullish Meskipun Sempat Koreksi

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 01/07/2018 - Rally dolar AS tersendat di pekan terakhir Juni (25-29 Juni) setelah rival utamanya yaitu euro mendapat dorongan bullish yang cukup kuat di penutupan sesi perdagangan pekan tersebut namun pada kerangka waktu mingguan…
June 23, 2018

Sekilas Forex: Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga BOE Meningkat. Pound Berusaha Naik

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 23/06/2018 - Meskipun pada jangka menengah dolar AS masih mendominasi perdagangan forex, di pekan lalu (18-22 Juni) mata uang tersebut menerima pukulan yang cukup kuat dari rival-rivalnya. Pukulan tersebut pada awalnya berasal…