ForexSignal88.com l Jakarta, 03/02/2018 – Untuk pertama kalinya sejak akhir Desember, dolar AS akhirnya memiliki satu pekan dengan akhir positif. Indeks Dolar AS berakhir minggu terakhir bulan Januari sedikit lebih tinggi setelah merosot 6% nilainya selama periode 7 minggu.

Semua mata uang utama terpukul oleh aksi ambil untung dengan dolar Australia dan yen Jepang mengalami kerugian paling curam. Euro, sterling, franc Swiss dan dolar Selandia Baru sebelumnya memperlihatkan penguatan terbaik namun rally mereka terhenti saat dolar AS mulai pulih. Namun sebagian pengamat pasar mata uang, termasuk dari tim FS88 Research Division, menilai masih terlalu dini bagi para bulls dolar AS untuk menyatakan kemenangannya.

Selanjutnya di pekan depan, selera pasar terhadap dolar AS bisa bergantung pada pertumbuhan global dan hasil pertemuan beberapa bank sentral utama. Tak satu pun dari bank sentral tersebut yang diperkirakan akan mengubah kebijakannya namun dengan kenaikan mata uang yang kuat masing-masing negara terkait selama 2 bulan terakhir, para pelaku pasar akan mengawasi komentar terkait forex.

Agenda terbesar adalah Laporan Inflasi Triwulanan Bank of England, namun keputusan tingkat suku bunga Reserve Bank of Australia dan Reserve Bank of New Zealand juga memiliki dampak signifikan pada dolar Australia dan Selandia Baru.

FOMC yang hawkish, nonfarm payrolls yang kuat dan kenaikan tajam imbal hasil Treasury 10-tahun memicu pemulihan dolar AS. Masa jabatan Janet Yellen di The Fed telah berakhir dan dia meninggalkan pasar dengan pernyataan FOMC yang optimis dengan pandangan yang lebih hawkish terhadap inflasi.

Prospek positif tersebut diperkuat oleh laporan gaji sektor non-pertanian pada Jumat yang menunjukkan pertumbuhan pekerjaan meningkat menjadi 200.000 di bulan Januari, tingkat pengangguran stabil dan upah tumbuh sebesar 0,3% dan disertai pula dengan revisi ke atas pada bulan Desember gaji dan pertumbuhan upah.

Memang sebelumnya tidak ada keraguan bahwa pasar tenaga kerja kuat dan pada kecepatan ini tingkat pengangguran bisa turun lebih jauh dalam beberapa bulan mendatang. Namun dengan pasar yang melihat peluang 100% untuk kenaikan bulan Maret, data NFP terakhir tidak mengubah pandangan tersebut.

Selanjutnya laporan ekonomi AS yang paling penting pada kalender minggu depan adalah ISM non-manufaktur dan dengan kekuatan NFP tersebut, aktivitas sektor jasa kemungkinan besar akan lebih kuat.

 

EURUSD

FS88 JOURNAL EUR TEMPLATE 

WEEKLY OUTLOOK : NETRAL

O : 1.2427     H : 1.2523      L : 1.2335      C : 1.2462

PERGERAKAN SEPEKAN 20/01 – 02/02 : POSITIF

RANGE SEPEKAN : 188 PIP

Secara Fundamental, Eurostat mengumumkan GDP Zona Euro Kuartal IV/2017 (preliminer) bertumbuh 0.6% QoQ, sedangkan GDP periode sebelumnya direvisi naik ke 0.7%. Dalam basis tahunan, indikator ini berekspansi dengan laju 2.7% di kuartal IV, sementara pertumbuhan di kuartal III/2017 direvisi naik ke 2.8%. Harga-harga konsumen di Saxony hanya naik 1.4% di bulan Januari pada laporan preliminer, lebih rendah dari 1.7% yang tercapai pada bulan Desember. Walaupun daerah lain, Brandenburg, menunjukkan pertumbuhan stabil.

Pada hari Selasa pekan kemarin, pasar juga sempat mengkhawatirkan rilis data Inflasi Jerman yang diperkirakan goyah akibat perlambatan laju inflasi di sejumlah daerah. Kemudian diketahui bahwa data CPI Jerman bulan Januari (preliminer) memang melambat dengan laju lebih buruk dari ekspektasi, yaitu -0.7% MoM (versus ekspektasi -0.5%), padahal sempat naik 0.6% di bulan Desember.

Namun, laporan ini dinetralkan oleh rilis CPI Zona Euro. Dari benua Eropa, CPI bulan Januari (preliminer) tercatat meningkat sesuai ekspektasi dalam laju 1.3% YoY, meski lebih rendah dari 1.4% di periode sebelumnya. Core CPI juga bertumbuh tepat menyamai perkiraan pada 1.0% YoY. Dengan demikian, meskipun penurunan inflasi ini tentu akan menjadi sorotan para pejabat bank sentralnya, tetapi pasar masih menganggap cukup memuaskan.

Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona Ekonomi Uni Eropa, diantaranya :

  1. ECB President Draghi Speaks                 Senin 05/02/2018 Pk 23.00 WIB
  2. German Buba Weidmann Speaks                      Selasa 06/02/2018 Pk 16:00 WIB
  3. German Buba Weidmann Speaks                      Kamis 08/02/2018 Pk 15:45 WIB

 

Secara Teknikal, PENGUATAN pasangan harga EURUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BEARISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BEARISH pada level 1.2326, kemungkinan harga akan kembali ke level 1.2253 – 1.2180 – 1.2104. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BULLISH pada level 1.2546, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PENGUATANnya ke area level 1.2612 – 1.2681 – 1.2751.

 

GBPUSD

FS88 JOURNAL GBP TEMPLATE

WEEKLY OUTLOOK : NETRAL

O : 1.4138     H : 1.4277      L : 1.3979      C : 1.4120

PERGERAKAN SEPEKAN 29/01 – 02/02 : DOJI NEGATIF

RANGE SEPEKAN : 298 PIP

Secara Fundamental, Menurut laporan yang baru saja diedarkan pada sesi perdagangan pekan kemarin, Purchasing Managers' Index (PMI) di sektor Konstruksi Inggris mengalami kemerosotan lagi dari 52.2 ke 50.2 pada bulan Januari, lebih parah dibanding perkiraan yang dipatok pada 52.0. Dengan demikian, rilis kali ini merupakan dua bulan beruntun data menurun, sekaligus menempatkan indeks tepat pada ambang pemisah antara kondisi ekspansi dan kontraksi. "PMI Konstruksi mengantarkan hasil yang amat kecil untuk Januari, karena harapan untuk permulaan tahun yang luar biasa dipatahkan oleh penampilan yang secara mengejutkan buruk dari sektor perumahan, menunjukkan performa terburuknya sejak Juli 2016," ungkap Duncan Brock dari CIPS, yang membantu kompilasi survei PMI Konstruksi Inggris ini bersama IHS Markit.

Lanjutnya lagi, "Bahkan peningkatan marjinal di sektor komersil dan teknik sipil tak bisa mencegah kondisi nyaris stagnan dalam aktivitas (sektor konstruksi) secara keseluruhan." Mengenai buruknya data kali ini, Samuel Tombs, Pimpinan Ekonom Inggris dari Pantheon Macroeconomics, menilai sektor konstruksi melanjutkan resesi yang telah dideritanya semenjak akhir tahun 2017. Katanya, "Resesi sektor konstruksi memanjang ke tahun 2018. Walaupun PMI tetap sedikit di atas ambang 50 yang secara teoritis memisahkan kondisi ekspansi dan kontraksi, (tetapi sebenarnya) semua angka di bawah 52 mensinyalkan penurunan output dalam prakteknya."

Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona Ekonomi Inggris, diantaranya :

  1. Services PMI                                     Senin 05/02/2018 16:30 WIB
  2. BOE Inflation Report                       Kamis 08/02/2018 19:00 WIB
  3. MPC Official Bank Rate Votes       Kamis 08/02/2018 19:00 WIB
  4. Monetary Policy Summary             Kamis 08/02/2018 19:00 WIB
  5. Official Bank Rate                            Kamis 08/02/2018 19:00 WIB
  6. Manufacturing Production              Jumat 09/02/2018 16:30 WIB

Secara Teknikal, PELEMAHAN pasangan harga GBPUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BULLISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BULLISH pada level 1.4270, kemungkinan harga akan kembali ke level 1.4354 – 1.4439 – 1.4528. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BEARISH pada level 1.4059, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PELEMAHANnya ke area level 1.3968 – 1.3872 – 1.3772.

AUDUSD

FS88 JOURNAL AUD TEMPLATE 

WEEKLY OUTLOOK :  NEGATIF Cenderung Netral

O : 0.8101     H : 0.8116      L : 0.7919      C : 0.7926

PERGERAKAN SEPEKAN 29/01 – 02/02 : NEGATIF

RANGE SEPEKAN : 197 PIP

Secara Fundamental, Sejumlah pelaku pasar menilai pelemahan AUD/USD dalam beberapa hari terakhir semata koreksi, dan kelak akan bergerak lebih tinggi lagi. Namun, tim Strategi Forex dari ANZ Bank, salah satu bank terbesar di kawasan Antipodean, justru memperkirakan Dolar Australia terancam terus menurun. Ada beberapa faktor yang dikutip ANZ Bank, sebagaimana dikutip oleh Business Insider

Pertama, AUD sekarang berada pada korelasi ekstrim dengan harga komoditas, beta (sentimen risiko pasar), dan DXY, yang mana semuanya mengarah pada penguatan AUD. Apabila korelasi menurun dan perkara suku bunga kembali menjadi bahan perbincangan, maka AUD kemungkinan menurun. 

Kedua, seandainya korelasi bertahan kuat, tim dari ANZ Bank memandang tetap ada risiko bagi harga komoditas untuk melandai, sentimen risiko untuk berkurang, serta bagi USD untuk kembali mencuat; karena semua faktor-faktor ini sekarang dalam kondisi ekstrim. "Minat risiko yang merupakan salah satu input penting dalam model USD dan penggerak AUD secara historis juga nampak sangat meregang," katanya.

Lebih lanjut lagi, "ketika melihat daftar penggerak AUD secara tradisional, semuanya antara mensinyalkan (AUD) harus lebih rendah atau trayeknya dalam risiko pembalikan." Apakah ini artinya Dolar Australia akan merosot terus? Bukan demikian menurut ANZ Bank. "Meskipun kami belum siap untuk mengatakan bahwa AUD berada di tepi penurunan berkelanjutan atau menguji siklus rendahnya, kami dengan pasti memperkirakan bahwa jika dibandingkan dengan Desember 2017 ketika AUD diperdagangkan di sekitar 75 sen

Rasio Risk/Reward sudah bergeser dengan sangat drastis. Sementara AUD sekarang diperdagangkan dalam jarak 1 sen dari 'puncak' yang kami perkirakan, kami memilih untuk menggunakan (kemungkinan) penguatan ini untuk memasang ulang posisi short."

Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona Ekonomi Australia, diantaranya :

  1. Retail Sales                          Selasa 06/02/2018 07:30 WIB
  2. Trade Balance                     Selasa 06/02/2018 07:30 WIB
  3. Cash Rate                            Selasa 06/02/2018 10:30 WIB
  4. RBA Rate Statement           Selasa 06/02/2018 10:30 WIB

Secara Teknikal, PELEMAHAN pasangan harga AUDUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BULLISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BULLISH pada level 0.8061, kemungkinan harga akan kembali ke level 0.8110 – 0.8161 – 0.8213. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BEARISH pada level 0.7885, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PELEMAHANnya ke area level 0.7836 – 0.7784 – 0.7733.

 

XAUUSD

FS88 JOURNAL XAU TEMPLATE 

WEEKLY OUTLOOK : NEGATIF Cenderung Netral

O : 1350.90   H : 1352.20   L : 1327.25    C : 1331.70

PERGERAKAN SEPEKAN 29/01 – 02/02 : NEGATIF

RANGE SEPEKAN : $24.95 atau 249.5 PIP

Secara Fundamental, Harga emas turun pada sesi perdagangan Jumat pekan kemarin karena penguatan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) usai data tenaga kerja AS menunjukkan kenaikan upah yang kuat sehingga mendorong imbal hasil Obligasi berjangka waktu 10 tahun. Mengutip halaman Reuters, Sabtu (03/2/2018), harga emas di pasar spot turun 1 persen menjadi US$ 1.335,26 per ounce pada pukul 01.34 siang waktu New York. Sementara harga emas berjangka AS untuk pengiriman April turun US$ 10,60 atau 0,8 persen, ke angka US$ 1.337,30 per ounce.

Berdasarkan data dari Departemen Tenaga Kerja AS, ada penambahan non Farm payrolls sebesar 200 ribu pekerjaan pada Januari kemarin. Angka tersebut mengalahkan ekspektasi pasar yang ada di angka 180 ribu pekerjaan. Sedangkan untuk angka ppendapatan per jam mengalami naik 2,9 persen dan merupakan kenaikan terbesar sejak Juni 2019. "Data-data tersebut memicu tekanan terhadap harga emas dalam jangka pendek," jelas analis logam mulai Standard Chartered Bank, Suki Cooper.

Secara Teknikal, PELEMAHAN pasangan harga XAUUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BULLISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BULLISH pada level 1345.10, kemungkinan harga akan kembali ke level 1352.60 – 1360.20 – 1367.55. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BEARISH pada level 1326.15, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PELEMAHANnya ke area level 1318.80 – 1311.35 – 1303.35.

Sumber: ForexSignal88.ComForexFactory.ComCFTC, Investing.ComBloomberg.ComKitco.ComOilnGold.Com

DailyFx.ComReuters.ComCNN.ComMarketWatch.ComAssociated Press Sumber Gambar: USDollarForecast.Com

Tags: #forexsignal88 #signalforex #sinyalforex #forexsignal #analisaforex #analisagold #belajarforex #seputarforex #sekilasforex #eurusd #gbpusd #audusd #xauusd #signalforexharian #signalforexakurat #analisaforex #analisatradingforex #analisaforexharian #analisagold #beritaforexindonesia #beritaforexharian #beritaterkiniforex #analisajituforex #toptrendingforex #signalforexgratis #signalforexindonesia #tipsforex #trikforex #strategiforex #teknikforex #analisateknikal

Share This

Jurnal Mingguan Lainnya

June 10, 2018

Sekilas Forex: Menantikan Kenaikan Tingkat Suku Bunga AS

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 10/06/2018 - Dolar AS tetap bertahan pada hampir sepanjang sesi perdagangan minggu lalu (4-8 Juni) karena pasar terus berselancar pada pasang surut risiko politik zona euro. Aliran modal para investor menuju instrumen yang…
June 03, 2018

Sekilas Forex: USD Mulai Melemah, Waspada Akan Pergantian Arah

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 03/06/2018 - Lambat laun bahan bakar rally dolar AS sejak pertengahan April mulai menipis seperti yang terlihat di pekan lalu (28 Mei-1 Juni) saat euro dan pound sterling mulai melakukan tekanan balasan terhadap greenback.…
May 27, 2018

Sekilas Forex: Bullish USD Masih Potensi Berlanjut

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 27/05/2018 - Performa dolar AS di pekan lalu (21-25 Mei) mulai tampak beragam, tidak seperti di pekan-pekan sebelumnya. Mata uang AS masih perkasa terhadap rival utamanya yaitu euro sehingga pasangan mata uang EURUSD anjlok ke…
May 19, 2018

Sekilas Forex: Kekuatan USD Semakin Tak Terbendung

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 19/05/2018 - Hingga sesi perdagangan pekan lalu (14-18 Mei) berakhir, gelombang penguatan dolar AS belum terbendung, bahkan semakin kuat. Greenback terus menekan beberapa rival utamanya yaitu euro dan yen. Pada sesi pekan lalu…
May 12, 2018

Sekilas Forex: Pelemahan USD Hanya Koreksi. USD Masih Berpotensi Menguat

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 12/05/2018 - Di pekan lalu (7-11 Mei) dolar AS mulai mendapat tekanan balik yang cukup berarti dari para rivalnya, meskipun sebagian analis berpendapat bahwa pelemahan dolar AS tersebut hanyalah sebagai sebuah koreksi setelah…