ForexSignal88.com l Jakarta, 27/01/2018 – Dolar AS semakin terpuruk di pekan lalu meskipun terlihat memberikan perlawanan lemah pada Kamis dan Jumat, kecuali terhadap yen, franc, dolar Australia, dolar Selandia Baru dan dolar Kanada karena semua mata uang itu tetap kuat terhadap greenback di sesi Jumat.

Hampir semua faktor saat ini terlihat membebani dolar AS. Secara umum, pertumbuhan global yang kuat membuat aset-aset AS menjadi kurang menarik terutama pada saat para investor khawatir tentang perang dagang dan fiskal negara tersebut.

Perubahan pandangan Bank of Japan (BoJ) mengenai inflasi, data-data yang lebih kuat di luar AS, naiknya tarif impor panel surya dan mesin cuci AS, komentar Menteri Keuangan AS mengenai keuntungan dari dolar AS yang lemah dan sejumlah data AS yang lebih lemah memaksa  greenback untuk turun lebih rendah.

Pada hari Kamis, Presiden AS Donald Trump mencoba untuk menjelaskan kepada pasar bahwa komentar menterinya tersebut keluar dari konteks dan negaranya mendukung kebijakan dolar AS yang kuat.

Sementara itu Gubernur BoJ Kuroda melakukan hal serupa, mencoba mempengaruhi pasar, ketika dia mengatakan di Davos bahwa pihaknya tidak merevisi prospek inflasi dan akan melanjutkan kebijakan moneter yang longgar. Akhirnya, kebingungan pasar tentang kebijakan-kebijakan bank-bank sentral ternyata hanya menambah volatilitas pasar.

Faktor lain yang memperkuat tren turun dolar AS di pekan lalu adalah klaim pengangguran, data perumahan, neraca perdagangan dan PDB kuartal 4, sehingga tidak mengherankan jika para investor enggan mempercayai pemulihan dolar AS di hari Kamis.

Dari perspektif teknikal, dolar AS berada di dasar atau area support tetapi secara fundamental tetap diperlukan satu atau lebih katalis agar dolar AS mampu bangkit dengan kuat. Katalis tersebut bisa berbentuk janji-janji atau pandangan bank sentral AS maupun lainnya yang komprehensif hingga intervensi verbal, komentar dari para pejabat pemerintah, sejumlah data yang positif atau koreksi mendadak di saham-saham AS.

Sejumlah agenda dan data penting seperti rapat kebijakan moneter Federal Reserve pertama di tahun ini, laporan gaji sektor non pertanian (nonfarm payrolls), pidato State of The Union pertama Presiden Trump, akan menjadi faktor yang berpotensi berpengaruh pada kinerja dolar AS di pekan depan.

Volatilitas mungkin hanya akan sedikit terjadi pada pertemuan FOMC di bulan ini karena bagian terpenting dari pertemuan ini adalah bahwa ini akan menjadi keputusan terakhir Janet Yellen. Tanpa konferensi pers, dia akan keluar dari The Fed dengan tenang, sehingga sebagian besar pernyataan FOMC hampir pasti tidak berubah.

Sejak pertemuan kebijakan terakhirnya, The Fed melihat ada sedikit kemunduran daripada perbaikan di ekonomi AS. Jadi, sangat sedikit alasan bagi Yellen untuk mengubah nada The Fed tepat sebelum dia menyerahkan tongkat komandonya ke Jerome Powell.

Sementara itu sulit untuk memprediksi apakah pidato State of Union dari Presiden Trump akan menggerakkan pasar meskipun tampaknya dia akan menyanjung kenaikan saham Wall Street dan kinerja ekonomi negaranya. Namun sang presiden yang kontroversial tersebut juga bisa mengobarkan ketegangan di seputar perdagangan internasional dan mungkin menyinggung pula pendanaan pemerintahan federal pasca government shutdown selama tiga hari.

Jadi probabilitasnya adalah nonfarm payrolls yang akan menjadi motor utama di pekan depan. Pertumbuhan pekerjaan melambat secara signifikan pada bulan lalu namun pertumbuhan upah tetap kuat. Sejauh ini para ekonom melihat pertumbuhan pekerjaan akan berakselerasi dan tingkat upah tetap stabil.

Jika dolar AS benar-benar mampu membalikkan keadaan dan mata uang lainnya menyerah pada aksi profit taking, koreksi di bursa forex dan emas bisa menjadi tajam dan agresif.

EURUSD

FS88 JOURNAL EUR TEMPLATE 

WEEKLY OUTLOOK : POSITIF Cenderung Netral

O : 1.2270     H : 1.2538      L : 1.2214      C : 1.2420

PERGERAKAN SEPEKAN 22/01 – 26/01 : POSITIF

RANGE SEPEKAN : 324 PIP

Secara Fundamental, ECB telah menjalankan kebijakan moneter longgar dengan melakukan pembelian obligasi sebesar lebih dari 2 triliun Euro dalam tiga tahun terakhir (Quantitative Easing). Dengan cara ini, bank sentral Eropa tersebut telah mendongkrak laju inflasi dan memacu pertumbuhan di kawasan. Kini, pemulihan ekonomi Zona Euro nampak makin mantap dan inflasi pun telah beranjak dari level rendah, sehingga pasar berharap ECB menghentikan pembelian obligasi pada akhir tahun ini, atau bahkan mulai melakukan normalisasi kebijakan dengan menaikkan suku bunga pada Desember. 

Ekspektasi normalisasi kebijakan ECB tersebut mendorong penguatan Euro, selain juga karena Amerika Serikat terus menerus dilanda berbagai huru-hara politik, sehingga Euro dianggap memberikan imbal hasil dengan risiko lebih seimbang. Namun, penguatan Euro ke level tertinggi tiga tahun versus Dolar menjadi ancaman baru bagi perekonomian, lantaran dianggap dapat memperlambat laju inflasi.  ECB telah menetapkan target inflasi 2 persen, tetapi laporan terakhir untuk bulan Desember 2017 menunjukkan laju inflasi hanya 1.4 persen (year-on-year), setelah sempat menanjak hingga 2 persen di bulan Februari.

Di saat yang sama, proyeksi pertumbuhan ekonomi telah berulangkali direvisi naik. Data-data dari sektor manufaktur maupun perdagangan menunjukkan performa memuaskan dengan yield obligasi terus membubung, sehingga ECB berisiko "ketinggalan kereta". Oleh karenanya, sejumlah pejabat hawkish, seperti Jens Weidmann, telah mengungkapkan persetujuan mereka agar program pembelian obligasi diakhiri di tahun ini, meski sebagian lainnya merasa perlu memantau dampak penguatan Euro terlebih dahulu.  

"Kami kira, prioritas Presiden Draghi akan terletak pada meredam ekspektasi kenaikan suku bunga dini dan penguatan Euro," kata analis bank kawakan ABN Amro dalam catatannya bagi para nasabah yang dikutip oleh Reuters, "Kami kira, outlook inflasi yang lesu mengarah pada ECB menunda kenaikan suku bunga." Pendapat senada dengan ABN Amro disampaikan oleh Daniele Antonucci dari bank besar AS, Morgan Stanley. Katanya, "Kami mengekspektasikan perubahan Forward Guidance (ECB) pada Maret dan Juni, untuk mempersiapkan pasar menjelang akhir Quantitative Easing mulai Oktober. Kami memperkirakan kenaikan suku bunga deposit pertama sebesar 15 basis poin ke -0.25 persen di bulan Maret 2019, dengan sinyal diberikan bank sentral mendekati akhir tahun ini."

Secara umum, pasar mengekspektasikan ECB mempertahankan kebijakan moneter longgar pada pengumuman kebijakannya malam ini tanpa memberikan indikasi mengenai kenaikan suku bunga, sembari mengakui adanya penguatan pertumbuhan ekonomi Eropa. Namun, pasar juga akan berfokus mengenai bagaimana Draghi menanggapi penguatan Euro akhir-akhir ini -hal mana dapat menjadi variabel yang mempengaruhi pergerakan Euro ke depan.

Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona Ekonomi Uni Eropa, diantaranya :

  1. German Prelim CPI                        Selasa 30/01/2018 Tentatived
  2. Prelim Flash GDP               Selasa 30/01/2018 Pk 17:00 WIB
  3. German Retail Sales          Rabu 31/01/2018 Pk 14:00 WIB
  4. CPI Flash Estimate             Rabu 31/01/2018 Pk 17:00 WIB
  5. Core CPI Flash Estimate   Rabu 31/01/2018 Pk 17:00 WIB

 

Secara Teknikal, PENGUATAN pasangan harga EURUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BEARISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BEARISH pada level 1.2326, kemungkinan harga akan kembali ke level 1.2253 – 1.2180 – 1.2104. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BULLISH pada level 1.2546, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PENGUATANnya ke area level 1.2612 – 1.2681 – 1.2751.

 

GBPUSD

 FS88 JOURNAL GBP TEMPLATE

WEEKLY OUTLOOK : POSITIF Cenderung Netral

O : 1.3894     H : 1.4346      L : 1.3857      C : 1.4145

PERGERAKAN SEPEKAN 22/01 – 26/01 : POSITIF

RANGE SEPEKAN : 489 PIP

Secara Fundamental, Laporan mengenai sektor ketenagakerjaan Inggris yang dirilis oleh Office for National Statistics (ONS) pada pekan kemarin, secara umum cukup bagus. Selain Tingkat Pengangguran yang sesuai ekspektasi, Indeks Rata-rata Pendapatan Plus Bonus (Average Earnings Index+Bonus) bulan November juga mengalami peningkatan yang sama dengan perkiraan, yaitu sebesar 2.5%. Perubahan Jumlah Pemohon Tunjangan Pengangguran (Claimant Count Change) untuk bulan Desember hanya menurun dari 12.2k ke 8.6k, lebih buruk dibanding ekspektasi yang dipatok pada 5.4k. Akan tetapi, Indeks Rata-rata Pendapatan Tanpa Bonus (Average Earnings ex Bonus) bulan November meningkat dari 2.3% ke 2.4%, lebih baik dibanding harapan pasar.

Hal ini memperkuat indikasi kenaikan laju inflasi yang dapat mendorong bank sentral Inggris untuk menaikkan suku bunga dalam tahun 2018. Paul Hollingsworth, ekonom senior di Capital Economics, mengatakan pada PoundsterlingLive, "Dengan survei mengindikasikan peningkatan kesulitan rekrutmen dan survei mengenai gaji juga cukup kuat, maka ada prospek akselerasi kenaikan gaji lebih jauh lagi. Karenanya, kami berpendapat MPC (dewan penyusun kebijakan bank sentral Inggris) akan menaikkan suku bunga tiga kali tahun ini, lebih banyak dibanding perkiraan pasar, dengan kenaikan berikutnya dilakukan di bulan Mei." 

Instabilitas ekonomi pasca referendum Brexit tahun 2015 lalu telah mengakibatkan laju inflasi Inggris meroket hingga lebih dari 3 persen. Namun, dalam tempo bersamaan, GDP justru loyo. Pasalnya, kenaikan inflasi didorong oleh pelemahan Poundsterling yang juga mengakibatkan kenaikan biaya impor bagi para produsen dan konsumen. Ada harapan kalau penguatan Poundsterling dalam beberapa pekan terakhir akan meredakan laju inflasi dan meringankan beban pertumbuhan Inggris, tetapi hal ini belum tentu mampu menciptakan situasi yang cukup kondusif bagi kenaikan suku bunga.

Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona Ekonomi Inggris, diantaranya :

  1. Net Lending to Individuals             Selasa 30/01/2018 16:30 WIB
  2. Manufacturing PMI               Kamis 01/02/2018 16:30 WIB
  3. Construction PMI                 Jumat 02/02/2018 16:30 WIB

Secara Teknikal, PENGUATAN pasangan harga GBPUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BEARISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BEARISH pada level 1.3990, kemungkinan harga akan kembali ke level 1.3892 – 1.3795 – 1.3693. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BULLISH pada level 1.4265, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PENGUATANnya ke area level 1.4354 – 1.4439 – 1.4528.

 

AUDUSD

FS88 JOURNAL AUD TEMPLATE 

WEEKLY OUTLOOK :  POSITIF Cenderung Netral

O : 0.7999     H : 0.8134      L : 0.7955      C : 0.8111

PERGERAKAN SEPEKAN 22/01 – 26/01 : POSITIF

RANGE SEPEKAN : 179 PIP

Secara Fundamental, Westpac-Melbourne Institute merilis data Tingkat Kepercayaan Konsumen untuk bulan Januari 2018 dengan kenaikan sebesar 1.8% dari 103.3 ke 105.1. Meski kenaikan ini relatif rendah dibandingkan bulan Desember lalu yang mencapai 3.6%, tetapi masih disikapi positif, mengingat hasil ini mengangkat Tingkat Kepercayaan Konsumen mencapai level tertingginya selama 4 tahun terakhir. Matthew Hasan, Westpac Senior Economist berpendapat, "Tingkat sentimen terus pulih semenjak September tahun lalu. Hal ini didukung dengan tingkat suku bunga yang tidak terlalu mengancam, serta meningkatnya kepercayaan pada sektor ekonomi dan lapangan pekerjaan". Hassan juga menambahkan bahwa awal tahun ini merupakan awal tahun paling positif sejak 2010 lalu.

Selain itu Australian Bureau of Statistics juga merilis data tingkat Home Loans Australia MoM pada November lalu dengan peningkatan sebesar 2.1%, naik jauh dari bulan Oktober yang berkurang sebesar 0.6%. Sementara itu, tingkat investasi untuk Housing Finance mengalami penurunan pada kisaran 1.5%, turun 0.1% dari bulan Oktober lalu yang mencapai 1.6%. Meski konsumen di Australia masih tetap berada di bawah beban hutang yang besar serta biaya perumahan yang begitu tinggi, meningkatnya tingkat kepercayaan konsumen ini diharapkan mampu mempercapat pencapaian terhadap target inflasi.

Menurut David Cottle dari DailyFx, Aussie secara teknikal masih bertahan pada tren naiknya terhadap Dolar AS. Kenaikan ini sudah berlangsung sejak 10 Desember tahun lalu. Namun, kenaikan dianggap sudah mulai melemah dan kemungkinan akan sedikit mencari nafas ke bawah untuk mungkin melanjutkan perjalanan ke atas. Indikator Momentum menunjukkan bahwa pasangan mata uang ini telah berada dalam posisi overboughtdi grafik harian-nya. Perlu diperhatikan pula bahwa kenaikan ini sudah mendekati area dimana pada tahun lalu, RBA menyampaikan rasa khawatir mengenai dampak kekuatan mata uang yang berlebihan terhadap pencapaian target inflasinya. 

Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona Ekonomi Australia, diantaranya :

  1. NAB Business Confidence                       Selasa 30/01/2018 07:30 WIB
  2. CPI                                                     Rabu 31/01/2018 07:30 WIB
  3. Trimmed Mean CPI                         Rabu 31/01/2018 07:30 WIB
  4. Building Approvals                          Kamis 01/02/2018 07:30 WIB

Secara Teknikal, PENGUATAN pasangan harga AUDUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BEARISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BEARISH pada level 0.7994, kemungkinan harga akan kembali ke level 0.7948 – 0.7900 – 0.7855. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BULLISH pada level 0.8135, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PENGUATANnya ke area level 0.8176 – 0.8217 – 0.8258.

XAUUSD

 FS88 JOURNAL XAU TEMPLATE

WEEKLY OUTLOOK : POSITIF Cenderung Netral

O : 1334.60   H : 1365.90   L : 1328.25    C : 1349.35

PERGERAKAN SEPEKAN 22/01 – 26/01 : POSITIF

RANGE SEPEKAN : $37.65 atau 376.5 PIP

Secara Fundamental, Harga emas melemah menjelang akhir pekan ini. Akan tetapi, harga emas cenderung menguat selama sepekan. Pernyataan pejabat pemerintahan Donald Trump pengaruhi gerak dolar Amerika Serikat (AS) sehingga berdampak ke harga emas. Harga emas untuk pengiriman Februari turun US$ 10,80 atau 0,8 persen ke posisi US$ 1.352,10 per ounce. Pada perdagangan Kamis, harga emas sempat turun seiring Presiden AS Donald Trump ingin melihat dolar AS menguat. Selama sepekan, harga emas naik 1,4 persen. Penguatan harga emas memperpanjang keuntungan dalam tujuh minggu. Harga emas naik didorong dolar AS.

Pernyataan Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengatakan, dolar AS melemah baik untuk perdagangan mempengaruhi dolar AS sehingga tertekan. Emas ditransaksikan dolar AS sering berlawanan dengan gerak dolar AS. Pergerakan dolar AS dapat membuat harga logam menjadi menarik bagi pelaku pasar memegang mata uang lainnya. Pemerintahan Trump memiliki dua kebijakan berbeda soal dolar AS. "Pelaku pasar pun akan menebak-nebak, kebijakan mana yang sebenarnya. Akan tetapi, performa dolar AS pada tahun lalu kelihatan melemah, dan itu sebenarnya," ujar Pendiri USAGOLD, Micahel Kosares, seperti dikutip dari laman Marketwatch, Sabtu (27/1/2018).

Indeks dolar AS melemah 0,6 persen ke posisi US$ 88,90 dengan harga emas cenderung stabil. Dolar AS pun cenderung melemah terhadap euro. Mata uang zona euro tersebut sudah naik hampir empat persen terhadap dolar AS sepanjang awal tahun ini. Bank sentral Eropa memutuskan tetap mempertahankan suku bunga. Harga emas juga melemah usai data pertumbuhan ekonomi AS tak sesuai harapan. Pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) hanya 2,6 persen pada kuartal IV 2017. Angka ini di bawah perkiraan pasar sebesar tiga persen.

Secara Teknikal, PENGUATAN pasangan harga XAUUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BEARISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BEARISH pada level 1335.70, kemungkinan harga akan kembali ke level 1323.20 – 1310.65 – 1298.15. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BULLISH pada level 1367.00, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PENGUATANnya ke area level 1378.40 – 1389.80 – 1401.75.

Sumber: ForexSignal88.ComForexFactory.ComCFTC, Investing.ComBloomberg.ComKitco.ComOilnGold.Com

DailyFx.ComReuters.ComCNN.ComMarketWatch.ComAssociated Press Sumber Gambar: Kickn1035.Com

Tags: #forexsignal88 #signalforex #sinyalforex #forexsignal #analisaforex #analisagold #belajarforex #seputarforex #sekilasforex #eurusd #gbpusd #audusd #xauusd #signalforexharian #signalforexakurat #analisaforex #analisatradingforex #analisaforexharian #analisagold #beritaforexindonesia #beritaforexharian #beritaterkiniforex #analisajituforex #toptrendingforex #signalforexgratis #signalforexindonesia #tipsforex #trikforex #strategiforex #teknikforex #analisateknikal

Share This

Jurnal Mingguan Lainnya

April 07, 2018

Sekilas Forex: Perang Dagang AS VS China Terus Memanas

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 07/04/2018 - Tema perang dagang antara dua kekuatan ekonomi terbesar dunia terus mewarnai pasar keuangan global, pasang surut kekhawatiran para pelaku pasar terhadap isu tersebut terus menjadi motor penggerak harga di beberapa…
April 01, 2018

Sekilas Forex: Setelah Libur, Pekan Depan Akan Kembali Ramai Dengan Non Farm Payroll Menjadi Sentral Perhatian

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 01/04/2018 - Kuartal pertama 2018 telah berakhir dan ada sejumlah perubahan besar dalam pergerakan di pasar mata uang selama tiga bulan pertama tahun ini. Yen Jepang dinobatkan menjadi performer terbaik, yang melonjak terhadap…
March 24, 2018

Sekilas Forex: Amerika Serikat VS China - Dua Raksasa Ekonomi Perang Dagang

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 24/03/2018 - Tidak ada yang lebih penting dari penerapan tarif AS pada impor produk-produk China dan tindakan pembalasan yang dilakukan China. Dua raksasa ekonomi dunia tersebut secara resmi bertikai dalam sebuah perang dagang dan…
March 10, 2018

Sekilas Forex: Data Ekonomi AS Mendukung Kenaikan Tingkat Suku Bunga Bulan Ini

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 11/03/2018 – Laporan pekerjaan AS pada hari Jumat tidak menunjukkan dampak signifikan pada pasar forex di luar penguatan momentum positif dalam perekonomian. Sebanyak 313.000 pekerjaan diciptakan pada bulan Februari, yang…
March 04, 2018

Sekilas Forex: USD Terjebak Dalam Perbedaan Pandangan Ekonomi 2 Tokoh Penting AS

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 04/03/2018 – Lagi-lagi dolar AS seakan terjebak di antara dua tokoh sentral AS. Kali ini di antara ketua Federal Reserve dan Presiden AS. Sebelumnya pada akhir Januari, saat ada perhelatan World Economic Forum 2018 di Davos,…