ForexSignal88.com l Jakarta, 16/12/2017 – Dapat dikatakan pekan lalu menjadi sesi perdagangan yang sulit bagi dolar AS. Meskipun di sesi Jumat dolar AS menunjukkan penguatan, catatan yang terlihat pada MetaTrader yang digunakan tim FS88 Research Division menunjukkan pada penutupan grafik mingguan dolar AS hanya terhadap menguat euro, pound sterling dan dolar Kanada.

Pasangan EUR/USD menutup pekan lalu hanya 0,09% lebih rendah dari penutupan sesi sebelumnya, GBP/USD berakhir negatif 0,47% dan USD/CAD ditutup naik (pelemahan dolar Kanada) 0,09%. Di akhir sesi tersebut major pairs lainnya menguat, termasuk harga emas (XAU/USD) yang berakhir positif 0,62% dan NZD/USD yang membukukan peningkatan terbesar di antara pasangan mata uang lainnya yaitu 2,19%.

Dolar AS memang relatif stabil dengan terlihatnya kemajuan pada reformasi pajak yang membantu pemulihan di akhir minggu lalu. Kenaikan inflasi dan penjualan ritel terbaru membantu Federal Reserve meningkatkan proyeksi pertumbuhannya untuk tahun ini dan berikutnya. Sayangnya, dolar AS gagal untuk memanfaatkan data-data kuat tersebut karena tampaknya jalur ekonomi dan pandangan bank sentral AS dapat berubah pada saat Jerome Powell memimpin pertemuan FOMC pertamanya di akhir Maret mendatang.

Dengan mempertimbangkan data-data terakhir tersebut, pada hari Rabu lalu The Fed menaikkan perkiraan PDB-nya, tidak mengubah perkiraan inflasi dan menurunkan proyeksi tingkat pengangguran menjadi 3,9% untuk 2018 dari 4,1%. Perkiraan dot plot untuk 2018 dan 2019 tetap tidak berubah namun tingkat suku bunga diperkirakan akan mencapai 3,1% pada tahun 2020.

Secara keseluruhan, penyesuaian ini membuat The Fed terdengar sedikit lebih hawkish tapi dolar AS malah bergerak turun setelah keputusan suku bunga karena ada 2 anggota FOMC tidak setuju dengan kenaikan suku bunga, sebagai catatan tambahan mereka tidak lagi memiliki hak voting di tahun depan, dan juga karena Ketua Fed Janet Yellen memperingatkan bahwa inflasi yang rendah dapat menjadi faktor permanen, bukan hanya bersifat sementara.

Kekecewaan pasar terhadap proyeksi jumlah kenaikan suku bunga di tahun 2018 juga membuat dolar AS tertekan pasca pengumuman The Fed. Pasar berharap akan ada 4 kenaikan di tahun depan namun The Fed hanya memperkirakan 3 kenaikan suku bunga.

Selanjutnya di pekan depan, data perumahan AS, revisi PDB, pendapatan pribadi dan jumlah pengeluaran, diperkirakan tidak akan mengubah dinamika dolar AS. Jadi, dolar AS akan tetap berada di dalam arus perdagangan akhir tahun dan lebih dipengaruhi oleh berita di seputar rancangan undang-undang (RUU) reformasi pajak di mana Partai Republik berharap Presiden Donald Trump akan dapat menandatangani RUU tersebut sebelum Hari Raya Natal.

Di pekan yang sama kita juga melihat meskipun data ekonomi lebih kuat dan proyeksi ekonomi ditingkatkan, euro gagal melonjak setelah turun pada hari Kamis menyusul pernyataan dovish dari ECB. Laporan terakhir menunjukkan aktivitas layanan dan manufaktur meningkat, sehingga menimbulkan kepercayaan investor yang lebih besar.

Laporan IFO Jerman pada minggu ini diharapkan dapat menjadi katalis yang memperkuat euro meskipun dari perspektif teknikal mata uang itu terlihat lemah dan siap untuk menguji ulang zona $1,1700.

Untuk pergerakan mata uang lainnya masih berpotensi untuk diwarnai oleh isu-isu khusus seperti tahap kedua negosiasi Brexit yang dapat membuat volatilitas pound sterling tetap tinggi. Sementara itu yen, franc, dolar Australia dan dolar Selandia Baru, masih akan banyak dipengaruhi data dan berita domestik serta naik turunnya risk appetite para investor menjelang akhir tahun. 

EURUSD

FS88 JOURNAL EUR TEMPLATE 

WEEKLY OUTLOOK : NEGATIF

O : 1.1766     H : 1.1863      L : 1.1718      C : 1.1754

PERGERAKAN SEPEKAN 11/12 – 15/12 : NEGATIF

RANGE SEPEKAN : 145 PIP

Secara Fundamental, Calon kepala keuangan zona euro mengatakan kepada CNBC bahwa kepergian UK dari Uni Eropa merupakan salah satu kekhawatiran utama bagi zona euro saat memasuki 2018. “Brexit adalah sebuah tantangan dan ini adalah tantangan yang merupakan kejutan negatif yang pasti bagi semua ekonomi ini,” ujar Mário Centeno, calon presiden Eurogroup mengatakan kepada CNBC secara eksklusif pada sesi perdagangan sepekan kemarin.

Eurogroup adalah istilah kolektif yang disepakati untuk pertemuan informal para menteri keuangan zona euro yaitu negara anggota Uni Eropa yang telah mengadopsi euro sebagai mata uang resmi mereka. Kelompok ini memiliki 19 anggota. Eurogroup menjalankan kontrol politik atas mata uang tersebut dan aspek terkait dari serikat moneter Uni Eropa seperti Pakta Stabilitas dan Pertumbuhan.

Ketika ditanya tentang potensi risiko untuk zona euro di tahun baru, Centeno mengatakan, “Tentu saja kita perlu menindaklanjuti proses Brexit yang saya harapkan dapat dipahami sebagai sebuah reformasi struktural.” Dia menambahkan bahwa politisi di kawasan tersebut perlu memberi waktu bagi ekonomi untuk menyesuaikan diri terhadap perubahan struktural ini. Meskipun Inggris memilih untuk meninggalkan Uni Eropa pada Juni 2016, prosesnya masih jauh dari selesai dengan persyaratan keberangkatannya yang harus segera diselesaikan. Akibatnya, guncangan ekonomi yang akhirnya bisa timbul dari masalah yang masih belum sepenuhnya diketahui.

Namun menurut Centeno, ini seharusnya tidak mencegah kawasan euro untuk terus melakukan reformasi. “Dari kejutan negatif kita bisa dan kita harus membangun solusi positif,” tegas Centeno. Eropa menghadapi tantangan lain di tahun baru, dengan Jerman harus mengatasi kebuntuan politiknya dan rakyat Italia akan segera memilih sebuah pemerintahan baru di bulan Maret. Namun, kejadian ini dan potensi dampaknya terhadap kawasan euro bukanlah hal yang mengkhawatirkan bagi Centeno.

Menurut Centeno, “Jika Anda melihat ke belakang dan Anda melihat hasil pemilihan Belanda, pemilihan Perancis, juga pemilihan Jerman, kami telah berhasil di Eropa untuk menemukan solusi yang cukup banyak menjadi inti perkembangan Eropa.” “Jadi saya tidak akan terlalu mengkhawatirkannya,” ujar Centeno, yang juga menteri keuangan Portugal, yang akan menjabat sebagai Presiden Eurogroup pada 13 Januari 2018.

Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona Ekonomi Uni Eropa, diantaranya :

  1. Final CPI                                           Senin 18/12/2017 17:00 WIB
  2. German Ifo Business Climate      Selasa 19/12/2017 16:00 WIB

 

Secara Teknikal, PELEMAHAN pasangan harga EURUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BULLISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BULLISH pada level 1.1829, kemungkinan harga akan kembali ke level 1.1880 – 1.1930 – 1.1977. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BEARISH pada level 1.1713, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PELEMAHANnya ke area level 1.1666 – 1.1619 – 1.1572.

GBPUSD

 FS88 JOURNAL GBP TEMPLATE

WEEKLY OUTLOOK : NEGATIF 

O : 1.3384     H : 1.3466      L : 1.3302      C : 1.3327

PERGERAKAN SEPEKAN 11/12 – 15/12 : NEGATIF

RANGE SEPEKAN : 164 PIP

Secara Fundamental, Penjualan eceran atau retail sales Inggris di November lalu mengalami kenaikan 1,6% lebih tinggi dibandingkan periode yang sama di tahun lalu berkat penjualan liburan Black Friday awal bulan lalu. Kantor Statistik Nasional atau ONS menyatakan bahwa para pengecer telah melaporkan peningkatan penjualan di bagian peralatan listrik dan rumah tangga tertentu. Ahli statistik ONS Rhian Murphy mengatakan bahwa dasar pertumbuhan yang mendasarinya tetap cukup kuat.

Murphy juga menyatakan bahwa penjualan di Black Friday telah menyimpangkan penjualan pengecer untuk menghadapi kondisi yang lebih menantang di akhir tahun ini. ONS mengatakan bahwa jumlah makanan yang dibeli di periode November lalu turun sebesar 0,1% dibandingkan periode yang sama di tahun lalu. Akan tetapi jumlah uang yang dihabiskan mengalami lonjakan 3,5% lebih besar dibandingkan periode yang sama di tahun lalu, mencerminkan sebuah kenaikan harga pangan yang telah memberikan kontribusi terhadap kenaikan inflasi yang baru rilis pekan ini yaitu menjadi 3,1% atau level tertinggi sejak 6 tahun sebelumnya.

Untuk penjualan non-makanan seperti pakaian dan alas kaki mengalami kenaikan dari sebelumnya yang turun, dimana naik sebesar 2,3% lebih tinggi dibandingkan tahun lalu. Penjualan di toko besar atau semacam department store mengalami penurunan sebesar 0,9% dan menurut ONS telah terjadi pola perlambatan penjualan di tahun ini.

Black Friday adalah hasil budaya impor dari AS, dimana itu terjadi setelah perayaan Thanksgiving dan telah dianggap sebagai awal dari periode belanja Natal. Samuel Tombs dari Pantheon Macroeconomics menyatakan bahwa lonjakan penjualan eceran di November lalu tidak memberi sinyal kekuatan beli konsumen Inggris yang lebih luas. Menurutnya bahwa sebetulnya kekuatan beli di saat Black Friday merupakan cerminan kekuatan beli konsumen di akhir Desember atau Januari karena diskon yang besar sedang tersedia.

Penjualan eceran bulanan Inggris kemarin naik 1,1% dibanding bulan sebelumnya atau lebih besar 0,4% dibanding perkiraan pasar. Selanjutnya menurut Ian Geddes dari Deloitte bahwa 10 hari sebelumnya Natal adalah saat-saat penting bagi pengecer. Menurutnya perdagangan pengecer kemungkinan besar di 22 Desember akan mencapai puncak belanja karena konsumen Inggris akan mempersiapkan makanan dan minuman yang lebih banyak untuk perayaan Natal sekaligus Tahun Baru.

Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona Ekonomi Inggris, diantaranya :

  1. Public Sector Net Borrowing         Kamis 21/12/2017 16:30 WIB
  2. Current Account                               Jumat 22/12/2017 16:30 WIB
  3. Final GDP q/q                                   Jumat 22/12/2017 16:30 WIB

 

Secara Teknikal, PELEMAHAN pasangan harga GBPUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BULLISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BULLISH pada level 1.3436, kemungkinan harga akan kembali ke level 1.3489 – 1.3537 – 1.3586. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BEARISH pada level 1.3294, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PELEMAHANnya ke area level 1.3234 – 1.3179 – 1.3124.

 

AUDUSD

FS88 JOURNAL AUD TEMPLATE 

WEEKLY OUTLOOK :  NETRAL

O : 0.7508     H : 0.7693      L : 0.7501      C : 0.7643

PERGERAKAN SEPEKAN 11/12 – 15/12 : POSITIF

RANGE SEPEKAN : 192 PIP

Secara Fundamental, Indeks Kepercayaan Konsumen Australia untuk bulan Desember dari Westpac, dilaporkan naik 3.6 persen menuju level tertinggi dalam empat tahun terakhir. Bulan sebelumnya, indeks tersebut mengalami kemunduran hingga 1.7 persen. Laporan ini terbilang mengejutkan dan menunjukkan bahwa Kepercayaan Konsumen kemungkinan akan mencapai level yang terendah di kuartal ketiga. Namun demikian konsumen Australia masih terkendala oleh utang yang sangat tinggi dan stagnannya pertumbuhan gaji. Sehingga, perlu perhatian lebih lanjut apakah kenaikan Indeks Kepercayaan Konsumen ini nantinya akan menghasilkan kenaikan belanja juga atau tidak. 

Di samping itu, apabila tren kuatnya penciptaan lapangan kerja dan kepercayaan konsumen ini berlanjut, maka kemungkinan kenaikan suku bunga akan terbuka. Meski demikian, saat ini suku bunga Australia masih berada di level rendah 1.50 persen dan diperkirakan akan bertahan sampai tahun 2019.

Terdapat juga info berita yang mencengangkan, Gubernur Bank Sentral Australia (RBA), Philip Lowe, menyampaikan pidatonya dalam acara Australian Payment Summit, Lowe mengatakan bahwa bank sentral Australia masih mempelajari pro dan kontra yang menyertai gagasan Dolar Australia elektronik atau e-AUD. Ketertarikan RBA akan mata uang kripto, muncul setelah uang tunai mulai ditinggalkan oleh para konsumen Australia. Lowe memaparkan bahwa menurut survei RBA tahun 2016, transaksi tunai di masyarakat hanya mencapai 37 persen, jauh menurun dari 70 persen pada tahun 2007.

Lebih lanjut, Lowe menegaskan bahwa sistem mata uang Australia elektronik masih perlu dikembangkan terlebih dahulu secara seksama. Lowe juga menyampaikan pandangannya tentang Bitcoin yang saat ini tengah naik daun, terutama karena harganya yang melangit hingga belasan ribu Dolar AS. Lowe mengakui bahwa Bitcoin merupakan mata uang kripto yang paling populer saat ini. Namun, itu belum umum digunakan sebagai metode pembayaran dan biaya transaksinya sangat tinggi.

Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona Ekonomi Australia, diantaranya :

  1. Mid-Year Economic and Fiscal Outlook  Selasa 19/12/2017 Tentative
  2. Monetary Policy Meeting Minutes             Selasa 19/12/2017 07:30 WIB

Secara Teknikal, PENGUATAN pasangan harga AUDUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BEARISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BEARISH pada level 0.7619, kemungkinan harga akan kembali ke level 0.7587 – 0.7552 – 0.7516. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BULLISH pada level 0.7696, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PENGUATANnya ke area level 0.7731 – 0.7765 – 0.7800.

 

XAUUSD

FS88 JOURNAL XAU TEMPLATE 

WEEKLY OUTLOOK : NETRAL

O : 1248.40   H : 1261.60   L : 1236.30    C : 1255.50

PERGERAKAN SEPEKAN 11/12 – 15/12 : POSITIF

RANGE SEPEKAN : $25.3 atau 253 PIP

Secara Fundamental, harga emas menguat dan mencapai keuntungan mingguan pertama dalam 4 pekan. Ini menahan tekanan ekuitas seiring dukungan lanjutan pasar terkait kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve. Melansir halaman Reuters, Sabtu (16/12/2017), harga emas di pasar spot naik 0,19 persen menjadi US$ 1,255.12 per ounce. Harga naik 0,6 persen pada pekan ini, pulih dari level terendah lima bulan di November sebesar US$ 1.235,92 per ounce.

Sementara spot emas berjangka AS untuk pengiriman Februari naik 0,03 persen ke posisi US$ 1.257,50 per ounce. Suku bunga yang lebih tinggi biasanya mendorong harga emas lebih rendah karena meningkatkan imbal hasil obligasi, mengurangi daya tarik investasi yang tak memberikan imbal hasil serta meningkatkan dolar. Penguatan dolar membuat emas lebih mahal bagi pemegangnyamata uang lainnya.   

Tapi harga emas kini naik, dolar dan imbal hasil obligasi turun setelah Fed mempertahankan prediksi jika tingkat suku bunga pada tahun depan tidak berubah dan mengatakan usulan pemotongan pajak di Amerika tidak akan secara signifikan memacu pertumbuhan.  Inflasi AS dilaporkan tetap lemah, di mana Presiden The Fed Chicago  Charles Evans mengatakan pada hari Jumat jika hal ini merongrong kenaikan tarif. Dolar juga melemah usai senator Republikan bekerja keras untuk menyelesaikan ketidaksepakatan mengenai reformasi perpajakan. 

"Kenaikan suku bunga terdampak, tapi saya pikir yang lebih penting ada sedikit keraguan dalam pikiran orang-orang bahwa Fed mungkin menjadi lebih agresif di tahun 2018. Apa yang kita dapatkan dari mereka minggu ini memberitahu kita bahwa mungkin tidak demikian," ujar Bill O'Neill, Penasihat Upper Saddle River di New Jersey.     Harga emas juga terdorong kenaikan permintaan di Asia saat pembeli mengambil keuntungan dari rendahnya harga logam mulia ini.

Analis Societe Generale Robin Bhar mengatakan kenaikan emas hanya berlangsung pendek karena aset lainnya termasuk ekuitas, industri logam  dan bahkan bitcoin nampaknya lebih baik.  Harga emas naik sekitar 9 persen tahun ini sementara saham global dan logam industri telah memperoleh sekitar 20 persen dan bitcoin 1.740 persen.    

Secara Teknikal, PENGUATAN pasangan harga XAUUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BEARISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BEARISH pada level 1242.80, kemungkinan harga akan kembali ke level 1235.25 – 1227.25 – 1219.35. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BULLISH pada level 1262.45, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PENGUATANnya ke area level 1269.65 – 1276.85 – 1284.05.

 

Sumber: ForexSignal88.ComForexFactory.ComCFTC, Investing.ComBloomberg.ComKitco.ComOilnGold.Com

DailyFx.ComReuters.ComCNN.ComMarketWatch.ComAssociated Press Sumber Gambar: Conservative Review

Tags: #forexsignal88 #signalforex #sinyalforex #forexsignal #analisaforex #analisagold #belajarforex #seputarforex #sekilasforex #eurusd #gbpusd #audusd #xauusd #signalforexharian #signalforexakurat #analisaforex #analisatradingforex #analisaforexharian #analisagold #beritaforexindonesia #beritaforexharian #beritaterkiniforex #analisajituforex #toptrendingforex #signalforexgratis #signalforexindonesia #tipsforex #trikforex #strategiforex #teknikforex #analisateknikal

Share This

Jurnal Mingguan Lainnya

July 21, 2018

Sekilas Forex: Trump Menyuarakan Kuatnya USD Tidak Menguntungkan AS

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 21/07/2018 - Dua tokoh papan AS seakan berperang di pekan lalu (16-0 Juli) sehingga menimbulkan fluktuasi besar di perdagangan mata uang dan emas. Para pelaku pasar pun terus menikmati pasang surut tersebut yang dari sisi teknikal…
July 15, 2018

Sekilas Forex: Sentimen Forex Ada Pada Trump, Perang Dagang dan Brexit

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 15/07/2018 - Minggu lalu (9-13 Juli), fokus di kalangan investor dan pedagang tertuju pada Donald Trump. Pada minggu tersebut, dia melakukan perjalanan ke Belgia untuk pertemuan tahunan para pemimpin NATO. Seperti yang diharapkan,…
July 07, 2018

Sekilas Forex: Perang Dagang Amerika Serikat VS Cina Sudah Dimulai

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 07/07/2018 - Dinamika perdagangan mata uang dan emas pada hampir sepanjang pekan lalu (2-6 Juli) diwarnai oleh tekanan jual terhadap dolar AS meskipun tetap terbilang sebagai koreksi terhadap tren naik greenback yang terbentuk…
July 01, 2018

Sekilas Forex: USD Masih Pada Jalur Bullish Meskipun Sempat Koreksi

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 01/07/2018 - Rally dolar AS tersendat di pekan terakhir Juni (25-29 Juni) setelah rival utamanya yaitu euro mendapat dorongan bullish yang cukup kuat di penutupan sesi perdagangan pekan tersebut namun pada kerangka waktu mingguan…
June 23, 2018

Sekilas Forex: Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga BOE Meningkat. Pound Berusaha Naik

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 23/06/2018 - Meskipun pada jangka menengah dolar AS masih mendominasi perdagangan forex, di pekan lalu (18-22 Juni) mata uang tersebut menerima pukulan yang cukup kuat dari rival-rivalnya. Pukulan tersebut pada awalnya berasal…