ForexSignal88.com l Jakarta, 03/12/2017 – Tidak ada keraguan bahwa minggu lalu adalah sebuah pekan dimana politik benar-benar membayangi ekonomi. Reformasi pajak menjadi fokus utama dan pada hari Jumat dini hari, ketika menjadi semakin jelas bahwa RUU pajak akan lolos di Senat, USD/JPY sempat melonjak hingga mencapai level tinggi ¥112,85.

Beberapa Senator Republik mengundurkan diri pada saat-saat terakhir namun motivasi dan negosiasi/konsesi di menit-menit terakhir Partai Republik dapat diterjemahkan bahwa sebuah kesepakatan dapat diumumkan beberapa jam setelah setelahnya.

Sayangnya, saat itu para investor tidak dapat merayakannya karena mereka terganggu oleh pengakuan Michael Flynn yang bersalah dan dia akan mengatakan bahwa Presiden Trump yang mengarahkannya untuk menghubungi pihak Rusia. Mereka khawatir Trump bakal terkena impeachment, memang masih terlalu dini untuk hal itu tapi tidak diragukan lagi bahwa ini adalah sebuah berita buruk bagi Trump terutama pada saat dia menginginkan pasar dan negaranya berfokus pada kesuksesan reformasi perpajakannya.

Bahkan jika ada bukti bahwa Trump telah bertindak menghalangi keadilan, tidak jelas apakah dia benar-benar akan diadili. Sejak skandal Watergate, Departemen Kehakiman memutuskan bahwa mendakwa presiden yang sedang berkuasa akan "merusak kapasitas cabang eksekutif untuk menjalankan fungsi yang ditetapkan secara konstitusional." Sebuah impeachment dengan Kongres yang dikendalikan oleh Partai Republik akan menjadi tantangan yang lebih besar lagi.

Jadi, kecuali jika pasar dipukul dengan berita utama baru yang terkait dengan penyelidikan Rusia di minggu depan, fokus utama dolar AS akan tetap pada rekonsiliasi RUU Pajak antara House dan Senat bersamaan dengan prospek kenaikan suku bunga Desember dan laporan nonfarm payrolls periode November.

Pasar juga akan menyaksikan berita utama Korea Utara di mana mereka mengatakan bahwa mereka siap untuk melakukan perang nuklir dengan AS, namun juga bersedia untuk berbicara jika Rusia berpartisipasi sebagai negara penjamin.

Berdasarkan dinamika yang terlihat pada akhir hari Jumat, aksi penjualan dolar AS di awal minggu depan masih dapat terjadi dengan potensi pemulihan di paruh kedua minggu tersebut dengan harapan akan ada laporan pekerjaan yang bagus. Nonfarm payrolls diperkirakan meningkat hampir 200K, yang merupakan angka yang bagus meski lebih rendah dari bulan sebelumnya, namun data kuncinya terletak pada pertumbuhan upah yang diperkirakan akan rebound setelah mengalami stagnasi pada November.

Sementara itu euro yang masih dapat menguat terhadap dolar AS akan tetap dibayangi oleh perkembangan politik Jerman. Kanselir Jerman Angela Merkel sedang berjuang untuk membentuk sebuah pemerintahan koalisi dan sementara ada laporan bahwa dia sedang dalam pembicaraan dengan Demokrat Sosial (SPD) untuk membentuk sebuah koalisi besar, pemimpin partai SPD menolak perundingan tersebut.

Masalah politik Jerman adalah alasan utama mengapa euro gagal mendapatkan keuntungan maksimal dari penurunan dolar AS pada hari Jumat dan masih tertekan oleh pound sterling yang mendapat angin surga dari kesediaan Inggris untuk membayar biaya kompensasi Brexit. Laporan ekonomi terakhir dari kawasan Eropa sebagian besar sehat, dengan kenaikan inflasi di bulan November, klaim pengangguran Jerman turun, kepercayaan zona euro meningkat dan tingkat pengangguran turun menjadi 8,8% dari 8,9%.


EURUSD

FS88 JOURNAL EUR TEMPLATE 

WEEKLY OUTLOOK :NETRAL

O : 1.1927     H : 1.1961      L : 1.1809      C : 1.1891

PERGERAKAN SEPEKAN 27/11 – 01/12 : NEGATIF

RANGE SEPEKAN : 152 PIP

Secara Fundamental, Euro ditutup negatif terhadap indeks US dollar pada sepekan perdagangan kemarin dikarenakan masih terpengaruh oleh sentimen negatif upaya Kanselir Jerman Angela Merkel untuk membentuk pemerintah koalisi tiga arah gagal, meningkatkan kekhawatiran akan ketidakpastian politik di ekonomi terbesar zona euro tersebut.

Merkel mengatakan bahwa dia akan bertemu dengan Presiden Jerman untuk memberitahukan kepadanya bahwa dia telah gagal membentuk pemerintah koalisi dengan Partai Hijau dan Demokrat Liberal (FDP) yang pro-bisnis.

Keputusan untuk bertemu dengan Presiden Frank-Walter Steinmeier, yang memiliki kekuatan untuk mengadakan pemilihan baru, memberi isyarat bahwa Merkel tidak ingin mencari pemerintah minoritas dengan Partai Hijau setelah FDP secara tak terduga menarik diri dari perundingan koalisi tersebut.

Euro tergelincir terhadap semua rivalnya di sesi perdagangan sepekan setelah berita tentang rincian pembicaraan koalisi di antara partai-partai Jerman terdengar oleh pasar, namun kemudian mengurangi sebagian pelemahannya.

Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona Ekonomi Uni Eropa, diantaranya :

  1. Sentix Investor Confidence                        Senin 04/12/2017 16:30 WIB
  2. PPI                                                      Senin 04/12/2017 17:00 WIB
  3. Eurogroup Meetings Senin 04/12/2017 All Day
  4. Final Services PMI                           Selasa 05/12/2017 16:00 WIB
  5. Retail Sales                                      Selasa 05/12/2017 17:00 WIB
  6. Revised GDP                                   Selasa 05/12/2017 17:00 WIB
  7. Retail PMI                                          Rabu 06/12/2017 16:10 WIB

 

Secara Teknikal, PELEMAHAN pasangan harga EURUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BULLISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BULLISH pada level 1.1947, kemungkinan harga akan kembali ke level 1.1996 – 1.2045 – 1.2096. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BEARISH pada level 1.1832, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PELEMAHANnya ke area level 1.1779 – 1.1727 – 1.1674.

 

GBPUSD

FS88 JOURNAL GBP TEMPLATE 

WEEKLY OUTLOOK : POSITIF 

O : 1.3325     H : 1.3550      L : 1.3221      C : 1.3471

PERGERAKAN SEPEKAN 27/11 – 01/12 : POSITIF

RANGE SEPEKAN : 329 PIP

Secara Fundamental, Poundsterling mengempaskan Dolar AS pada sesi perdagangan sepekan kemarin setelah adanya laporan dari The Telegraph bahwa kedua belah pihak, Inggris dan Uni Eropa, sepakat agar Inggris membayar biaya liabilitas sebesar 44-55 miliar euro sebagai penyelesaian semua kewajiban finansialnya terhadap blok tersebut. The Telegraph menambahkan bahwa angka pembayaran finalnya masih merupakan taksiran, dan keputusannya nanti masih tergantung pada bagaimana kalkulasi kedua belah pihak serta bagaimana metodologi persetujuannya.

Volatilitas Poundsterling di sesi perdagangan Selasa 28/11 malam WIB pekan kemarin sempat sangat tinggi dan terjal bak roller-coaster karena keabsahan laporan kesepakatan tersebut sempat simpang siur. Reuters melaporkan bahwa pejabat berwenang dari pemerintahan Inggris mengaku tidak mengenali akun The Telegraph yang mengabarkan berita ini. Akibatnya, bull Poundsterling sempat terjeda. Namun kemudian, muncul berita baru dari Financial Times yang mengonfirmasi orisinalitas berita tersebut langsung dari pihak The TelegraphFinancial Times melaporkan bahwa Inggris sebelumnya bersedia menanggung biaya liabilitas perceraian terhadap Uni Eropa sampai dengan 100 miliar Euro.

Namun, hasil negosiasi pekan kemarin rupanya memungkinkan bagi Inggris untuk mendapatkan keringanan, yakni dengan membayar hanya setengahnya saja. Kabar ini mencuat menyusul acara makan siang penting antara PM Theresa May dan Presiden Komisi UE, Jean-Claude Juncker. Masih menurut Financial Times, PM May akan memaparkan secara resmi dan lebih jelas mengenai kesepakatan ini minggu depan. Apabila wacana biaya ini benar diteken, maka Uni Eropa dan Inggris tinggal melanjutkan ke negosiasi mereka soal aturan perdagangan yang dijadwalkan bulan depan. Hal in sekaligus akan mengikis kemungkinan ketidakpastian Brexit yang berlarut-larut hingga 2019.

Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona Ekonomi Inggris, diantaranya :

  1. Construction PMI                 Senin 04/12/2017 16:30 WIB
  2. Services PMI                         Selasa 05/12/2017 16:30 WIB
  3. Halifax HPI                            Kamis 07/12/2017 15:30 WIB
  4. Manufacturing Production  Jumat 08/12/2017 16:30 WIB
  5. Goods Trade Balance        Jumat 08/12/2017 16:30 WIB

 

Secara Teknikal, PENGUATAN pasangan harga GBPUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BEARISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BEARISH pada level 1.3380, kemungkinan harga akan kembali ke level 1.3310 – 1.3243 – 1.3180. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BULLISH pada level 1.3557, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PENGUATANnya ke area level 1.3621 – 1.3680 – 1.3742.

 

AUDUSD

FS88 JOURNAL AUD TEMPLATE 

WEEKLY OUTLOOK :  NEGATIF

O : 0.7615     H : 0.7643      L : 0.7549      C : 0.7607

PERGERAKAN SEPEKAN 27/11 – 01/12 : NEGATIF

RANGE SEPEKAN : 94 PIP

Secara Fundamental, "Setelah anjlok lebih dari 7 persen selama lebih dari dua bulan terakhir, Dolar Australia sudah menemukan dasarnya," kata Kathy Lien dari BK Asset Management yang dikutip dari Poundsterlling Live. "Aksi sell-off di AUD/USD terhenti tepat di 100-Week SMA, sama seperti emas, bijih besi dan tembaga yang juga berbalik naik." Oleh karena itu, Lien menyarankan untuk mengamati gerak AUD/USD dalam beberapa waktu ke depan.

Dolar Australia mendapatkan support setelah adanya komentar dari Gubernur RBA Philip Lowe pada tanggal 23 November lalu dalam acara makan malam bersama pengusaha dan ekonom Australia, yang mengungkapkan ekspektasinya terhadap tingkat suku bunga RBA yang cenderung akan naik daripada turun. 

Naiknya tingkat suku bunga cenderung menguatkan nilai tukar suatu mata uang, karena artinya akan menarik minat investor pada return yang lebih tinggi di negara tersebut. Meski demikian, menanggapi pernyataan Lowe, Lien mengatakan bahwa gubernur bank sentral tersebut tidak mengatakan dengan jelas apakah ia mengharapkan kenaikan suku bunga dalam waktu dekat.

"RBA jelas masih sangat netral, karena Lowe tidak melihat adanya kasus yang membutuhkan penyesuaian kebijakan (dengan cara menaikkan suku bunga) dalam waktu dekat," kata Lien. "Beliau masih khawatir tentang rendahnya inflasi, tetapi cukup yakin dengan pertumbuhan gaji di Australia yang cukup stabil," kata Lien.

Analisa lain datang dari Elias Haddad dari Commonwealth Bank Australia. Sebaiknya trader juga memperhatikan pergerakan harga bijih besi yang menjadi ekspor utama Australia. "AUD/USD memiliki lingkup untuk naik sedikit lebih tinggi di tengah lemahnya USD dan kuatnya harga bijih besi. Ditambah lagi dengan Peningkatan aktivitas ekonomi global dan positifnya data PMI Manufaktur China untuk bulan November," kata Haddad.

Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona Ekonomi Australia, diantaranya :

  1. Current Account                   Selasa 05/12/2017 07:30 WIB
  2. Retail Sales                          Selasa 05/12/2017 07:30 WIB
  3. Cash Rate                             Selasa 05/12/2017 10:30 WIB
  4. RBA Rate Statement          Selasa 05/12/2017 10:30 WIB
  5. GDP                                       Rabu 06/12/2017 07:30 WIB
  6. Trade Balance                     Kamis 07/12/2017 07:30 WIB
  7. Home Loans                                    Jumat 08/12/2017 07:30 WIB

Secara Teknikal, PELEMAHAN pasangan harga AUDUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BULLISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BULLISH pada level 0.7646, kemungkinan harga akan kembali ke level 0.7681 – 0.7715 – 0.7748. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BEARISH pada level 0.7586, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PELEMAHANnya ke area level 0.7552 – 0.7519 – 0.7482.

 

XAUUSD

FS88 JOURNAL XAU TEMPLATE 

WEEKLY OUTLOOK : NEGATIF

O : 1287.20   H : 1299.00   L : 1270.20    C : 1280.50

PERGERAKAN SEPEKAN 27/11 – 01/12 : NEGATIF

RANGE SEPEKAN : $28.8 atau 288 PIP

Secara Fundamental, harga spot emas rebound naik pada penutupan sesi perdagangan akhir pekan Jumat 01/12 atau Sabtu 02/12 pagi WIB karena pelemahan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS). Pelaku pasar masih menunggu keputusan kenaikan suku bunga acuan Bank Sentral AS.

Mengutip Reuters, Sabtu (02/12/2017), harga emas di pasar spot naik 0,1 persen ke level US$ 1.275,81 per ounce. Sehari sebelumnya atau pada sesi perdagangan Kamis 30/11, harga emas turun 0,7 persen untuk dan menyentuh titik terendah sejak 6 November di US$ 1.270,11 per ounce. Harga logam mulia ini turun 0,9 persen selama seminggu. Untuk harga emas berjangka AS naik 0,2 persen menjadi US$ 1.275,30 per ounce.

Analis logam mulia Heraeus Metals Hong Kong Limited Dick Poon menjelaskan, saat ini sebagian besar pelaku pasar fokus kepada rencana kenaikan suku bunga Bank Aentral AS. "Di luar itu secara jangka pendek sebagian besar investor melihat apa yang terjadi dengan pasar saham? jelas dia.

Sedangkan nilai tukar dolar AS tertekan terhadap sekeranjang mata uang utama dunia. Indeks dolar AS turun 0,2 persen karena pelaku pasar sedang menunggu pemungutan suara untuk Undang-Undang perpajakan AS.

Sebenarnya sebagian besar investor cukup yakin bahwa reformasi perpajakan AS bakal bisa diketuk dalam waktu dekat. Hal tersebut usai adanya sinyal dari Partai Republik bahwa sebagian besar anggota Kongres AS sudah menyatakan kesepakatannya dengan draf yang diusulkan.

Jika proses reformasi perpajakan AS ini lancar maka kemungkinan besar bisa menganggu harga emas karena nilai tukar dolar AS akan kembali melambung seiring kepercayaan investor akan pertumbuhan ekonomi AS. 

Secara Teknikal, PELEMAHAN pasangan harga XAUUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BULLISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BULLISH pada level 1293.85, kemungkinan harga akan kembali ke level 1302.20 – 1310.50 – 1319.20. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BEARISH pada level 1268.90, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PELEMAHANnya ke area level 1259.80 – 1251.50 – 1243.15.

 

 

Sumber: ForexSignal88.ComForexFactory.ComCFTC, Investing.ComBloomberg.ComKitco.ComOilnGold.Com

DailyFx.ComReuters.ComCNN.ComMarketWatch.ComAssociated Press Sumber Gambar: MarketWatch

Tags: #forexsignal88 #signalforex #sinyalforex #forexsignal #analisaforex #analisagold #belajarforex #seputarforex #sekilasforex #eurusd #gbpusd #audusd #xauusd #signalforexharian #signalforexakurat #analisaforex #analisatradingforex #analisaforexharian #analisagold #beritaforexindonesia #beritaforexharian #beritaterkiniforex #analisajituforex #toptrendingforex #signalforexgratis #signalforexindonesia #tipsforex #trikforex #strategiforex #teknikforex #analisateknikal

Share This

Jurnal Mingguan Lainnya

December 09, 2017

Sekilas Forex: Data Tenaga Kerja AS Berikan Peluru Bagi USD Untuk Menghantam Rival-Rivalnya Pekan Depan

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 09/12/2017 – Dolar AS kembali merajai bursa forex di sepanjang pekan lalu setelah menebar benih penguatan di pekan sebelumnya pasca tekanan yang terjadi sepanjang tiga pekan sebelumnya. Kemajuan pada proses reformasi pajak AS…
December 02, 2017

Sekilas Forex: Nasib USD Ditentukan Oleh Non Farm Payroll Pekan Depan

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 03/12/2017 – Tidak ada keraguan bahwa minggu lalu adalah sebuah pekan dimana politik benar-benar membayangi ekonomi. Reformasi pajak menjadi fokus utama dan pada hari Jumat dini hari, ketika menjadi semakin jelas bahwa RUU pajak…
November 25, 2017

Sekilas Forex: USD Tak Berdaya, Apakah Pekan Depan Yellen Mampu Membuat USD Kembali Naik?

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 25/11/2017 – Pada pekan lalu dolar AS kembali terhempas, dengan Indeks Dolar AS terpaksa membukukan penutupan mingguan negatif untuk yang ketiga kalinya secara berurutan, di 92,70. Dolar AS tertekan oleh semua mata uang utama,…
November 19, 2017

Sekilas Forex: Rally USD Masih Tersendat Menunggu Katalis Berikutnya

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 19/11/2017 – Selama beberapa minggu terakhir, dolar AS masih terus bergulat keras meskipun ada kemajuan dalam reformasi pajak dan prospek kenaikan suku bunga Federal Reserve bulan depan. Pasar mungkin yakin bahwa The Fed akan…
November 11, 2017

Sekilas Forex: Kemunduran Reformasi Pajak AS Membuat Bullish USD Tertahan

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 11/11/2017 – Pergerakan di bursa forex pada minggu lalu menegaskan betapa pentingnya reformasi pajak bagi rakyat AS, Kongres dan pasar keuangan. Jika dilakukan dengan benar maka itu akan menjadi prestasi terbesar Presiden AS…