ForexSignal88.com l Jakarta, 25/11/2017 – Pada pekan lalu dolar AS kembali terhempas, dengan Indeks Dolar AS terpaksa membukukan penutupan mingguan negatif untuk yang ketiga kalinya secara berurutan, di 92,70. Dolar AS tertekan oleh semua mata uang utama, mencapai level terendah 2 bulan terhadap yen Jepang dan level terendah 1 bulan terhadap euro, franc Swiss dan sterling.

Menuju sesi perdagangan pekan depan, banyak investor bertanya-tanya apakah pekan depan juga akan menjadi masa sulit lagi bagi greenback? Jawabannya adalah reformasi perpajakan. Senat akan kembali dari masa istirahatnya namun jika tidak ada kemajuan berarti atau justru muncul lebih banyak pembelot dari GOP, dolar AS berisiko terpukul lebih lanjut.

Secara fundamental, tidak ada yang dramatis terjadi dalam sepekan lalu. Laporan ekonomi AS yang sangat sedikit dan hasilnya beragam dengan indikator utama (leading indicators) dan penjualan rumah yang ada (existing home sales) meningkat sementara pesanan barang tahan lama (durable goods orders) turun. Klaim pengangguran mingguan menurun sementara indeks sentimen konsumen dari Universitas Michigan direvisi lebih tinggi.

Jadi dapat dikatakan alasan terbesar penurunan greenback di pekan lalu adalah komentar Federal Reserve mengenai inflasi. Risalah pertemuan kebijakan terakhir FOMC mengungkapkan bahwa sementara banyak pembuat kebijakan melihat kenaikan suku bunga jangka pendek dapat dibenarkan, sebagian lain menentangnya karena inflasi yang masih lemah.

Meskipun demikian untuk peluang kenaikan suku bunga di bulan depan tidak terpengaruh alias hampir 100% pasti terjadi. Namun dari reaksi pasar pasca FOMC meeting minutes terlihat pula bahwa ternyata para investor melihat dampaknya adalah pada kenaikan suku bunga di tahun depan. Pasar (fed funds futures) melihat peluang untuk kenaikan suku bunga di kuartal pertama tahun depan turun menjadi 52,7% pada hari Jumat dari 61% pada hari Senin.

Jatuhnya imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS juga menjadi masalah besar untuk dolar AS dan hanya dapat dikoreksi oleh data yang sangat kuat, komentar hawkish yang luar biasa dan kemajuan yang berarti pada reformasi pajak.

Sayangnya, kecil peluang untuk semua itu dapat terjadi di minggu depan dengan kalender data ekonomi AS yang relatif ringan yang hanya terdiri dari penjualan rumah baru (new home sales), neraca perdagangan, laporan sentimen konsumen lainnya, revisi PDB, laporan pengeluaran pribadi, pendapatan dan sektor manufaktur. Semua data itu bukanlah penentu utama bagi The Fed. Sebagai gantinya, pasar harus bersabar menunggu laporan nonfarm payrolls di awal Desember.

Namun ada agenda yang lebih menarik yaitu pidato oleh Janet Yellen dan Jerome Powell. Yellen akan berbicara di hadapan Komite Ekonomi Bersama sementara Powell akan berbicara di hadapan Komite Perbankan Senat dalam rangka dengar pendapat.

Sementara itu, dari Eropa kita melihat pada awal minggu lalu euro terpukul keras oleh masalah politik Jerman namun pada akhirnya faktor itu memudar sehingga EUR/USD naik ke tingkat terkuatnya sejak 22 September.

Masalah politik Jerman belum hilang, namun sejauh ini para investor meyakini bahwa seandainya digelar pemilu ulang, Angela Merkel akan tetap menjadi Kanselir. Merkel, publik Jerman dan masyarakat investasi baik domestik maupun global, melihat pemilu ulang sebagai cara terbaik untuk terus bergerak.

Sementara ketidakpastian politik Jerman akan tetap menjadi ancaman laten bagi mata uang tersebut, pemilu ulang baru akan terjadi dalam beberapa bulan ke depan, sehingga untuk sementara data zona euro dan pelemahan dolar AS menjadi yang fokus dan pendorong utama EUR/USD.

 

EURUSD

FS88 JOURNAL EUR TEMPLATE

WEEKLY OUTLOOK :  POSITIF

O : 1.1788     H : 1.1944      L : 1.1713      C : 1.1931

PERGERAKAN SEPEKAN 2011 – 24/11 : POSITIF

RANGE SEPEKAN : 231 PIP

Secara Fundamental, Euro tergelincir ke level terendah dua bulan terhadap yen pada sesi perdagangan Senin 20/11 karena upaya Kanselir Jerman Angela Merkel untuk membentuk pemerintah koalisi tiga arah gagal, meningkatkan kekhawatiran akan ketidakpastian politik di ekonomi terbesar zona euro tersebut.

Merkel mengatakan bahwa dia akan bertemu dengan Presiden Jerman untuk memberitahukan kepadanya bahwa dia telah gagal membentuk pemerintah koalisi dengan Partai Hijau dan Demokrat Liberal (FDP) yang pro-bisnis. Keputusan untuk bertemu dengan Presiden Frank-Walter Steinmeier, yang memiliki kekuatan untuk mengadakan pemilihan baru, memberi isyarat bahwa Merkel tidak ingin mencari pemerintah minoritas dengan Partai Hijau setelah FDP secara tak terduga menarik diri dari perundingan koalisi tersebut.

Stephen Innes, kepala perdagangan Asia Pasifik untuk Oanda di Singapura, dengan mengacu pada perkembangan politik di Jerman, mengatakan bahwa dinamika politik tersebut mungkin bukanlah menjadi pendorong yang besar namun pasti ada pengaruh signifikan pada perdagangan euro. Ia menjelaskan bahwa untuk jangka panjang, menurutnya, pendorong utama adalah aksi-aksi Bank Sentral Eropa (ECB).

Belakangan ini euro terdukung oleh kekuatan data ekonomi zona euro dan spekulasi bahwa ECB bisa mulai terdengar lebih hawkish mengenai prospek kebijakan moneternya. Membaiknya prospek ekonomi di zona euro telah menjadi hal yang positif bagi euro, dengan pertumbuhan di blok ekonomi tersebut telah melampaui tingkat di Amerika Serikat pada kuartal ketiga.

Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona Ekonomi Uni Eropa, diantaranya :

  1. M3 Money Supply y/y           Selasa 28/11/2017 16:00 WIB
  2. German Prelim CPI                        Rabu 29/11/2017 All Day
  3. OPEC Meetings Rabu 29/11/2017 All Day
  4. German Retail Sales          Kamis 30/11/2017 14:00 WIB
  5. EUR CPI Flash Estimate   Kamis 30/11/2017 17:00 WIB
  6. EUR CPI Flash Estimate   Kamis 30/11/2017 17:00 WIB

 

Secara Teknikal, PENGUATAN pasangan harga EURUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BEARISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BEARISH pada level 1.1859, kemungkinan harga akan kembali ke level 1.1813 – 1.1764 – 1.1710. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BULLISH pada level 1.1947, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PENGUATANnya ke area level 1.1996 – 1.2045 – 1.2096.

 

GBPUSD

FS88 JOURNAL GBP TEMPLATE 

WEEKLY OUTLOOK : POSITIF 

O : 1.3216     H : 1.3360      L : 1.3186      C : 1.3333

PERGERAKAN SEPEKAN 20/11 – 24/11 : POSITIF

RANGE SEPEKAN : 174 PIP

Secara Fundamental, Pemerintah Inggris secara resmi pada pekan kemarin telah memangkas proyeksi untuk pertumbuhan ekonomi dan mengantisipasi hal-hal penurunan pertumbuhan di masa-masa mendatang.

Menteri Keuangan Inggris Philip Hammond menyampaikan bahwa anggaran musim gugur pemerintah Inggris pada saat partai Konservatif yang berkuasa menghadapi politik dan ekonomi yang menantang. Office for Budget Responsibility atau OBR memperkirakan produk domestik bruto atau GDP Inggris akan tumbuh 1,5% di 2017 sebelum bertahap menjadi 1,3% selama 3 tahun ke depan. Sejauh ini, ekonomi Inggris telah diperkirakan tumbuh sebesar 2% di 2017. OBR sendiri juga merevisi turunnya pertumbuhan produktifitas dan investasi bisnis. Kondisi ekonomi Inggris yang berubah telah menimbulkan perdebatan sengit mengenai berapa banyak yang disebabkan oleh ketidakpastian Brexit.

Hammond juga berjanji untuk menyisihkan £3 miliar atau setara $3,9 miliar selama 2 tahun ke depan untuk perencanaan kontijensi Brexit. Negoisasi mengenai hubungan masa depan Inggris dengan Uni Eropa sedang berada di masa kritis, demikian ungkap Hammond dan menurutnya selama ini Hammond juga telah menginvestasikan hampir £700 juta untuk persiapan Brexit sehingga selanjutnya 2 tahun ke depan akan menyiapkan senilai £3 miliar tersebut.

Hammond selama ini telah mengalami tekanan yang hebat dan meningkat terus dari anggota parlemen Inggris dimana anggota parlemen dari semua partai tengah mendesak Hammond untuk meningkatkan pengeluaran di tengah keletihan pasca pemilu lalu.

Selain itu, OBR yang merupakan komite pemerintah non-departemen Inggris juga memperkirakan bahwa inflasi akan turun ke 2% di akhir tahun ini dari puncaknya 3% di bulan lalu. OBR juga menyatakan bahwa pinjaman tahunan akan mencapai £49,9 miliar di tahun ini, atau £8 miliar lebih rendah dari perkiraan di bulan Maret lalu.

Hutang Inggris menurut OBR juga akan mencapai rasio puncak 86,5% terhadap GDP di tahun ini, sebelum jatuh di tahun berikutnya ke 79,1% pada 2023 nanti. Hammond juga cukup memahami kefrustasian keluarga Inggris dimana pendapatan riil mereka di bawah tekanan karena inflasi.

Sebelumnya ONS atau kantor statistik Inggris menyatakan bahwa defisit Inggris naik jadi £8 miliar bulan lalu atau naik 7% dibandingkan periode yang sama di tahun lalu. Sedikit di atas perkiraan pasar £7 miliar. Hammond juga berjanji akan mengurangi defisit anggaran tersebut setidaknya kurang dari 2% dari GDP tahun 2020, atau lebih rendah dari perkiraan sebelumnya yang mencapai 2,6% dari GDP.

Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona Ekonomi Inggris, diantaranya :

  1. Bank Stress Test Results             Selasa 28/11/2017 14:00 WIB
  2. BOE Financial Stability Report      Selasa 28/11/2017 14:00 WIB
  3. Inflation Report Hearings              Selasa 28/11/2017 17:00 WIB
  4. OPEC Meetings                               Rabu 29/11/2017 All Day
  5. Net Lending to Individuals             Rabu 29/11/2017 16:30 WIB
  6. Manufacturing PMI                           Jumat 01/12/2017 16:30 WIB

 

Secara Teknikal, PENGUATAN pasangan harga GBPUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BEARISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BEARISH pada level 1.3271, kemungkinan harga akan kembali ke level 1.3212 – 1.3153 – 1.3092. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BULLISH pada level 1.3381, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PENGUATANnya ke area level 1.3445 – 1.3504 – 1.3565.

 

AUDUSD

FS88 JOURNAL AUD TEMPLATE 

WEEKLY OUTLOOK :  POSITIF

O : 0.7565     H : 0.7637      L : 0.7530      C : 0.7614

PERGERAKAN SEPEKAN 20/11 – 24/11 : POSITIF

RANGE SEPEKAN : 107 PIP

Secara Fundamental, Dalam notulen tertulis bahwa RBA masih mengkhawatirkan dampak buruk dari penguatan Dolar Australia yang berlebihan terhadap pertumbuhan dan inflasi. Meski demikian, pernyataan tersebut bukanlah hal baru yang disampaikan RBA. Notulen juga mencatat bahwa RBA mengkhawatirkan ketidakpastian yang ditimbulkan dari lemahnya pertumbuhan gaji seraya memperingatkan bahwa dalam kuartal tiga tahun ini, pertumbuhan konsumsi diperkirakan akan terus mengalami penurunan.

Secara keseluruhan, notulen RBA di pekan kemarin menunjukkan bahwa bank sentral tersebut mengakui kekuatan ekonomi Australia masih kuat, meskipun mengkhawatirkan sejumlah indikator yang berperforma kurang memuaskan. Perekonomian Australia cukup cerah, dengan pertumbuhan ketenagakerjaan dan ekspor yang sangat kuat. Namun demikian, gaji pekerja, CPI dan konsumsi domestik masih lemah.  Terakhir, notulen tersebut hanya menambahkan kesan-kesan dari para pejabat bank sentral terhadap pasar finansial secara umum, dengan simpulan bahwa tingkat suku bunga RBA tidak akan dinaikkan dalam waktu dekat. 

Oleh karena itulah, penurunan Dolar Australia setelahnya bukanlah hal yang mengherankan. Menurut Morgan Stanley, Dolar Australia sedang ancang-ancang untuk menghadapi penurunan ke titik terlemah pasca krisis finansial global tahun 2009. Menurut bank kawakan tersebut, AUD/USD dapat terjun ke level 0.67 pada tahun 2018, dan makin mundur ke angka 0.65 pada tahun 2019.

Hans Redeker, analis Morgan Stanley yang menyampaikan perkiraan tersebut kepada Sydney Morning Herald menjelaskan, penyebabnya adalah tingkat suku bunga RBA yang akan makin jauh di bawah tingkat suku bunga The Fed. Daya tarik yield obligasi Australia akan menguap dibandingkan dengan yield Amerika, sehingga dampaknya, Dolar Australia bisa mengalami penurunan daya tarik. Para investor akan beralih ke mata uang-mata uang negara berkembang dan meredupkan aksi beli Dolar Australia.

Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona Ekonomi Australia, diantaranya :

  1. OPEC Meetings                               Rabu 29/11/2017 All Day
  2. Private Capital Expenditure q/q    Kamis 30/11/2017 07:30 WIB
  3. Building Approvals                          Kamis 30/11/2017 07:30 WIB

Secara Teknikal, PENGUATAN pasangan harga AUDUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BEARISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BEARISH pada level 0.7578, kemungkinan harga akan kembali ke level 0.7539 – 0.7499 – 0.7457. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BULLISH pada level 0.7638, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PENGUATANnya ke area level 0.7677 – 0.7715 – 0.7752.

XAUUSD

FS88 JOURNAL XAU TEMPLATE 

WEEKLY OUTLOOK : NETRAL

O : 1293.35   H : 1294.50   L : 1274.35    C : 1288.25

PERGERAKAN SEPEKAN 20/11 – 24/11 : NEGATIF

RANGE SEPEKAN : $20.15 atau 201.5 PIP

Secara Fundamental, Rilis notulen rapat kebijakan moneter bank sentral AS (Federal Open Markect Committee/FOMC) pada pekan kemarin menunjukkan bahwa meski para pejabat Federal Reserve menilai kenaikan suku bunga tetap bisa dilakukan pada bulan Desember mendatang, tetapi kondisi pasar finansial dianggap rawan. Pandangan tersebut menjatuhkan nilai Dolar AS seketika, serta sempat melonjakkan harga emas mendekati level tertinggi bulan ini.

Notulen FOMC November menyebutkan bahwa mayoritas pejabat tinggi bank sentral AS optimis dalam menilai pertumbuhan ekonomi AS. Bidang Ketenagakerjaan, Belanja Konsumen, dan Industri Manufaktur menampilkan pertumbuhan solid. Ada sedikit perbedaan pandangan mengenai laju inflasi, tetapi sentimen secara umum masih positif. Oleh karenanya, mereka setuju suku bunga dinaikkan segera. Namun, notulen tersebut juga menyoroti evaluasi pasar finansial yang kurang sedap. Pasar Saham telah melaju kencang selama tahun 2017, berulang kali mencetak rekor tinggi baru, dan nilainya terus meroket hingga triliunan Dolar AS berkat pendapatan korporasi yang lebih tinggi dan ekspektasi pasar akan dirilisnya Reformasi Pajak AS.

Oleh karena itu, sejumlah anggota rapat FOMC mengekspresikan kekhawatiran mereka pada apa yang mungkin terjadi jika mendadak pasar terpukul. "Dalam hal valuasi aset yang membengkak dan rendahnya volatilitas pasar finansial, sejumlah partisipan (rapat FOMC) menyatakan kekhawatiran tentang potensi penumpukan instabilitas finansial. Mereka khawatir kalau pembalikah harga aset secara tajam bisa berdampak merusak bagi perekonomian."

Secara Teknikal, PELEMAHAN pasangan harga XAUUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BULLISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BULLISH pada level 1297.65, kemungkinan harga akan kembali ke level 1306.00 – 1314.30 – 1322.25. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BEARISH pada level 1276.50, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PELEMAHANnya ke area level 1268.90 – 1259.80 – 1250.35.

 

 

Sumber: ForexSignal88.ComForexFactory.ComCFTC, Investing.ComBloomberg.ComKitco.ComOilnGold.Com

DailyFx.ComReuters.ComCNN.ComMarketWatch.ComAssociated Press Sumber Gambar: Mother Jones

Tags: #forexsignal88 #signalforex #sinyalforex #forexsignal #analisaforex #analisagold #belajarforex #seputarforex #sekilasforex #eurusd #gbpusd #audusd #xauusd #signalforexharian #signalforexakurat #analisaforex #analisatradingforex #analisaforexharian #analisagold #beritaforexindonesia #beritaforexharian #beritaterkiniforex #analisajituforex #toptrendingforex #signalforexgratis #signalforexindonesia #tipsforex #trikforex #strategiforex #teknikforex #analisateknikal

Share This

Jurnal Mingguan Lainnya

December 09, 2017

Sekilas Forex: Data Tenaga Kerja AS Berikan Peluru Bagi USD Untuk Menghantam Rival-Rivalnya Pekan Depan

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 09/12/2017 – Dolar AS kembali merajai bursa forex di sepanjang pekan lalu setelah menebar benih penguatan di pekan sebelumnya pasca tekanan yang terjadi sepanjang tiga pekan sebelumnya. Kemajuan pada proses reformasi pajak AS…
December 02, 2017

Sekilas Forex: Nasib USD Ditentukan Oleh Non Farm Payroll Pekan Depan

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 03/12/2017 – Tidak ada keraguan bahwa minggu lalu adalah sebuah pekan dimana politik benar-benar membayangi ekonomi. Reformasi pajak menjadi fokus utama dan pada hari Jumat dini hari, ketika menjadi semakin jelas bahwa RUU pajak…
November 25, 2017

Sekilas Forex: USD Tak Berdaya, Apakah Pekan Depan Yellen Mampu Membuat USD Kembali Naik?

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 25/11/2017 – Pada pekan lalu dolar AS kembali terhempas, dengan Indeks Dolar AS terpaksa membukukan penutupan mingguan negatif untuk yang ketiga kalinya secara berurutan, di 92,70. Dolar AS tertekan oleh semua mata uang utama,…
November 19, 2017

Sekilas Forex: Rally USD Masih Tersendat Menunggu Katalis Berikutnya

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 19/11/2017 – Selama beberapa minggu terakhir, dolar AS masih terus bergulat keras meskipun ada kemajuan dalam reformasi pajak dan prospek kenaikan suku bunga Federal Reserve bulan depan. Pasar mungkin yakin bahwa The Fed akan…
November 11, 2017

Sekilas Forex: Kemunduran Reformasi Pajak AS Membuat Bullish USD Tertahan

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 11/11/2017 – Pergerakan di bursa forex pada minggu lalu menegaskan betapa pentingnya reformasi pajak bagi rakyat AS, Kongres dan pasar keuangan. Jika dilakukan dengan benar maka itu akan menjadi prestasi terbesar Presiden AS…