ForexSignal88.com l Jakarta, 19/11/2017 – Selama beberapa minggu terakhir, dolar AS masih terus bergulat keras meskipun ada kemajuan dalam reformasi pajak dan prospek kenaikan suku bunga Federal Reserve bulan depan. Pasar mungkin yakin bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga pada bulan Desember, namun beberapa laporan ekonomi terbaru dari AS sejauh ini tidak menggembirakan.

Pertumbuhan penjualan eceran mengalahkan ekspektasi namun pada level 0,2% kenaikannya sangat lemah, terutama dibandingkan dengan kenaikan 1,9% di bulan September. Indeks Harga Konsumen (consumer price index/CPI) juga mereda akibat turunnya biaya makanan dan energi sementara aktivitas manufaktur di wilayah New York dan Philadelphia bergerak mundur. Angka-angka tersebut memang tidak akan menghentikan langkah The Fed untuk menaikkan suku bunganya di akhir tahun namun bisa mengarah pada langkah yang lebih hati-hati untuk tahun-tahun berikutnya.

Prospek yang kurang cerah tersebut, seiring dengan bergulirnya proses reformasi perpajakan, adalah apa yang dikhawatirkan oleh para investor, yang menjelaskan mengapa dolar AS harus berjuang lebih gigih agar dapat kembali melakukan rally walaupun ada prospek kenaikan suku bunga lainnya. Reformasi pajak adalah representasi prestasi administrasi Trump dan kesempatan ekonomi terbesar bagi AS untuk meraih pertumbuhan dan sementara House of Representative (House) memilih untuk meloloskan tagihan pajak tersebut pada minggu lalu, Senate akan menjadi medan pertempuran sesungguhnya.

Sementara House dan Senate Finance Committee (Komite Keuangan Senat) mengeluarkan versi masing-masing undang-undang tersebut, perubahan yang mengikat pada menit-menit terakhir dalam Undang-Undang Perawatan Terjangkau, biasa disebut Obamacare, dan membuat potongan pajak individual sementara (potongan pajak perusahaan permanen) belum dapat diterima dengan baik oleh Demokrat dan bahkan oleh beberapa anggota Partai Republik.

Pada pekan lalu kita mendengar kabar bahwa Senator Ron Johnson dan Susan Collins menjadi anggota Partai Republik pertama yang menentang rancangan undang-undang (RUU) versi Senate dan ini bisa menjadi masalah serius karena GOP (Partai republik) tidak dapat kehilangan lebih dari 2 suara. GOP hanya memiliki mayoritas 52-48 di Senate dan tidak ada satupun Demokrat yang bersedia mendukung RUU tersebut.

Selain itu, Senate dan House masih harus menyelaraskan RUU mereka sebelum digabungkan ke dalam rencana akhir yang dipilih oleh kedua majelis di Kongres. Jadi, masih akan ada jalan yang panjang sebelum Presiden Trump menandatangani reformasi perpajakan tersebut menjadi sebuah undang-undang.

Dengan Senate yang akan reses, pasar tampaknya harus lebih bersabar karena mungkin tidak akan melihat kemajuan berarti di minggu depan dan itu bisa menimbulkan volatilitas dolar AS.

Selain rilis notulen dari rapat kebijakan terakhir FOMC pada Rabu waktu AS atau Kamis dini hari waktu Indonesia, tidak ada laporan ekonomi utama AS yang dijadwalkan untuk dipublikasikan pada pekan depan. Ketua Fed Janet Yellen dijadwalkan berbicara pada Selasa malam di Stern School of Business namun diperkirakan tidak akan menimbulkan pergerakan pasar, terutama karena para investor dan pedagang menyadari bahwa Yellen tak lagi memiliki dampak besar pada kebijakan moneter tahun depan karena masa jabatannya berakhir pada bulan Februari.

Dari geopolitik, pada sesi Jumat (17/11) terdengar laporan bahwa Korea Utara sedang berjalan pada jadwal agresif untuk mengembangkan sebuah kapal selam dengan kapabilitas peluncuran rudal balistik. Kabar tersebut menggenjot permintaan terhadap aset safe haven seperti emas, yen dan franc dan menjadi peringatan keras kepada pasar bahwa risiko geopolitik sewaktu-waktu dapat menggebrak perdagangan mata uang dan emas.

 

EURUSD

FS88 JOURNAL EUR TEMPLATE 

WEEKLY OUTLOOK :  NETRAL 

O : 1.1658     H : 1.1861      L : 1.1638      C : 1.1795

PERGERAKAN SEPEKAN 13/11 – 17/11 : POSITIF

RANGE SEPEKAN : 223 PIP

Secara Fundamental, Euro melonjak cepat terhadap dolar AS pada sesi perdagangan sepekan kemarin dan sempat membukukan kenaikan harian terbesar dalam satu bulan terakhir pada Selasa 14/11/2017 karena para investor kembali memborong aset berisiko di Eropa seiring yakinnya para pelaku pasar bahwa pertumbuhan ekonomi di kawasan Eropa akan tetap kuat.

Ekonomi zona euro berkembang sebesar 2,5 persen pada kuartal September dibandingkan periode yang sama tahun 2016, dan lebih tinggi dari Amerika Serikat, demikian yang terlihat dari sebuah data yang dirilis pada sesi perdagangan Selasa 14/11/2017.

"Indikator aliran modal mingguan kami telah menunjukkan beberapa arus positif euro yang telah mendukung mata uang tersebut," kata Kamal Sharma, direktur strategi G10 FX untuk Eropa di Bank of America Merrill Lynch.

Menurutnya, selama jangka menengah, pelambatan arus keluar portofolio obligasi karena ECB mulai secara bertahap merelaksasi program QE-nya juga akan memberikan dukungan terhadap masuknya terus ke pasar ekuitas di wilayah euro.

Pakar strategi pasar dari Morgan Stanley mengatakan bahwa para investor ekuitas global telah kembali untuk membeli ekuitas Eropa tanpa lindung nilai mata uang pada bulan November, sebagai tanda meningkatnya optimisme para investor tentang prospek euro.

Pembalikan risiko pada option mata uang itu menunjukkan prospek yang lebih konstruktif untuk euro dengan pembalikan euro/dolar enam bulan dan satu tahun yang mengindikasikan kenaikan lebih lanjut.

Sementara para pembuat kebijakan di sebuah diskusi panel yang bertabur bintang bank sentral utama dunia dan diselenggarakan oelh bank sentral Eropa pada hari Selasa ternyata tidak memberikan panduan mengenai suku bunga di masa depan, panduan ke depan European Central Bank (ECB), menurut presidennya, mengenai langkah kebijakan masa depan telah berhasil mendorong ekspektasi pasar.

Manuel Oliveri, ahli strategi FX di Credit Agricole di London menjelaskan bahwa arus modal telah meningkat dalam beberapa hari belakangan ini menuju aset berisiko Eropa dari para investor global dan dengan Draghi telah membuat sketsa gambaran suku bunga rendah dan pertumbuhan yang kuat dalam penampilannya baru-baru ini, prospek euro menjadi kuat.

Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona Ekonomi Uni Eropa, diantaranya :

  1. German Flash Manufacturing PMI           Kamis 23/11/2017 15:30 WIB
  2. German Flash Services PMI                     Kamis 23/11/2017 15:30 WIB
  3. EUR Manufacturing PMI                             Kamis 23/11/2017 16:00 WIB
  4. EUR Flash Services PMI                            Kamis 23/11/2017 16:00 WIB
  5. ECB Monetary Policy Meeting Accounts  Kamis 23/11/2017 19:30 WIB
  6. German Ifo Business Climate                  Jumat 24/11/2017 16:00 WIB

 

Secara Teknikal, PENGUATAN pasangan harga EURUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BEARISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BEARISH pada level 1.1742, kemungkinan harga akan kembali ke level 1.1691 – 1.1640 – 1.1583. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BULLISH pada level 1.1862, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PENGUATANnya ke area level 1.1913 – 1.1967 – 1.2018.

GBPUSD

FS88 JOURNAL GBP TEMPLATE

WEEKLY OUTLOOK : NETRAL

O : 1.3165     H : 1.3260      L : 1.3062      C : 1.3217

PERGERAKAN SEPEKAN 13/11 – 17/11 : POSITIF

RANGE SEPEKAN : 198 PIP

Secara Fundamental, Partai Buruh UK menuding Perdana Menteri Theresa May kurang mendapat dukungan dari Partai Konservatif-nya untuk mewujudkan masa transisi Brexit yang dia usulkan dan mendesaknya untuk bekerja dengan oposisi untuk membuka jalan baginya.

Keir Starmer, juru bicara Brexit dari Partai Buruh, menulis surat kepada May pada hari Senin dan mengatakan kepadanya bahwa ada "mayoritas yang masuk akal" di Parlemen untuk transisi dua tahun yang akan memungkinkan UK untuk tinggal di dalam pasar tunggal dan bea cukai Uni Eropa setelah 2019 sementara terus melakukan negosiasi untuk hubungan masa depan dengan blok tersebut.

Dia mengatakan bahwa penentangan terhadap pengaturan semacam itu justru berasal dari Konservatif. "Selama beberapa pekan terakhir, semakin jelas bahwa Anda sendiri tidak memiliki wewenang untuk memberikan kesepakatan transisi ke Eropa dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk melindungi pekerjaan dan ekonomi," tulis Starmer dalam suratnya kepada PM May, yang kemudian diumumkan olehnya kantornya.

Meskipun PM May tidak mungkin menyambut tawaran Buruh tersebut, hal itu juga menyoroti kelemahan posisinya. Ketika RUU Penarikan UK dari UE (EU Withdrawal Bill) kembali ke meja Parlemen pada hari Selasa, RUU tersebut akan menghadapi ratusan usulan amandemen untuk dipertimbangkan selama delapan hari perdebatan.

Bahkan dengan dukungan Partai Unionis Demokratik (Democratic Unionist Party/DUP) Irlandia Utara, PM May hanya memiliki mayoritas yang tipis. Tories (para tokoh Partai Konservatif) yang ingin menjalin hubungan dekat dengan UE telah menunjukkan beberapa aksi, menunjukkan bahwa pemerintah harus mundur atau akan dikalahkan.

RUU tersebut kembali ke House of Commons dengan kondisi PM May telah kehilangan dua menteri Kabinet karena skandal yang berbeda dalam dua minggu terakhir. Sunday Times melaporkan pada hari Minggu bahwa 40 anggota parlemen Konservatif yang sekarang mendukung tantangan terhadap kepemimpinannya, hanya delapan dari jumlah yang dibutuhkan untuk memicu digelarnya pemungutan suara.

Sementara itu, Mail on Sunday melaporkan bahwa Sekretaris Luar Negeri Boris Johnson dan Sekretaris Lingkungan Michael Gove telah menulis sebuah memo bersama kepada PM May, memperingatkan bahwa pemerintah tidak bekerja cukup keras terhadap Brexit dan bersikeras bahwa transisi tersebut harus berlangsung paling lama dua tahun. Gove menolak untuk mendiskusikan surat tersebut saat ditanyakan tentang hal itu saat wawancara di BBC, selain mengkonfirmasikan posisinya. Tapi dia memang menyatakan kesediaan untuk menerima kondisi pembayaran lebih tinggi ke UE jika itu adalah harga dari sebuah kesepakatan Brexit.

Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona Ekonomi Inggris, diantaranya :

  1. Public Sector Net Borrowing         Selasa 21/11/2017 16:30 WIB
  2. Autumn Forecast Statement         Rabu 22/11/2017 19:30 WIB

 

Secara Teknikal, PENGUATAN pasangan harga GBPUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BEARISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BEARISH pada level 1.3111, kemungkinan harga akan kembali ke level 1.3052 – 1.2990 – 1.2924. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BULLISH pada level 1.3284, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PENGUATANnya ke area level 1.3346 – 1.3407 – 1.3469.

 

AUDUSD

FS88 JOURNAL AUD TEMPLATE 

WEEKLY OUTLOOK :  NETRAL

O : 0.7651     H : 0.7664      L : 0.7534      C : 0.7564

PERGERAKAN SEPEKAN 13/11 – 17/11 : NEGATIF

RANGE SEPEKAN : 130 PIP

Secara Fundamental, Tingkat Pengangguran Australia dilaporkan merosot ke level rendah empat setengah tahun, yakni di level 5.4 persen, walaupun penciptaan lapangan kerja hanya 3,700 pada bulan lalu. Sebelumnya, Tingkat Pengangguran Australia diperkirakan akan stabil di angka 5.5 persen. Sedangkan pembukaan lapangan kerja diekspektasikan mencapai 17,500 lapangan kerja. Meski demikian, sektor Jumlah Pekerjaan masih memberikan kabar baik dengan tambahan 24,300 lapangan kerja full-time dan berkurangnya lapangan kerja part-time sebanyak 20,700. Ini merefleksikan kenaikan lapangan kerja full-time, dengan total jam kerja bulanan yang naik 0.3 persen.

Kabar buruknya adalah kemerosotan Tingkat Pengangguran diakibatkan oleh penurunan Tingkat Partisipasi persentase orang yang sedang bekerja atau mencari pekerjaan sebanyak 0.1 persen menjadi 65.1 persen. Tingkat Pengangguran berkutat antara 5.5 persen dan 6 persen dalam dua tahun terakhir, setelah merosot dari puncak di angka 6.4 persen pada bulan Oktober 2014.

Ekonom Paul Dales dari Capital Economic mengatakan, pertumbuhan lapangan kerja yang berada di bawah ekspektasi konsensus, tak akan berpengaruh besar pada sektor ketenagakerjaan secara keseluruhan, mengingat peningkatan yang terjadi sudah dalam 14 bulan berturut-turut. "Sektor Ketenagakerjaan memang telah mengalami penurunan di semua wilayah Australia, kecuali Queensland dan wilayah ibukota," kata Dales.

"Kemungkinan, hal ini hanyalah kondisi balikan setelah penguatan hebat dalam beberapa bulan terakhir, jadi bukanlah sesuatu yang perlu dikhawatirkan berlebihan," Selain itu, merujuk pada Indeks Pertumbuhan Gaji Australia yang dirilis kemarin, Dales mengatakan bahwa pengetatan dalam pasar tenaga kerja belum dapat mendorong naik pertumbuhan gaji. "Lagipula, memetik pelajaran dari negara-negara lain, meskipun tingkat pengangguran menurun jauh, pertumbuhan gajinya pun tidak banyak mengalami kenaikan," kata Dales.

Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona Ekonomi Australia, diantaranya :

  1. Monetary Policy Meeting Minutes             Selasa 21/11/2017 07:30 WIB
  2. Construction Work Done q/q                     Rabu 22/11/2017 07:30 WIB

Secara Teknikal, PELEMAHAN pasangan harga AUDUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BULLISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BULLISH pada level 0.7631, kemungkinan harga akan kembali ke level 0.7670 – 0.7712 – 0.7752. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BEARISH pada level 0.7531, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PELEMAHANnya ke area level 0.7489 – 0.7449 – 0.7411.


XAUUSD

FS88 JOURNAL XAU TEMPLATE 

WEEKLY OUTLOOK : NETRAL

O : 1275.05   H : 1296.75   L : 1269.75    C : 1293.55

PERGERAKAN SEPEKAN 13/11 – 17/11 : POSITIF

RANGE SEPEKAN : $27 atau 270 PIP

Secara Fundamental, harga spot emas terpantau kembali naik tipis pada sepanjang sesi perdagangan sepekan kemarin, setelah sempat terpuruk hingga kisaran $1270an akibat order Sell tanpa katalis yang jelas muncul di bursa berjangka di akhir 2 pekan lalu. Kenaikan kembali harga Emas kali ini disinyalir berhubungan dengan beberapa hal, termasuk jatuhnya indeks saham dunia dan goyahnya pemerintahan PM Theresa May di Inggris.

"Para spekulan berhenti menarik diri dari emas dan kembali membangun posisi net long lagi dalam sepekan yang berakhir tanggal 7 November," kata analis dari Commerzbank, dalam sebuah catatan yang dikutip oleh BullionVault, dalam mengulasi data perdagangan emas derivatif dari CFTC Amerika Serikat. Lanjutnya lagi, "Mereka juga bertaruh lebih besar lagi pada (kemungkinan) kenaikan harga perak dalam beberapa waktu belakangan."

Di sisi lain, permintaan akan aset-aset Safe Haven meningkat di tengah kekacauan politik di Inggris dan ketidakpastian rencana Reformasi Pajak AS. Indikasi "pemberontakan" partai Konservatif terhadap pimpinannya, PM Theresa May, makin mencolok, sehingga mengancam upaya May untuk menetapkan tanggal 29 Maret 2019 sebagai "hari Brexit".

Di depan Parlemen kemarin, Dominic Grieve, seorang anggota partai Konservatif senior, menyatakan akan terus menentang penetapan tersebut karena tidak melewati prosedur yang semestinya. Katanya, schedule tersebut ditentukan "tanpa proses pembuatan keputusan kolektif dalam pemerintahan dan disertai dengan apa yang saya kira ancaman mengerikan bahwa siapapun yang menghalanginya seakan-akan mengkhianati takdir dan misi negeri, dan saya tidak siap untuk mengikuti hal itu."

Tak hanya itu, Grieve pun mengungkapkan akan "voting melawannya (penetapan tanggal Brexit pada 29 Maret 2019), tak ada kata 'jika', tak ada kata 'tapi', tak ada kata 'mungkin' tentang ini", bahkan meski hanya ia sendiri yang menentangnya di antara semua anggota Parlemen. Orasi Grieve langsung disahuti oleh sejumlah anggota Parlemen lainnya, "Kamu tidak akan (sendiri)"; mengindikasikan bahwa puluhan wakil rakyat dari partai Konservatif lainnya akan turut melakukan hal yang sama.

Secara Teknikal, PENGUATAN pasangan harga XAUUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BEARISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BEARISH pada level 1276.50, kemungkinan harga akan kembali ke level 1268.90 – 1259.80 – 1250.35. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BULLISH pada level 1301.45, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PENGUATANnya ke area level 1310.50 – 1319.60 – 1328.70.  

 

Sumber: ForexSignal88.ComForexFactory.ComCFTC, Investing.ComBloomberg.ComKitco.ComOilnGold.Com

DailyFx.ComReuters.ComCNN.ComMarketWatch.ComAssociated Press Sumber Gambar: Lombardiletter.com

Tags: #forexsignal88 #signalforex #sinyalforex #forexsignal #analisaforex #analisagold #belajarforex #seputarforex #sekilasforex #eurusd #gbpusd #audusd #xauusd #signalforexharian #signalforexakurat #analisaforex #analisatradingforex #analisaforexharian #analisagold #beritaforexindonesia #beritaforexharian #beritaterkiniforex #analisajituforex #toptrendingforex #signalforexgratis #signalforexindonesia #tipsforex #trikforex #strategiforex #teknikforex #analisateknikal

Share This

Jurnal Mingguan Lainnya

December 16, 2017

Sekilas Forex: Investor Terus Pantau Pergerakan USD Menjelang Awal Tahun 2018

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 16/12/2017 – Dapat dikatakan pekan lalu menjadi sesi perdagangan yang sulit bagi dolar AS. Meskipun di sesi Jumat dolar AS menunjukkan penguatan, catatan yang terlihat pada MetaTrader yang digunakan tim FS88 Research Division…
December 09, 2017

Sekilas Forex: Data Tenaga Kerja AS Berikan Peluru Bagi USD Untuk Menghantam Rival-Rivalnya Pekan Depan

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 09/12/2017 – Dolar AS kembali merajai bursa forex di sepanjang pekan lalu setelah menebar benih penguatan di pekan sebelumnya pasca tekanan yang terjadi sepanjang tiga pekan sebelumnya. Kemajuan pada proses reformasi pajak AS…
December 02, 2017

Sekilas Forex: Nasib USD Ditentukan Oleh Non Farm Payroll Pekan Depan

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 03/12/2017 – Tidak ada keraguan bahwa minggu lalu adalah sebuah pekan dimana politik benar-benar membayangi ekonomi. Reformasi pajak menjadi fokus utama dan pada hari Jumat dini hari, ketika menjadi semakin jelas bahwa RUU pajak…
November 25, 2017

Sekilas Forex: USD Tak Berdaya, Apakah Pekan Depan Yellen Mampu Membuat USD Kembali Naik?

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 25/11/2017 – Pada pekan lalu dolar AS kembali terhempas, dengan Indeks Dolar AS terpaksa membukukan penutupan mingguan negatif untuk yang ketiga kalinya secara berurutan, di 92,70. Dolar AS tertekan oleh semua mata uang utama,…
November 19, 2017

Sekilas Forex: Rally USD Masih Tersendat Menunggu Katalis Berikutnya

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 19/11/2017 – Selama beberapa minggu terakhir, dolar AS masih terus bergulat keras meskipun ada kemajuan dalam reformasi pajak dan prospek kenaikan suku bunga Federal Reserve bulan depan. Pasar mungkin yakin bahwa The Fed akan…