ForexSignal88.com l Jakarta, 04/11/2017 – Pada pekan lalu (30 Oktober-3 November) kita melihat beberapa faktor fundamental besar yang menggerakan bursa forex dan emas. Secara umum, semua faktor tersebut didominasi oleh kebijakan moneter bank sentral utama dan tentu saja prospek pertumbuhan ekonomi AS yang kemudian dikembalikan kepada korelasinya terhadap kebijakan moneter Federal Reserve.

Pada Selasa, sesi penutupan Oktober, Bank of Japan (BoJ) kembali membuktikan dirinya sebagai bank sentral paling membosankan di dunia karena tidak mengubah suku bunga dan program stimulus moneternya yang besar, meski bank itu memangkas perkiraan inflasi, mempertegas perbedaan kebijakannya dengan bank sentral utama lainnya.

Gubernur BoJ Haruhiko Kuroda dan dewan kebijakan pada hari Selasa (31/11) memilih untuk mempertahankan program pengendalian kurva imbal hasil (YCC) dan pembelian aset bank sentral, seperti yang diperkirakan oleh mayoritas pelaku pasar. Hasil pemungutan suara pada pertemuan tersebut adalah 8 banding 1, dengan anggota baru di dewan tersebut, Goushi Kataoka, tetap memiliki pendapat yang berbeda.

Selanjutnya pada Rabu (1/11) Federal Reserve mempertahankan suku bunga overnight AS tidak berubah dan menyoroti pertumbuhan ekonomi yang solid pada akhir pertemuan dua hari kebijakannya. Pernyataan The Fed tersebut mengindikasikan bahwa kenaikan suku bunga pada bulan depan sangat mungkin untuk terealisasi.

Keputusan terakhir terkait kebijakan moneter di pekan lalu datang dari Bank of England (BoE) yang pada Kamis (2/11) membuat sebuah keputusan historis dengan menaikkan suku bunganya dari 0,25 persen menjadi 0,5 persen. Kenaikan suku bunga BoE tersebut adalah yang pertama kalinya dalam satu dekade dan beberapa bulan sebelumnya bank sentral tersebut sudah memberi sinyal kuat tentang kenaikan tersebut, jadi pada dasarnya tidak ada yang mengejutkan dari BoE.

Namun di hari itu pound sterling menukik tajam terhadap semua rivalnya. Terhadap dolar AS tercatat mata uang UK tersebut tergerus 1,41% saat berakhir negatif di $1,3058, level terlemahnya sejak hampir satu bulan lalu.

Penyebab jatuhnya sterling adalah kenaikan suku bunga yang dovish karena dalam pernyataannya menyusul keputusan tersebut, BoE menyampaikan bahwa di masa depan pihaknya akan berhati-hati terkait keputusan kenaikan suku bunga.

Kasus tim kampanye Trump, RUU pajak dan Powell sempat menggembos greenback

Perdagangan valas dan emas selanjutnya dihiasi sedikit kabar politik yang negatif bagi dolar AS yaitu status terdakwa salah satu punggawa tim kampanye Donald Trump yang dituduh terlibat dengan Rusia saat masa kampanye pemilihan presiden tahun lalu.

Dolar AS juga sempat tertekan setelah sempat terjadi penundaan rilis proposal reformasi pajak meskipun akhirnya, setelah tertunda satu hari, proposal tersebut diterbitkan. Namun pasar tetap bereaksi negatif karena menganggap rancangan perombakan kode pajak tersebut tidak akan memberikan dampak besar bagi pertumbuhan ekonomi AS dan masih jauh dari realisasi karena harus melalui persetujuan Kongres.

Pasar juga sempat negatif terhadap greenback setelah tersiar kabar bahwa Presiden AS cenderung untuk memilih Gubernur Fed Jerome Powell sebagai calon pengganti Janet Yellen sebagai ketua Fed setelah masa jabatan ketua saat ini berakhir pada Februari tahun depan. Namun akhirnya, dolar AS hanya sedikit bereaksi setelah Presiden Trump secara resmi mengumumkan pilihannya tersebut.

Dolar AS terbukti tetap perkasa meskipun NFP tidak sesuai harapan

Akhirnya aktivitas perdagangan forex dan emas di pekan lalu dihiasi oleh data nonfarm payrolls (NFP) AS pada Jumat (3/11) di mana data tersebut tidak sebaik yang diharapkan. 

Perekonomian AS hanya menciptakan 261.000 pekerjaan pada bulan Oktober, sementara para ekonom memperkirakan adanya 310.000 pekerjaan baru. Tingkat pengangguran tetap stabil di 4,2% sementara pendapatan rata-rata per jam terlihat lamban dengan pertumbuhan rata-rata yang mendatar untuk bulan tersebut.

Namun akhirnya kekuatan dolar AS pun kembali lagi setelah pasar mengabaikan angka NFP lalu fokus dan bereaksi positif pada data sektor jasa AS yang bullish yang berhasil mengimbangi laporan pekerjaan bulan Oktober tersebut.

Data ISM non-manufacturing untuk bulan Oktober menunjukkan kenaikan menjadi 60,1, mengalahkan ekspektasi para ekonom sebesar 58,5 dan merupakan angka tertinggi untuk indeks sektor jasa sejak tahun 2005.

Beberapa agenda penting pekan ini yang akan menjadi sorotan pasar

Pada pekan ini (6-10 November) para pelaku perdagangan forex dan emas akan memusatkan perhatian mereka pada beberapa data/agenda penting seperti ekspektasi inflasi dan keputusan suku bunga Reserve Bank of New Zealand (RBNZ), pidato Gubernur BoJ, keputusan suku bunga Reserve Bank of Australia (RBA), pidato Presiden European Central Bank (ECB), pertemuan ECOFIN, data JOLTS AS, pidato Gubernur Bank of Canada (BoC), pidato Ketua Fed, data manufaktur UK serta pidato Ketua Swiss National Bank (SNB).

EURUSD

FS88 JOURNAL EUR TEMPLATE 

WEEKLY OUTLOOK :  NEGATIF 

O : 1.1612     H : 1.1693      L : 1.1594      C : 1.1608

PERGERAKAN SEPEKAN 30/10 – 03/11 : DOJI NEGATIF

RANGE SEPEKAN : 99 PIP

Secara Fundamental, PM Spanyol, Mariano Rajoy, mengambil alih kontrol langsung atas Catalonia dalam menanggapi deklarasi sepihak kemerdekaan Catalonia dari Spanyol minggu lalu, serta menjadwalkan Pemilu Regional pada tanggal 21 Desember. Kebijakan sementara, Rajoy akan mencopot 150 menteri di Catalonia serta akan mengkriminalisasi Carles Puidgemont dan para pejabatnya, meski tindakan ini nantinya diperkirakan akan memicu protes besar. Kemelut Spanyol-Catalonia tersebut berkombinasi dengan kebijakan ECB yang dinilai kurang hawkish pada sesi perdagangan 2 pekan kemarin. ECB memperpanjang program pembelian obligasinya hingga sembilan bulan sampai September 2018, serta masih membuka pintu untuk tetap melanjutkannya walaupun jika tenggat waktu tersebut sudah berakhir.  Bank sentral tersebut menyatakan akan mulai memangkas anggaran pembelian obligasi hingga setengahnya, menjadi 30 miliar euro per Januari 2018 mendatang. Padahal, perkiraan pasar sebelumnya mengharap kebijakan tersebut akan dilakukan pada bulan Oktober ini.

Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona Ekonomi Uni Eropa, diantaranya :

  1. German Factory Orders     Senin 06/11/2017 14:00 WIB
  2. German Final Services PMI           Senin 06/11/2017 15:55 WIB
  3. Final Services PMI                           Senin 06/11/2017 16:00 WIB
  4. Sentix Investor Confidence                        Senin 06/11/2017 16:30 WIB
  5. PPI                                          Senin 06/11/2017 17:00 WIB
  6. Eurogroup Meetings                      Senin 06/11/2017 ALL DAY
  7. EU Economic Forecast                  Senin 06/11/2017 18:00 WIB
  8. German Industrial Production      Selasa 07/11/2017 14:00 WIB
  9. Retail PMI                                          Selasa 07/11/2017 16:10 WIB
  10. Retail Sales                                      Selasa 07/11/2017 17:00 WIB
  11. ECOFIN Meetings                            Selasa 07/11/2017 ALL DAY
  12. German Trade Balance                 Kamis 09/11/2017 14:00 WIB
  13. ECB Economic Bulletin                  Kamis 09/11/2017 16:00 WIB
  14. German Final CPI                           Jumat 10/11/2017 14:00 WIB

 

Secara Teknikal, PELEMAHAN pasangan harga EURUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BULLISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BULLISH pada level 1.1707, kemungkinan harga akan kembali ke level 1.1759 – 1.1813 – 1.1863. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BEARISH pada level 1.1568, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PELEMAHANnya ke area level 1.1519 – 1.1471 – 1.1421.

 

GBPUSD

FS88 JOURNAL GBP TEMPLATE 

WEEKLY OUTLOOK : NEGATIF

O : 1.3123     H : 1.3321      L : 1.3040      C : 1.3074

PERGERAKAN SEPEKAN 30/10 – 03/11 : NEGATIF

RANGE SEPEKAN : 281 PIP

Secara Fundamental, Bank Sentral Inggris akhirnya jadi menaikkan suku bunga untuk pertama kali dalam satu dekade terakhir dan menyatakan bahwa berharap kenaikan secara “sangat bertahap” dalam tiga tahun ke depan. Mata uang Sterling langsung anjlok tajam versus Greenback. Keputusan Bank of England melakukan Rate Hike sebesar 25 basis poin menjadi 0.5 persen setelah dilakukan voting Monetary Policy Committee (MPC) dimana terdapat 7 dari 9 anggota setuju menaikkan suku bunga, seolah membalikkan pemotongan suku bunga darurat pada Agustus tahun lalu pasca referendum Brexit.

Ini menjadi kenaikan suku bunga BOE pertama kali sejak 2007, sebelum Inggris terhantam krisis ekonomi global yang membawa Negeri Ratu Elizabeth itu kedalam resesi terburuk dalam beberapa dekade. Dari total 9 anggota MPC, hanya 2 yang memutuskan untuk tetap mempertahankan suku bunga di level rendah, yakni Deputi Gubernur BOE, Jon Cunliffe dan Dave Ramsden. Alasan kedua petinggi Bank Sentral Inggris tersebut belum menginginkan Rate Hike lantaran pertumbuhan upah pekerja masih relatif lemah.

Sebagian besar anggota MPC, termasuk Gubernur Mark Carney memutuskan untuk melakukan Rate Hike meski performa ekonomi Inggris tidak begitu baik sepanjang tahun 2017. “Sekarang MPC sudah menilai tepat untuk menaikkan suku bunga, guna mengembalikan tingkat Inflasi secara berkelanjutan sesuai target Bank Sentral”, demikian bunyi pernyataan BoE. “(Dan) semua anggota setuju bahwa kenaikan suku bunga lanjutan di masa mendatang dilakukan secara bertahap dalam jangka waktu tertentu”, lanjut BoE dalam sebuah pernyataan.

Tidak semua anggota Komite Kebijakan Moneter Inggris setuju melakukan Rate Hike, sehingga mencerminkan telah terjadi dilema pada jajaran petinggi BOE. Ketidakpastian proses negosiasi Brexit dan lemahnya pertumbuhan upah Inggris masih menjadi masalah domestik Inggris. Namun, lonjakan Inflasi yang terjadi dalam beberapa kuartal 2017 akibat kemerosotan nilai Pound pasca Brexit Referendum, mendorong Bank Sentral akhirnya menaikkan suku bunga.

Perlu diketahui bahwa tingkat Inflasi Inggris mencapai angka 3 persen dalam sebuah laporan pada bulan September lalu, terutama karena penurunan nilai Sterling. Sementara itu, tingkat pengangguran menyentuh rekor terendah sejak tahun 1970, menjadi alasan sebagian besar petinggi BOE setuju dilakukan Rate Hike. BOE memperkirakan Inflasi akan kembali ke level 2 persen bila suku bunga acuan naik sejalan dengan kenaikan secara bertahap perekonomian. Dan itu artinya besar kemungkinan suku bunga akan mencapai 1 persen pada tahun 2020 mendatang.

Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona Ekonomi Inggris, diantaranya :

  1. Inflation Report Hearing                Selasa 07/11/2017 Tentative
  2. Halifax HPI                            Rabu 08/11/2017 15:30 WIB
  3. Manufacturing Production           Kamis 09/11/2017 16:30 WIB
  4. Goods Trade Balance                    Kamis 09/11/2017 16:30 WIB
  5. Construction Output                                    Kamis 09/11/2017 16:30 WIB
  6. Industrial Production                      Kamis 09/11/2017 16:30 WIB

 

Secara Teknikal, PELEMAHAN pasangan harga GBPUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BULLISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BULLISH pada level 1.3220, kemungkinan harga akan kembali ke level 1.3282 – 1.3343 – 1.3407. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BEARISH pada level 1.3017, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PELEMAHANnya ke area level 1.2950 – 1.2881 – 1.2809.  

AUDUSD

FS88 JOURNAL AUD TEMPLATE 

WEEKLY OUTLOOK :  NEGATIF

O : 0.7675     H : 0.7728      L : 0.7637      C : 0.7645

PERGERAKAN SEPEKAN 30/10 – 03/11 : NEGATIF

RANGE SEPEKAN : 91 PIP

Secara Fundamental, Penjualan Ritel Australia kembali meleset dari ekspektasi. Biro Statistik ABS bahwa pertumbuhan penjualan retail di Australia untuk bulan September flat 0.0 persen, menyusul kejatuhan tajam di bulan Agustus. Padahal perkiraannya, Penjualan Ritel Australia akan naik 0.4 persen. 

Volume Penjualan Ritel kuartalan naik sebanyak 0.1 persen, sedikit di atas ekspektasi yang memperkirakan volume akan flat. Penjualan Ritel Australia sempat menunjukkan sinyal kehidupan di awal tahun ini. Sayangnya, pemulihan tersebut hanya berlangsung singkat akibat kemerosotan upah yang berdampak pada menyusutnya daya beli masyarakat.

Selain data Penjualan Ritel, ada pula data Risiko Konsumsi Swasta tak menunjukkan penambahan berarti untuk pertumbuhan ekonomi Australia secara keseluruhan di bulan September. Menurut Kepala Ekonom Capital Economic, Paul Dales, data tersebut merupakan refleksi bahwa upaya industri penjualan ritel untuk menarik konsumen rupanya gagal. Meski memberikan diskon dengan rata-rata 0.4 persen dalam rentang kuartalan, volume penjualan tetap saja tak banyak menunjukkan kenaikan. 

Dales menambahkan, kesimpulan lain yang bisa ditarik adalah, walaupun data ketenagakerjaan Australia akhir-akhir ini sangat bagus, tetapi tidak seimbang dengan tekanan dalam pendapatan masyarakat. Pertumbuhan upah masih rendah, tarif utilitas naik, utang tinggi, dan harga rumah pun stagnan.

Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona Ekonomi Australia, diantaranya :

  1. Cash Rate                            Selasa 07/11/2017 10:30 WIB
  2. RBA Rate Statement          Selasa 07/11/2017 10:30 WIB
  3. Home Loans                                    Kamis 09/11/2017 07:30 WIB
  4. RBA Monetary Policy Statement            Jumat 10/11/2017 07:30 WIB

Secara Teknikal, PELEMAHAN pasangan harga AUDUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BULLISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BULLISH pada level 0.7746, kemungkinan harga akan kembali ke level 0.7796 – 0.7845 – 0.7895. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BEARISH pada level 0.7616, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PELEMAHANnya ke area level 0.7566 – 0.7516 – 0.7466.

XAUUSD

FS88 JOURNAL XAU TEMPLATE 

WEEKLY OUTLOOK : NEGATIF

O : 1272.40   H : 1283.90   L : 1265.30    C : 1269.85

PERGERAKAN SEPEKAN 30/10 – 03/11 : NEGATIF

RANGE SEPEKAN : $18.6 atau 186 PIP

Secara Fundamental, Harga emas kembali turun pada sesi perdagangan sepekan kemarin tertekan oleh kenaikan dolar AS yang didukung oleh duo laporan ekonomi bullish yang mengangkat ekspektasi para investor terhadap pertumbuhan ekonomi AS. Indikator keyakinan konsumen dari Conference Board Inc. naik menjadi 125,9 di bulan Oktober dari 119,8 di bulan September, mengalahkan perkiraan para ekonom untuk pembacaan 121.

Sentimen konsumen merupakan indikator utama belanja konsumen, yang memainkan peran utama dalam keseluruhan aktivitas ekonomi AS dengan kontribusi dari belanja konsumen sebesar dua per tiganya.  

Chicago Purchasing Managers’ Index (Chicago PMI) melonjak menjadi 66,2, di atas pembacaan September 65,2, di atas ekspektasi sebesar 61. Sebagai salah satu indikator utama ekonomi AS, Chicago PMI membantu para ekonom untuk mengukur aktivitas bisnis dan pesanan baru.

Duo laporan tersebut muncul saat pertemuan dua hari Komite Pasar Terbuka Federal berlangsung pada dimulai hari Selasa pekan kemarin, dengan keputusan suku bunga akan diumumkan pada hari Rabu waktu setempat atau Kamis dini hari waktu Indonesia bagian barat dan tidak ada konferensi pers setelah pengumuman tersebut.

Sementara Presiden AS Donald Trump diperkirakan akan mengumumkan ketua Fed baru pada hari Kamis malam waktu Indonesia Barat, namun belum ada jadwal pasti sejauh ini.

Presiden Trump cenderung untuk menunjuk Gubernur Federal Reserve Jerome Powell, yang memiliki sikap serupa dengan Janet Yellen mengenai kebijakan moneter, untuk menjadi ketua Fed berikutnya, demikian laporan Reuters pada hari Senin, mengutip sebuah sumber yang tidak disebutkan namanya.

Secara Teknikal, PELEMAHAN pasangan harga XAUUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BULLISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BULLISH pada level 1279.90, kemungkinan harga akan kembali ke level 1289.35 – 1299.55 – 1309.00. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BEARISH pada level 1263.95, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PELEMAHANnya ke area level 1254.50 – 1244.30 – 1234.10. 

Sumber: ForexSignal88.ComForexFactory.ComCFTC, Investing.ComBloomberg.ComKitco.ComOilnGold.Com

DailyFx.ComReuters.ComCNN.ComMarketWatch.ComAssociated Press Sumber Gambar: iStock

Tags: #forexsignal88 #signalforex #sinyalforex #forexsignal #analisaforex #analisagold #belajarforex #seputarforex #sekilasforex #eurusd #gbpusd #audusd #xauusd #signalforexharian #signalforexakurat #analisaforex #analisatradingforex #analisaforexharian #analisagold #beritaforexindonesia #beritaforexharian #beritaterkiniforex #analisajituforex #toptrendingforex #signalforexgratis #signalforexindonesia #tipsforex #trikforex #strategiforex #teknikforex #analisateknikal

Share This

Jurnal Mingguan Lainnya

November 11, 2017

Sekilas Forex: Kemunduran Reformasi Pajak AS Membuat Bullish USD Tertahan

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 11/11/2017 – Pergerakan di bursa forex pada minggu lalu menegaskan betapa pentingnya reformasi pajak bagi rakyat AS, Kongres dan pasar keuangan. Jika dilakukan dengan benar maka itu akan menjadi prestasi terbesar Presiden AS…
November 04, 2017

Sekilas Forex: USD Semakin "Unstoppable" Dan Berpeluang Bullish Kembali

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 04/11/2017 – Pada pekan lalu (30 Oktober-3 November) kita melihat beberapa faktor fundamental besar yang menggerakan bursa forex dan emas. Secara umum, semua faktor tersebut didominasi oleh kebijakan moneter bank sentral utama dan…
October 28, 2017

Sekilas Forex: "The Mighty Dollar" Kembali Bullish - Bagaimana Nasib Gold dan Mata Uang Rival Lainnya?

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.Com | Jakarta, 28/10/2017 - Dolar AS semakin bullish sepanjang pekan lalu (23-37 Oktober), dengan Indeks Dolar AS berakhir naik 1,13% dibandingkan penutupan pekan sebelumnya. Ada beberapa faktor yang mendorong penguatan dolar AS di pekan lalu,…
October 21, 2017

Sekilas Forex: 3 Perkembangan Ekonomi dan Politik AS Yang Akan Menekan Rival USD

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.Com | Jakarta, 22/10/2017 - Greenback mengakhiri pekan lalu dengan posisi yang semakin tinggi setelah harapan terhadap reformasi pajak yang diusung administrasi Trump semakin cerah. Di saat yang sama Presiden Trump juga belum memastikan siapa…
October 14, 2017

Sekilas Forex: Ketidakpastian Kenaikan Tingkat Suku Bunga Menekan USD Untuk Koreksi

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.Com | Jakarta, 14/10/2017 - Setelah naik selama empat minggu berturut-turut, kekuatan bullish dolar AS mulai kehilangan kendali. Di pekan lalu (9-13 Oktober) greenback tertekan oleh semua mata uang utama, turun 0,73% terhadap euro, melemah 1,71%…