ForexSignal88.Com | Jakarta, 28/10/2017 Dolar AS semakin bullish sepanjang pekan lalu (23-37 Oktober), dengan Indeks Dolar AS berakhir naik 1,13% dibandingkan penutupan pekan sebelumnya.

Ada beberapa faktor yang mendorong penguatan dolar AS di pekan lalu, yang pertama adalah semakin cerahnya prospek reformasi pajak AS yang diusung Republik setelah House menyetujui cetak biru anggaran untuk tahun fiskal 2018 sehingga rintangan dari kubu Demokrat dapat ditepis dan peluang untuk diraihnya persetujuan Kongres semakin besar.

Faktor kedua adalah semakin mengerucutnya nominasi pengganti Janet Yellen sebagai ketua Federal Reserve berikutnya. Gubernur Fed Jerome Powell dan ekonom dari Universitas Stanford John Taylor kini bersaing ketat untuk posisi tertinggi di bank sentral AS.

Sejauh ini pasar menjagokan Taylor karena para senator Republikan pun lebih menyukainya dan pasar menilai Taylor adalah sosok yang akan mengendalikan The Fed dengan kebijakan-kebijakan yang lebih hawkish ketimbang Yellen dan ini dapat diterjemahkan sebagai sikap agresif pada kebijakan moneter alias suku bunga AS dapat meningkat lebih cepat dari perkiraan sebelumnya.

Faktor ketiga adalah data-data AS yang optimis di pekan lalu seperti indeks manajer pembelian (PMI) manufaktur dan jasa yang menanjak di atas perkiraan, data pesanan barang tahan lama atau barang modal (durable goods orders, sebuah proxy untuk mengukur rencana belanja perusahaan-perusahaan AS, yang juga meningkat di atas perkiraan.

Data perumahan juga membaik, demikian pula dengan data klaim pengangguran pada hari Kamis (26/10) yang masih dapat dikatakan bagus meskipun terjadi sedikit peningkatan dibandingkan periode sebelumnya. Selanjutnya pada hari Jumat (27/10) data PDB (Advance GDP) berada di 3%, lebih baik dari perkiraan 2,6% meskipun berada sedikit di bawah periode sebelumnya yaitu 3,1%.

Dovish ECB adalah Bullish Greenback

Namun dari semua itu, dapat dikatakan pendorong terbesar bagi dolar AS adalah sikap dovish bank sentral Eropa (ECB) pada hari Kamis (26/10). Mata uang AS meraih tenaga besar untuk terus bergerak ke utara setelah Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Mario Draghi mengindikasikan bahwa program pembelian obligasi bank sentral dapat diperpanjang melampaui bulan September 2018.

ECB mengumumkan niatnya untuk mengurangi stimulus moneter, mereduksi jumlah pembelian obligasi bulanan menjadi €30 miliar namun tetap memperpanjang program pembelian obligasi tersebut sembilan bulan ke depan sampai dengan, namun tidak dibatasi, September 2018.

Pengurangan jumlah pembelian obligasi tersebut sudah diperkirakan oleh mayoritas pelaku pasar namun bagaimanapun juga para investor terkejut dengan komentar dovish dari Presiden ECB Mario Draghi.

Ditambah lagi Draghi bersikeras bahwa program pembelian obligasi bank sentral "open-ended" (tidak ada batasan pasti kapan berakhirnya), memukul ekspektasi para investor bahwa permulaan dari pengetatan kuantitatif akan membuat bank sentral itu semakin dekat untuk mempertimbangkan tanggal akhir dari program pembelian obligasi yang masif.

Sebagai catatan tambahan, faktor lain yang mendukung greenback di pekan lalu adalah keputusan Bank of Canada (BoC) yang tidak mengubah tingkat suku bunganya, tetap di 1% dan menyatakan akan berhati-hati untuk kenaikan suku bunga selanjutnya.

FOMC Meeting, NFP dan Pengumuman Trump Menjadi Fokus Utama Pekan Ini

Perkembangan politik tampaknya tetap mendominasi berita utama di pekan ini (30 Oktober-3 November), namun ada juga banyak laporan ekonomi AS yang akan menjelaskan seberapa baik ekonomi AS kembali setelah bencana badai.

Data penghasilan pribadi, pengeluaran pribadi, Chicago PMI, indeks keyakinan konsumen, ISM manufaktur dan non-manufaktur dijadwalkan untuk rilis bersamaan dengan daftar gaji non-pemerintah (ADP) dan pengumuman kebijakan moneter Federal Reserve pada bulan November.

Seperti yang telah kita lihat, ada perbaikan signifikan di ekonomi AS sejak pertemuan The Fed (FOMC) bulan September dengan pernyataan kebijakan moneter yang harusnya cukup hawkish untuk memperkuat pandangan The Fed bahwa kenaikan suku bunga lain di tahun ini tetap sesuai rencana.

Ketika para pembuat kebijakan yang duduk di FOMC terakhir bertemu, perkiraan dot-plot memperlihatkan 11 pejabat The Fed memproyeksikan kenaikan satu suku bunga lagi di tahun 2017. Tidak ada konferensi pers di akhir pertemuan FOMC kali ini.

Sedangkan untuk laporan pasar tenaga kerja pada hari Jumat (3/11), ada perkiraan pasar yang tampaknya sulit untuk dipercaya. Nonfarm Payrolls (NFP) diperkirakan akan meningkat sebesar 310.000 setelah turun -33.000 pada bulan sebelumnya. Jika pertumbuhan pekerjaan itu benar-benar memenuhi ekspektasi maka akan menjadi bulan terbaik untuk pertumbuhan pembayaran gaji sejak Mei 2015.

Yang terakhir adalah pengumuman dari Presiden AS Donald Trump mengenai siapa yang ia pilih untuk menjadi ketua The Fed berikutnya setelah masa jabatan Yellen berakhir pada Februari 2018. Namun sejauh ini tidak ada kepastian waktu kapan Trump akan mengumumkannya. Sejauh ini diperkirakan ia akan melakukannya sebelum memulai lawatan ke Asia pada 3 November.

 

EURUSD

FS88 JOURNAL EUR TEMPLATE

WEEKLY OUTLOOK :  NEGATIF 

O : 1.1765     H : 1.1837      L : 1.1574      C : 1.1598

PERGERAKAN SEPEKAN 23/10 – 27/10 : NEGATIF

RANGE SEPEKAN : 263 PIP

Secara Fundamental, Mata uang AS meraih tenaga besar untuk terus bergerak ke utara setelah Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Mario Draghi mengindikasikan bahwa program pembelian obligasi bank sentral dapat diperpanjang melampaui bulan September 2018.

Indeks Dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap sekumpulan enam mata uang utama, naik 0,89% menjadi 94,36, mencapai level tertinggi lebih dari tiga bulan. ECB mengumumkan niatnya untuk mengurangi stimulus moneter, mereduksi jumlah pembelian obligasi bulanan menjadi €30 miliar namun tetap memperpanjang program pembelian obligasi tersebut untuk periode sembilan bulan sampai dengan September 2018.

Pengurangan jumlah pembelian obligasi tersebut sudah diperkirakan oleh mayoritas pelaku pasar namun bagaimanapun juga para investor terkejut dengan komentar agak dovish dari Presiden ECB Mario Draghi.

Draghi bersikeras bahwa program pembelian obligasi bank sentral "open-ended" (tidak ada batasan pasti kapan berakhirnya), memukul ekspektasi para investor bahwa permulaan dari pengetatan kuantitatif akan membuat bank sentral itu semakin dekat untuk mempertimbangkan tanggal akhir dari program pembelian obligasi yang masif.

"Keputusan hari ini adalah untuk sebuah program open-ended ... ini tidak akan berhenti tiba-tiba. Sebagian besar Dewan Kebijakan mengekspresikan preferensi untuk mempertahankannya open-ended," kata Draghi pada konferensi pers di akhir pertemuan kebijakan bank sentral tersebut.

Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona Ekonomi Uni Eropa, diantaranya :

  1. German Retail Sales          Senin 30/10/2017 Tentative
  2. German Prelim CPI                                    Senin 30/10/2017 Tentative
  3. CPI Flash Estimate                         Selasa 31/10/2017 17:00 WIB
  4. Core CPI Flash Estimate               Selasa 31/10/2017 17:00 WIB
  5. EU Economic Forecasts    Selasa 31/10/2017 17:00 WIB
  6. Prelim Flash GDP                           Selasa 31/10/2017 17:00 WIB

 

Secara Teknikal, PELEMAHAN pasangan harga EURUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BULLISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BULLISH pada level 1.1707, kemungkinan harga akan kembali ke level 1.1759 – 1.1813 – 1.1863. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BEARISH pada level 1.1568, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PELEMAHANnya ke area level 1.1519 – 1.1471 – 1.1421.

 

GBPUSD

 

FS88 JOURNAL GBP TEMPLATE 

WEEKLY OUTLOOK : NEGATIF

O : 1.3186     H : 1.3279      L : 1.3070      C : 1.3125

PERGERAKAN SEPEKAN 23/10 – 27/10 : NEGATIF

RANGE SEPEKAN : 209 PIP

Secara Fundamental, Para pemimpin bisnis yang mewakili jutaan pekerja memperingatkan bahwa pemerintah UK harus segera bertindak untuk menjamin kesepakatan transisi Brexit atau mengambil risiko kehilangan pekerjaan dan investasi di negara tersebut. Dalam draf surat yang dikirim ke Menteri Brexit David Davis, lima organisasi bisnis terkemuka UK mengatakan kesepakatan untuk memberikan transisi status quo diperlukan sesegera mungkin, karena para perusahaan bersiap untuk membuat keputusan investasi mereka pada awal 2018.

Perdana Menteri Theresa May telah berjanji untuk mempertahankan akses penuh ke pasar tunggal Uni Eropa selama dua tahun setelah Brexit untuk membatasi gangguan terhadap perusahaan-perusahaan saat mereka meninggalkan Uni Eropa, namun kedua belah pihak belum membahas rinciannya.

"Perjanjian (dalam masa transisi) dibutuhkan sesegera mungkin, karena perusahaan bersiap membuat keputusan serius pada awal tahun 2018, yang akan memiliki konsekuensi untuk pekerjaan dan investasi di UK," kata surat tersebut, menurut seseorang yang mengetahui situasi tersebut.

"Dan rincian masalah pengaturan transisi: hubungan ekonomi yang dimiliki UK dan UE selama periode terbatas waktu ini harus sesuai sedekat mungkin dengan status quo," kata surat tersebut. Surat tersebut akan dikirim dari lima kelompok bisnis terkemuka UK yaitu CBI, Kamar Dagang UK (BritChamb), Institut Direksi, Federasi Bisnis Kecil dan kelompok manufaktur, EEF.

Sky News melaporkan bahwa kelima kelompok tersebut semakin khawatir bahwa UK bisa meninggalkan Uni Eropa tanpa kesepakatan apapun (no deal Brexit). Perdana Menteri May memenangkan sebuah penangguhan hukuman pada hari Jumat ketika para pemimpin Uni Eropa memberi isyarat bahwa mereka siap untuk menggeser waktu perundingan selanjutnya dalam beberapa bulan mendatang.

Seorang juru bicara dari Departemen Brexit mengatakan Perdana Menteri telah menjelaskan bahwa masa pelaksanaan akan membantu meminimalkan gangguan. "Kami membuat kemajuan nyata di sejumlah bidang vital dalam negosiasi," kata departemen tersebut dalam sebuah pernyataan.

Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona Ekonomi Inggris, diantaranya :

  1. Net Lending to Individuals             Senin 30/10/2017 16:30 WIB
  2. Manufacturing PMI               Rabu 01/11/2017 16:30 WIB
  3. Construction PMI                 Kamis 02/11/2017 16:30 WIB
  4. BOE Inflation Report                       Kamis 02/10/2017 19:00 WIB
  5. MPC Official Bank Rate Votes     Kamis 02/10/2017 19:00 WIB
  6. Official Bank Rate                          Kamis 02/10/2017 19:00 WIB
  7. BOE Gov Carney Speaks               Kamis 02/10/2017 19:30 WIB
  8. Services PMI                                     Jumat 03/10/2017 16:30 WIB

 

Secara Teknikal, PELEMAHAN pasangan harga GBPUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BULLISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BULLISH pada level 1.3220, kemungkinan harga akan kembali ke level 1.3282 – 1.3343 – 1.3399. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BEARISH pada level 1.3062, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PELEMAHANnya ke area level 1.3001 – 1.2942 – 1.2881.

 

AUDUSD

FS88 JOURNAL AUD TEMPLATE 

WEEKLY OUTLOOK :  NEGATIF

O : 0.7819     H : 0.7832      L : 0.7623      C : 0.7670

PERGERAKAN SEPEKAN 23/10 – 27/10 : NEGATIF

RANGE SEPEKAN : 209 PIP

Secara Fundamental, Indeks harga konsumen (consumer price index/CPI) yang dirilis pada hari Rabu 25/10, menunjukkan inflasi naik 1,8 persen dalam satu tahun hingga 30 September dan 0,6 persen untuk kuartal September. ABS mengatakan bahwa tarif listrik mengalami kenaikan paling signifikan di kuartal ini, naik 8,9 persen, diikuti oleh ongkos perjalanan liburan internasional yang naik 4,1 persen, tembakau juga naik 4,1 persen dan harga tempat tinggal baru yang naik sebesar 0,8 persen.

Inflasi yang mendasari (underlying inflation), yang tidak menghitung pergerakan harga barang yang volatile, adalah 1,8 persen selama satu tahun terakhir, setelah kenaikan kuartalan sebesar 0,4 persen. Alasan terbesar untuk angka inflasi yang lebih lemah tersebut adalah penurunan harga makanan dan minuman non-alkohol yang turun 0,9 persen pada kuartal tersebut. Faktor pendorong angka inflasi tersebut adalah penurunan harga sayuran yang dramatis, turun 10,9 persen, sebagai akibat dari apa yang menurut ABS sebagai sebuah kondisi pertumbuhan yang menguntungkan dan akhirnya meningkatkan pasokan sayuran. Kepala ekonom CommSec Craig James mengatakan, "Jin inflasi tetap terjebak dalam botolnya."

"Meskipun telah terjadi banyak keluhan tentang harga listrik yang lebih tinggi, belum ada fokus yang sama pada penurunan harga pangan yang mencatatkan penurunan harga tahunan terbesar dalam lima tahun," jelas James.Ekonom JPMorgan Henry St. John mengatakan Reserve Bank of Australia (RBA) tidak mungkin untuk menaikkan suku bunga karena inflasi tetap lunak. "Yang mengejutkan adalah harga sayuran dimana penurunannya sedikit lebih banyak dari yang kami perkirakan," katanya. "Dalam hal inflasi inti, kompresi margin ritel yang mendorong inflasi lebih rendah tidak berkurang. Anda juga memiliki mata uang (dolar Australia) yang kuat, yang secara tradisional merupakan headwind untuk harga konsumen," jelas St. John.

Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona Ekonomi Australia, diantaranya :

  1. RBA Annual Report             Selasa 31/10/2017 Tentative
  2. Trade Balance                     Kamis 02/11/2017 07:30 WIB
  3. Building Approvals              Kamis 02/11/2017 07:30 WIB
  4. Retail Sales                          Jumat 03/11/2017 07:30 WIB

Secara Teknikal, PELEMAHAN pasangan harga AUDUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BULLISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BULLISH pada level 0.7746, kemungkinan harga akan kembali ke level 0.7796 – 0.7945 – 0.7895. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BEARISH pada level 0.7616, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PELEMAHANnya ke area level 0.7566 – 0.7516 – 0.7466.

 

XAUUSD

FS88 JOURNAL XAU TEMPLATE 

WEEKLY OUTLOOK : NEGATIF

O : 1277.55   H : 1283.45   L : 1263.55    C : 1272.65

PERGERAKAN SEPEKAN 23/10 – 27/10 : NEGATIF

RANGE SEPEKAN : $19.9 atau 199 PIP

Secara Fundamental, Harga emas turun pada sepekan kemarin karena para pedagang kembali melepas safe haven emas di tengah sentimen risiko yang sedang berlangsung sementara kenaikan pada dolar AS menambah momentum penurunan pada logam mulia. Harga emas berada di bawah tekanan karena dolar AS bergerak lebih tinggi terdorong oleh tanda-tanda kemajuan menuju reformasi pajak yang pro-pertumbuhan dan data-data bullish menunjukkan pertumbuhan manufaktur dan layanan.

Republikan di House berencana untuk mengumumkan rancangan undang-undang pajak mereka pada 1 November, demikian yang dilansir CNBC dengan mengutip sumber dari Capitol Hill, mendorong harapan para investor bahwa reformasi pajak Trump akan segera terwujud. Berita tentang kemajuan reformasi pajak tersebut muncul beberapa jam setelah ekspektasi para investor terhadap pertumbuhan ekonomi kuartalan yang solid mendapat dorongan dari data-data yang menunjukkan aktivitas manufaktur dan layanan AS melampaui perkiraan para ekonom.

Indeks Manajer Pembelian (PMI) Manufaktur dari Markit naik menjadi 54,5 di bulan Oktober, dari 53,1 pada bulan September, mengalahkan perkiraan ekonom untuk pembacaan 53,5. Sementara itu, pertumbuhan layanan tetap stabil di tengah peningkatan dalam perekrutan staf dan optimisme bisnis selama bulan Oktober. Indeks Aktivitas Bisnis Layanan AS meningkat menjadi 55,9, melampaui ekspektasi untuk pembacaan 55,6.

Harga emas telah terkonsolidasi dalam sepekan perdagangan ini karena para pedagang menimbang prospek penurunan lebih lanjut di tengah ketidakpastian mengenai tingkat suku bunga dan pemotongan pajak di masa depan. "Emas telah bergejolak tahun ini dan prospeknya tetap ‘sejernih’  lumpur," kata Tyler Richey, co-editor dari Sevens Report. "Masih banyak yang tidak diketahui, seperti ketua Fed berikutnya akan menjadi dovish atau hawkish, dan akankah pemotongan pajak benar-benar rampung," jelas Richey.

Secara Teknikal, PELEMAHAN pasangan harga XAUUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BULLISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BULLISH pada level 1279.90, kemungkinan harga akan kembali ke level 1289.35 – 1299.55 – 1309.00. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BEARISH pada level 1263.95, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PELEMAHANnya ke area level 1254.50 – 1244.30 – 1234.10.

 

 

Sumber: ForexSignal88.ComForexFactory.ComCFTC, Investing.ComBloomberg.ComKitco.ComOilnGold.Com

DailyFx.ComReuters.ComCNN.ComMarketWatch.ComAssociated Press Sumber Gambar: The Economist

Tags: #forexsignal88 #signalforex #sinyalforex #forexsignal #analisaforex #analisagold #belajarforex #seputarforex #sekilasforex #eurusd #gbpusd #audusd #xauusd #signalforexharian #signalforexakurat #analisaforex #analisatradingforex #analisaforexharian #analisagold #beritaforexindonesia #beritaforexharian #beritaterkiniforex #analisajituforex #toptrendingforex #signalforexgratis #signalforexindonesia #tipsforex #trikforex #strategiforex #teknikforex #analisateknikal

Share This

Jurnal Mingguan Lainnya

August 18, 2018

Sekilas Forex: USD Koreksi. Namun Belum Terlihat Tanda-Tanda Reversal

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 18/08/2018 - Aroma perlawanan dari beberapa rival dolar AS mulai tercium pada perdagangan forex di pekan lalu (13-17 Agustus). Mengawali perdagangan pekan lalu, dolar AS masih didorong oleh momentum bullish yang terjadi di pekan…
August 11, 2018

Sekilas Forex: Euro Terus Tertekan, USD Semakin Melambung

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 12/08/2018 - Dominasi dolar AS belum tergoyahkan, bahkan hingga pekan lalu (6-10 Agustus) berakhir, mata uang AS semakin kuat terhadap rival-rival utamanya, terbantu oleh ambruknya lira, mata uang Turki. Laju penguatan dolar AS…
August 05, 2018

Sekilas Forex: Suku Bunga AS Tidak Naik, Namun USD Tetap Kuat

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 06/08/2018 - Sejak awal bulan Agustus dolar AS kembali menunjukkan tajinya, menekan hampir seluruh rivalnya, terdorong oleh dua faktor fundamental utama yaitu suku bunga dan sengketa perdagangan antara dua kekuatan ekonomi…
July 29, 2018

Sekilas Forex: USD Yang Bandel, Masih Tetap Bullish

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 29/07/2018 - Pergerakan mata uang sepanjang pekan lalu (23-27 Juli) dapat dikatakan sebagai kelanjutan dari konsolidasi jangka pendek. Dolar AS mengawali pekan lalu dengan kondisi di bawah tekanan setelah pada pekan sebelumnya…
July 21, 2018

Sekilas Forex: Trump Menyuarakan Kuatnya USD Tidak Menguntungkan AS

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 21/07/2018 - Dua tokoh papan AS seakan berperang di pekan lalu (16-0 Juli) sehingga menimbulkan fluktuasi besar di perdagangan mata uang dan emas. Para pelaku pasar pun terus menikmati pasang surut tersebut yang dari sisi teknikal…