ForexSignal88.Com | Jakarta, 07/10/2017 Dolar AS mengawali perdagangan pekan lalu (2-7 Oktober), sekaligus juga menjadi awal Oktober dan kuartal keempat, dengan nada positif, terdorong oleh kombinasi prospek cerah kenaikan suku bunga ketiga Federal Reserve di tahun ini dan reformasi pajak AS, meskipun faktor yang kedua masih harus menempuh perjalanan berat di Kongres AS di mana ada sejumlah anggota parlemen negara tersebut yang tidak menyetujui rencana pajak Presiden Donald Trump ditambah lagi dengan perlawanan dari kubu Demokrat.

Sejumlah data-data ekonomi di pekan lalu terus mendukung pandangan bahwa ekonomi terbesar di dunia tersebut terus membaik dan pada gilirannya mendukung pandangan bullish sebagian besar pelaku pasar terhadap satu kenaikan suku bunga di bulan Desember dan tiga kenaikan lagi di tahun depan yang akan dilakukan oleh The Fed.

Pandangan dan ekspektasi para pelaku pasar tersebut semakin berkembang setelah di pekan sebelumnya Ketua The Fed Janet Yellen mengatakan bahwa tidak bijaksana jika terus menjaga tingkat suku bunga di level rendah.

Kisruh politik di Eropa, terutama di Spanyol, juga menjadi dorongan tersendiri bagi dolar AS saat itu. Integritas dan stabilitas Uni Eropa memang dapat terancam apabila keinginan Catalunya untuk berpisah dari Spanyol bermuara pada aksi kekerasan. Sebelumnya euro sudah terbebani oleh hasil pemilu Jerman yang gagal diamankan oleh Merkel sehingga memaksanya untuk membentuk sebuah koalisi baru juga kekhawatiran European Central Bank (ECB) terhadap penguatan euro belakangan ini.

Namun penguatan dolar AS sempat terinterupsi oleh spekulasi pasar mengenai kandidat kuat pengganti Yellen yang masa jabatannya di The Fed akan berakhir pada Februari 2018, menyusul sebuah laporan bahwa Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin memilih Gubernur Fed Jerome Powell ketimbang mantan Gubernur Fed Kevin Warsh untuk memimpin bank sentral tersebut.

Pada pekan sebelumnya, administrasi Trump telah mewawancarai Warsh dan Powell sebagai bagian dari seleksi untuk menjadi pengganti Yellen. Powell dipandang lebih dovish dari pada Warsh, yang telah kritis terhadap program stimulus The Fed di masa lalu.

Pada Kamis (5/10) dolar AS kembali mendapat dorongan naik setelah data klaim pengangguran AS berkurang di bawah perkiraan pasar dan defisit perdagangan internasional AS pun menyempit. Data-data tersebut bersama dengan data-data di hari sebelumnya yaitu ADP Payroll dan ISM Non-Manufacturing, yang juga mengalahkan ekspektasi pasar, semakin memperkuat optimisme pasar untuk kenaikan suku bunga The Fed.

Ditambah lagi rival dolar AS lainnya yaitu pound sterling, dolar Australia dan dolar Selandia Baru juga tertarik gravitasi dari faktor ekonomi dan politik dalam negeri masing-masing. Sterling semakin merana karena ketidakpastian masa depan kepemimpinan Perdana Menteri Theresa May semakin mencuat setelah perlawanan terhadapnya semakin besar.

NFP memburuk, greenback tetap membaik

Selanjutnya pada Jum’at (6/10) data nonfarm payrolls (NFP) AS periode September dirilis, hasilnya sangat mengejutkan dengan tercatatnya kondisi negatif 33.000 dari 169.000 pekerjaan yang tercipta di bulan Agustus, sementara perkiraan pasar ada penambahan 80.000 pekerjaan di bulan lalu.

Namun dolar AS tetap perkasa saat itu, karena pasar melihat kondisi negatif tersebut timbul akibat distorsi yang ditimbulkan oleh terjangan Badai Harvey dan Irma yang diyakini sifatnya temporer. Pendorong penguatan dolar AS adalah tumbuhnya upah per jam dari 2,7% menjadi 2,9%, memukul telak prediksi para ekonom untuk penurunan 2,6%. Pertumbuhan upah tersebut yang bagaikan satu bagian puzzle dolar AS yang selama ini ditunggu pejabat The Fed dan para pelaku pasar, pada gilirannya dapat mendorong inflasi menuju target 2% The Fed.

Meskipun demikian, dolar AS akhirnya turun di akhir sesi Jum’at yang kemungkinan besar terjadi karena aksi profit-taking. Namun pada basis mingguan, Dixie atau Indeks Dolar AS ditutup positif 0,8% di 93,79 dan mencatatkan kenaikan mingguan selama empat kali secara berurutan.

Faktor ekonomi dan politik penggerak pasar di pekan depan

Jadi, terkait dinamika forex dan emas di pekan lalu, pada pekan ini FOMC Meeting Minutes yang akan dirilis pada Kamis (12/10) dini hari waktu Indonesia akan menjadi sorotan utama pasar selain data inflasi dan penjualan eceran AS juga data-data reguler dari negara-negara lainnya. Komentar dari berbagai pejabat bank sentral utama juga akan memberi petunjuk mengenai potensi jalur kebijakan bank-bank sentral utama terutama The Fed, ECB dan Bank of Japan (BoJ).

Politik domestik beberapa negara dan geopolitik jelas tak lepas dari perhatian pasar, yaitu rencana deklarasi kemerdekaan Catalunya, proses pembentukan koalisi pemerintahan Jerman dan Selandia Baru, nasib PM May dan Brexit, detik-detik menuju pemilu Jepang serta potensi uji coba rudal Korea Utara lainnya yang diperkirakan terjadi pada Selasa (10/10) bersamaan dengan hari peringatan pendirian Korean Workers Party yang kini berkuasa di negara tersebut. 

EURUSD

FS88 JOURNAL EUR TEMPLATE 

WEEKLY OUTLOOK :  NEGATIF 

O : 1.1791     H : 1.1815      L : 1.1669      C : 1.1733

PERGERAKAN SEPEKAN 02/10 – 06/10 : NEGATIF

RANGE SEPEKAN : 146 PIP

Secara Fundamental, Menurut risalah atau notulen rapat kebijakan European Central Bank (ECB) pada bulan September yang dirilis pada hari Kamis pekan kemarin, para pejabat ECB telah membahas bagaimana mengurangi program pembelian obligasi yang masif. Para investor menunggu rincian bagaimana ECB berencana untuk menghapus program pembelian obligasi senilai €60 miliar per bulan, yang dikenal sebagai pelonggaran kuantitatif (quantitative easing/QE), yang akan dimulai setidaknya pada Desember.

Presiden ECB Mario Draghi mengatakan bank tersebut mungkin akan mengumumkan rencananya untuk QE pada 26 Oktober. Risalah dari pertemuan bank tersebut yang digelar pada 6-7 September silam menunjukkan para pembuat kebijakan ingin melanjutkan dengan cara yang sangat bertahap dan hati-hati mengenai pengurangan stimulus moneter mereka. Para pejabat ECB menyatakan kekhawatiran bahwa inflasi di 19 negara yang menggunakan mata uang euro itu tetap terlalu lemah, meskipun baru-baru ini terlihat rebound harga.

Risalah tersebut juga memaparkan bahwa para pembuat kebijakan membahas manfaat memperluas QE untuk jangka waktu yang lebih lama dengan pengurangan yang lebih besar dalam kecepatan, versus melanjutkan program untuk periode yang lebih pendek dengan volume pembelian bulanan yang lebih besar.

Namun, pada pertemuan bulan lalu setidaknya ada satu pejabat ECB yang berpendapat bahwa kondisi semakin membuka peluang untuk terjadinya pengurangan QE. Selain itu risalah tersebut juga menyebutkan ada satu pejabat lain berpendapat bahwa stimulus ECB akan tetap memiliki kekuatan bagi kedua skenario dan bahwa biaya dan manfaat perpanjangan QE harus diperhitungkan.

Meninjau kembali kekhawatiran mereka baru-baru ini tentang penguatan cepat euro terhadap dolar AS, para pembuat kebijakan ECB menyatakan kekhawatiran mereka tentang pergerakan mata uang yang cepat dengan beberapa pejabat mengatakan bahwa dampak pergerakan pasar pada inflasi mungkin telah diremehkan, menciptakan risiko penurunan untuk beberapa proyeksi.

Peter Praet, anggota dewan dan kepala ekonom ECB, meminta “pemantauan ketat” nilai tukar mata uang, sebuah frase yang lebih kuat daripada yang akhirnya diterima, dengan para pembuat kebijakan lainnya setuju untuk menghilangkan kata "ketat". Euro naik hampir 12 persen terhadap dolar AS tahun ini. Para staf ECB menghubungkan sepertiga dari pergerakan naik euro dengan faktor kebijakan moneter, dan sisanya karena faktor permintaan dan pertumbuhan yang kuat dan berkurangnya risiko politik. Euro yang lebih kuat mengurangi imported inflation dan memperlambat pertumbuhan ekonomi dengan cara membuat ekspor lebih mahal, sebuah kekhawatiran bagi ECB karena sedang berusaha untuk mendorong ekspansi ekonomi.

Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona Ekonomi Uni Eropa, diantaranya :

  1. German Industrial Production     Senin 09/10/2017 13:00 WIB
  2. German Trade Balance             Selasa 10/10/2017 13:00 WIB
  3. Euro-Zone Industrial Production Kamis 12/10/2017 16:00 WIB
  4. German Consumer Price Index Jumat 13/10/2017 13:00 WIB

 

Secara Teknikal, PELEMAHAN pasangan harga EURUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BULLISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BULLISH pada level 1.1794, kemungkinan harga akan kembali ke level 1.1852 – 1.1902 – 1.1953. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BEARISH pada level 1.1657, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PELEMAHANnya ke area level 1.1607 – 1.1553 – 1.1499.

GBPUSD

FS88 JOURNAL GBP TEMPLATE 

WEEKLY OUTLOOK : NEGATIF

O : 1.3371     H : 1.3403      L : 1.3027      C : 1.3065

PERGERAKAN SEPEKAN 02/10 – 06/10 : NEGATIF

RANGE SEPEKAN : 376 PIP

Secara Fundamental, Industri Konstruksi mengalami perlambatan untuk pertama kalinya sejak Agustus 2016 sebagai efek samping dari keputusan Inggris untuk meninggalkan Uni Eropa. Indeks PMI Konstruksi Inggris bulan September terperosok ke level 48.1, jauh di bawah ekspektasi 51.0 maupun perolehan bulan Agustus pada 51.1. Padahal, dalam pembacaan Purchasing Managers' Index, ambang 50 merupakan pemisah penting antara kondisi bisnis yang ekspansif (bertumbuh) dan kontraksi (melambat).

Menurut Tim Moore, Ekonom Senior di IHS Markit yang menyusun laporan ini, "Penurunan pekerjaan baru untuk menggantikan proyek-proyek yang telah selesai, mulai membebani sektor konstruksi Inggris. Selain celah kecil yang berhubungan dengan tertundanya anggaran akibat referendum keluarnya Inggris dari Uni Eropa, perusahaan-perusahaan konstruksi kini mengalami periode penurunan pekerjaan terpanjang sejak awal 2013. Keyakinan konsumen yang rapuh dan berkurangnya peluang tender membuat ekspektasi pertumbuhan di sektor konstruksi Inggris berada di antara yang terendah dalam empat setengah tahun."

Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona Ekonomi Inggris, diantaranya :

  1. Industrial Production                     Selasa 10/10/2017 15:30 WIB
  2. Manufacturing Production             Selasa 10/10/2017 15:30 WIB
  3. Construction Output SA             Selasa 10/10/2017 15:30 WIB
  4. Visible Trade Balance (Pounds)             Selasa 10/10/2017 15:30 WIB
  5. Trade Balance Non EU (Pounds)            Selasa 10/10/2017 15:30 WIB
  6. Total Trade Balance (Pounds)                Selasa 10/10/2017 15:30 WIB
  7. NIESR GDP Estimate                                  Selasa 10/10/2017 19:00 WIB
  8. RICS House Price Balance                       Kamis 12/10/2017 06:01 WIB

 

Secara Teknikal, PELEMAHAN pasangan harga GBPUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BULLISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BULLISH pada level 1.3127, kemungkinan harga akan kembali ke level 1.3183 – 1.3236 – 1.3287. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BEARISH pada level 1.3020, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PELEMAHANnya ke area level 1.2964 – 1.2907 – 1.2854.

AUDUSD

FS88 JOURNAL AUD TEMPLATE 

WEEKLY OUTLOOK :  NEGATIF

O : 0.7832     H : 0.7873      L : 0.7731      C : 0.7765

PERGERAKAN SEPEKAN 02/10 – 06/10 : NEGATIF

RANGE SEPEKAN : 174 PIP

Secara Fundamental, Dalam rapat kebijakan moneternya yang digelar hari Selasa 03/10, bank sentral Australia (Reserve Bank of Australia/RBA) memutuskan untuk tidak merubah suku bunganya. Official Cash Rate (OCR) tetap berada pada level 1.5% yang mana hal ini sesuai dengan ekspektasi pasar. Dalam kesempatan yang sama, RBA juga mensinyalkan akan tetap mempertahankan level suku bunga rendah hingga waktu yang belum ditentukan, serta memperingatkan akan bahaya apresiasi Dolar Australia.

Pernyataan RBA menyebutkan, "Tingkat bunga rendah terus mendukung perekonomian Australia. Dengan memperhitungkan semua informasi yang tersedia, Dewan menilai bahwa mempertahankan posisi kebijakan moneter tak berubah dalam pertemuan ini akan konsisten dengan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan pencapaian target inflasi dari waktu ke waktu."

Sedangkan mengenai nilai tukar Dolar Australia saat ini, RBA menyatakan, "Dolar Australia telah terapresiasi sejak pertengahan tahun, sebagian karena merefleksikan Dolar AS yang lebih lemah. Nilai tukar yang lebih tinggi diekspektasikan akan terus berkontribusi pada rendahnya tekanan harga (inflasi) dalam ekonomi Australia. Ini juga membebani outlook output (industri) dan ketenagakerjaan. Nilai tukar mata uang yang terapresiasi, diekspektasikan akan mengakibatkan aktivitas ekonomi dan inflasi melambat dibanding forecast saat ini."

Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona Ekonomi Australia, diantaranya :

  1. NAB Business Confidence                       Selasa 10/10/2017 07:30 WIB
  2. Westpac Consumer Sentiment              Rabu 11/10/2017 06:30 WIB
  3. RBA Financial Stability Review                Jumat 13/10/2017 07:30 WIB

Secara Teknikal, PELEMAHAN pasangan harga AUDUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BULLISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BULLISH pada level 0.7801, kemungkinan harga akan kembali ke level 0.7841 – 0.7879 – 0.7919. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BEARISH pada level 0.7723, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PELEMAHANnya ke area level 0.7687 – 0.7647 – 0.7609.

XAUUSD

 FS88 JOURNAL XAU TEMPLATE

WEEKLY OUTLOOK : NEGATIF

O : 1277.90   H : 1282.05   L : 1260.45    C : 1274.45

PERGERAKAN SEPEKAN 02/10 – 06/10 : NEGATIF

RANGE SEPEKAN : $21.60 atau 216 PIP

Secara Fundamental, Keengganan pasar emas untuk membaik kembali tertekan dalam pergerakan karena potensi kenaikan suku bunga the Fed di minggu meningkat tajam, dari pasca Fed meeting sekitar 60%, meningkat menjadi 72% setelah Yellen berbicara, dan awal pekan kemarin meningkat kembali sekitar 80% setelah pejabat-pejabat the Fed seperti Ester George, Eric Rosengreen dan Stanley Fischer sama-sama mengamini pernyataan Yellen sebelumnya.

Pernyataan Janet Yellen membuat pasar gundah gulana karena tidak bijak jika the Fed menahan suku bunganya di level yang rendah. Secara otomatis bagi emas jika mendengar kata kenaikan suku bunga the Fed maka reaksi emas langsung negatif alias melemah. Dan nampaknya episode ini masih berlanjut melihat dari dukungan investor yang masih tetap ingin mengoleksi dolar AS pasca referendum Catalunya akhir pekan, membuat situasi politik di Eropa tidak kondusif sejenak.

Sinyalemen ucapan Yellen dikombinasikan dengan referendum Catalunya ditambah lagi membaiknya data ISM manufaktur AS serta jelang pembahasan tax reform alias reformasi pajak, merupakan gabungan yang masih memberikan gambaran emas harus tertekan. Selain itu pelemahan emas terjadi dikala sebagian kawasan di Selatan AS terdampak badai Harvey dan badai Irma di awal September lalu. Namun investor percaya bahwa kondisi badai tersebut hanya sesaat saja, sehingga jejak-jejak kenaikan suku bunga the Fed memang sulit dihapuskan di waktu sekarang ini, kecuali tiba-tiba ada gejolak di Korea kembali.

Secara Teknikal, PELEMAHAN pasangan harga XAUUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BULLISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BULLISH pada level 1301.25, kemungkinan harga akan kembali ke level 1311.60 – 1321.25 – 1330.50. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BEARISH pada level 1276.45, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PELEMAHANnya ke area level 1266.10 – 1255.35 – 1243.50.

 

Sumber: ForexSignal88.ComForexFactory.ComCFTC, Investing.ComBloomberg.ComKitco.ComOilnGold.Com

DailyFx.ComReuters.ComCNN.ComMarketWatch.ComAssociated Press Sumber Gambar: Flip2Freedom.Com

Tags: #forexsignal88 #signalforex #sinyalforex #forexsignal #analisaforex #analisagold #belajarforex #seputarforex #sekilasforex #eurusd #gbpusd #audusd #xauusd #signalforexharian #signalforexakurat #analisaforex #analisatradingforex #analisaforexharian #analisagold #beritaforexindonesia #beritaforexharian #beritaterkiniforex #analisajituforex #toptrendingforex #signalforexgratis #signalforexindonesia #tipsforex #trikforex #strategiforex #teknikforex #analisateknikal

Share This

Jurnal Mingguan Lainnya

November 11, 2017

Sekilas Forex: Kemunduran Reformasi Pajak AS Membuat Bullish USD Tertahan

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 11/11/2017 – Pergerakan di bursa forex pada minggu lalu menegaskan betapa pentingnya reformasi pajak bagi rakyat AS, Kongres dan pasar keuangan. Jika dilakukan dengan benar maka itu akan menjadi prestasi terbesar Presiden AS…
November 04, 2017

Sekilas Forex: USD Semakin "Unstoppable" Dan Berpeluang Bullish Kembali

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 04/11/2017 – Pada pekan lalu (30 Oktober-3 November) kita melihat beberapa faktor fundamental besar yang menggerakan bursa forex dan emas. Secara umum, semua faktor tersebut didominasi oleh kebijakan moneter bank sentral utama dan…
October 28, 2017

Sekilas Forex: "The Mighty Dollar" Kembali Bullish - Bagaimana Nasib Gold dan Mata Uang Rival Lainnya?

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.Com | Jakarta, 28/10/2017 - Dolar AS semakin bullish sepanjang pekan lalu (23-37 Oktober), dengan Indeks Dolar AS berakhir naik 1,13% dibandingkan penutupan pekan sebelumnya. Ada beberapa faktor yang mendorong penguatan dolar AS di pekan lalu,…
October 21, 2017

Sekilas Forex: 3 Perkembangan Ekonomi dan Politik AS Yang Akan Menekan Rival USD

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.Com | Jakarta, 22/10/2017 - Greenback mengakhiri pekan lalu dengan posisi yang semakin tinggi setelah harapan terhadap reformasi pajak yang diusung administrasi Trump semakin cerah. Di saat yang sama Presiden Trump juga belum memastikan siapa…
October 14, 2017

Sekilas Forex: Ketidakpastian Kenaikan Tingkat Suku Bunga Menekan USD Untuk Koreksi

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.Com | Jakarta, 14/10/2017 - Setelah naik selama empat minggu berturut-turut, kekuatan bullish dolar AS mulai kehilangan kendali. Di pekan lalu (9-13 Oktober) greenback tertekan oleh semua mata uang utama, turun 0,73% terhadap euro, melemah 1,71%…