ForexSignal88.Com | Jakarta, 30/09/2017 Pada pekan penutupan September dan kuartal ketiga tahun ini, dinamika bursa forex dan emas diwarnai kabar politik Jerman dan Selandia Baru serta pengumuman rencana reformasi pajak administrasi Trump, juga penegasan Ketua Federal Reserve tentang jalur kenaikan suku bunganya.

Sepanjang September, dolar AS terapresiasi. Greenback menguat lebih dari 2% terhadap yen Jepang, lebih dari 1% versus franc Swiss dan dolar Australia dan sekitar jumlah yang sama terhadap euro. Harga emas pun tergerus hingga jatuh ke bawah level psikologis $1300. Satu-satunya mata uang yang membukukan keuntungan signifikan terhadap dolar AS adalah pound sterling, yang mendapat permintaan beli yang kuat setelah Bank of England berbalik hawkish di bulan tersebut.

Namun memasuki Oktober, momentum bullish greenback tampaknya akan mendapat tantangan dari momentum bearish yang disebabkan oleh beberapa hal. Sebagian dari potensi ini berkaitan dengan prospek data AS dan sebagian lain berhubungan dengan prospek kebijakan pengetatan bank sentral utama lainnya selama dua bulan ke depan. Jadi mungkin Oktober tidak akan sama baiknya dengan September bagi greenback.

Selain itu pada Oktober, implikasi negatif dari badai Harvey dan Irma terhadap ekonomi AS mungkin akan terlihat. Semua orang, mulai dari para ekonom hingga pejabat The Fed telah memperingatkan bahwa data-data ekonomi akan terdistorsi sementara, namun berdasarkan kinerja greenback dan saham AS, para investor mungkin tidak siap untuk menghadapi penambahan potensi negatif pada data-data tersebut.

Data-data mungkin akan pulih pada bulan berikutnya namun laporan nonfarm payrolls (NFP) yang akan dirilis pada 6 Oktober di mana para ekonom memperkirakan hanya ada peningkatan sebesar 77.000. Jika perkiraan mereka benar, ini akan menjadi laju pertumbuhan paling lemah dalam satu semester juga mengikuti tren pertumbuhan pekerjaan yang lambat pada bulan Juli dan Agustus sehingga pada gilirannya akan menimbulkan keraguan terhadap sikap hawkish The Fed.

Ketika The Fed menggelar rapat kebijakan pada pertengahan September, jelas bank sentral itu menyatakan akan melakukan pengetatan lebih lanjut. Prediksi yang terlihat dari dot plot menunjukkan mayoritas pembuat kebijakan The Fed mendukung kenaikan satu lagi pada tahun 2017 diikuti oleh tiga kenaikan pada tahun depan.

Namun sejumlah pejabat bank sentral AS yang berbicara dalam sepekan terakhir ini tidak terdengar begitu antusias untuk menaikkan suku bunga, mereka agak dovish. Data-data terkini termasuk penghasilan dan pembelanjaan pribadi juga deflator PCE pun tampak lebih lemah atau hanya mendatar.

Oleh karena itu, di pekan ini (2-6 Oktober) sambil menunggu rilis data NFP, sebaiknya terus dicermati kata-kata para pejabat The Fed, ECB dan bank sentral lainnya. Telaah pula sejumlah data reguler penting lainnya seperti Tankan Jepang, manufaktur Eropa dan Inggris, serta data ADP yang biasa dijadikan prekursor NFP.

Dari ranah politik, perkembangan pembentukan pemerintahan koalisi di Jerman dan Selandia Baru serta situasi yang memanas antara Catalunya dengan Spanyol, yang telah menjadi beban bagi euro dan kiwi plus perkembangan perjalanan reformasi pajak Trump juga harus dipantau. Tentu saja, sabre-rattling Trump vs Kim juga berpotensi meledak lagi karena diperkirakan pada Oktober aksi provokasi Korea Utara akan semakin menjadi.

EURUSD

 FS88 JOURNAL EUR TEMPLATE

WEEKLY OUTLOOK :  NEGATIF 

O : 1.1899     H : 1.1937      L : 1.1717      C : 1.1819

PERGERAKAN SEPEKAN 25/09 – 29/09 : NEGATIF

RANGE SEPEKAN : 220 PIP

Secara Fundamental, Di hadapan Komite Masalah Ekonomi Dan Moneter ( Economic and Monetary Affairs/ECON ) di Parlemen Eropa di Brussels Senin 25/09, pimpinan ECB Mario Draghi mengatakan bahwa outlook inflasi di Zona Euro masih tidak pasti. Volatilitas nilai tukar baru-baru ini telah membuat gambaran inflasi menjadi sulit untuk diketahui. "Secara keseluruhan, kami lebih yakin kalau inflasi pada akhirnya akan kembali naik menuju laju inflasi yang kami inginkan, tetapi kami juga mengetahui bahwa untuk itu, dibutuhkan stimulus moneter dalam jumlah yang cukup substansial, agar jalur kenaikan inflasi dapat diwujudkan," ungkap Mario Dragi.

Pidato Draghi tersebut mengindikasikan bahwa ECB kukuh untuk mempertahankan kebijakan moneter saat ini hingga target inflasi tercapai. Di saat yang sama, ia juga menekankan masih ada risiko terkait nilai tukar mata uangnya yang belakangan bergerak volatile akibat situasi politik di Eropa. Di sisi lain, Angela Merkel kembali menjabat sebagai Kanselir Jerman untuk periode ke-4 setelah Pemilu Jerman memenangkan partai yang dipimpin oleh wanita kelahiran 17 Juli 1954 tersebut. Namun demikian, dukungan terhadap partai sayap kanan yang naik signifikan, serta pecahnya koalisi dengan partai unggulan kedua, membuat Merkel harus berupaya membangun koalisi baru di Parlemen.

Kekalahan partai yang dipimpin oleh Merkel disebabkan oleh karena kesalahannya selama dua tahun terakhir yang memperbolehkan imigran memasuki Jerman, sedangkan hal itu ditentang oleh partai Sayap Kanan yang sangat "Anti Imigran". Sentimen negatif sebagian besar warga Jerman terhadap keberadaan Imigran, terutama setelah meningkatnya serangkaian aksi teror di sejumlah negara Uni Eropa harus dibayar mahal oleh Merkel. Suara partai konservatifnya merosot sebanyak 8.3 persen menjadi 33 persen saja, capaian terburuk sejak 1943 silam. Investor merasa khawatir terhadap posisi Angela Merkel yang lemah di Pemerintahan saat ini sehingga meningkatkan ketidakpastian.

Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona Ekonomi Uni Eropa, diantaranya :

  1. Final Manufacturing PMI               Senin 02/10/2017 15:00 WIB
  2. Unemployment Rate                      Senin 02/10/2017 16:00 WIB
  3. PPI                                                      Selasa 03/10/2017 16:00 WIB
  4. Final Services PMI                          Rabu 04/10/2017 15:00 WIB
  5. Retail Sales                                      Rabu 04/10/2017 16:00 WIB
  6. Retail PMI                                         Kamis 05/10/2017 15:10 WIB
  7. ECB Monetary Policy Meeting     Kamis 05/10/2017 18:30 WIB
  8. German Factory Orders                Jumat 06/10/2017 13:00 WIB

 

Secara Teknikal, PELEMAHAN pasangan harga EURUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BULLISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BULLISH pada level 1.1873, kemungkinan harga akan kembali ke level 1.1923 – 1.1974 – 1.2020. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BEARISH pada level 1.1711, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PELEMAHANnya ke area level 1.1657 – 1.1607 – 1.1553.

GBPUSD

FS88 JOURNAL GBP TEMPLATE 

WEEKLY OUTLOOK : NEGATIF

O : 1.3484     H : 1.3571      L : 1.3343      C : 1.3400

PERGERAKAN SEPEKAN 25/09 – 29/09 : NEGATIF

RANGE SEPEKAN : 228 PIP

Secara Fundamental, David Blanchflower menyerukan kepada bank sentral Inggris agar tidak menaikkan suku bunganya di November ini karena tidak ada alasan yang kuat mengenai kebijakan tersebut. Blanchflower yang merupakan mantan anggota Dewan Gubernur Bank of England atau anggota MPC tersebut menyatakan bahwa ekonomi Inggris merupakan pesakitan di wilayah Eropa sekarang ini, sehingga bila akan ada kenaikan biaya pinjaman maka pertumbuhan ekonomi Inggris juga akan ikut rontok. Setahun lebih sejak suku bunga Inggris turun 25 basis poin menjadi 0,25%, menurut tim riset Guardian sendiri bahwa Inggris sedang merasakan saat-saat tamparan keras bagi lambannya ekonominya, apalagi ketidakjelasan proses Brexit juga makin memperberat langkah perbaikannya.

Meskipun para ekonom dunia melihat Inggris tidak mengalami kontraksi tajam sejak referendum Brexit, namun masalah kegagalan kenaikan upah buruh Inggris, membuat rumah tangga mengalami tekanan batin akibat inflasi tinggi dan pelemahan mata uangnya. Bahkan Goldman Sachs sendiri sangat tidak percaya BoE rate akan naik dalam beberapa bulan ke depan, karena perhitungan GS ini juga kami dari tim FS88 mengamini bahwa memang ada desakan inflasi namun pertumbuhan masih dibawah rata-rata seperti pasca referendum tahun lalu.

Sedangkan Credit Suisse melihat bahwa akan naiknya suku bunga BoE tersebut merupakan kebijakan yang salah karena latar belakang pertumbuhan yang lemah sehingga bila naik suku bunganya maka mata uangnya akan menguat namun tekanan ketidakpastian masa depan ekonomi makin tinggi.

Inggris mengalami kekalahan pertumbuhan ekonomi di tahun ini dan dilewati oleh Italia, Perancis dan Jerman, demikian ungkap OECD minggu lalu. Blanchflower sendiri menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Inggris di awal kuartal tahun ini adalah yang paling rendah di antara 27 negara anggota Uni Eropa lainnya, bahkan diperkirakan akan tumbuh sekitar 1% di akhir tahun ini, atau turun dari 1,6%.

Namun mantan anggota MPC lainnya, Andrew Sentance malah ingin suku bunga naik, karena dengan kondisi sekarang ini, ekonomi Inggris sudah mulai membaik. Penjualan eceran di bulan lalu meningkat 1% diikuti dengan tingkat pengangguran yang terbaik sejak 42 tahun lalu serta eksporter Inggris yang meningkat aktivitasnya dengan bantuan lemahnya 9% nilai dari pound sterling. Andrew hanya melihat bahwa kegagalan kenaikan upah buruh kemungkinan hanya batu kerikil bagi kenaikan suku bunga. Inflasi Inggris ada di level 2,9%, sedangkan pertumbuhan upah hanya 2,1% saja sehingga ada sedikit kerugian sekitar 0,4% bagi warga bila ada kenaikan suku bunga Inggris.

Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona Ekonomi Inggris, diantaranya :

  1. Manufacturing PMI             Senin 02/10/2017 15:30 WIB
  2. Construction PMI                Selasa 03/10/2017 15:30 WIB
  3. Services PMI                       Rabu 04/10/2017 15:30 WIB
  4. Halifax HPI                            Jumat 06/09/2017 14:30 WIB

 

Secara Teknikal, PELEMAHAN pasangan harga GBPUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BULLISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BULLISH pada level 1.3504, kemungkinan harga akan kembali ke level 1.3557 – 1.3608 – 1.3661. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BEARISH pada level 1.3334, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PELEMAHANnya ke area level 1.3280 – 1.3223 – 1.3161.

AUDUSD

FS88 JOURNAL AUD TEMPLATE 

WEEKLY OUTLOOK :  NEGATIF

O : 0.7949     H : 0.7972      L : 0.7798      C : 0.7840

PERGERAKAN SEPEKAN 25/09 – 29/09 : NEGATIF

RANGE SEPEKAN : 174 PIP

Secara Fundamental, Ketidakpastian politik di Jerman dan ketegangan di Semenanjung Korea yang saat ini hanya sedikit mereda, telah membebani dolar Australia dalam sepekan ini.

Ditambah lagi adanya ekspektasi positif bagi perekonomian US dimana Ketua Federal Reserve Janet Yellen memperbesar ekspektasi pasar terhadap prospek kenaikan suku bunga federal di akhir tahun ini dan tahun depan.

Selain itu rencana reformasi pajak yang akan disampaikan administrasi Trump dan para anggota legislatif Republik  juga terus mendukung dolar AS untuk menekan dolar Australia dalam sesi perdagangan sepekan kemarin.

 Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona Ekonomi Australia, diantaranya :

  1. Building Approvals                         Selasa 03/10/2017 07:30 WIB
  2. Cash Rate                                         Selasa 03/10/2017 10:30 WIB
  3. RBA Rate Statement                      Selasa 03/10/2017 10:30 WIB
  4. Retail Sales                                      Kamis 05/10/2017 07:30 WIB
  5. Trade Balance                                 Kamis 05/10/2017 07:30 WIB

Secara Teknikal, PELEMAHAN pasangan harga AUDUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BULLISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BULLISH pada level 0.7891, kemungkinan harga akan kembali ke level 0.7931 – 0.7970 – 0.8010. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BEARISH pada level 0.7794, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PELEMAHANnya ke area level 0.7751 – 0.7709 – 0.7667.

XAUUSD

FS88 JOURNAL XAU TEMPLATE 

WEEKLY OUTLOOK : NEGATIF

O : 1293.05   H : 1313.30   L : 1277.55    C : 1279.95

PERGERAKAN SEPEKAN 25/09 – 29/09 : NEGATIF

RANGE SEPEKAN : $35.75 atau 357.5 PIP

Secara Fundamental, Harga spot emas kembali terjatuh selama sesi perdagangan sepekan setelah pimpinan bank sentral Amerika Serikat ( Federal Reserve / FED ) memberikan stimulus positif mengenai ekspektasi kenaikan suku bunga Federal pada akhir tahun ini. Sementara kurs Dolar AS juga turut terdongkrak naik selama sepekan menyusul pernyataan orang nomor satu di dunia finansial itu.

Dalam sebuah pidato bertajuk "Inflasi, Ketidakpastian, dan Kebijakan Moneter" di pertemuan tahunan National Association for Business Economics pada hari Selasa 26/09, Yellen mengkonfirmasi ekspektasi pasar bahwa FED akan terus menaikkan suku bunga secara bertahap, meskipun kondisi inflasi masih tidak menentu. Katanya, "Adalah gegabah untuk tidak merubah kebijakan moneter hingga inflasi kembali mencapai 2 persen."

Pernyataan Janet Yellen tersebut langsung menumbangkan rally harga spot emas sebelumnya yang didorong oleh peningkatan tensi geopolitikdi Semenanjung Korea. Akan tetapi, sejumlah analis masih optimis kalau ketegangan bakal mendorong peningkatan permintaan atas aset pelindung nilai. "Isu geopolitik belum sirna. Masih jadi pusat perhatian, tetapi setelah sebuah reli (harga) kita biasanya mengalami sedikit pullback," dalih Nitesh Shah, Pakar Strategi Komoditas dari perusahaan investasi ETF Securities, sebagaimana dikutip oleh Investing.

"Banyak investor memandang emas sebagai pelindung di tengah risiko politik dan ekonomi yang tengah terjadi," ujar Jonathan Butler dari Mitsubishi Jepang yang dilansir oleh BullionVault. Selain itu, "Secara domestik, upaya pemerintahan Trump untuk mereformasi sistem pajak AS dan menyediakan stimulus fiskal bisa mengalami proses negosiasi yang panjang dan berpotensi buruk, sehingga bisa membantu mendukung emas."

Secara Teknikal, PELEMAHAN pasangan harga XAUUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BULLISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BULLISH pada level 1301.25, kemungkinan harga akan kembali ke level 1311.60 – 1321.25 – 1330.50. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BEARISH pada level 1276.45, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PELEMAHANnya ke area level 1266.10 – 1255.35 – 1243.50.

 

Sumber: ForexSignal88.ComForexFactory.ComCFTC, Investing.ComBloomberg.ComKitco.ComOilnGold.Com

DailyFx.ComReuters.ComCNN.ComMarketWatch.ComAssociated Press Sumber Gambar: Shutterstock

Tags: #forexsignal88 #signalforex #sinyalforex #forexsignal #analisaforex #analisagold #belajarforex #seputarforex #sekilasforex #eurusd #gbpusd #audusd #xauusd #signalforexharian #signalforexakurat #analisaforex #analisatradingforex #analisaforexharian #analisagold #beritaforexindonesia #beritaforexharian #beritaterkiniforex #analisajituforex #toptrendingforex #signalforexgratis #signalforexindonesia #tipsforex #trikforex #strategiforex #teknikforex #analisateknikal 

Share This

Jurnal Mingguan Lainnya

November 11, 2017

Sekilas Forex: Kemunduran Reformasi Pajak AS Membuat Bullish USD Tertahan

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 11/11/2017 – Pergerakan di bursa forex pada minggu lalu menegaskan betapa pentingnya reformasi pajak bagi rakyat AS, Kongres dan pasar keuangan. Jika dilakukan dengan benar maka itu akan menjadi prestasi terbesar Presiden AS…
November 04, 2017

Sekilas Forex: USD Semakin "Unstoppable" Dan Berpeluang Bullish Kembali

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 04/11/2017 – Pada pekan lalu (30 Oktober-3 November) kita melihat beberapa faktor fundamental besar yang menggerakan bursa forex dan emas. Secara umum, semua faktor tersebut didominasi oleh kebijakan moneter bank sentral utama dan…
October 28, 2017

Sekilas Forex: "The Mighty Dollar" Kembali Bullish - Bagaimana Nasib Gold dan Mata Uang Rival Lainnya?

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.Com | Jakarta, 28/10/2017 - Dolar AS semakin bullish sepanjang pekan lalu (23-37 Oktober), dengan Indeks Dolar AS berakhir naik 1,13% dibandingkan penutupan pekan sebelumnya. Ada beberapa faktor yang mendorong penguatan dolar AS di pekan lalu,…
October 21, 2017

Sekilas Forex: 3 Perkembangan Ekonomi dan Politik AS Yang Akan Menekan Rival USD

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.Com | Jakarta, 22/10/2017 - Greenback mengakhiri pekan lalu dengan posisi yang semakin tinggi setelah harapan terhadap reformasi pajak yang diusung administrasi Trump semakin cerah. Di saat yang sama Presiden Trump juga belum memastikan siapa…
October 14, 2017

Sekilas Forex: Ketidakpastian Kenaikan Tingkat Suku Bunga Menekan USD Untuk Koreksi

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.Com | Jakarta, 14/10/2017 - Setelah naik selama empat minggu berturut-turut, kekuatan bullish dolar AS mulai kehilangan kendali. Di pekan lalu (9-13 Oktober) greenback tertekan oleh semua mata uang utama, turun 0,73% terhadap euro, melemah 1,71%…