ForexSignal88.Com | Jakarta, 16/09/2017 Perjalanan forex dan emas di pekan lalu (11-15 September) dimulai dengan suasana duka greenback karena saat itu wilayah Florida sedang diterpa Badai Irma, badai yang termasuk ke dalam Kategori 5 dalam skala Saffir-Simpson yang berarti Irma adalah badai Atlantik terkuat.

Dolar AS juga mendapat tekanan dari melemahnya ekspektasi pasar terhadap prospek kenaikan suku bunga Federal Reserve setelah di pekan sebelumnya beberapa pejabat bank sentral tersebut terdengar dovish, termasuk Presiden New York Federal Reserve William Dudley yang pada Kamis (7/9) mengatakan bahwa suku bunga AS harus tetap naik namun secara bertahap karena inflasi masih rendah. Namun saat itu ia tidak mengulangi pernyataannya pada tiga minggu sebelumnya bahwa dia memperkirakan The Fed akan menaikkan suku bunga sekali lagi di tahun ini.

Pasar juga terus mendorong euro, rival utama greenback, ke arah utara karena termotivasi oleh pernyataan ECB di akhir rapat kebijakannya pada Kamis (7/9) yang tampak tidak terlalu risau dengan penguatan mata uang bersama 19 negara Eropa tersebut.

Hanya ada sedikit bantuan kepada dolar AS di awal pekan lalu, yaitu melemahnya kekuatan Badai Irma saat memasuki wilayah Florida dan tenggara AS serta perayaan hari jadi Korea Utara ke-69 yang batal dihiasi dengan peluncuran rudal jarak jauh seperti yang santer terdengar sebelumnya. Kabar tersebut sempat membuat aset-aset safe haven seperti yen, franc dan emas terjatuh.

Selanjutnya pada Rabu (13/9) sebuah kabar baik terkait rencana reformasi pajak administrasi Trump juga sempat mendongkrak sentimen greenback. Dolar AS berhasil meraih dukungan setelah Ketua DPR AS Paul Ryan mengatakan bahwa rencana pajak pemerintah yang didukung oleh komite penyusunan pajak dijadwalkan untuk dirilis pada 25 September.

Ryan memaparkan rincian dari rencana tersebut pada hari itu setelah melakukan sebuah pertemuan tertutup. Pertemuan tersebut terjadi setelah Presiden AS Donald Trump menekan Demokrat untuk mendukungnya pada rencana reformasi pajak menyusul kesepakatan mengejutkan di antara mereka pada pekan lalu untuk menaikkan plafon utang (debt ceiling) dan mempercepat keluarnya dana bantuan kepada para korban badai.

Namun semua kabar positif tersebut memang tak cukup untuk menghalau tekanan jual yang mendera mata uang AS. Pada Kamis lalu, Bank of England (BoE) tidak mengubah tingkat suku bunganya namun memberi sinyal yang kuat bahwa  suku bunga jangka pendek akan naik dalam hitungan bulan.

Alhasil dolar AS kembali menerima pukulan bertubi-tubi setelah pasar terus menggenjot rival greenback lainnya yaitu pound sterling. Pada Kamis lalu cable melonjak tajam hingga mencapai $1,3406, level tertinggi sejak September tahun lalu.

Di sesi akhir pekan lalu tekanan jual terhadap greenback malah semakin besar setelah Korea Utara kembali menguji coba rudal jarak menengah yang melintasi wilayah udara Jepang bagian utara hingga rudal tersebut mencapai Samudera Pasifik.

Tekanan di Jum’at pagi, terutama dari aset safe haven, memang sempat dengan cepat mereda. Namun dolar AS memang sudah tidak berdaya. Di sesi Eropa pada hari Jum’at lalu pasar yang sedang menikmati bull run pound sterling terus mengangkat cable hingga melesat cepat ke $1,3617, titik terkuat pound versus dolar AS sejak 24 Juni 2016, hari di mana GBPUSD mengalami flash crash sebagai akibat dari referendum Brexit di hari sebelumnya.

Rival lainnya pun kembali mengeroyok dolar AS setelah data penjualan eceran di ekonomi terbesar di dunia itu mengecewakan pasar. Dixie atau Indeks Dolar AS kembali terjerembab hingga di akhir pekan lalu ditutup negatif di 91,82.

Selanjutnya di pekan ini, nasib dolar AS akan bergantung pada hasil dari rapat kebijakan Federal Open Market Committee (FOMC) yang akan diumumkan pada hari Kamis (20/9). Sejauh ini pasar masih ragu terhadap prospek kenaikan suku bunga di pertemuan tersebut namun tetap menunggu pandangan The Fed lainnya dan pernyataan mengenai rencana pengurangan neraca asetnya yang masif.

Selain agenda The Fed, pelaku pasar juga akan memantau pengumuman kebijakan Reserve Bank of Australia (RBA) dan Bank of Japan (BoJ) serta data regular lainnya. 

EURUSD

FS88 JOURNAL EUR TEMPLATE 

WEEKLY OUTLOOK : NETRAL 

O : 1.2016     H : 1.2030      L : 1.1837      C : 1.1945

PERGERAKAN SEPEKAN 11/09 – 15/09 : NEGATIF

RANGE SEPEKAN : 193 PIP

Secara Fundamental, Benoit Coeure, salah seorang pejabat penting Bank Sentral Eropa (ECB) memperingatkan bahwa penguatan Euro dapat menekan inflasi, kecuali jika diimbangi dengan penguatan ekonomi. Oleh sebab itu, kebijakan moneter longgar, menurut Coeure, masih diperlukan hingga beberapa waktu ke depan. "Kejutan eksternal terhadap nilai tukar, apabila terus berlanjut, dapat berujung pada kondisi pengetatan finansial yang tidak terjamin, dengan konsekuensi outlook inflasi yang lemah," kata Coeure di Frankfurt pada hari Senin (11/September). "Mengingat latar belakang yang seperti ini, volatilitas nilai tukar dapat dikatakan mewakili ketidakpastian yang membutuhkan pengawasan."

Penguatan Euro belakangan ini telah menjadi tambahan masalah bagi ECB, sehingga akan menjadi pertimbangan bagi para pembuat kebijakan di bank sentral tersebut. Saat ini, program pembelian obligasi, masih dijadwalkan akan berakhir pada akhir tahun ini. Minggu lalu, Presiden Mario Draghi, memperingatkan bahwa pihaknya mengawasi penguatan Euro yang sudah mencapai 14 persen terhadap Dolar AS, sehingga memaksa bank sentral untuk memotong proyeksi inflasi.  Coeure menambahkan, meskipun masalah penguatan Euro ini tidak menimbulkan dampak yang mendesak sehubungan dengan membaiknya perekonomian Zona Euro tetapi tak berarti tidak perlu diteliti lebih lanjut. 

Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona Ekonomi Uni Eropa, diantaranya :

  1. Final CPI                                                        Senin 18/09/2017 16:00 WIB       
  2. German ZEW Economic Sentiment       Selasa 19/09/2017 16:00 WIB
  3. Uni Eropa ZEW Economic Sentiment    Selasa 19/09/2017 16:00 WIB
  4. German Flash Manufacturing PMI          Jumat 22/09/2017 14:30 WIB
  5. German Flash Services PMI                    Jumat 22/09/2017 14:30 WIB
  6. Uni Eropa Flash Manufacturing PMI       Jumat 22/09/2017 15:00 WIB
  7. Uni Eropa Flash Services PMI                 Jumat 22/09/2017 15:00 WIB

 

Secara Teknikal, PELEMAHAN pasangan harga EURUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BULLISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BULLISH pada level 1.2029, kemungkinan harga akan kembali ke level 1.2089 – 1.2149 – 1.2206. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BEARISH pada level 1.1875, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PELEMAHANnya ke area level 1.1814 – 1.1754 – 1.1688.

GBPUSD

FS88 JOURNAL GBP TEMPLATE 

WEEKLY OUTLOOK : POSITIF

O : 1.3181     H : 1.3617      L : 1.3151      C : 1.3585

PERGERAKAN SEPEKAN 11/09 – 15/09 : POSITIF

RANGE SEPEKAN : 466 PIP

Secara Fundamental, Pada hari Kamis 14/09   Bank of England (BoE) memberi sinyal kuat bahwa para pejabat sedang mempersiapkan untuk menaikkan suku bunga dalam beberapa bulan untuk mengendalikan percepatan inflasi, sebuah petunjuk baru bahwa akhir dari era kebijakan bank sentral ultra-longgar semakin dekat.

BoE mempertahankan tingkat suku bunga acuan stabil di 0,25% pada akhir pertemuan kebijakan bulan September namun Komite Kebijakan Moneter (MPC) dalam pernyataannya menilai bahwa mayoritas pejabat di panel berisikan sembilan anggota tersebut yakin bahwa biaya pinjaman akan segera perlu untuk dinaikkan guna membawa inflasi tahunan kembali ke tujuan 2%.

Menurut panel tersebut, langkah seperti itu, yang akan menandai kenaikan suku bunga pertama di Inggris dalam hampir satu dekade, kemungkinan dilakukan dalam beberapa bulan mendatang jika secara umum ekonomi berjalan sesuai dengan harapan para pejabat.

Langkah BOE menuju kebijakan moneter yang lebih ketat muncul karena Federal Reserve dengan perlahan dan bertahap meningkatkan suku bunga jangka pendek dan Bank Sentral Eropa (ECB) sedang memikirkan kapan harus menyelesaikan program pembelian aset multi triliun euro di tengah ekonomi zona euro yang membaik.

BoE menghadapi tantangan yang unik yaitu referendum Brexit pada Juni tahun lalu yang memiliki banyak efek pada ekonomi yang menyulitkan para pejabat untuk menetapkan kebijakan.

Pound sterling menguat terhadap rival-rivallnya setelah pernyataan BoE tersebut. Namun demikian, meskipun telah membuat kenaikan sejak awal tahun ini, pound tetap turun 13% terhadap mata uang mitra dagang utamanya dibandingkan dengan tingkatnya sebelum referendum Brexit.

Penurunan sterling telah memicu lonjakan harga konsumen di ekonomi Uk yang bergantung pada impor dengan inflasi tahunan mencapai 2,9% di bulan Agustus, jauh di atas target 2% BoE.

Sebelumnya para pejabat bank itu yakin bahwa peningkatan inflasi tersebut akan segera pudar, sehingga mereka dapat terus menahan biaya pinjaman di tingkat rendah untuk memperbaiki perlambatan ekonomi. Namun dalam beberapa bulan terakhir, mereka semakin khawatir bahwa investasi yang lamban dan pertumbuhan produktivitas yang lemah telah menggerus kapasitas ekonomi UK untuk memproduksi barang dan jasa tanpa menimbulkan inflasi.

Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona Ekonomi Inggris, diantaranya :

  1. Retail Sales                                      Rabu 20/09/2017 15:30 WIB
  2. Public Sector Net Borrowing       Kamis 21/09/2017 15:30 WIB

 

Secara Teknikal, PENGUATAN pasangan harga GBPUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BEARISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BEARISH pada level 1.3432, kemungkinan harga akan kembali ke level 1.3381 – 1.3331 – 1.3280. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BULLISH pada level 1.3622, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PENGUATANnya ke area level 1.3673 – 1.3724 – 1.3778.

AUDUSD

FS88 JOURNAL AUD TEMPLATE 

WEEKLY OUTLOOK :  NETRAL

O : 0.8055     H : 0.8057      L : 0.7954      C : 0.8001

PERGERAKAN SEPEKAN 11/09 – 15/09 : NEGATIF

RANGE SEPEKAN : 103 PIP

Secara Fundamental, Tingkat pengangguran (unemployment rate) Australia tetap tidak berubah, namun data resmi menunjukkan bahwa ekonomi Australia menambahkan lebih banyak pekerjaan daripada yang diperkirakan pada bulan Agustus. Tingkat pengangguran stabil di 5,6 persen pada bulan Agustus, sesuai dengan ekspektasi para ekonom untuk tidak ada perubahan dalam bulan tersebut.

Namun, jumlah orang yang memiliki pekerjaan meningkat sebesar 54.200, demikian data Biro Statistik Australia (Australian Bureau of Statistics/ABS) pada hari Kamis pagi, jauh lebih tinggi dari kenaikan 20.000 yang diperkirakan oleh para ekonom.

Pekerjaan penuh waktu (full-time) meningkat sebanyak 40.100 pekerjaan, sementara jumlah pekerjaan paruh waktu (part-time) bertambah sebanyak 14.100. Data ABS juga menunjukkan bahwa tingkat partisipasi, yang mengacu pada jumlah orang yang bekerja atau yang sedang aktif mencari pekerjaan, naik 0,2 poin persentase, dari 65,1 persen menjadi 65,3 persen.

Pasar pekerjaan Australia telah menunjukkan percepatan penciptaan lapangan kerja penuh selama enam bulan terakhir. Namun, pertumbuhan upah tetap lemah, meningkatkan kekhawatiran pasar kondisi ini akan memukul belanja konsumen yang menjadi motor ekonomi negara tersebut.

Sementara itu, tingkat setengah pengangguran (underemployment) yang disesuaikan secara musiman pada basis triwulanan tercatat turun 0,2 persen menjadi 8,6 persen, sementara tingkat di bawah utilisasi (underutilization) turun sebesar 0,2 poin persentase menjadi 14,1 persen.

Tenaga kerja yang termasuk dalam klasifikasi underemployment mencakup pekerja yang sangat terampil namun bekerja dalam pekerjaan dengan gaji rendah, pekerja yang sangat terampil namun bekerja dalam pekerjaan yang membutuhkan keterampilan rendah dan pekerja paruh waktu yang lebih memilih untuk bekerja penuh waktu.

Perekonomian Australia masih jauh dari pencapaian lapangan kerja penuh yang diperkirakan oleh Reserve Bank of Australia (RBA) sekitar 5,0%. RBA mempertahankan suku bunga acuan bertahan di 1,5% selama lebih dari setahun, dan diperkirakan akan tetap mempertahankan tingkat tersebut sampai awal tahun depan.

Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona Ekonomi Australia, diantaranya :

  1. CB Leading Index m/m                              Senin 18/09/2017 09:30 WIB
  2. Monetary Policy Meeting Minutes          Selasa 19/09/2017 08:30 WIB
  3. HPI q/q                                                          Selasa 19/09/2017 08:30 WIB
  4. MI Leading Index                                        Rabu 20/09/2017 07:30 WIB

Secara Teknikal, PELEMAHAN pasangan harga AUDUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BULLISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BULLISH pada level 0.8069, kemungkinan harga akan kembali ke level 0.8123 – 0.8175 – 0.8225. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BEARISH pada level 0.7955, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PELEMAHANnya ke area level 0.7908 – 0.7863 – 0.7818.

XAUUSD

 FS88 JOURNAL XAU TEMPLATE

WEEKLY OUTLOOK : NETRAL

O : 1334.85   H : 1338.90   L : 1315.55    C : 1320.70

PERGERAKAN SEPEKAN 11/09 – 15/09 : NEGATIF

RANGE SEPEKAN : $23.35 atau 314 PIP

Secara Fundamental, Harga emas tertekan setelah pejabat Bank Sentral Eropa (ECB) meminta menskalakan kembali rencana program stimulus bank. Melansir halaman Reuters, Sabtu (16/09/2017), harga emas di pasar Spot turun 0,6 persen menjadi US$ 1.321,88 per ounce. Posisi harga itu turun 1,8 persen secara mingguan, berada di jalur penurunan mingguan terbesar sejak awal Juli.

Sedangkan emas berjangka AS untuk pengiriman Desember turun 0,3 persen menjadi US $ 1.325,20 per ounce. "Untuk emas ini adalah kabar buruk karena ini terus menjadi tren di pasar terkait normalisasi kebijakan moneter, " kata Jens Pedersen, Analis Senior Danske Bank di Kopenhagen.Dia mengatakan, sebelumnya sudah banyak berita utama yang mengulas rencana ECB untuk mengurangi pembelian obligasi dan rencana Federal Reserve AS untuk mengurangi neraca keuangan setelah program pelonggaran kuantitatif. Tindakan normalisasi yang dilakukan bank sentral cenderung menekan emas.

Emas sempat menguat seiring berita bahwa penjualan ritel AS yang jatuh pada  Agustus dan output industri turun pertama kali sejak Januari. Pasar emas kali ini mengabaikan pernyataan Korea Utara untuk menembakkan rudalnya yang lain di Hokkaido, Jepang. "Pasar lebih memperhatikan data ekonomi global, " kata Rob Haworth, Ahli Strategi Investasi Senior di Bank Wealth Management.

Secara Teknikal, PELEMAHAN pasangan harga XAUUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BULLISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BULLISH pada level 1338.70, kemungkinan harga akan kembali ke level 1349.25 – 1359.80 – 1369.85. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BEARISH pada level 1314.05, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PELEMAHANnya ke area level 1304.00 – 1293.95 – 1283.90.

 

Sumber: ForexSignal88.ComForexFactory.ComCFTC, Investing.ComBloomberg.ComKitco.ComOilnGold.Com

DailyFx.ComReuters.ComCNN.ComMarketWatch.ComAssociated Press Sumber Gambar: Seekingalpha.Com

Tags: #forexsignal88 #signalforex #sinyalforex #forexsignal #analisaforex #analisagold #belajarforex #seputarforex #sekilasforex #eurusd #gbpusd #audusd #xauusd #signalforexharian #signalforexakurat #analisaforex #analisatradingforex #analisaforexharian #analisagold #beritaforexindonesia #beritaforexharian #beritaterkiniforex #analisajituforex #toptrendingforex #signalforexgratis #signalforexindonesia #tipsforex #trikforex #strategiforex #teknikforex #analisateknikal 

Share This

Jurnal Mingguan Lainnya

October 21, 2017

Sekilas Forex: 3 Perkembangan Ekonomi dan Politik AS Yang Akan Menekan Rival USD

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.Com | Jakarta, 22/10/2017 - Greenback mengakhiri pekan lalu dengan posisi yang semakin tinggi setelah harapan terhadap reformasi pajak yang diusung administrasi Trump semakin cerah. Di saat yang sama Presiden Trump juga belum memastikan siapa…
October 14, 2017

Sekilas Forex: Ketidakpastian Kenaikan Tingkat Suku Bunga Menekan USD Untuk Koreksi

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.Com | Jakarta, 14/10/2017 - Setelah naik selama empat minggu berturut-turut, kekuatan bullish dolar AS mulai kehilangan kendali. Di pekan lalu (9-13 Oktober) greenback tertekan oleh semua mata uang utama, turun 0,73% terhadap euro, melemah 1,71%…
October 07, 2017

Sekilas Forex: Rival USD BEARISH! - USD Tetap Perkasa

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.Com | Jakarta, 07/10/2017 - Dolar AS mengawali perdagangan pekan lalu (2-7 Oktober), sekaligus juga menjadi awal Oktober dan kuartal keempat, dengan nada positif, terdorong oleh kombinasi prospek cerah kenaikan suku bunga ketiga Federal Reserve…
September 30, 2017

Sekilas Forex: Tarik Menarik Bullish VS Bearish Bagi USD

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.Com | Jakarta, 30/09/2017 - Pada pekan penutupan September dan kuartal ketiga tahun ini, dinamika bursa forex dan emas diwarnai kabar politik Jerman dan Selandia Baru serta pengumuman rencana reformasi pajak administrasi Trump, juga penegasan…
September 23, 2017

Sekilas Forex: 3 Fokus Ekonomi Yang Patut Diperhatikan Untuk Pekan Depan

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.Com | Jakarta, 24/09/2017 - Di awal pekan lalu (18-22 September) dolar AS masih mengalami tekanan setelah di pekan sebelumnya Bank of England (BoE) memberikan pernyataan yang hawkish tentang suku bunga dengan mengatakan bahwa suku bunga resmi…