ForexSignal88.Com | Jakarta, 09/09/2017 Empat faktor penggerak utama di bursa forex dan emas, yaitu geopolitik, moneter, bencana alam dan teknikal, terlihat bekerja optimal di sepanjang sesi perdagangan pekan lalu (4-8 September).

Data Ekonomi NFP dan Tingkat Pengangguran

Dimulai dari sesi Senin, saat pasar masih diselimuti oleh kalkulasi implikasi ekonomi yang ditimbulkan oleh Badai Harvey, juga masih dibawa oleh gelombang optimisme terhadap dolar AS setelah data nonfarm payrolls (NFP) dan unemployment rate AS yang lebih buruk namun ternyata, saat itu, diperkirakan tidak akan membawa Federal Reserve keluar dari jalur kenaikan suku bunga dan pengurangan neraca aset senilai $4,5 triliun.

Krisis Korea Utara VS Amerika Serikat

Untuk sejenak dolar AS menikmati dorongan ke arah atas. Namun tak lama pasar pun bimbang karena pada hari Minggu lalu (3/8) Korea Utara mengklaim telah sukses melakukan uji coba bom hidrogen (H-bomb), uji coba yang keenam kalinya dan terbesar hingga saat ini, yang memiliki daya rusak yang jauh lebih hebat dari bom atom yang dijatuhkan AS ke bumi Hiroshima dan Nagasaki di tahun 1945.

Euforia NFP pun langsung tersapu oleh tensi geopolitik yang kembali meningkat. Seluruh dunia mengecam aksi Korea Utara. Safe haven yen, franc dan emas pun kembali diburu pasar karena AS semakin meradang dan Presiden AS Donald Trump pun berusaha menggerakkan opini dunia bahwa sanksi tegas harus segera diberikan kepada negara yang terisolasi tersebut.

Tak tanggung-tanggung, sebagai upaya untuk membuat Korea Utara semakin tertekan dari sisi ekonomi, Trump juga mengancam negara manapun yang melakukan transaksi perdagangan dengan Korea Utara. China, kekuatan ekonomi terbesar kedua di dunia, sebagai sekutu tradisional Korea Utara tak lepas dari ancaman Trump.

Selanjutnya pasar sempat sejenak beralih ke politik dalam negeri AS di mana akhirnya plafon utang disetujui Kongres dan pemerintahan AS tidak jadi ditutup hingga bulan Desember. Sayangnya kabar itupun hanya sejenak membantu dolar AS melakukan rebound tipis hingga agenda bank sentral Eropa dilaksanakan.

Pada hari Kamis European Central Bank (ECB) menyatakan tidak mengubah tingkat suku bunganya yang tetap di level terendah dalam catatan sejarah bank tersebut, di nol persen. Bank sentral itu juga tampaknya tidak terganggu oleh penguatan euro meskipun Presiden ECB Mario Draghi menyatakan bahwa apresiasi euro adalah sebuah “sumber ketidakpastian”.

Faktor Teknikal 

Euro yang kuat tidak menghalangi ECB untuk mulai mendiskusikan pengurangan program stimulus moneter atau biasa disebut QE tapering. Alhasil euro semakin perkasa, terhadap greenback mata uang tunggal 19 negara Eropa tersebut melesat 1,2060 pada hari itu. Dolar AS juga semakin tertekan oleh mata uang lainnya sehingga Dixie atau Indeks Dolar AS jatuh ke 91,39 pada hari Kamis lalu.

Belum selesai gelombang yang ditimbulkan oleh kombinasi tensi geopolitik di Semenanjung Korea, pernyataan ECB, dampak ekonomi Badai Harvey dan tembusnya beberapa level penting pada grafik teknikal, di hari Jum’at Badai Irma yang menyerang wilayah Karibia dan Florida kembali menjadi hantaman bagi greenback sehingga Dixie terjatuh lagi ke 91,00, level terendah sejak 2 Januari 2015. EUR/USD melonjak ke $1,2092, USD/JPY tersungkur ke ¥107,32, GBP/USD menanjak ke $1,3224 dan harga emas melesat ke $1357,35 per troy ounce.

Bencana Alam

Selesaikah derita greenback? Hingga saat ulasan ini ditulis Badai Irma masih menerjang sebagian wilayah AS. Taksiran kerugian materi belum selesai, walaupun mungkin tak sebesar Badai Harvey yang diperkirakan menimbulkan kerugian $150-$180 miliar seperti yang disampaikan oleh Gubernur Texas Greg Abbott, yang pasti beban ekonomi AS bakal bertambah sekaligus menjadi tekanan bagi greenback.

Sepanjang 11-15 September tampaknya pergerakan forex dan emas belum akan lepas dari empat faktor di atas. Sejumlah agenda dan data penting terutama pertemuan MPC BoE, keputusan SNB, data penjualan eceran Inggris dan AS, data-data inflasi AS serta industri Jepang akan ikut mewarnai dinamika forex dan emas di pekan ini. 

EURUSD

 FS88 JOURNAL EUR TEMPLATE

WEEKLY OUTLOOK :  POSITIF

O : 1.1884     H : 1.2092      L : 1.1868      C : 1.2026

PERGERAKAN SEPEKAN 04/09 – 08/09 : POSITIF

RANGE SEPEKAN : 224 PIP

Secara Fundamental, Pada hari Kamis 07/09 Bank Sentral Eropa (European Central Bank/ECB) tidak melakukan perubahan terhadap kebijakan moneter namun telah memulai diskusi untuk mengurangi program pembelian obligasi kuantitatif dengan keputusan yang diharapkan dilakukan bulan depan.

Dewan kebijakan bank sentral tersebut memilih untuk mempertahankan suku bunga acuan tetap pada titik terendah historis nol persen. ECB juga menetapkan suku bunga deposito di minus 0,4 persen, yang berlaku pada retribusi deposito para pemberi pinjaman yang diparkir di bank-bank sentral di kawasan tersebut.

Presiden ECB Mario Draghi mengatakan bahwa para pembuat kebijakan memiliki "diskusi yang sangat awal" tentang bagaimana mengurangi skema pembelian obligasi 60 miliar euro, dengan fokus pada skenario yang berbeda untuk rentang waktu program dan ukuran pembelian bulanan dan efek dari skenario yang berbeda tersebut pada ekonomi. Menurut Draghi, dewan kebijakan ECB juga tidak membahas perubahan jenis aset yang dibeli.

Draghi mengatakan bahwa ECB memperkirakan akan mengambil "sebagian besar keputusan" pada pertemuan di bulan Oktober. Meskipun berbicara tentang penguatan euro sebagai "sumber ketidakpastian", komentarnya tetap mengangkat mata uang bersama 19 negara Eropa tersebut ke $1,2060.

Diperkirakan pula bank sentral tersebut akan mulai mengurangi pembeliannya pada Januari, menyusul perbaikan ekonomi zona euro dan di tengah kekhawatiran bahwa bank-bank sentral zona euro akan kehabisan aset untuk dibeli.

Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona Ekonomi Uni Eropa, diantaranya :

  1. German Final CPI m/m                   Rabu 13/09/2017 13:00 WIB        
  2. Employment Change q/q               Rabu 13/09/2017 16:00 WIB
  3. Industrial Production m/m           Rabu 13/09/2017 16:00 WIB
  4. German WPI m/m                           Jumat 15/09/2017 13:00 WIB
  5. Trade Balance                                 Jumat 15/09/2017 16:00 WIB

 

Secara Teknikal, PENGUATAN pasangan harga EURUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BEARISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BEARISH pada level 1.1952, kemungkinan harga akan kembali ke level 1.1875 – 1.1803 – 1.1731. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BULLISH pada level 1.2102, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PENGUATANnya ke area level 1.2169 – 1.2236 – 1.2304.

GBPUSD

 FS88 JOURNAL GBP TEMPLATE

WEEKLY OUTLOOK : POSITIF

O : 1.2961     H : 1.3224      L : 1.2909      C : 1.3201

PERGERAKAN SEPEKAN 04/09 – 08/09 : POSITIF

RANGE SEPEKAN : 315 PIP

Secara Fundamental, Survei PMI untuk sektor jasa Inggris menunjukkan pertumbuhan yang terlemah dalam satu tahun terakhir. Kekhawatiran akan keluarnya Inggris dari Uni Eropa dan kemungkinan besar terpukulnya investasi Inggris, menjadi alasan penurunan PMI Jasa Inggris. Indeks PMI Jasa Inggris untuk bulan Agustus jeblok ke level 53.2, lebih rendah daripada perkiraan di angka 53.5. Meski demikian, level tersebut masih jauh dari kontraksi. Chris Williamson, Kepala Ekonom Markit mengatakan,"Walaupun dalam dua bulan terakhir data menunjukkan ekspansi pertumbuhan ekonomi sebanyak 0.3 persen di kuartal ketiga, momentum masih dalam tahap penurunan."

"PMI Jasa menunjukkan bahwa perekonomian Inggris sedang kehilangan dorongan. Itu artinya, Bank Sentral Inggris akan terus memberikan dukungan dengan mempertahankan kebijakan moneternya saat ini," kata analis ThinkMarkets Naeem Aslam, merujuk pada kebijakan moneter longgar dengan suku bunga rendah saat ini. Minggu depan, BoE dijadwalkan akan menggelar rapat kebijakan moneter.  Poundsterling sudah merosot sekitar 14 persen terhadap Dolar AS sejak referendum keluarnya Inggris dari Uni Eropa, dan sekitar 17 persen versus Euro. Sebagian besar pakar forex mengatakan bahwa Poundsterling masih dekat dengan level-levelnya saat ini di tengah ketidakpastian Brexit.

Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona Ekonomi Inggris, diantaranya :

  1. CPI y/y                                                Selasa 12/09/2017 15:30 WIB
  2. PPI Input m/m                                  Selasa 12/09/2017 15:30 WIB
  3. RPI y/y                                                Selasa 12/09/2017 15:30 WIB
  4. Average Earnings Index 3m/y     Rabu 13/09/2017 15:30 WIB
  5. Claimant Count Change                Rabu 13/09/2017 15:30 WIB
  6. Unemployment Rate                      Rabu 13/09/2017 15:30 WIB
  7. Retail Sales m/m                            Kamis 14/09/2017 15:30 WIB
  8. MPC Official Bank Rate Votes     Kamis 14/09/2017 18:00 WIB
  9. Monetary Policy Summary           Kamis 14/09/2017 18:00 WIB
  10. Official Bank Rate                          Kamis 14/09/2017 18:00 WIB

 

Secara Teknikal, PENGUATAN pasangan harga GBPUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BEARISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BEARISH pada level 1.3126, kemungkinan harga akan kembali ke level 1.3074 – 1.3022 – 1.2966. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BULLISH pada level 1.3228, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PENGUATANnya ke area level 1.3277 – 1.3326 – 1.3376.

AUDUSD

FS88 JOURNAL AUD TEMPLATE

WEEKLY OUTLOOK :  POSITIF

O : 0.7946     H : 0.8123      L : 0.7939      C : 0.8050

PERGERAKAN SEPEKAN 04/09 – 08/09 : POSITIF

RANGE SEPEKAN : 184 PIP

Secara Fundamental, Suku bunga acuan Australia dipertahankan oleh RBA pada hari Selasa (05/09) siang WIB di level 1.5 persen. Kebijakan ini sudah berlangsung sejak 13 bulan terakhir di tengah bertumbuhnya sinyal perlambatan pasar perumahan. RBA diketahui sudah tak pernah menaikkan suku bunganya sejak bulan November 2010. 

"Pasar perumahan Australia berkembang dalam kondisi yang berbeda-beda di tiap wilayah," kata Gubernur RBA, Philip Lowe dalam pernyataan kebijakan moneternya pada Selasa 05/09. "Harga rumah mengalami peningkatan yang cepat di sebagian pasar, walaupun ada sinyal bahwa kondisinya akan mengendur, khususnya di Sydney. Di sebagian pasar lainnya, harga malah merosot."

Selain itu, perekonomian Australia kuartal lalu diperkirakan kuat akan tumbuh pesat karena ekspor dan belanja masyarakat yang menunjukkan peningkatan. Hal inilah yang kemungkinan menjadi alasan bank sentral Australia mempertahankan suku bunga rendahnya saat ini.  

"Data terakhir masih konsisten dengan ekspektasi bank sentral, yakni pertumbuhan ekonomi Australia akan meningkat secara bertahap hingga tahun depan," papar Lowe. "Outlook untuk investasi non-pertambangan telah berkembang baru-baru ini. Kondisi bisnis juga berada di level yang cukup tinggi."

Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona Ekonomi Australia, diantaranya :

  1. NAB Business Confidence           Selasa 12/09/2017 08:30 WIB
  2. Employment Change                     Kamis 14/09/2017 08:30 WIB
  3. Unemployment Rate                      Kamis 15/09/2017 08:30 WIB

Secara Teknikal, PENGUATAN pasangan harga AUDUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BEARISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BEARISH pada level 0.8003, kemungkinan harga akan kembali ke level 0.7955 – 0.7908 – 0.7855. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BULLISH pada level 0.8131, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PENGUATANnya ke area level 0.8181 – 0.8231 – 0.8281.

XAUUSD

 FS88 JOURNAL XAU TEMPLATE

WEEKLY OUTLOOK : POSITIF

O : 1334.85   H : 1357.35   L : 1325.95    C : 1346.55

PERGERAKAN SEPEKAN 04/09 – 08/09 : POSITIF

RANGE SEPEKAN : $31.4 atau 314 PIP

Secara Fundamental, Harga spot emas bertahan dekati level tertinggi dalam satu tahun pada perdagangan Jumat. Penyebab melambungnya harga emas ini karena pelemahan dolar AS dan pelemahan data AS yang menjegal ekspektasi kenaikan suku bunga acuan Bank Sentral Amerika Serikat (AS) pada Desember nanti. Mengutip halaman Reuters, Sabtu (09/09/2017), harga emas emas di pasar spot turun 0,1 persen ke level US$ 1.347,8 per ounce pada perdagangan sore, setelah pada pagi haru sempat mencapai level US$ 1.357,54 per ounce yang merupakan level tertinggi sejak Agustus 2016. Angka tersebut naik 1,7 persen minggu ini, mencatat kenaikan mingguan ketiga berturut-turut. Sedangkan harga emas berjangka AS untuk pengiriman Desember berakhir di US$ 1,351.2 per ounce.

Pelemahan dolar AS membuat harga spot emas lebih murah bagi mereka yang bertransaksi dengan menggunakan mata uang di luar dolar AS. Penurunan imbal hasil obligasi juga membuat emas lebih menarik sehingga pelaku pasar memborongnya. Analis Julius Baer, Carsten Menke, mengatakan pelemahan dolar AS dan penurunan imbal hasil obligasi ini karena adanya keyakinan bahwa kenaikan suku bunga AS akan tertunda. Rencananya, Bank Sentral AS akan diprediksikan akan menaikkan suku bunga sebanyak tiga kali dalam satu tahun ini. Di awal tahun, tengah dan akhir.

Namun Gubernur Bank Sentral AS New York William Dudley dalam pidatonya pada Kamis tidak memberikan petunjuk mengenai rencana kenaikan suku bunga pada Desember nanti. Selain itu, kenaikan harga emas juga karena investor sedang mengincar instrumen safe haven setelah adanya ketegangan geopolitik di Korea Utara. Saat ini Korea Selatan bersiap menghadapi kemungkinan uji coba rudal lebih lanjut oleh Korea Utara pada Sabtu waktu setempat. Sayangnya, harga spot emas yang melambung justru menurunkan permintaan emas di kawasan Asia terutama di China. "Ini menjadi bulan kesepuluh dimana Bank Sentral China tidak meningkatkan cadangan emasnya," tilis Commerzbank dalam catatan kepada kliennya.

Secara Teknikal, PENGUATAN pasangan harga XAUUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BEARISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BEARISH pada level 1332.55, kemungkinan harga akan kembali ke level 1324.20 – 1315.25 – 1306.35. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BULLISH pada level 1358.00, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PENGUATANnya ke area level 1365.50 – 1373.30 – 1381.70.

Sumber: ForexSignal88.ComForexFactory.ComCFTC, Investing.ComBloomberg.ComKitco.ComOilnGold.Com

DailyFx.ComReuters.ComCNN.ComMarketWatch.ComAssociated Press Sumber Gambar: Girlsaskguys.Com

Tags: #forexsignal88 #signalforex #sinyalforex #forexsignal #analisaforex #analisagold #belajarforex #seputarforex #sekilasforex #eurusd #gbpusd #audusd #xauusd #signalforexharian #signalforexakurat #analisaforex #analisatradingforex #analisaforexharian #analisagold #beritaforexindonesia #beritaforexharian #beritaterkiniforex #analisajituforex #toptrendingforex #signalforexgratis #signalforexindonesia #tipsforex #trikforex #strategiforex #teknikforex #analisateknikal 

Share This

Jurnal Mingguan Lainnya

November 19, 2017

Sekilas Forex: Rally USD Masih Tersendat Menunggu Katalis Berikutnya

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 19/11/2017 – Selama beberapa minggu terakhir, dolar AS masih terus bergulat keras meskipun ada kemajuan dalam reformasi pajak dan prospek kenaikan suku bunga Federal Reserve bulan depan. Pasar mungkin yakin bahwa The Fed akan…
November 11, 2017

Sekilas Forex: Kemunduran Reformasi Pajak AS Membuat Bullish USD Tertahan

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 11/11/2017 – Pergerakan di bursa forex pada minggu lalu menegaskan betapa pentingnya reformasi pajak bagi rakyat AS, Kongres dan pasar keuangan. Jika dilakukan dengan benar maka itu akan menjadi prestasi terbesar Presiden AS…
November 04, 2017

Sekilas Forex: USD Semakin "Unstoppable" Dan Berpeluang Bullish Kembali

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 04/11/2017 – Pada pekan lalu (30 Oktober-3 November) kita melihat beberapa faktor fundamental besar yang menggerakan bursa forex dan emas. Secara umum, semua faktor tersebut didominasi oleh kebijakan moneter bank sentral utama dan…
October 28, 2017

Sekilas Forex: "The Mighty Dollar" Kembali Bullish - Bagaimana Nasib Gold dan Mata Uang Rival Lainnya?

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.Com | Jakarta, 28/10/2017 - Dolar AS semakin bullish sepanjang pekan lalu (23-37 Oktober), dengan Indeks Dolar AS berakhir naik 1,13% dibandingkan penutupan pekan sebelumnya. Ada beberapa faktor yang mendorong penguatan dolar AS di pekan lalu,…
October 21, 2017

Sekilas Forex: 3 Perkembangan Ekonomi dan Politik AS Yang Akan Menekan Rival USD

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.Com | Jakarta, 22/10/2017 - Greenback mengakhiri pekan lalu dengan posisi yang semakin tinggi setelah harapan terhadap reformasi pajak yang diusung administrasi Trump semakin cerah. Di saat yang sama Presiden Trump juga belum memastikan siapa…