ForexSignal88.Com | Jakarta, 25/02/2017 Di pekan lalu, 20-24 Februari 2017, jurnal mingguan tim FS88 Research Division menggarisbawahi bahwa secara umum perhatian pasar hanya terkonsentrasi pada dua hal, yang pertama adalah risiko guncangan politik di Eropa terkait hasil jajak pendapat terakhir yang menunjukkan semakin tingginya peluang kemenangan Marine Le Pen, kandidat sayap kanan (far-right) yang populis, radikal dan anti-Uni Eropa pada pemilihan presiden Perancis di April/Mei mendatang.

Fokus yang kedua adalah FOMC Meeting Minutes yang akhirnya pasar kembali mendapatkan bukti bahwa Federal Reserve (Fed) memang masih belum yakin atau dovish tentang wacana kenaikan suku bunga AS. Faktor inilah yang menjadi beban terberat bagi dolar AS sepanjang pekan lalu terutama terhadap safe havens yen dan emas. Namun terhadap rival lainnya, terutama euro dan pound sterling yang sudah terbebani faktor internal masing-masing, greenback tetap lebih kuat hingga sesi penutupan akhir pekan lalu.

Risalah atau notulen rapat kebijakan terakhir Fed yang dirilis pada hari Rabu (22/2) waktu setempat menyebutkan bahwa mayoritas pembuat kebijakan di Federal Reserve (Fed) beropini mungkin tepat untuk “fairly soon/agak segera” menaikkan fed funds rate lagi apabila data pekerjaan dan data inflasi sesuai dengan proyeksi.

Risalah dari rapat kebijakan  dari 31 Januari-1 Februari tersebut, saat bank sentral AS memutuskan untuk mempertahankan suku bunga tidak berubah, juga menyiratkan adanya ketidakpastian atau ketidakyakinan di tubuh Fed karena kurangnya kejelasan tentang program ekonomi pemerintahan AS yang baru di bawah kendali Donald Trump.

“Banyak peserta yang menyatakan pandangan bahwa mungkin tepat untuk ‘agak segera’ menaikkan fed fund rate jika informasi yang masuk dari pasar tenaga kerja dan inflasi sejalan dengan atau lebih kuat dari ekspektasi mereka saat ini,” kata Fed dalam risalah tersebut.

Pada pekan sebelumnya, Ketua Fed Janet Yellen mengatakan bahwa menunggu terlalu lama untuk menaikkan suku bunga lagi akan “tidak bijaksana” dan ia juga memberi petunjuk kuat bahwa bank sentral AS mempertimbangkan menaikkan suku bunga lagi pada musim panas nanti.

Gubernur Fed Jerome Powell, salah satu anggota yang memiliki hak suara (voting member) pada pertemuan kebijakan terakhir bank sentral AS, mengatakan pada hari Rabu lalu bahwa kenaikan suku bunga “on the table” pada pertemuan Fed berikutnya pada bulan Maret.

Tujuh belas pembuat kebijakan berkumpul pada setiap rapat kebijakan untuk menentukan apakah Fed akan mengubah suku bunga, meskipun hanya sepuluh dari mereka yang memiliki hak suara.

Secara umum, pasar menyimpulkan bahwa para anggota yang memiliki hak suara hanya melihat sedikit urgensi untuk menaikkan suku bunga. Mayoritas dari mereka memandang hanya ada “risiko moderat” pada potensi peningkatan inflasi yang signifikan dan mereka juga mengatakan Fed akan “mungkin memiliki cukup waktu” untuk mengantisipasi jika tekanan harga timbul di kemudian hari.

Pada Desember 2016, Fed memproyeksikan akan menaikkan suku bunga tiga kali pada tahun 2017 dan data-data ekonomi AS yang kuat telah mendukung keyakinan sebagian besar pembuat kebijakan Fed.

Sementara itu pandangan yang berbeda mengenai dolar AS disampaikan oleh Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin dalam sebuah wawancara eksklusif dengan The Wall Street Journal. Mnuchin mengatakan bahwa dolar AS yang kuat adalah refleksi dari kepercayaan diri dan kinerja ekonomi AS dibandingkan dengan ekonomi lain di seluruh dunia dan merupakan “hal yang baik” dalam jangka panjang .

Pandangannya diutarakan dalam wawancara pertamanya sejak dilantik sebagai Menteri Keuangan di pekan sebelumnya yang sekaligus menjadi penegasan bagi pernyataan dia sebelumnya yang disampaikan pada sidang konfirmasi di Kongres pada Januari.

Komentar atau pendapat Mnuchin menjadi terkenal karena beberapa pejabat Gedung Putih, termasuk Presiden Donald Trump, di awal masa jabatan mereka menyatakan bahwa mereka lebih menyukai mata uang AS yang lemah guna mendukung posisi perdagangan AS yang selama 41 tahun berturut-turut dalam kondisi defisit.

“Saya pikir kekuatan dolar memiliki banyak hubungan dengan (disebabkan oleh) ekonomi kita yang relatif [kuat] terhadap [ekonomi lain di] seluruh dunia, dan bahwa dolar [akan] terus menjadi mata uang terkemuka di dunia, [tetap sebagai] mata uang cadangan (reserve currency) utama, dan [dolar yang kuat adalah] refleksi dari keyakinan [terhadap] ekonomi AS,“ kata Mnuchin.

“Untuk tujuan jangka panjang, apresiasi dolar adalah hal yang baik, dan saya harapkan [pula untuk] jangka panjang [selanjutnya], karena Anda telah melihat selama periode waktu [yang berlalu], dolar benar-benar terapresiasi,” tambah Mnuchin.

Dolar telah menguat 23% sepanjang tiga tahun terakhir dan terus terapresiasi sejak hasil pemilihan presiden di November tahun lalu membawa Trump ke Gedung Putih. 

 FS 101 FOMC Minutes Tak Meyakinkan Pekan ini Pasar Cari Petunjuk dari Dua Sumber Siapakah Mereka

Grafik Bulanan US Dollar Index

Pekan ini (27 Februari - 3 Maret) perdagangan di pasar keuangan tampaknya akan lebih bergairah dengan hadirnya momen penutupan perdagangan sesi Februari serta sejumlah data ekonomi regular berkategori penting/sangat penting dari AS, antara lain Core Durable Goods Order, Preliminary GDP, CB Consumer Confidence, Core PCE Price Index, Personal Spending, ISM Manufacturing PMI, Unemployment Claims dan ISM Non-Manufacturing PMI.  

Komentar dari para pejabat Fed, data ekonomi serta kabar politik dari Eropa, Inggris, Swiss, Australia, Jepang dan China juga akan ikut andil untuk membakar adrenalin para investor dan pelaku perdagangan.

Namun di pekan ini, selain data-data ekonomi tersebut di atas, ada dua agenda penting yang menjadi perhatian utama para investor yaitu pidato Presiden AS Donald Trump di hadapan Kongres yang dijadwalkan pada 28 Februari 2017 dan Janet Yellen yang dijadwalkan akan berpidato tentang prospek ekonomi AS di Executives Club of Chicago pada akhir pekan nanti.

Dari dua tokoh utama tersebut, di pekan ini pasar keuangan berharap mendapatkan petunjuk yang lebih meyakinkan mengenai kebijakan ekonomi dan reformasi pajak “fenomenal” a la Trump dan peluang kenaikan fed funds rate selanjutnya. Apakah Trump akan kembali membuat Fed dan pasar bingung? We will see. Happy trading!


EURUSD

FS88 JOURNAL EUR TEMPLATE 

WEEKLY OUTLOOK :NEGATIF

O : 1.0609     H : 1.0633      L : 1.0494      C : 1.0561

PERGERAKAN SEPEKAN 20/02 – 24/02 : NEGATIF

RANGE SEPEKAN : 139 PIP

Secara Fundamental, berdasarkan rilis data badan statistik Uni eropa Inflasi zona Eropa mengalami peningkatan secara tahunan sebesar 1,8 persen pada Januari mengkonfirmasi estimasi sebelumnya. Namun demikian, pada basis bulanan, harga konsumen di blok mata uang 19 negara turun 0,8 persen, mengkonfirmasi ekspektasi pasar. Dikeluarkan dari komponen volatile energi dan makanan yang belum diproses, yang mana indikator tersebut diawasi ketat oleh Bank Sentral Eropa, tingkat inflasi tahunan pada bulan Januari adalah 0,9 persen, memperkuat perkiraan Eurostat sebelumnya dan konsensus pasar. Kenaikan inflasi tahunan sebagian besar didorong oleh harga energi yang meningkat sebesar 8,1 persen pada bulan Januari tahun-ke-tahun, melompat dari kenaikan tahunan 2,6 persen pada Desember.

Secara Teknikal, PELEMAHAN pasangan harga EURUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BULLISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BULLISH pada level 1.0626, kemungkinan harga akan kembali ke level 1.0655 – 1.0684 – 1.0714. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BEARISH pada level 1.0534, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PELEMAHANnya ke area level 1.0500 – 1.0468 – 1.0432.

GBPUSD

FS88 JOURNAL GBP TEMPLATE

WEEKLY OUTLOOK : NETRAL

O : 1.2408     H : 1.2570      L : 1.2401      C : 1.2457

PERGERAKAN SEPEKAN 20/02 – 24/02 : POSITIF

RANGE SEPEKAN : 169 PIP

Secara Fundamental, Kantor Statistik Nasional merilis Ekonomi Inggris Raya tumbuh lebih cepat dari perkiraan sebelumnya pada kuartal akhir 2016 pada hari Rabu (22/02), dengan belanja konsumen tangguh dan ekspor naik mengimbangi penurunan investasi bisnis.

Produk domestik bruto mengalami peningkatan di level 0,7% pada kuartal dalam tiga bulan terakhir tahun 2016, lebih tinggi 0,1 poin daripada yang diperkirakan sebelumnya. Kenaikan ini merupakan level tertinggi dalam satu tahun.

Angka pertumbuhan triwulanan ini sejalan dengan ekspektasi para analis yang disurvei oleh The Wall Street Journal. Namun, angka pertumbuhan tahunan direvisi turun menjadi 1,8%, sebagai data baru menunjukkan bahwa ekonomi melemah pada awal tahun ini.

“Secara keseluruhan, sektor jasa terus tumbuh dominan, karena melanjutkan pertumbuhan belanja konsumen, meskipun ritel menunjukkan beberapa tanda kelemahan,” kata Darren Morgan, kepala ONS dari PDB.

Belanja modal Perusahaan Inggris menurun 1,0% pada periode Oktober-Desember dibandingkan dengan triwulan sebelumnya, ONS mengatakan bahwa kecemasan Brexit dapat mempengaruhi beberapa bisnis.

Bisnis investasi mencapai 43,5 miliar pound ($ 54,1 miliar), turun 0.5 miliar pound pada kuartal sebelumnya, sebagai bisnis mengekang pengeluaran teknologi informasi dan komunikasi, peralatan, mesin dan transportasi.

 Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona Ekonomi Inggris, diantaranya :

  1. Manufacturing PMI             Rabu 01/03/2017 16:30 WIB
  2. Construction PMI                Kamis 02/03/2017 16:30 WIB
  3. Services PMI                       Jumat 03/03/2017 16:30 WIB

Secara Teknikal, untuk sepekan kedepan, PENGUATAN GBPUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BEARISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BEARISH pada level 1.2410, kemungkinan harga akan kembali ke level 1.2376 – 1.2340 – 1.2307. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BULLISH pada level 1.2527, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan PENGUATANnya ke area level 1.2562 – 1.2596 – 1.2630. 

AUDUSD

FS88 JOURNAL AUD TEMPLATE 

WEEKLY OUTLOOK : NETRAL

O : 0.7674     H : 0.7741      L : 0.7649      C : 0.7677

PERGERAKAN SEPEKAN 13/02 – 17/02 : DOJI POSITIF

RANGE SEPEKAN : 92 PIP

Secara Fundamental, Perdagangan aussie terhadap banyak rivalnya mengalami tekanan yang kuat setelah Kantor Statistik Nasional Australia melaporkan capex perusahaan-perusahaan negeri tersebut masih menunjukkan pelemahan jauh dibawah ekspektasi. Demikian juga terhadap dollar AS dalam pair AUDUSD yang retreat setelah perdagangan sebelumnya mengalami rebound. Kekecewaan pasar terhadap laporan capex kuartal terakhir tahun lalu tersebut disebabkan memberikan beban bagi bank sentral Australia untuk menentukan kebijakan moneter berikutnya. Ini merupakan data buruk yang jadi hambatan RBA setelah rilis tingkat inflasi yang mengecewakan.

Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona Ekonomi Australia, diantaranya :

  1. GDP q/q                     Rabu 01/03/2017 07:30 WIB

Secara Teknikal, untuk sepekan kedepan, PENGUATAN AUDUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BEARISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BEARISH pada level 0.7639, kemungkinan harga akan kembali ke level 0.7608 – 0.7578 – 0.7545. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BULLISH pada level 0.7729, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan tren PENGUATANnya ke area level 0.7758 – 0.7785 – 0.7814.

XAUUSD

FS88 JOURNAL XAU TEMPLATE 

WEEKLY OUTLOOK : POSITIF

O : 1236.15   H : 1260.00   L : 1225.95    C : 1256.60

PERGERAKAN SEPEKAN 20/02 – 24/02 : POSITIF

RANGE SEPEKAN : $34.05 atau 340.5 PIP

Secara Fundamental, Harga spot emas mencapai posisi harga level tertinggi dalam tiga setengah bulan terimbas pelemahan indeks US dolar yang jatuh ke level terendah dalam satu minggu akibat pernyataan Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS).

Melansir halaman Reuters, Sabtu (25/02), harga emas di pasar spot naik 0,6 persen menjadi US$ 1.256,75 per ounce, setelah menyentuh level tertinggi sejak 11 November pada US$ 1.260,10. Sementara harga emas berjangka AS ditutup naik 0,55 persen ke posisi US$ 1.258,30 per ounce.

Harga pasar spot emas semakin menggeliat usai Menteri Keuangan Steven Mnuchin mengatakan bahwa setiap langkah kebijakan pemerintahan Presiden Donald Trump mungkin hanya memiliki dampak terbatas tahun ini, meskipun ia ingin melihat adanya reformasi pajak digulirkan pada Agustus. Banyak yang menilai perlu kerja keras terkait rencana pengurangan pajak yang seperti Mnuchin sebutkan telah menjadi prioritas utama, dan investor bertaruh ini akan mendorong pertumbuhan dan inflasi pada tahun ini.

"Kami punya kekosongan (domestik AS) kebijakan, tarif (Bunga) yang turun, dolar yang melandai dan geopolitik (kegelisahan) di seluruh dunia, semua hal ini telah mendorong harga emas, " kata analis ICBC Standard Bank Tom Kendall.

Pasar saham global utama memang telah jatuh karena keyakinan investor berkurang jika kebijakan Trump akan menguntungkan pertumbuhan ekonomi. Hal ini kemudian diikuti melemahnya dolar dan meninggikan harga spot emas.

"Denominasi dolar membuat logam safe haven berharga ini meningkat setelah sebelumnya Wall Street berulang kali mencetak rekor tertinggi sepanjang masa dan meskipun dolar mendekati level tertingginya dalam multi-tahun tertinggi," ujar Fawad Razaqzada, Analis Teknis untuk Forex.com.

Secara Teknikal, untuk sepekan kedepan, PENGUATAN XAUUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BEARISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BEARISH pada level 1243.80, kemungkinan harga akan kembali ke level 1237.25 – 1230.60 – 1224.00. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BULLISH pada level 1263.60, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan tren PENGUATANnya ke area level 1269.40 – 1275.35 – 1281.00.

Sumber: ForexSignal88.ComForexFactory.ComThe Wall Street Journal, Kitco.comOilnGold.ComDailyFx.ComReuters.ComMarketWatch.Com Sumber Gambar: Sawyoo, Meta Trader

Share This


Artikel Terkait Lainnya

Jurnal Mingguan Lainnya

November 19, 2017

Rally USD Masih Tersendat Menunggu Katalis Berikutnya

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 19/11/2017 – Selama beberapa minggu terakhir, dolar AS masih terus bergulat keras meskipun ada kemajuan dalam reformasi pajak dan prospek kenaikan suku bunga Federal Reserve bulan depan. Pasar mungkin yakin bahwa The Fed akan…
November 11, 2017

Sekilas Forex: Kemunduran Reformasi Pajak AS Membuat Bullish USD Tertahan

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 11/11/2017 – Pergerakan di bursa forex pada minggu lalu menegaskan betapa pentingnya reformasi pajak bagi rakyat AS, Kongres dan pasar keuangan. Jika dilakukan dengan benar maka itu akan menjadi prestasi terbesar Presiden AS…
November 04, 2017

Sekilas Forex: USD Semakin "Unstoppable" Dan Berpeluang Bullish Kembali

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 04/11/2017 – Pada pekan lalu (30 Oktober-3 November) kita melihat beberapa faktor fundamental besar yang menggerakan bursa forex dan emas. Secara umum, semua faktor tersebut didominasi oleh kebijakan moneter bank sentral utama dan…
October 28, 2017

Sekilas Forex: "The Mighty Dollar" Kembali Bullish - Bagaimana Nasib Gold dan Mata Uang Rival Lainnya?

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.Com | Jakarta, 28/10/2017 - Dolar AS semakin bullish sepanjang pekan lalu (23-37 Oktober), dengan Indeks Dolar AS berakhir naik 1,13% dibandingkan penutupan pekan sebelumnya. Ada beberapa faktor yang mendorong penguatan dolar AS di pekan lalu,…
October 21, 2017

Sekilas Forex: 3 Perkembangan Ekonomi dan Politik AS Yang Akan Menekan Rival USD

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.Com | Jakarta, 22/10/2017 - Greenback mengakhiri pekan lalu dengan posisi yang semakin tinggi setelah harapan terhadap reformasi pajak yang diusung administrasi Trump semakin cerah. Di saat yang sama Presiden Trump juga belum memastikan siapa…