ForexSignal88.Com | Jakarta, 12/02/2017 Sepanjang pekan lalu (6-10 Februari) memang tidak banyak data-data ekonomi penting yang dirilis dari berbagai negara besar namun tetap ada beberapa isu fundamental yang menjadi faktor penggerak pergerakan harga mata uang dan komoditas, terutama faktor politik dari Eropa.

Kita juga melihat bagaimana pergerakan harga antar mata uang juga komoditas tampak menunjukkan sedikit anomali, di saat greenback bergerak ke atas terhadap rival–rival utamanya, sempat terjadi pergerakan GBPUSD yang ikut mengarah ke utara. Terjadi pula pergerakan harga emas dan dolar AS menuju ke arah atas secara bersamaan di sesi perdagangan yang sama.

Kondisi di atas menggambarkan bagaimana para investor dan pelaku pasar masih dilanda kekhawatiran dan kebingungan, mengalami disorientasi saat menghadapi sejumlah faktor politis yang memang penuh dengan ketidakpastian.

Dari belahan bumi utara, isu Brexit masih menjadi perhatian utama pasar. Majelis rendah parlemen United Kingdom (UK), The House of Commons, setelah melalui proses perdebatan tak kurang dari 7 jam dan pemungutan suara di antara para MP (Member of Parliament) pada 8 Februari 2017, akhirnya memberi restu kepada Perdana Menteri Theresa May untuk melanjutkan proses Brexit, memicu Pasal 50 (Article 50) dari Perjanjian Lisbon.

Meskipun telah mengantongi restu The Commons, May masih harus menunggu lainnya dari majelis tinggi parlemen UK yaitu The House of Lords. Namun dengan segenap dukungan dan lobi yang manis baik dari pemerintah, partai politik dan rakyat UK, hampir dapat dipastikan The Lords bakal memberikan lampu hijau karena bagaimanapun juga Brexit adalah kehendak mayoritas rakyat UK (kecuali Skotlandia).

Ketidakpastian seputar politik juga terlihat di negara tetangga UK yang dipisahkan oleh Selat Inggris yaitu Perancis. Ekonomi terbesar kedua di Uni Eropa ini juga sedang cemas menjelang pemilihan presiden yang akan digelar pada Maret (putaran ke-1) dan April (putaran ke-2).

Yang memicu kekhawatiran para investor adalah peluang kemenangan Marine Le Pen, pemimpin partai sayap kanan Front National (FN), yang berdasarkan jajak pendapat terakhir terlihat momentum elektabilitasnya terus menanjak. Le Pen adalah seorang wanita politisi handal yang juga berprofesi sebagai jaksa, putri bungsu Jean-Marie Le Pen, pemimpin partai FN sejak tahun 1972-2011.

Retorika dan janji-janji kampanye proteksionis Le Pen serupa dengan gaya Donald Trump dan ini menjadi ancaman besar bagi integritas Uni Eropa, NATO dan tentunya mata uang euro. Jadi menurut kami di FS88, bisa dikatakan Le Pen adalah “The French Trump”.

Trump pun kembali membingungkan para investor dan pengamat politik-ekonomi dengan sikapnya terhadap China yang tiba-tiba berubah. Pada surat ucapan selamat Tahun Baru Imlek, yang terlambat untuk disampaikan, kepada mitra China-nya Presiden Xi Jinping ia mengatakan ingin menjalin hubungan yang konstruktif dengan China, ekonomi terbesar kedua di dunia.

Keesokan harinya dikabarkan bahwa Trump, melalui pembicaraan telepon, kepada Xi mengatakan ia tetap menghormati kebijakan “One China”. Jelas hal ini membingungkan karena pada saat ia masih berstatus sebagai Presiden Terpilih, melalui telepon, Trump berbicara dengan Presiden Taiwan Tsai Ing-Wen pada bulan Desember. Taiwan adalah negara kecil tetap berseteru dengan China karena menurut China negara itu adalah bagian dari wilayahnya.

Pembicaraan Trump tersebut, selain melanggar kode etik diplomatik yang selama 40 tahun dijaga oleh para presiden AS lainnya, juga jelas sangat menyinggung China sehingga menimbulkan protes keras dari Beijing dan menimbulkan ketegangan diplomatik bahkan sebelum Trump dilantik.

Entah apakah seperti ini strategi Trump terhadap China atau memang ia suka membuat kontroversi dan sensasi, yang pasti pembicaraan telepon Trump-Xi membuat kekhawatiran pasar sedikit mereda, demikian pula dampaknya pada dolar AS yang sejak Kamis mulai menanjak lagi.

Penguatan dolar AS tersebut juga dipicu oleh janji manis Trump di hadapan para CEO maskapai penerbangan saat ia mengatakan akan menerapkan sistem pajak paling ambisius sejak era Ronald Reagan. Trump mengatakan pemerintahannya akan mengumumkan “sesuatu yang fenomenal dalam hal pajak” dalam “dua atau tiga minggu ke depan”.

Isu politik, ekonomi dan perdagangan di pekan ini belum berakhir saat tulisan ini disusun tim FS88 Research Division karena pada Trump sedang melakukan pembicaraan intensif dengan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe di AS.

Kemungkinan besar pembicaraan tersebut berkutat di seputar isu perdagangan bilateral dan nilai tukar mata uang karena sebelumnya Trump memang menuding mitra-mitra dagangnya termasuk Jepang telah melakukan perdagangan yang tidak adil dan telah mendevaluasi mata uang mereka untuk merusak perdagangan AS.

Apakah dampak hasil pembicaraan mereka? Kita tunggu di Senin ini. Jika ternyata sikap Trump terhadap Abe tidak sekeras saat ia berorasi, dolar AS berpotensi untuk kembali menguat.

“Yen akan melemah jika pertemuan (Trump-Abe) berakhir dengan nada yang ramah, dan menguat jika AS mengambil sikap keras pada isu-isu mata uang dan perdagangan,” kata Daisuke Karakama, kepala ekonom pasar Mizuho Bank Ltd di Tokyo.

Trump memang menginginkan dolar yang lemah tapi pasar punya kemampuan hebat untuk melawan kekuatan orang nomor satu di negara paling kuat di dunia tersebut.

 

EURUSD

FS88 JOURNAL EUR TEMPLATE 

WEEKLY OUTLOOK : NETRAL

 

O : 1.0788     H : 1.0792      L : 1.0608      C : 1.0638 

PERGERAKAN SEPEKAN 06/02 – 10/02 : NEGATIF

RANGE SEPEKAN : 184 PIP

Secara Fundamental, Bank Sentral Eropa di pekan kemarin pada hari Senin 06/02 sore WIB mengeluarkan suatu pernyataan yang cukup dovish melalui President ECB Mario Draghi yang menyatakan bahwa tidak akan mengubah kebijakan apapun terkait melonjaknya inflasi zona eropa yang terjadi di bulan lalu. Lonjakan inflasi yang terjadi di bulan lalu secara mengejutkan semakin mendekati target ECB, hanya saja Mario Draghi enggan untuk segera melakukan pengetatan kebijakan ekonomi. Hal tersebut dikarenakan beliau meyakini bahwa lonjakan inflasi yang terjadi di bulan lalu bersifat sementara sebagai dampak atas kenaikan harga minyak dunia. Pertimbangan lain yang menjadi dasar bagi ECB tidak mau terburu-buru mengubah kebijakan ekonomi disebabkan oleh karena pasar tenaga kerja masih lesu, tren pertumbuhan produktivitas negara-negara anggota juga lemah dan cenderung mengarah ke jalur negatif sehingga menyebabkan ECB akan tetap melanjutkan program pembelian asset/stimulus yang selama ini masih berlangsung. “Dukungan terhadap langkah-langkah kebijakan ekonomi kami masih dibutuhkan jika tingkat inflasi secara konvergen menuju target dengan kepercayaan yang cukup dan juga secara berkelanjutan”, demikian pernyataan Draghi. Orang nomor satu di jajaran Bank Sentral Uni Eropa itu juga menambahkan “Strategi kebijkan moneter kami telah menetapkan bahwa kami tidak bereaksi terhadap data-data yang bersifat individual dan atas lonjakan sementara yang tidak memiliki efek terhadap outlook jangka menengah terhadap stabilitas harga”.

Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona Ekonomi Uni Eropa, diantaranya :

  1. German Prelim GDP q/q                Selasa 14/02/2017 14.00 WIB

Secara Teknikal, PELEMAHAN pasangan harga EURUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BULLISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BULLISH pada level 1.0717, kemungkinan harga akan kembali ke level 1.0762 – 1.0803 – 1.0847. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BEARISH pada level 1.0602, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PELEMAHANnya ke area level 1.0559 – 1.0515 – 1.0468.

GBPUSD

 FS88 JOURNAL GBP TEMPLATE

WEEKLY OUTLOOK : NETRAL

O : 1.2488     H : 1.2581      L : 1.2346      C : 1.2485 

PERGERAKAN SEPEKAN 06/02 – 10/02 : DOJI NEGATIF

RANGE SEPEKAN : 235 PIP

Secara Fundamental, Surplus perdagangan barang Inggris Raya dengan AS melebar dalam tiga bulan terakhir tahun ini, data menunjukkan Jumat (10/02), menyoroti tantangan yang dihadapi oleh pemerintahan Presiden Donald Trump saat ia berjanji untuk mempersempit kesenjangan perdagangan negara itu dengan seluruh dunia. Surplus perdagangan Inggris Raya dengan AS berdiri di GBP3.4 miliar ($ 4,25 milyar) pada periode Oktober-Desember, lebih dari tiga kali lebih banyak daripada GBP1.1 miliar terlihat pada kuartal sebelumnya. Dibandingkan dengan kuartal keempat tahun 2015, surplus melebar GBP0.9 miliar.Trump telah mempersempit defisit perdagangan AS di tengah kebijakan ekonomi, berjanji untuk meningkatkan manufaktur domestik dan mengekang ketergantungan negara pada impor. Selama pertemuannya dengan Perdana Menteri Inggris Theresa May bulan lalu Trump berjanji untuk menegosiasikan kesepakatan perdagangan dengan Inggris setelah meninggalkan Uni Eropa. Inggris telah mengalami surplus perdagangan kuartalan barang dengan AS sejak 2003.

Surplus melebar pada kuartal akhir 2016 mungkin mencerminkan melemahnya tajam pound setelah referendum 23 Juni, ketika warga Inggris memutuskan untuk meninggalkan blok Eropa. Karena hasil suara, sterling telah melemah hampir 20% terhadap dolar AS, membuat ekspor Inggris lebih kompetitif. Defisit perdagangan barang secara keseluruhan Inggris Raya menyempit pada bulan Desember pada kenaikan ekspor pesawat, minyak dan emas, tanda tentatif bahwa devaluasi pound mungkin akan membantu Inggris untuk menutup kesenjangan perdagangan sendiri.

Defisit perdagangan barang Inggris turun menjadi GBP10.9 miliar di bulan terakhir tahun lalu dari GBP11.6 miliar bulan sebelumnya. Data itu muncul setelah angka produk domestik bruto awal menunjukkan bahwa ekonomi Inggris Raya diperluas pada tingkat tercepat di antara Kelompok Tujuh negara maju tahun lalu. Dengan Inggris Raya keluar dari Uni Eropa, neraca perdagangan Inggris akan menjadi indikator yang diawasi ketat untuk keberhasilan pemerintah dalam menempa hubungan ekonomi baru di luar blok Eropa. Namun, ekonom memperingatkan bahwa data perdagangan dapat volatile, dan itu tidak mungkin untuk beberapa waktu sampai pola yang jelas muncul.

 Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona Ekonomi Inggris, diantaranya :

  1. CPI y/y                                                Selasa 14/02/2017 16:30 WIB
  2. Average Earnings Index 3m/y     Rabu 15/02/2017 16:30 WIB
  3. Claimant Count Change                Rabu 15/02/2017 16:30 WIB
  4. Retail Sales m/m                            Jumat 17/02/2017 16:30 WIB

Secara Teknikal, untuk sepekan kedepan, PELEMAHAN GBPUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BULLISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BULLISH pada level 1.2535, kemungkinan harga akan kembali ke level 1.2572 – 1.2610 – 1.2650. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BEARISH pada level 1.2432, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan PELEMAHANnya ke area level 1.2398 – 1.2362 – 1.2323.

AUDUSD

 FS88 JOURNAL AUD TEMPLATE

WEEKLY OUTLOOK : NETRAL

 

O : 0.7679     H : 0.7689      L : 0.7606      C : 0.7676 

PERGERAKAN SEPEKAN 06/02 – 10/02 : DOJI NEGATIF

RANGE SEPEKAN : 83 PIP

Secara Fundamental, Reserve Bank of Australia (RBA) mempertahankan suku bunga stabil pada rekor rendah 1,5 persen pada Selasa (07/02) dan muncul indikasi akan rate suku bunga tetap akan ditahan untuk beberapa waktu. RBA mengatakan bahwa pihaknya memperkirakan ekonomi Australia akan tumbuh sekitar 3 persen per tahun selama beberapa tahun mendatang dan inflasi yang akan naik di atas target 2 persen selama tahun ini. Dewan menilai bahwa memegang sikap kebijakan tidak berubah pada pertemuan ini akan konsisten dengan pertumbuhan yang berkelanjutan dalam perekonomian dan pencapaian sasaran inflasi dari waktu ke waktu. Analis membaca pernyataan tersebut sebagai sinyal bank sentral tidak akan memangkas suku bunga dalam waktu dekat.

Keputusan untuk tetap ditahan datang meskipun inflasi tetap lamban. Untuk kuartal Oktober-Desember, data yang dirilis pada akhir Januari menunjukkan inflasi adalah 1,5 persen pada tahunan, sedikit lebih rendah dari yang diharapkan, dan masih di bawah target 2 persen bank sentral. Tetapi bahkan dengan data harga yang lemah, analis heran dengan RBA tinggal ditahan, mencatat RBA adalah mungkin mengamati perkembangan di pasar perumahan. Pernyataan mencatat bahwa pasar perumahan di seluruh negara bervariasi, dengan beberapa daerah melihat harga naik cepat dan permintaan yang lebih besar dari investor. Hal ini juga mencatat bahwa standar pinjaman telah diperkuat.

Data yang dilaporkan pekan lalu menunjukkan pasar perumahan tetap meningkat, dengan harga di kota-kota besar naik 10,7 persen pada 2016, naik dari 7,4 persen tahun sebelumnya, menurut data dari konsultan properti CoreLogic. Para analis telah memperkirakan perkembangan pasar perumahan yang menahan RBA. Dengan inflasi secara konsisten di bawah kisaran target RBA selama hampir tiga tahun, kemungkinan bahwa lonjakan di pasar perumahan adalah salah satu alasan utama mengapa tingkat suku bunga tidak bergerak lebih rendah dalam upaya untuk merangsang pengeluaran dan mendorong inflasi lebih tinggi.

Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona Ekonomi Australia, diantaranya :

  1. Employment Change                                 Selasa 16/02/2017 07:30 WIB
  2. Unempoyment Rate                                   Selasa 16/02/2017 07:30 WIB

Secara Teknikal, untuk sepekan kedepan, PELEMAHAN AUDUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BULLISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BULLISH pada level 0.7701, kemungkinan harga akan kembali ke level 0.7729 – 0.7758 – 0.7789. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BEARISH pada level 0.7619, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan tren PELEMAHANnya ke area level 0.7590 – 0.7561 – 0.7532.

XAUUSD

 FS88 JOURNAL XAU TEMPLATE

WEEKLY OUTLOOK : POSITIF

 

O : 1220.70   H : 1244.55   L : 1220.00    C : 1233.95

PERGERAKAN SEPEKAN 06/02 – 10/02: POSITIF

RANGE SEPEKAN : $24.45

Secara Fundamental, walau selama sepekan pergerakan harga emas berada pada jalur kenaikan 2 minggu berturut-turut. Namun demikian Harga Spot Emas sedikit mengalami penurunan pada penutupan perdagangan Jumat 10/02 (Sabtu 11/02 dinihari WIB) sebagai akibat tekanan yang terjadi pada pergerakan harga Kamis 09/02. Tekanan kepada harga emas ini setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeluarkan pernyataan soal pemotongan pajak sehingga mendorong kenaikan bursa saham. Ke depan harga emas kemungkinan masih akan ada potensi untuk melemah lebih jauh melihat sinyal-sinyal yang telah diberikan oleh pasar saham. Asalkan pergerakan spot emas di minggu depan tidak menembus dan closing di area 1245.00 secara intraday harian (area level kunci) dan 1250.00 (area resistance psikologis). Dikarenakan Beberapa kali bursa saham AS mencetak rekor tertinggi dan sangat antusias dengan prospek kebijakan dari Donald Trump.

Secara Teknikal, untuk sepekan kedepan, PENGUATAN XAUUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BEARISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BEARISH pada level 1219.80, kemungkinan harga akan kembali ke level 1212.80 – 1205.35 – 1197.50. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BULLISH pada level 1241.70, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan tren PENGUATANnya ke area level 1249.65 – 1257.35 – 1265.20.

Sumber: ForexSignal88.ComForexFactory.ComInvesting.com, Kitco.comOilnGold.ComDailyFx.Com Sumber Gambar: France 24

Share This


Artikel Terkait Lainnya

Jurnal Mingguan Lainnya

September 16, 2017

Sekilas Forex: Duka USD Terus Berlanjut. Nasib USD Bergantung Pada Hasil Rapat FOMC

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.Com | Jakarta, 16/09/2017 - Perjalanan forex dan emas di pekan lalu (11-15 September) dimulai dengan suasana duka greenback karena saat itu wilayah Florida sedang diterpa Badai Irma, badai yang termasuk ke dalam Kategori 5 dalam skala…
September 09, 2017

Sekilas Forex: Badai BEARISH Menerpa USD - 4 Hal Penyebab Utamanya.

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.Com | Jakarta, 09/09/2017 - Empat faktor penggerak utama di bursa forex dan emas, yaitu geopolitik, moneter, bencana alam dan teknikal, terlihat bekerja optimal di sepanjang sesi perdagangan pekan lalu (4-8 September). Data Ekonomi NFP dan…
September 02, 2017

Sekilas Forex: Akankah Tingkat Suku Bunga AS Naik Lagi? Ini Menjadi Kunci Naik atau Turunnya USD

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.Com | Jakarta, 02/09/2017 - Pertunjukan atraktif dipertontonkan bursa forex di sesi penutupan pekan lalu (28 Agutus-1 September). Sempat turun tajam, dolar AS berbalik menguat. Reaksi pasar terhadap laporan pekerjaan AS yang lemah merupakan…
August 26, 2017

Sekilas Forex: 2 Faktor Penting Ini Akan Pengaruhi USD dan Rivalnya Pada Pekan Depan

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.Com | Jakarta, 26/08/2017 - Simposium Jackson Hole 2017 harus diakui berdampak merusak tapi belum dapat dikatakan sebagai sebuah bencana bagi dolar AS. Greenback diperdagangkan melemah terhadap semua mata uang utama pada hari Jum’at dengan…
August 20, 2017

Sekilas Forex: USD VS Safe Haven Masih Terus Berlanjut

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.Com | Jakarta, 20/08/2017 - Dinamika di bursa forex dan emas pada pekan lalu (14-18 Agustus) cukup impresif. Pergerakan harga di kedua bursa itu dimulai dari nuansa bullish dolar AS di akhir pekan sebelumnya yang terdorong oleh data CPI yang…