ForexSignal88.com l Jakarta, 02/12/2018 - Pada pekan terakhir November (26-30 November), tidak seperti di dua pekan sebelumnya, kabar Brexit kurang menghiasi aktivitas di bursa forex dan emas walaupun pada awal pekan tersebut sempat muncul kabar berupa kesepakatan UK dan Uni Eropa atas rancangan perjanjian Brexit.

Fundamental dominan di pekan lalu adalah Federal Reserve dan perang dagang AS-China. Pada sesi perdagangan Senin (26/11) dolar AS akhirnya berhasil merebut kendali walaupun sejak awal sesi tersebut sempat tertekan.

Meskipun apresiasi dolar AS di sesi itu terbilang sebagai penguatan yang tipis, dari dinamika yang terlihat saat itu, untuk sementara, pasar tetap menyukai mata uang tersebut di tengah derasnya isu geopolitik dan ketegangan perdagangan global.

Clarida dan Trump Sempat Kerek Dolar AS

Dolar AS kembali menunjukkan keperkasaannya pada hari Selasa (27/11), terkerek oleh pernyataan Wakil Ketua The Fed Richard Clarida yang mendukung kenaikan suku bunga lebih lanjut.

Namun Clarida tetap menggarisbawahi pentingnya pemantauan terhadap data-data ekonomi karena bank sentral AS bergerak mendekati posisi atau tingkat suku bunga netral.

Dalam pidatonya saat itu, yang disampaikan di tengah gelombang penurunan saham-saham belum lama ini, Clarida menekankan betapa sulitnya situasi bagi The Fed untuk menentukan tingkat suku bunga netral dan tingkat pengangguran maksimum.

Pernyataan salah satu pejabat The Fed yang berpengaruh tersebut muncul setelah Ketua Fed Jerome Powell pada bulan lalu mengatakan bahwa bank sentral AS dapat menaikkan suku bunga acuannya di atas perkiraan pengaturan netral karena ekonomi AS yang ‘sangat positif’ terus tumbuh.

Penguatan mata uang AS hari itu juga ditopang oleh ketidakpastian di seputar perang perdagangan AS-China menjelang pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping di perhelatan G20 di Buones Aires, Argentina.

Pada pertemuan tersebut, kedua pemimpin ekonomi terbesar ke-1 dan ke-2 di dunia tersebut, diharapkan dapat mencapai kesepakatan untuk bersama menurunkan tensi perdagangan di antara kedua negara.

Namun demikian, pasar masih terlihat pesimistis apalagi Larry Kudlow, penasihat ekonomi papan atas Gedung Putih, tidak yakin tentang prospek ‘gencatan senjata’ dalam perang tarif AS-China tersebut.

Kudlow, direktur Dewan Ekonomi Nasional AS, mengatakan bahwa untuk saat ini ia tidak dapat menemukan banyak perubahan pada langkah pendekatan yang dilakukan China.

Komentar Jay Jadi Pukulan bagi Dolar AS

Di hari berikutnya, Rabu (28/11) waktu AS atau Kamis (29/11) dini hari waktu Indonesia, dolar AS mendapat perlawanan dari para rivalnya. Pernyataan Ketua The Jerome ‘Jay’ Powel di dalam pidatonya pada sebuah acara yang diselenggarakan The Economic Club of New York bertajuk ‘The Federal Reserve's Framework for Monitoring Financial Stability’ menjadi beban bagi greenback.

Pada kesempatan tersebut Powell terdengar dovish (kurang meyakinkan) sehingga memicu spekulasi pasar bahwa bank sentral AS dapat menunda kenaikan suku bunga acuannya di tahun depan. Potensi perlambatan laju siklus pengetatan moneter tersebut pun segera menjelma sebagai pendorong saham-saham AS sekaligus pemukul greenback.

Powell menyebut suku bunga ‘tepat di bawah’ kisaran perkiraan yang biasa disebut ‘tingkat netral’ sementara pada pernyataan yang disampaikan pada bulan lalu dibaca oleh pasar sebagai sinyal pengetatan kebijakan moneter yang lebih agresif.

FOMC Meeting Minutes Paksa Dolar AS Turun Lebih Jauh

Rival utama dolar AS, kecuali pound sterling, terus menekan mata uang AS itu di akhir Kamis dan Jumat (29/11) dini hari. Pelemahan greenback masih terlihat pada Jumat pagi hingga sore hari, menyusul publikasi risalah atau notulen rapat kebijakan Federal Open Market Committee (FOMC) The Fed 7-8 November pada Jumat dini hari waktu Indonesia.

Pada risalah itu disebutkan, ‘Para anggota [komite penentu kebijakan atau FOMC] terus berharap bahwa peningkatan secara bertahap yang lebih jauh pada kisaran target untuk tingkat suku bunga federal akan konsisten dengan ekspansi berkelanjutan kegiatan ekonomi, kondisi pasar tenaga kerja yang kuat dan inflasi dekat tujuan [target] simetris 2 persen Komite ini untuk jangka menengah.’

Namun para anggota komite tersebut juga mengangkat ekspektasi para investor bahwa suku bunga acuan federal AS semakin mendekati ‘tingkat netral’.

‘Beberapa peserta mencatat bahwa tingkat suku bunga federal saat ini mungkin mendekati ‘tingkat netral’ dan bahwa kenaikan lebih lanjut dalam tingkat suku bunga federal bisa sangat memperlambat ekspansi kegiatan ekonomi dan menekan inflasi juga ekspektasi inflasi,’ kata risalah tersebut.

Pasar Fokus ke Trump dan Xi, Dolar AS Berakhir Positif

Dengan dukungan dari sejumlah data manufaktur China dan Eropa yang memburuk sementara data manufaktur AS membaik, pada sesi terakhir pekan sekaligus bulan lalu dolar AS berhasil membalikkan keadaan.

Selain data-data tersebut, levitasi greenback juga terjadi karena pasar bersiap diri untuk melihat dan menelaah hasil pembicaraan penting antara Washington dan Beijing di pertemuan G20 di Buenos Aires pada hari Sabtu (1/12).

Sayangnya, saat jurnal ini disusun pertemuan G20 baru saja berlangsung sehingga tim analisis pasar keuangan ForexSignal88.com (FS88) tidak bisa menyampaikannya pada kesempatan ini.

Pada basis mingguan, di akhir pekan lalu dolar AS tercatat menguat terhadap semua rivalnya kecuali dolar Australia yang terbantu oleh peningkatan risk appetite, salah satunya terefleksi pada naiknya beberapa indeks saham utama di pekan lalu.


EURUSD

FS88 JOURNAL EUR TEMPLATE 

WEEKLY OUTLOOK : NEGATIF CENDERUNG NETRAL  

O : 1.1341     H : 1.1402      L : 1.1267      C : 1.1322

PERGERAKAN SEPEKAN 26/11 – 30/11 : NEGATIF

RANGE SEPEKAN : 135 PIP

Secara Fundamental, Berbicara di hadapan komite European Parliament pada Senin awal pekan kemarin, Mario Draghi mengatakan bahwa rencana ECB untuk menyetop program pembelian obligasi sebesar 2.6 triliun pada akhir 2018 akan menandai sebuah permulaan pemulihan ekonomi Zona Euro secara bertahap.

Draghi menyadari bahwa dorongan inflasi saat ini memang belum sekuat ekspektasi. Namun, ia optimis bahwa inflasi Zona Euro ke depan akan naik secara bertahap.

Selain itu, Mario Draghi juga menyerukan intensifikasi kerja kebijakan untuk memperkuat ketahanan Zona Euro terhadap krisis. Hal ini terutama berkaitan dengan penyelesaian masalah serikat perbankan.

Namun demikian pidato Mario Draghi memang bukan satu-satunya katalis yang mempengaruhi pergerakan pasangan mata uang EUR/USD dalam beberapa waktu terakhir. Selain event tersebut, ada pula perkembangan isu anggaran Italia dan kesepakatan Brexit yang cenderung berdampak positif terhadap Euro terhadap rivalnya mata uang Poundsterling.

Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona Ekonomi Uni Eropa, diantaranya :

  1. OPEC Meetings Kamis 06/12/2018 All Day

Secara Teknikal, PELEMAHAN pasangan harga EURUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BULLISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BULLISH pada level 1.1408, kemungkinan harga akan kembali ke level 1.1458 – 1.1502 – 1.1549. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BEARISH pada level 1.1262, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PELEMAHANnya ke area level 1.1211 – 1.1167 – 1.1121.

 

GBPUSD

 FS88 JOURNAL GBP TEMPLATE

WEEKLY OUTLOOK :  NEGATIF CENDERUNG NETRAL

O : 1.2828     H : 1.2865      L : 1.2727      C : 1.2742

PERGERAKAN SEPEKAN 26/11 – 30/11 : NEGATIF

RANGE SEPEKAN : 163 PIP

Secara Fundamental, Rilis data Net Lending to Individuals bulan Oktober 2018 naik tipis ke 5 miliar pound, dari sebelumnya di 4.9 miliar pound. Data yang dilaporkan pada hari Kamis pekan kemarin jelas mematahkan ekspektasi penurunan ke 4.5 miliar pound, dan menjadi data pinjaman tertinggi dalam empat bulan terakhir.

Indikator ekonomi tersebut normalnya dapat membuat Poundsterling menguat. Namun, isu perkembangan Brexit seringkali lebih berdampak bagi pergerakan Pound. Nah, kabar terbaru seputar Brexit datang dari prediksi ekonomi Bank of England (BOE) dan Kementerian Keuangan Inggris, yang menunjukkan pesimisme.

BoE memperingatkan bahwa No Deal Brexit dapat melemahkan Pound dan memicu resesi yang lebih buruk daripada kondisi ekonomi Inggris saat krisis finansial. Perekonomian Inggris diprediksi akan menyusut sampai 8 persen apabila tidak diadakan periode transisi.

Peringatan BoE tersebut muncul setelah Kementerian Keuangan Inggris mengeluarkan analisis bernada sama. Mereka memprediksi bahwa ekonomi Inggris akan lebih menyedihkan pasca Brexit dalam bentuk apapun, dibandingkan dengan saat Inggris masih bergabung di Uni Eropa.

Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona Ekonomi Inggris, diantaranya :

  1. Manufacturing PMI Senin 03/12/2018 Pk 16:30 WIB
  2. Construction PMI Selasa 04/12/2018 Pk 16:30 WIB
  3. Services PMI            Rabu 05/12/2018 Pk 16:30 WIB
  4. OPEC Meetings Kamis 06/12/2018 All Day

Secara Teknikal, PELEMAHAN pasangan harga GBPUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BULLISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BULLISH pada level 1.2854, kemungkinan harga akan kembali ke level 1.2915 – 1.2972 – 1.3030. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BEARISH pada level 1.2719, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PELEMAHANnya ke area level 1.2659 – 1.2599 – 1.2537.

 

AUDUSD

 FS88 JOURNAL AUD TEMPLATE

WEEKLY OUTLOOK :  POSITIF CENDERUNG NETRAL

O : 0.7229     H : 0.7343      L : 0.7197      C : 0.7307

PERGERAKAN SEPEKAN 26/11 – 30/11 : POSITIF

RANGE SEPEKAN : 146 PIP

Secara Fundamental, Dolar Australia berada di level tinggi terhadap Dolar AS pada sesi perdagangan sepekan kemarin, hal ini dipicu oleh Statement dovish ketua The FED. Secara keseluruhan, AUD berhasil mempertahankan kenaikannya, tapi cenderung terkonsolidasi jelang pertemuan antara Trump dan Xi Jinping.

Di samping itu, Dolar Australia juga menguat tipis 0.07 persen terhadap Yuan, naik 0.21 persen terhadap Dolar Kanada, menguat 0.38 persen terhadap Dolar NZ, dan menguat 0.51 persen terhadap Pound. Sebaliknya, AUD justru melemah tipis terhadap Yen dan Euro masing masing, sebesar 0.5 persen.

Gejolak harga yang terjadi pada pair AUD/USD hampir identik dengan pergerakan saham global dan mata uang Yuan dalam beberapa hari terakhir di pekan kemarin. Hal itu mencerminkan bahwa saat ini fokus investor sedang tertuju pada pertemuan antara Trump dan Xi Jinping di KTT G20.

The Wall Street Journal melaporkan baik AS maupun China tengah mencari solusi untuk meredakan ketegangan, dan sedang menjajaki kesepakatan perdagangan. Langkah tersebut akan diambil Washington dengan cara menangguhkan kenaikan tarif lanjutan selama musim semi 2019. Hal ini dilakukan untuk melakukan pembicaraan baru yang membahas reformasi kebijakan ekonomi China.

Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona Ekonomi Australia, diantaranya :

  1. Building Approvals                         Senin 03/12/2018 Pk 07:30 WIB
  2. Company Operating Profits Senin 03/12/2018 Pk 07:30 WIB
  3. Current Account             Selasa 04/12/2018 Pk 07:30 WIB
  4. Cash Rate Selasa 04/12/2018 Pk 10:30 WIB
  5. RBA Rate Statement Selasa 04/12/2018 Pk 10:30 WIB
  6. GDP Rabu 05/12/2018 Pk 07:30 WIB
  7. Retail Sales Kamis 06/12/2018 Pk 07:30 WIB
  8. Trade Balance Kamis 06/12/2018 Pk 07:30 WIB
  9. OPEC Meetings Kamis 06/12/2018 All Day

Secara Teknikal, PENGUATAN pasangan harga AUDUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BEARISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BEARISH pada level 0.7259, kemungkinan harga akan kembali ke level 0.7219 – 0.7182 – 0.7145. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BULLISH pada level 0.7345, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PENGUATANnya ke area level 0.7381 – 0.7417 – 0.7449.

 

XAUUSD

FS88 JOURNAL XAU TEMPLATE 

WEEKLY OUTLOOK : NETRAL  

O : 1224.15   H : 1228.85   L : 1211.05    C : 1221.65

PERGERAKAN SEPEKAN 26/11 – 30/11 : NEGATIF

RANGE SEPEKAN : $17.8 atau 178 PIP

Secara Fundamental, Harga emas jatuh dipicu penguatan Dolar Amerika Serikat (AS) menjelang pertemuan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping pada forum KTT G20 selama akhir pekan. Pertemuan kedua kepala negara guna membahas perdagangan.

Sementara harga paladium melampaui level USD 1.200 per ounce untuk pertama kalinya.

Melansir halaman Reuters, Sabtu (1/12/2018), harga emas di pasar spot turun 0,17 persen menjadi USD 1.221,50 per ounce. Adapun emas berjangka AS tergelincir 0,24 persen menjadi USD 1.221,20 per ounce.

"Indeks dolar telah pindah ke posisi tertinggi secara harian dan pasar saham AS memantul kembali dan itu bekerja melawan emas," kata Analis Senior Kitco Metals Jim Wyckoff.

Presiden Donald Trump dan Xi Jinping akan bertemu di sela-sela KTT G20 di Argentina untuk membahas perselisihan perdagangan yang sedang berlangsung antara dua ekonomi terbesar dunia. "Pergerakan harga emas yang besar tidak mungkin terjadi, kecuali ada semacam pengumuman besar dari luar Buenos Aires dari G20," tambah dia.

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap sekeranjang enam mata uang utama, kembali menguat setelah menyentuh terendah dalam satu minggu di sesi sebelumnya. Hal ini karena pasar menunggu hasil dari pembicaraan AS dan China.

"Pasar sekarang memiliki lebih banyak kejelasan dalam isu-isu seperti pemikiran suku bunga Federal Reserve AS, drama anggaran Italia, dan perang perdagangan AS-China," kata Ronan Manly, Analis Logam Mulia BullionStar.

“Dengan demikian, kejelasan dan visibilitas ini dapat membatasi perolehan emas lebih lanjut dalam jangka pendek. Jadi, langkah besar di atas kisaran saat ini tidak mungkin. ”Harga emas telah diperdagangkan antara USD 1.210,65 dan USD 1.230,07 selama dua minggu terakhir.

Sementara itu, harga palladium naik tipis 0,17 persen menjadi USD 1.182,99 per ounce, setelah melonjak ke rekor tinggi sebelumnya di sesi di atas kunci USD 1.200 per ounce level untuk pertama kalinya. Ini menempatkannya sekitar USD 15 dari paritas dengan emas.

"Ada banyak keterbatasan pasokan logam fisik paladium yang diterjemahkan menjadi dukungan mendasar dalam harga palladium yang menguat," kata Miguel Perez-Santalla, Wakil Presiden Manajemen Logam Heraeus di New York.

Sementara harga perak turun 1,03 persen menjadi USD 14,16 per ounce. Platinum merosot 1,75 persen, menjadi USD 802,70 per ounce, di jalur untuk penurunan mingguan keempat berturut-turut. Logam tersebut akan turun lebih dari 4 persen pada bulan November, setelah naik dalam dua bulan sebelumnya.

Secara Teknikal, PELEMAHANAN pasangan harga XAUUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BULLISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BULLISH pada level 1230.40, kemungkinan harga akan kembali ke level 1238.35 – 1245.45 – 1253.00. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BEARISH pada level 1210.05, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PELEMAHANnya ke area level 1203.15 – 1195.35 – 1187.55.

  

Sumber: ForexSignal88.ComForexFactory.ComCFTC, Investing.ComBloomberg.ComKitco.ComOilnGold.Com

DailyFx.ComReuters.ComCNN.ComMarketWatch.ComAssociated Press Sumber Gambar: PEWReasearch.Org

Tags: #forexsignal88 #signalforex #sinyalforex #forexsignal #analisaforex #analisagold #belajarforex #seputarforex #sekilasforex #eurusd #gbpusd #audusd #xauusd #signalforexharian #signalforexakurat #analisaforex #analisatradingforex #analisaforexharian #analisagold #beritaforexindonesia #beritaforexharian #beritaterkiniforex #analisajituforex #toptrendingforex #signalforexgratis #signalforexindonesia #tipsforex #trikforex #strategiforex #teknikforex #analisateknikal

Share This

Jurnal Mingguan Lainnya

December 08, 2018

Sekilas Forex: NFP Bebani USD Menjelang Pengumuman Suku Bunga

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 09/12/2018 - Aset safe havens, selain dolar AS, merajai perdagangan forex dan emas di pekan lalu (3-7 Desember). Pelemahan dolar AS dimulai pada awal pekan lalu setelah muncul hasil negosiasi Presiden AS Donald Trump dan Presiden…
December 01, 2018

Sekilas Forex: Dari Perang Dagang Sampai Suku Bunga, Kemana USD Akan Bergerak Pada Pekan Depan?

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 02/12/2018 - Pada pekan terakhir November (26-30 November), tidak seperti di dua pekan sebelumnya, kabar Brexit kurang menghiasi aktivitas di bursa forex dan emas walaupun pada awal pekan tersebut sempat muncul kabar berupa…
November 17, 2018

BREXIT ALERT: Ancaman BREXIT Membuat Investor Kabur dari POUND

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 17/11/2018 - Di Indonesia masyarakat mengenal istilah “tahun politik” untuk mendefinisikan suatu masa yang dipenuhi berbagai aksi dan berita berbau politis. Mengadopsi istilah serupa, tidak ada salahnya jika sesi perdagangan pekan…
November 24, 2018

Sekilas Forex: USD Menolak Turun. Pekan Depan USD Berpotensi Untuk Naik Kembali

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 24/11/2018 - Mengawali sesi perdagangan pekan lalu (19-23 November) dolar AS masih menunjukkan pelemahan setelah di pekan sebelumnya dua pejabat berpengaruh Federal Reserve mengisyaratkan potensi kemunduran pertumbuhan ekonomi…
November 03, 2018

Sekilas Forex: Merkel, Brexit, dan BOE Gerakan Pasar Pekan Lalu. Kini Pasar Tunggu Midterm Election AS.

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 04/11/2018 - Aktivitas perdagangan forex dan emas pada pekan lalu (29 Oktober-2 November) di awali dengan naiknya nilai tukar dolar AS terhadap euro, mendekati level tertinggi 10 minggu yang dicetak pada pekan sebelumnya, di…