ForexSignal88.com l Jakarta, 17/11/2018 -  Di Indonesia masyarakat mengenal istilah “tahun politik” untuk mendefinisikan suatu masa yang dipenuhi berbagai aksi dan berita berbau politis. Mengadopsi istilah serupa, tidak ada salahnya jika sesi perdagangan pekan lalu (12-16 November) kita sebut sebagai “pekan politik”.

Hampir sepanjang pekan lalu kegiatan investasi dan trading para pelaku pasar dimotivasi oleh beberapa berita politik, terutama politik Inggris, dengan sedikit bumbu tambahan berupa ketegangan antara Italia dan Uni Eropa (UE) juga hubungan dagang dan politik antara AS dengan China dan Arab Saudi.

Oleh karena itu, pada jurnal Sekilas Forex kali ini tim analis ForexSignal88.com lebih menitikberatkan ulasan di seputar Brexit dan performa pound sterling.

Mengawali perdagangan pekan lalu, dolar AS masih mendominasi bursa forex sekaligus membebani harga emas. Penguatan dolar AS tersebut adalah kelanjutan dari tren bullish di pekan sebelumnya setelah Federal Open Market Committee (FOMC) tidak mengubah suku bunga federal.

Di saat yang sama, bank sentral AS juga tetap terdengar optimistis sehingga saat itu pasar tetap yakin bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunganya pada bulan Desember, kenaikan keempat di tahun ini, sebuah prospek cerah bagi dolar AS namun suram bagi rivalnya dan harga emas serta komoditas lain yang berdenominasi dolar AS.

Penguatan Dolar AS Terpangkas Berita Brexit

Pada Selasa dan Rabu, euro dan pound sterling mulai menunjukkan perlawanan, terdorong oleh kabar tercapainya rancangan kesepakatan penarikan diri Inggris dari UE meskipun pasar tetap ragu tentang apakah parlemen Inggris juga akan mendukung draft kesepakatan itu.

Perdana Menteri Inggris Theresa May berencana menyajikan teks rancangan perjanjian Brexit kepada menteri seniornya pada hari Rabu setelah Inggris dan UE mencapai konsensus tentang kesepakatan Brexit tersebut.

Pelemahan greenback memang berlanjut setelah PM May menggelar sebuah jumpa pers di Downing Street dan menjelaskan bahwa kabinetnya telah mendukung draft Brexit, menambahkan bahwa draft itu dibuat untuk kepentingan nasional tetapi akan ada hari-hari sulit di masa depan yang harus dihadapi.

“Keputusan kolektif kabinet adalah bahwa pemerintah harus menyetujui rancangan perjanjian penarikan diri dan garis besar deklarasi politik,” kata May di teras Downing Street setelah menggelar rapat kabinet selama lima jam.

“Saya sangat yakin dengan kepala dan hati saya bahwa ini adalah keputusan terbaik demi kepentingan seluruh United Kingdom,” tambahnya.

Pengunduran Diri Sejumlah Menteri Inggris Bebani GBP

Namun euforia atas kabar tersebut tidak berlangsung lama. Hanya berselang satu hari kemudian tersiar kabar mengejutkan yaitu mundurnya beberapa menteri yang menjabat posisi penting di kabinet PM May, sebagai bentuk ketidaksetujuan mereka terhadap rancangan perjanjian Brexit.

Yang paling mengejutkan adalah pengunduran diri Dominic Raab, menteri Brexit, yang akhirnya memaksa PM May berjuang lebih keras untuk bertahan dan mencoba untuk mendapat dukungan dari Partai Konservatif untuk mendukung perjanjian penarikan diri Inggris dari UE.

Raab menjelaskan dirinya harus mengundurkan diri karena tidak setuju dengan proposal Brexit yang disepakati Inggris dan UE, terutama mengenai perbatasan Inggris-Irlandia.

Raab menampilkan surat pengunduran diri di akun Twitternya, di antaranya menyebut, "Saya tidak dapat melihat kesesuaian ketentuan-ketentuan yang ada dalam kesepakatan Brexit dengan perjanjian yang kami sepakati dengan bangsa ini."

"Saya meyakini bahwa rezim regulasi yang diusulkan untuk Irlandia Utara memicu ancaman nyata terhadap integritas Kerajaan Inggris," tambahnya di dalam surat tersebut.

Potensi No-Deal Brexit Meningkat

Sikap permusuhan antara pemerintah dan anggota parlemen oposisi Inggris meningkatkan risiko bahwa rancangan kesepakatan itu akan ditolak di parlemen. Selain itu semakin besar pula risiko Inggris keluar dari UE pada 29 Maret 2019 tanpa jaring pengaman.

Rencana kompromi PM May, yang berusaha mempertahankan hubungan perdagangan yang dekat dengan UE di masa depan, menghadapi tentangan dari para Brexiteers, pro-Eropa, partai Irlandia Utara yang mendukung pemerintahannya dan beberapa menterinya sendiri

Tentangan tersebut meningkatkan beberapa risiko yaitu PM May harus lengser dari jabatannya, Inggris akan meninggalkan UE tanpa perjanjian (no-deal Brexit) atau terjadi referendum baru.

Tanpa kesepakatan yang diharapkan, Inggris kelak terpaksa keluar dari perjanjian perdagangan tanpa batas dengan UE menuju ke pengaturan bea cukai biasa yang ditetapkan oleh Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) untuk negara-negara eksternal, yang dapat menyebabkan kepanikan di pasar keuangan.

Namun, sebagian pelaku dan pengamat pasar masih meyakini bahwa para bulls sterling memiliki alasan untuk tidak menyerah, mengingat ada kemungkinan referendum lain dengan pilihan: hard Brexit atau tetap menjadi anggota UE.

Selanjutnya pada hari Jumat PM May menunjuk Stephen Barclay sebagai menteri Brexit pengganti Raab. Barclay adalah seorang anggota parlemen dari Partai Konservatif yang sebelumnya menjabat sebagai menteri junior di departemen kesehatan dan perlindungan sosial Inggris.

Derita Greenback Berlanjut di Sesi Terakhir Pekan Lalu

Pada hari Jumat perlawanan dari sterling mulai terlihat sejak awal sesi tersebut karena di saat yang sama dolar AS semakin terpukul oleh rival lainnya terutama euro, yen, franc dan dolar Australia.

Tekanan jual yang menerpa greenback semakin menjadi setelah ada komentar bernada penuh kehati-hatian dari dua pejabat bank sentral AS yaitu Wakil Ketua Fed Richard Clarida dan Presiden Federal Reserve Dallas Robert Kaplan.

Pada kesempatan terpisah, kedua pejabat tersebut menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi global berpotensi mendapat hambatan dan dampaknya dapat menyebar ke AS.

Selain itu, Clarida juga mencatat bahwa suku bunga pinjaman jangka pendek AS mendekati netral dan menurutnya itu “masuk akal”. Kontan saja saat itu pasar menerjemahkan komentar orang nomor dua di The Fed tersebut sebagai sinyal negatif bagi prospek siklus pengetatan moneter bank sentral AS.

Akhirnya pada pekan lalu dolar AS terpaksa menyerah, berakhir negatif, kecuali terhadap pound sterling. Harga emas pun turut menikmati jatuhnya dolar AS sehingga mampu bergerak semakin jauh dari level psikologis $1.200,00.

 

EURUSD

 FS88 JOURNAL EUR TEMPLATE

WEEKLY OUTLOOK : POSITIF CENDERUNG NETRAL  

O : 1.1322     H : 1.1420      L : 1.1216      C : 1.1416

PERGERAKAN SEPEKAN 12/11 – 16/11 : POSITIF

RANGE SEPEKAN : 204 PIP

Secara Fundamental,  Presiden European Central Bank (ECB), Mario Draghi, kembali mengonfirmasi rencana ECB untuk mengurangi stimulus di akhir tahun ini. Namun, ia juga memperingatkan tentang hambatan dalam Outlook pertumbuhan, khususnya mengenai perlambatan kenaikan inflasi Zona Euro yang diperkirakan akan terjadi lebih cepat daripada perkiraan.

"Apabila perusahaan-perusahaan mulai menunjukkan Outlook pertumbuhan dan inflasi dengan lebih tak pasti, maka tekanan pada margin dapat terbukti lebih kuat," kata Draghi di hadapan konferensi perbankan Eropa di Frankfurt pada Jumat kemarin.

"Hal ini akan memengaruhi kecepatan yang menjadi dasar bagi kenaikan inflasi. Oleh karena itulah, pertumbuhan inflasi kami ekspektasikan (melambat) dalam beberapa kuartal ke depan," tambahnya, "Ketidakpastian di sekitar Outlook jangka menengah tampak meningkat."

Selain itu, dalam kesempatan terpisah di hadapan Parlemen Irlandia kemarin, Draghi menyinggung dampak skenario No Deal Brexit pada Zona Euro. Menurutnya, dampaknya akan "terbatas", khususnya terhadap stabilitas perdagangan dan finansial kedua wilayah.

Akan tetapi, Irlandia kemungkinan akan terpukul lebih keras, karena keterkaitannya yang kuat dengan Inggris. Irlandia, lanjut Draghi, perlu mempersiapkan menghadapi segala kemungkinan termasuk yang terburuk sekalipun.

Sedangkan dari Jerman, GDP Preliminary Jerman di kuartal ketiga tahun ini turun menjadi minus 0.2 persen. Angka tersebut jauh di bawah ekspektasi yang memperkirakan jika GDP akan flat. Padahal di periode sebelumnya, pertumbuhan Jerman masih mencapai 0.5 persen. GDP Preliminary Jerman kali ini terkontraksi untuk pertama kalinya sejak kuartal pertama tahun 2015.

Penyebabnya adalah sektor perdagangan, karena ekspor Jerman dilaporkan jatuh sementara impornya meningkat. Dalam basis tahunan, pertumbuhan Jerman kuartal ketiga 2018 masih positif walau lebih rendah dibandingkan sebelumnya. Data GDP tersebut turun dari 2 persen ke level 1.1 persen.

Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona Ekonomi Uni Eropa, diantaranya :

  1. OPEC – JMCC Meetings             Selasa 20/11/2018 – Tentatived Time
  2. ECB Monetary Policy Meeting             Kamis 22/11/2018 Pk 19:30 WIB
  3. German Flash Manufacturing PMI Jumat 23/11/2018 Pk 15:30 WIB
  4. German Flash Services PMI Jumat 23/11/2018 Pk 15:30 WIB
  5. Flash Manufacturing PM Jumat 23/11/2018 Pk 16:00 WIB
  6. Flash Services PMI Jumat 23/11/2018 Pk 16:00 WIB

Secara Teknikal, PENGUATAN pasangan harga EURUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BEARISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BEARISH pada level 1.1349, kemungkinan harga akan kembali ke level 1.1299 – 1.1253 – 1.1210. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BULLISH pada level 1.1430, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PENGUATANnya ke area level 1.1477 – 1.1521 – 1.1569.

 

GBPUSD

 FS88 JOURNAL GBP TEMPLATE

WEEKLY OUTLOOK :  NEGATIF CENDERUNG NETRAL

O : 1.2915     H : 1.3072      L : 1.2723      C : 1.2828

PERGERAKAN SEPEKAN 12/11 – 16/11 : NEGATIF

RANGE SEPEKAN : 349 PIP

Secara Fundamental, Perdana Menteri (PM) Inggris Theresa May berhasil mendapatkan dukungan dari dua menteri senior pada Jumat (16/11/2018) untuk mempertahankan draft perceraian Inggris dari Uni Eropa (BREXIT) meski muncul mosi tidak percaya akan kepemimpinannya. Sudah lebih dari dua tahun Inggris memutuskan untuk keluar dari Uni Eropa, tetapi masih belum jelas bagaimana caranya Inggris bisa memisahkan diri dari Uni Eropa sesuai dengan kesepakatan pada 29 Maret 2019.

Theresa May, yang ditunjuk sebagai perdana menteri setelah referendum 2016, telah berusaha untuk menegosiasikan kesepakatan Brexit untuk memastikan Inggris keluar dari UE dengan cara yang semulus mungkin. Namun pada Kamis, menteri Brexit Dominic Raab mengundurkan diri atas kesepakatan dengan Theresa May, yang membuat mata uang pound anjlok.

Anggota parlemen di partainya sendiri secara terbuka berusaha untuk menantang kepemimpinannya dan dengan blak-blakan mengatakan kepadanya bahwa kesepakatan Brexit tidak akan melewati parlemen. Mengutip Reuters, Theresa May, yang telah bersumpah untuk tetap mempertahankan jabatan, diminta oleh seorang penelepon di radio LBC untuk "mundur dengan hormat".

Dia tidak segera menjawab pertanyaan penelepon itu. Media Inggris telah dibanjiri desas-desus akan adanya pemungutan suara untuk menentukan nasib Theresa May di Partainya sendiri, Partai Konservatif. "Demi Partai Konservatif dan memang untuk nasib negara kita, sejujurnya Saya percaya bahwa sekarang saatnya untuk mencari pemimpin baru yang dapat membawa negara ini maju ke luar UE," kata Mark Francois, anggota parlemen pendukung Brexit, dalam surat berjudul "Dia Hanya Tidak Mendengarkan".

Namun Michael Gove, menteri pendukung Brexit yang paling menonjol di pemerintahannya, memberikan dukungannya kepada Theresa May. Ia mengatakan akan tetap di pemerintahan sebagai menteri lingkungan hidup. Ketika ditanya apakah dia memiliki kepercayaan pada Theresa May, Michael Gove, yang mengkritik mantan menteri luar negeri Boris Johnson pada tahun 2016, mengatakan kepada wartawan: "Saya benar-benar melakukannya."

"Saya pikir sangat penting bahwa kami fokus untuk mendapatkan kesepakatan yang tepat di masa depan, dan memastikan bahwa di area yang begitu berarti bagi orang-orang Inggris. Kami bisa mendapatkan hasil yang baik." tambahnya.

Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona Ekonomi Inggris, diantaranya :

  1. OPEC – JMMC Meetings             Selasa 20/11/2018 Tentatived Time
  2. Inflation Report Hearings Selasa 20/11/2018 Pk 17:00 WIB
  3. Public Sector Net Borrowing Rabu 21/11/2018 Pk 16:30 WIB

Secara Teknikal, PELEMAHAN pasangan harga GBPUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BULLISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BULLISH pada level 1.2938, kemungkinan harga akan kembali ke level 1.3006 – 1.3069 – 1.3133. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BEARISH pada level 1.2721, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PELEMAHANnya ke area level 1.2659 – 1.2604 – 1.2547.

 

AUDUSD

 FS88 JOURNAL AUD TEMPLATE

WEEKLY OUTLOOK :  POSITIF CENDERUNG NETRAL  

O : 0.7218     H : 0.7334      L : 0.7163      C : 0.7333

PERGERAKAN SEPEKAN 12/11 – 16/11 : POSITIF

RANGE SEPEKAN : 171 PIP

Secara Fundamental, Menurut Departemen Statistik Australia (ABS) jumlah tenaga kerja (Employment Change) melonjak sebesar 32,800 orang di bulan Oktober lalu, melewati ekspektasi pasar yang memprediksikan penambahan sebanyak 20,000 orang. Sebagai perbandingan, rilis data Employment Change Australia pagi ini jauh lebih baik dibandingkan data lapangan kerja bulan September yang hanya sebesar 7,800 orang.

Berdasarkan cakupan wilayah, lapangan kerja meningkat cukup signifikan di New South Wales (+16,300) dan Australia Selatan (+7,700). Kedua peningkatan tersebut membantu mengimbangi penurunan di Victoria (-3,500) dan Queensland (-3,200).

Dalam waktu yang bersamaan, Departemen Statistik Australia juga merilis data tingkat pengangguran untuk bulan Oktober 2018, yang terpantau stabil di level 5.0 persen. Hasil tersebut masih lebih baik dibandingkan ekspektasi ekonom yang memprediksi Unemployment Rate akan naik 0.1 persen menjadi 5.1 persen.

Di samping itu, peningkatan juga terjadi pada rasio angkatan kerja Australia sebesar 0.1 persen menjadi 62.3 persen. Dalam kurun waktu satu tahun terakhir, data ini telah meningkat sebesar 0.5 persen. Secara keseluruhan, rasio angkatan kerja Australia saat ini mencapai level tertinggi sejak Maret 2011.

Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona Ekonomi Australia, diantaranya :

  1. Monetary Policy Meeting Minutes Selasa 13/11/2018 Pk 07:30 WIB
  2. RBA Gov Lowe Speaks Selasa 13/11/2018 Pk 15:20 WIB
  3. OPEC – JMMC Meetings Selasa 13/11/2018 Tentatived Time

Secara Teknikal, PENGUATAN pasangan harga AUDUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BEARISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BEARISH pada level 0.7288, kemungkinan harga akan kembali ke level 0.7253 – 0.7218 – 0.7185. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BULLISH pada level 0.7350, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PENGUATANnya ke area level 0.7380 – 0.7412 – 0.7442.

XAUUSD

FS88 JOURNAL XAU TEMPLATE 

WEEKLY OUTLOOK : POSITIF CENDERUNG NETRAL  

O : 1210.60   H : 1225.15   L : 1196.15    C : 1221.65

PERGERAKAN SEPEKAN 12/11 – 16/11 : POSITIF

RANGE SEPEKAN : $29 atau 290 PIP

Secara Fundamental, Harga emas naik 1 persen pada hari Jumat (Sabtu pagi WIB) karena dolar Amerika Serikat (AS) turun usai pejabat Bank Sentral AS atau The Fed mengeluarkan komentar yang memberi keraguan tentang prospek kenaikan suku bunga acuan. Sementara paladium mencetak rekor tinggi didorong kekhawatiran tentang pasokan jangka pendek.

Dilansir dari halaman Reuters, Sabtu (17/11/2018), harga emas  pasar spot emas naik 0,7 persen menjadi USD 1.221,04 per ounce. Sementara harga emas berjangka AS naik 0,5 persen menjadi USD 1.221,5 per ounce.

Dua pejabat The Fed memperingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi global melambat dan dolar jatuh ke posisi terendah satu minggu terhadap sekeranjang mata uang utama, membuat logam mulia lebih murah untuk pembeli yang menggunakan mata uang lainnya.

"Ketika ekonomi melambat, The Fed mungkin tidak menaikkan suku bunga begitu cepat atau agresif dan itu menekn dolar AS," kata analis INTL FCStone Edward Meir.

Dukungan lebih lanjut untuk emas datang dari pasar saham global yang lebih lemah dan hasil obligasi AS yang lebih rendah. James Steel, Kepala analis logam HSBC Securities memperkirakan harga emas bakal naik menjadi USD 1.245-USD 1.250 per ounce. “Pasar sedang mengalami defisit pasokan yang besar ”kata Meir.

Secara Teknikal, PENGUATAN pasangan harga XAUUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BEARISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BEARISH pada level 1211.25, kemungkinan harga akan kembali ke level 1200.70 – 1190.90 – 1181.50. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BULLISH pada level 1227.05, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PENGUATANnya ke area level 1236.85 – 1246.25 – 1255.65.

 

Sumber: ForexSignal88.ComForexFactory.ComCFTC, Investing.ComBloomberg.ComKitco.ComOilnGold.Com

DailyFx.ComReuters.ComCNN.ComMarketWatch.ComAssociated Press Sumber Gambar: TheStreet.Com

Tags: #forexsignal88 #signalforex #sinyalforex #forexsignal #analisaforex #analisagold #belajarforex #seputarforex #sekilasforex #eurusd #gbpusd #audusd #xauusd #signalforexharian #signalforexakurat #analisaforex #analisatradingforex #analisaforexharian #analisagold #beritaforexindonesia #beritaforexharian #beritaterkiniforex #analisajituforex #toptrendingforex #signalforexgratis #signalforexindonesia #tipsforex #trikforex #strategiforex #teknikforex #analisateknikal

Share This

Jurnal Mingguan Lainnya

December 08, 2018

Sekilas Forex: NFP Bebani USD Menjelang Pengumuman Suku Bunga

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 09/12/2018 - Aset safe havens, selain dolar AS, merajai perdagangan forex dan emas di pekan lalu (3-7 Desember). Pelemahan dolar AS dimulai pada awal pekan lalu setelah muncul hasil negosiasi Presiden AS Donald Trump dan Presiden…
December 01, 2018

Sekilas Forex: Dari Perang Dagang Sampai Suku Bunga, Kemana USD Akan Bergerak Pada Pekan Depan?

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 02/12/2018 - Pada pekan terakhir November (26-30 November), tidak seperti di dua pekan sebelumnya, kabar Brexit kurang menghiasi aktivitas di bursa forex dan emas walaupun pada awal pekan tersebut sempat muncul kabar berupa…
November 17, 2018

BREXIT ALERT: Ancaman BREXIT Membuat Investor Kabur dari POUND

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 17/11/2018 - Di Indonesia masyarakat mengenal istilah “tahun politik” untuk mendefinisikan suatu masa yang dipenuhi berbagai aksi dan berita berbau politis. Mengadopsi istilah serupa, tidak ada salahnya jika sesi perdagangan pekan…
November 24, 2018

Sekilas Forex: USD Menolak Turun. Pekan Depan USD Berpotensi Untuk Naik Kembali

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 24/11/2018 - Mengawali sesi perdagangan pekan lalu (19-23 November) dolar AS masih menunjukkan pelemahan setelah di pekan sebelumnya dua pejabat berpengaruh Federal Reserve mengisyaratkan potensi kemunduran pertumbuhan ekonomi…
November 03, 2018

Sekilas Forex: Merkel, Brexit, dan BOE Gerakan Pasar Pekan Lalu. Kini Pasar Tunggu Midterm Election AS.

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 04/11/2018 - Aktivitas perdagangan forex dan emas pada pekan lalu (29 Oktober-2 November) di awali dengan naiknya nilai tukar dolar AS terhadap euro, mendekati level tertinggi 10 minggu yang dicetak pada pekan sebelumnya, di…