ForexSignal88.com l Jakarta, 04/11/2018 - Aktivitas perdagangan forex dan emas pada pekan lalu (29 Oktober-2 November) di awali dengan naiknya nilai tukar dolar AS terhadap euro, mendekati level tertinggi 10 minggu yang dicetak pada pekan sebelumnya, di tengah kabar tentang Kanselir Jerman Angela Merkel yang tidak lagi berminat untuk terpilih kembali sebagai ketua partai Christian Democratic Union (CDU).

Kabar tersebut pun berhasil membuat dolar AS menambah tekanannya terhadap mata uang utama lainnya, kemudian didukung lagi oleh data belanja konsumen AS yang kuat pada hari Senin (29/10).

Merkel mengatakan dia tidak akan berusaha untuk terpilih kembali sebagai ketua partai sehingga menjadi sebuah potensi dari akhir era 13-tahun dominasi politiknya di Eropa.

Melemahnya kekuatan politik Merkel di dalam negeri pun dapat membatasi kapasitasnya untuk memimpin di Uni Eropa (UE) pada saat blok tersebut menghadapi masalah Brexit dan krisis anggaran di Italia.

Merkel bersinar di panggung Eropa sejak tahun 2005, membantu memandu UE keluar dari krisis zona euro dan membuka pintu Jerman untuk para migran yang melarikan diri dari perang di Timur Tengah pada tahun 2015, sebuah langkah yang masih menjadi jurang perbedaan antara UE dan Jerman meskipun tidak dapat dipungkiri Merkel telah menjadi kekuatan bagi terciptanya stabililitas zona euro sepanjang dekade terakhir.

Dolar AS juga semakin kuat dengan meningkatnya volatilitas di pasar modal yang dipicu oleh kekhawatiran tentang pendapatan perusahaan dan ketidakpastian geopolitik.

Data ekonomi pada hari itu menunjukkan belanja konsumen AS naik untuk bulan ketujuh berturut-turut pada bulan September, mendukung potensi kenaikan suku bunga acuan Federal Reserve pada bulan Desember.

Meskipun tercatat para spekulan memangkas sedikit posisi beli bersih (net long position) mereka pada dolar AS di satu pekan sebelumnya, posisi beli mereka tetap signifikan.

Sementara itu pound sterling merosot ke posisi terendah dalam kurun lebih dari dua bulan karena para pedagang bersiap untuk menyambut pidato anggaran tahunan menteri keuangan Inggris.

Harga emas pun melemah pada hari Senin, meluncur dari puncak lebih dari tiga bulan di sesi sebelumnya, tertekan oleh greenback yang kuat dan karena para investor kembali ke aset berisiko menyusul aksi jual baru-baru ini yang terjadi di bursa saham global.

Selasa, 30 Oktober 2018

Selanjutnya pada hari Selasa (30/10) dolar AS menguat lagi, naik ke level tertinggi 16 bulan terhadap sejumlah mata uang utama di tengah tanda-tanda pertumbuhan ekonomi AS tetap mengungguli negara lain.

Itu semua berasal dari fundamental AS yang solid yang menunjukkan ekonomi AS berada dalam posisi terbaik untuk menghadapi perang perdagangan.

Pada hari Senin, Presiden AS Donald Trump mengatakan dia berpikir akan ada "kesepakatan besar" perdagangan dengan China tetapi ia memperingatkan negaranya memiliki mengincar miliaran dolar tarif baru yang siap direbut jika kesepakatan itu tidak terjadi.

Pada hari yang sama indeks keyakinan konsumen AS naik ke titik tertinggi 18 tahun pada bulan Oktober, didorong oleh kuatnya pasar tenaga kerja yang menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang kuat bisa bertahan dalam waktu dekat. Data itu seakan membantah data pada minggu sebelumnya yang menunjukkan ekonomi AS melambat kurang dari yang diharapkan pada kuartal ketiga.

Masih di hari Selasa, harga emas jatuh lebih dalam karena kekhawatiran tentang eskalasi lebih lanjut dari perang perdagangan AS-China mendorong naik dolar AS sehingga mengikis daya tarik emas.

Emas memang sedikit abnormal, tidak berperilaku sebagai safe haven di tengah berita tentang perang tarif pada hari itu. Selama dolar AS terus naik, emas akan berada di bawah tekanan. Beberapa analis melihat harga logam itu bakal tetap berada di kisaran $1.215 hingga $1.235 hingga pemilihan paruh waktu (midterm election) AS digelar. Pemilihan paruh waktu, pada tanggal 6 November, akan menentukan apakah Partai Republik atau Demokrat yang kelak mengontrol Kongres AS.

Rabu, 31 Oktober 2018

Dolar AS masih menanjak tipis ke level tertinggi baru 16 bulan terhadap sejumlah mata uang utama pada hari Rabu (31/10) dengan latar belakang kekuatan ekonomi AS yang berkelanjutan, menjaga greenback pada jalur kenaikan tujuh bulan berturut-turut.

Dolar AS menikmati dorongan dari laporan ketenagakerjaan nasional dari ADP Inc. yang menunjukkan bahwa gaji sektor swasta AS pada bulan Oktober meningkat paling banyak dalam delapan bulan terakhir, menunjukkan pertumbuhan pekerjaan secara keseluruhan berakselerasi di bulan tersebut setelah Badai Florence membebani sektor restoran dan ritel pada bulan September.

Pada hari yang sama pound sterling justru tetap menguat, naik dari titik terendah 10 minggu karena para investor bersiap untuk mengalihkan perhatian mereka ke rapat kebijakan moneter Bank of England (BoE) pada hari Kamis. Diperkirakan bank itu akan mempertahankan suku bunga dan menjelaskan secara terperinci langkah-langkah yang diperlukan untuk pengetatan kebijakan.

Sedangkan harga emas semakin terpuruk hingga jatuh ke level terendah tiga minggu karena dolar AS semakin bullish dan rebound di bursa saham yang memperlihatkan peningkatan selera pasar pada aset investasi berisiko.

Kamis, 1 November 2018

Dolar AS melemah lagi pada hari Kamis (01/11), tertekan oleh lonjakan cepat dan panjang pound sterling sejak awal sesi tersebut. Mata uang Inggris naik hampir 2 persen menyusul laporan bahwa Perdana Menteri Theresa May telah mencapai kesepakatan agar perusahaan jasa keuangan Inggris memiliki akses berkelanjutan ke pasar Eropa setelah Brexit.

The Times melaporkan bahwa para negosiator Inggris dan UE telah mencapai "perjanjian sementara tentang semua aspek kemitraan masa depan pada layanan", yang termasuk pertukaran data, kata surat kabar itu, mengutip sumber-sumber pemerintah.

Sebelumnya Dominic Raab, menteri urusan Brexit, mengatakan kepada parlemen Inggris pada hari Rabu (31/10) bahwa Inggris dapat mengakhiri perjanjian penarikan diri dengan UE pada 21 November. Namun, untuk masalah perbatasan Irlandia kemungkinan akan menyita waktu yang lebih lama hingga tercapai kesepakatan.

Jumat, 2 November 2018

Pada penutupan sesi perdagangan pekan lalu, pergerakan sempat fluktuatif namun cenderung mendatar jika diukur dari level penutupan masing-masing pasangan mata uang dan harga emas.

Pada sesi Jumat (02/11) juga menguat tipis setelah laporan pekerjaan AS yang optimis. Nonfarm payrolls naik 250.000 pada bulan Oktober, lebih tinggi dari perkiraan konsensus. Tingkat pengangguran juga stabil, sementara penghasilan per jam rata-rata naik 0,2%, seperti yang diharapkan.

Laporan positif tersebut mendukung kenaikan suku bunga Federal Reserve pada bulan Desember, yang kemungkinan akan memberikan tekanan pada harga emas. Peluang kenaikan suku bunga Desember adalah harga di 77,6%, menurut Fed Rate Monitor Tool.

Sementara itu, ketegangan perdagangan Sino-AS masih membebani pasar karena sebuah laporan menunjukkan bahwa kesepakatan perdagangan masih sulit diraih.

Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping berbicara via telepon mengenai hubungan perdagangan negara mereka pada hari Kamis (01/11) sehingga meningkatkan sentimen bahwa kesepakatan perdagangan akan tercapai ketika keduanya bertemu di Argentina pada perhelatan KTT G-20 di akhir bulan ini.

Euro pun tampak mendatar namun terus dibayangi tekanan hampir sepanjang minggu lalu oleh ketidakpastian politik di Jerman dan perseteruan yang berkelanjutan antara Roma dan Brussels atas anggaran belanja Italia.

Dari ulasan mingguan di atas, dapat ditarik kesimpulan pergerakan bullish jangka menengah dolar AS mulai mengalami hambatan menjelang midterm election pekan depan, terutama pada perdagangannya terhadap pound sterling dan dolar Australia.

Sementara terhadap euro berakhir mendatar, greenback tetap kuat saat melawan mata uang safe haven yen dan franc meskipun penguatannya itu tidak banyak mengubah hasil akhir pada dinamika harga emas yang menjadi sebuah aset safe haven.

EURUSD

 FS88 JOURNAL EUR TEMPLATE

WEEKLY OUTLOOK : POSITIF CENDERUNG NETRAL  

O : 1.2825     H : 1.3041      L : 1.2696      C : 1.2969

PERGERAKAN SEPEKAN 22/10 – 26/10 : POSITIF

RANGE SEPEKAN : 154 PIP

Secara Fundamental, PM Inggris Theresa May dikabarkan telah membuat kesepakatan dengan Uni Eropa (UE) terkait sektor finansial, yang memungkinkan Inggris untuk memiliki akses ke pasar-pasar Eropa pasca Brexit. Menurut laporan The Times, Uni Eropa akan memberikan akses pada perusahaan-perusahaan finansial Inggris ke pasar UE, termasuk pertukaran data. Kesepakatan ini tercapai dengan catatan bahwa regulasi finansial Inggris masih setara dengan regulasi Uni Eropa, tetapi disambut baik oleh pelaku pasar.

Sebelumnya, bank-bank multinasional yang beroperasi di Inggris dikabarkan telah mengatur ulang struktur operasi mereka, menjelang lepasnya Inggris dari Uni Eropa pada bulan Maret mendatang. Sebagian bahkan telah membangun kantor-kantor pusat baru di berbagai penjuru Uni Eropa, serta mulai memindahkan operasional beserta jajaran eksekutif dan staf-staf senior mereka, lantaran khawatir kalau akses bakal tertutup setelah terjadi "No-Deal". Namun, kesepakatan tentatif di sektor jasa yang mencakup 80 persen aktivitas ekonomi Inggris ini, secara efektif memudarkan kekhawatiran mereka.

Sementara itu, media Financial Times mengabarkan, Komisi Eropa juga menjanjikan akan tetap membolehkan perusahaan-perusahaan Uni Eropa untuk menggunakan fasilitas kliring di Inggris dalam penyelesaian kontrak keuangan berdenominasi Euro, walaupun seandainya terjadi "No-Deal Brexit". Hal ini meredam kekhawatiran pasar mengenai potensi kerugian sebesar triliunan Euro di pasar derivatif yang bisa timbul apabila Inggris keluar dari Uni Eropa.

Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona Ekonomi Uni Eropa, diantaranya :

  1. EU Economic Forecast Kamis 08/11/2018 Tentatived Time

Secara Teknikal, PENGUATAN pasangan harga EURUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BEARISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BEARISH pada level 1.1449, kemungkinan harga akan kembali ke level 1.1491 – 1.1530 – 1.1569. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BULLISH pada level 1.1371, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PENGUATANnya ke area level 1.1335 – 1.1301 – 1.1266.

GBPUSD

 FS88 JOURNAL GBP TEMPLATE

WEEKLY OUTLOOK :  POSITIF CENDERUNG NETRAL  

O : 1.2825     H : 1.3041      L : 1.2696      C : 1.2969

PERGERAKAN SEPEKAN 22/10 – 26/10 : POSITIF

RANGE SEPEKAN : 345 PIP

Secara Fundamental, Bank of England (BoE) tidak mengubah suku bunganya pada hari Kamis (01/November) pekan lalu. Para anggota komite MPC BoE sepakat untuk mempertahankan tingkat suku bunga di level 0.75 persen setelah kenaikan pada Agustus lalu, yang merupakan kenaikan suku bunga kedua sejak krisis finansial.

Kendati data ekonomi Inggris dinilai baik oleh BoE, tak jelasnya kepastian akibat Brexit mulai memukul sentimen bisnis dan dapat menyebabkan volatilitas makin tak menentu. BoE sejauh ini mengambil kebijakan berdasarkan ekspektasi bahwa Inggris dan Uni Eropa (UE) akan mencapai kesepakatan Brexit. Selama proses itu berlangsung, ada kemungkinan suku bunga akan kembali disesuaikan.

Pernyataan Carney tersebut menyiratkan arti bahwa apabila Brexit berhasil mencapai kesepakatan, maka suku bunga BoE mungkin akan dinaikkan lagi.

Dalam sesi tanya jawab, Carney mengatakan bahwa setelah kenaikan suku bunga, inflasi Inggris kemungkinan akan sedikt melebihi target. Namun, pada intinya Carney menyimpulkan bahwa segala sesuatunya saat ini masih berupa estimasi sementara, mengingat para negosiator Brexit masih berjuang di meja perundingan dan belum menyimpulkan kesepakatan apa yang telah mereka dapatkan.

Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona Ekonomi Inggris, diantaranya :

  1. Services PMI                         Senin 05/11/2018 Pk 16:30 WIB
  2. GDP Jumat 09/11/2018 Pk 16:30 WIB
  3. Manufacturing Production Jumat 09/11/2018 Pk 16:30 WIB
  4. Prelim GDP Jumat 09/11/2018 Pk 16:30 WIB
  5. Prelim Business Investment Jumat 09/11/2018 Pk 16:30 WIB

Secara Teknikal, PENGUATAN pasangan harga GBPUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BEARISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BEARISH pada level 1.2916, kemungkinan harga akan kembali ke level 1.2866 – 1.2813 – 1.2763. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BULLISH pada level 1.3045, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PENGUATANnya ke area level 1.3095 – 1.3146 – 1.3198.

 

AUDUSD

 FS88 JOURNAL AUD TEMPLATE

WEEKLY OUTLOOK :  POSITIF CENDERUNG NETRAL  

 

O : 0.7095     H : 0.7257      L : 0.7049      C : 0.7197

PERGERAKAN SEPEKAN 22/10 – 26/10 : POSITIF

RANGE SEPEKAN : 208 PIP

Secara Fundamental, Dolar Australia sempat melonjak tajam versus dollar AS pada sesi perdagangan tengah pekan Kamis (01/11) kemarin hingga mencatatkan kenaikan harian terbesar sejak Maret tahun lalu. AUDUSD sempat menyentuh level 0.7212 yang merupakan level tertinggi sejak awal Oktober 2018.

Kenaikan AUD yang begitu signifikan tersebut, tidak terlepas dari beberapa faktor salah satunya positifnya data Neraca Perdagangan Australia bulan September yang mengalami surplus hingga A$3 milyar, jauh melampaui ekspektasi A$1.7 milyar dan periode sebelumnya A$ 1.6 milyar. Pelemahan greenback pada hari Kamis kemarin juga diperparah oleh rilis PMI Manufaktur AS yang merosot ke level paling rendah 6 bulan.

Di samping itu, optimisme terhadap negosiasi Brexit tampaknya melegakan pasar dan menumbuhkan minat resiko di kalangan Investor. Kondisi tersebut semakin dipertegas oleh statement gubernur BOE, Mark Carney mengatakan bahwa akan menaikkan suku bunga apabila Brexit telah mencapai kesepakatan.

Pernyataan Carney tersebut membantu melambungkan mata uang Sterling sebesar 1.8 persen terhadap greenback.

Penguatan mata uang komoditas seperti AUD pada perdagangan sepekan kemarin juga tidak terlepas dari meredanya ketegangan terkait perang dagang AS-China, membantu mengangkat pasar saham dan Yuan yang juga berimbas positif pada pergerakan dolar Australia. Tanda tanda cairnya ketegangan antara kedua negara perekonomian terbesar itu diperkuat oleh komentar Presiden Trump melalui akun Twitter resmi beberapa saat yang lalu.

Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona Ekonomi Australia, diantaranya :

  1. Cash Rate                                     Selasa 06/11/2018 Pk 10:30 WIB
  2. RBA Rate Statement Selasa 06/11/2018 Pk 10:30 WIB
  3. RBA Monetary Policy Statement Jumat 09/11/2018 Pk 07:30 WIB

Secara Teknikal, PENGUATAN pasangan harga AUDUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BEARISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BEARISH pada level 0.7158, kemungkinan harga akan kembali ke level 0.7130 – 0.7100 – 0.7070. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BULLISH pada level 0.7260, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PENGUATANnya ke area level 0.7290 – 0.7318 – 0.7350.

XAUUSD

FS88 JOURNAL XAU TEMPLATE 

WEEKLY OUTLOOK : POSITIF CENDERUNG NETRAL 

O : 1232.95   H : 1237.15   L : 1211.80    C : 1232.90

PERGERAKAN SEPEKAN 22/10 – 26/10 : POSITIF

RANGE SEPEKAN : $25.35 atau 253.5 PIP

Secara Fundamental, Harga emas tertekan usai rilis data tenaga kerja lebih baik dari yang diharapkan pada Oktober 2018. Hal itu membuat harga emas merosot selama sepekan.

Harga emas untuk pengiriman Desember turun USD 5,30 atau 0,40 persen ke posisi USD 1.233,30 per ounce. Selama sepekan, harga emas turun 0,2 persen. Harga emas sempat berada di level tertinggi dalam tiga bulan dengan naik 1,9 persen yang didorong dolar AS melemah.

Pemerintahan AS umumkan data tenaga kerja baru bertambah 250 ribu pada Oktober 2018. Angka itu lebih tinggi dari konsensus sebesar 208 ribu. Sementara itu, tingkat pengangguran tetap 3,7 persen, dan merupakan level terendah dalam 48 tahun. Tingkat upah per jam rata-rata naik menjadi 3,1 persen dari 2,8 persen pada September.

Analis sudah peringatkan menguatnya data tenaga kerja pada Oktober 2018 dapat bebani harga emas. Hal itu seiring data ekonomi positif dapat mendorong bank sentral AS atau the Federal Reserve menaikkan suku bunga acuan.

Suku bunga acuan naik dapat mengangkat imbal hasil surat berharga AS dan dolar. Tingginya imbal hasil surat berharga AS dapat menekan harga emas dan komoditas lainnya.

Imbal hasil surat berharga AS naik 6,2 basis poin ke posisi 3,2 persen. Indeks dolar AS menanjak 0,3 persen ke posisi 96,54.

Dari data World Gold Council menunjukkan pembelian emas oleh bank sentral yang kuat dan peningkatan selera konsumen tapi pertumbuhan pasokan dan aliran investasi melemah. Analis RBC Capital Markets, Christopger Louney, melihat pemulihan kepemilikan emas yang didukung secara fisik naik lebih dari 20 ton sepanjang Oktober.

Sementara itu, Direktur BullionVault, Adrian Ash, mengatakan, dengan ketidakpastian pada jangka menengah dan pertemuan kebijakan bank sentral AS atau the Federal Reserve pada pekan depan, penguatan harga emas berhenti sejenak usai menguat sejak Januari.

"Tetapi peristiwa lebih signifikan untuk harga emas pada pekan depan mungkin Diwali di India. Sekarang negara konsumen logam mulia terbesar kedua itu mencapai musim permintaan dengan harga mendekati level tertinggi dalam enam tahun,” ujar dia.

Secara Teknikal, PENGUATAN pasangan harga XAUUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BEARISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BEARISH pada level 1225.60, kemungkinan harga akan kembali ke level 1214.45 – 1203.95 – 1193.95. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BULLISH pada level 1244.95, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PENGUATANnya ke area level 1255.80 – 1266.25 – 1276.35.

Sumber: ForexSignal88.ComForexFactory.ComCFTC, Investing.ComBloomberg.ComKitco.ComOilnGold.Com

DailyFx.ComReuters.ComCNN.ComMarketWatch.ComAssociated Press Sumber Gambar: Offthegridnews.Com

Tags: #forexsignal88 #signalforex #sinyalforex #forexsignal #analisaforex #analisagold #belajarforex #seputarforex #sekilasforex #eurusd #gbpusd #audusd #xauusd #signalforexharian #signalforexakurat #analisaforex #analisatradingforex #analisaforexharian #analisagold #beritaforexindonesia #beritaforexharian #beritaterkiniforex #analisajituforex #toptrendingforex #signalforexgratis #signalforexindonesia #tipsforex #trikforex #strategiforex #teknikforex #analisateknikal

Share This

Jurnal Mingguan Lainnya

November 03, 2018

Sekilas Forex: Merkel, Brexit, dan BOE Gerakan Pasar Pekan Lalu. Kini Pasar Tunggu Midterm Election AS.

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 04/11/2018 - Aktivitas perdagangan forex dan emas pada pekan lalu (29 Oktober-2 November) di awali dengan naiknya nilai tukar dolar AS terhadap euro, mendekati level tertinggi 10 minggu yang dicetak pada pekan sebelumnya, di…
November 10, 2018

Sekilas Forex: Midterm Election AS dan Kenaikan Suku Bunga AS Semakin Dekat

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 10/11/2018 - Geliat bursa forex dan emas pada pekan lalu (5-9 November) sebagian besar dimotori oleh midterm election di Amerika Serikat (AS) atau dikenal pula sebagai pemilihan sela alias pemilihan jeda oleh media nasional di…
October 27, 2018

Sekilas Forex: 5 Perkembangan Forex Yang Penting Anda Ketahui

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 27/10/2018 - Dolar AS mengamuk di awal pekan lalu (22-26 Oktober), menekan semua rivalnya sekaligus membebani harga emas. Pemicu utama penguatan greenback adalah kemerosotan pound sterling di tengah meningkatnya ketidakpastian…
October 20, 2018

Sekilas Forex: Peluang 83% Untuk Suku Bunga AS Naik Lagi Di Desember 2018

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 21/10/2018 - Memulai paruh kedua bulan Oktober, dolar AS merosot pada hari Senin (15/10) setelah data penjualan ritel AS untuk September meleset dari ekspektasi para ekonom. Penyebab lain merosotnya greenback adalah imbal hasil…
October 13, 2018

Sekilas Forex: Melemah Pekan Kemarin, USD Butuh Berita Segar Untuk Pekan Depan

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 13/10/2018 - Perdagangan forex dan emas pekan lalu (8-12 Oktober) diawali dengan nada positif dolar AS sebagai reaksi pasar terhadap pelemahan di pasar global, yang dipimpin oleh jatuhnya ekuitas China, dan data-data ekonomi AS…