ForexSignal88.com l Jakarta, 27/10/2018 - Dolar AS mengamuk di awal pekan lalu (22-26 Oktober), menekan semua rivalnya sekaligus membebani harga emas. Pemicu utama penguatan greenback adalah kemerosotan pound sterling di tengah meningkatnya ketidakpastian tentang masa depan Perdana Menteri Inggris Theresa May karena pembicaraan Brexit tetap menemui jalan buntu.

1.  Brexit dan Euro.

The Telegraph melaporkan Partai Uni Demokratik Irlandia Utara, yang mendukung pemerintahan minoritas PM May, akan mendukung amandemen yang diusulkan oleh anggota parlemen yang didominasi para Brexiteer pemberontak.

Kabar tersebut datang di tengah desas-desus bahwa PM May akan menghadapi tantangan kepemimpinan karena usahanya untuk membuka pembicaraan Brexit dengan mempertimbangkan perpanjangan untuk periode transisi di luar tanggal akhir Desember 2020 telah membuat marah faksi pro dan anti-Uni Eropa (UE) di Partai Konservatif.

Euro juga membantu kenaikan dolar AS memulai minggu ini dengan nada bullish karena mata uang tunggal zona euro tersebut melepas keuntungan awal sesi Senin (22/10) pada kekhawatiran atas perpecahan lebih lanjut antara UE dan Italia atas rencana pengeluaran negara itu.

Namun lembaga pemeringkat Moody's menurunkan peringkat kredit Italia pada Jumat (19/10), menjaga prospek stabil, bukan junk seperti yang banyak dikhawatirkan para pelaku pasar.

2.  Trump ingin Beijing "Lebih Menderita."

Sementara itu yen terus berjuang untuk mengurangi pelemahannya terhadap greenback seiring hadirnya laporan dari Axios, mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya, yang menyebut bahwa perang perdagangan AS-Cina akan semakin intensif karena Presiden AS Donald Trump ingin Beijing “lebih menderita”.

Selanjutnya dolar AS pulih sedikit dari kerugian awal pada Selasa (23/10) sore karena aksi jual di AS terhenti tetapi tetap turun terhadap aset safe haven lainnya untuk hari itu. Meskipun dolar AS juga dianggap sebagai mata uang yang aman, merosotnya bursa ekuitas AS akan tetap mempengaruhi greenback terhadap safe haven lainnya.

3.  Saham-Saham AS Anjlok.

Saham Caterpillar anjlok 5,8 persen setelah pembuat perlengkapan berat tersebut hanya mempertahankan prediksi pendapatan 2018, setelah menaikkannya dalam dua kuartal sebelumnya. Saham 3M jatuh 5,2 persen setelah memangkas prospek laba setahun penuh karena hambatan dari faktor mata uang.

Jatuhnya beberapa saham perusahaan besar AS menghidupkan kembali kekhawatiran para investor atas dampak meningkatnya pinjaman, upah dan tarif atas laba perusahaan.

Perkembangan dalam kebijakan AS, terutama pemotongan pajak oleh Presiden Donald Trump, tak dapat dipungkiri memang telah meningkatkan investasi dalam aset AS. Semua faktor itu juga berkontribusi terhadap kinerja dolar AS tahun ini tetapi narasi positif itu tampaknya telah berakhir.

Sedangkan euro pada hari itu jatuh setelah Komisi Eropa menolak rancangan anggaran Italia untuk tahun 2019 dengan mengatakan bahwa rancangan itu secara terang-terangan melanggar peraturan UE tentang belanja publik dan meminta Roma untuk mengirimkan rancangan yang baru dalam waktu tiga minggu atau menghadapi tindakan disipliner.

Kekhawatiran tentang anggaran pengeluaran Italia itu telah menimbulkan keraguan tentang rencana Bank Sentral Eropa (ECB) untuk menaikkan suku bunga berikutnya dan pada gilirannya melukai euro.

4.  Emas (XAUSUD) Bersinar.

Sementara itu emas naik 1 persen pada hari Selasa ke level tertinggi dalam lebih dari tiga bulan karena dolar AS melemah dan pasar saham global jatuh dengan meningkatnya ketidakpastian politik dan ekonomi yang semakin menambah daya tarik bullion. 

Harga emas pun sempat melesat ke titik tertinggi dalam tiga bulan di $1.243,20 dan mencatat kenaikan mingguan keempat berturut-turut pada hari Jumat karena lemahnya ekuitas global membantu logam kuning mempertahankan pendakiannya yang stabil dan lambat.

Kemudian pada hari Rabu (24/10) dolar AS mulai berbalik menguat terhadap euro hingga mencapai yang terkuatnya sejak 20 Agustus setelah data Eropa mengisyaratkan bahwa pertumbuhan ekonomi berpotensi melandai di zona euro.

Pertumbuhan bisnis zona euro melambat lebih dari yang diharapkan bulan ini, demikian survei Purchasing Managers Index (PMI) yang dipantau secara luas menunjukkan. Pertumbuhan sektor swasta Jerman turun ke level terendah dalam lebih dari tiga tahun, dan manufaktur di Prancis mencapai level terendah 25-bulan, menurut survei lainnya.

Pasar juga prihatin tentang perang perdagangan AS-Cina yang meningkat, perselisihan utang yang memanas di Italia dan prospek pengetatan kondisi keuangan. Terhadap dolar AS, euro jatuh sebanyak 0,74 persen, menembus di bawah level $1,14 dan menuju kerugian harian terbesar sejak akhir September.

Laporan ekonomi Eropa yang lebih lemah dari yang diharapkan dan menunjukkan bahwa beberapa kelembutan yang terlihat di kuartal 2 dan 3 tersebut mungkin bukanlah hanya situasi sesaat seperti yang diasumsikan orang.

5.  USD Naik Mengabaikan Data Ekonomi yang Melemah.

Dolar AS pun naik ke level tertinggi lebih dari satu bulan terhadap para pesaingnya pada hari Kamis, mengabaikan sebagian besar data ekonomi AS yang bearish karena kemerosotan pada sentimen pound sterling terkiat perkembangan perundingan Brexit yang mengecewakan menjadi dukungan tersendiri bagi greenback.

Pada hari itu greenback masih di jalur untuk mencatat kenaikan mingguan kedua berturut-turut bahkan ketika data menunjukkan kelemahan di pasar tenaga kerja dan tanda-tanda perlambatan momentum dalam belanja bisnis menjelang data PDB AS kuartal ketiga yang sangat penting pada hari Jumat.

Departemen Perdagangan mengatakan pada hari Rabu pesanan barang tahan lama inti naik 0,1% bulan lalu, meleset dari perkiraan para ekonom untuk kenaikan 0,5%.

Sementara tren untuk pesanan masih positif, indikasi tentang pengeluaran bisnis yang berkurang dalam laporan pesanan barang modal tersebut di mana jatuh untuk bulan kedua berturut-turut sehingga muncul sinyal bahwa belanja modal di AS mulai memudar.

Sementara itu, euro melemah lagi setelah ECB pada hari Kamis (25/10) tidak mengubah kebijakan moneternya, seperti yang diperkirakan pasar. Tetapi bank sentral itu mungkin dapat memperpanjang program pembelian aset karena Presidennya ECB Mario Draghi bersikeras dalam konferensi pers pasca keputusan tersebut bahwa langkah akomodasi tetap diperlukan.

Kemudian di sesi perdagangan terakhir pekan lalu (26/10), dolar AS mengikuti langkah negatif Wall Street, jatuh dari level tertinggi dua bulan yang sempat disentuh sebelumnya pada hari yang sama sesaat setelah berita tentang produk domestik bruto (PDB) kuartal ketiga yang lebih kuat dari perkiraan.

Saham-saham AS memang pulih sedikit dari posisi terendah pada hari Jumat tetapi tetap tercatat turun untuk hari itu karena tetap ada kekhawatiran tentang banyaknya perkiraan pendapatan yang mengecewakan pasar, menunjukkan bagaimana tarif, kenaikan upah dan biaya pinjaman yang lebih tinggi, serta kegugupan atas berbagai peristiwa geopolitik, memiliki dampak merugikan bagi perusahaan-perusahaan AS.

Mata uang safe haven pun meraih keuntungan dari jatuhnya saham-saham AS. Dalam perdagangan Jumat sore, yen Jepang terus memukul greenback tetapi karena pasar ekuitas mulai pulih yen pun segera melepas sebagian tekanannya. Franc Swiss pun memperlihatkan pergerakan serupa dengan yen.

Setelah berfluktasi di sepanjang pekan lalu, catatan tim FS88 menunjukkan dolar AS masih menguat terhadap sebagian rivalnya. Untuk penutupan mingguan EURUSD berakhir negatif 0,86%, USDJPY berakhir turun 0,68%, GBPUSD anjlok 1,77%, USDCHF berakhir tidak berubah alias 0,0%, AUDUSD berakhir turun 0,34% dan harga emas (XAUUSD) menutup pekan lalu 0,62% lebih tinggi dari penutupan sesi pekan sebelumnya.


EURUSD

FS88 JOURNAL EUR TEMPLATE 

WEEKLY OUTLOOK : NEGATIF CENDERUNG NETRAL  

O : 1.1515     H : 1.1548      L : 1.1335      C : 1.1407

PERGERAKAN SEPEKAN 22/10 – 26/10 : NEGATIF

RANGE SEPEKAN : 213 PIP

Secara Fundamental, ECB tak melakukan perubahan kebijakan moneter pada sesi New York Kamis (25/Okt) pekan kemarin di level 0%. Sesuai ekspektasi sebelumnya, tingkat suku bunga tak diubah dari level sebelumnya. Bank sentral Eropa tersebut juga mengonfirmasi bahwa rencana untuk mengakhiri pelonggaran moneter di akhir tahun ini masih dalam proses.

Sedangkan kenaikan suku bunga, masih akan dipertahankan pada level rendah setidaknya sampai pertengahan tahun depan. Terkait ketidakpastian global, Ketua ECB Mario Draghi membenarkan jika ada banyak ketidakpastian yang berhubungan dengan proteksi perdagangan, maupun volatilitas pasar negara berkembang juga pasar finansial. Kendati demikian, Draghi menegaskan bahwa hal-hal tersebut belum bisa dijadikan alasan bagi ECB untuk mengubah rancangan kebijakannya saat ini.

Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona Ekonomi Uni Eropa, diantaranya :

  1. German Retail Sales Senin 29/10/2018 Tentatived Time
  2. EU Economic Forecast Senin 29/10/2018 Tentatived Time
  3. German Prelim CPI Selasa 30/10/2018 Tentatived Time
  4. Prelim Flash GDP Selasa 30/10/2018 Pk 17:00 WIB
  5. CPI Flash Estimate Rabu 31/10/2018 Pk 17:00 WIB
  6. Core CPI Flash Estimate Rabu 31/10/2018 Pk 17:00 WIB

Secara Teknikal, PELEMAHAN pasangan harga EURUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BULLISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BULLISH pada level 1.1449, kemungkinan harga akan kembali ke level 1.1491 – 1.1530 – 1.1569. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BEARISH pada level 1.1371, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PELEMAHANnya ke area level 1.1335 – 1.1301 – 1.1266.

 

GBPUSD

FS88 JOURNAL GBP TEMPLATE 

WEEKLY OUTLOOK :  NEGATIF CENDERUNG NETRAL

O : 1.3074     H : 1.3089      L : 1.2777      C : 1.2831

PERGERAKAN SEPEKAN 22/10 – 26/10 : NEGATIF

RANGE SEPEKAN : 312 PIP

Secara Fundamental, Proses Brexit menemui jalan buntu setelah pada pertemuan pekan lalu, PM Theresa May keberatan dengan proposal yang diajukan Uni Eropa terkait batas darat di Irlandia Utara. Sejatinya, progres “pemisahan” Inggris dan Uni Eropa sudah mencapai 95 persen.

Namun, perjanjian dan segala ketentuan keluarnya Inggris dari keanggotaan Uni Eropa tidak dapat ditandatangani sampai kedua belah pihak sepakat dengan solusi perbatasan Inggris-Irlandia.

Menteri Brexit Inggris, Dominic Raab, mengatakan bahwa pihaknya berpikiran terbuka mengenai rencana perpanjangan masa transisi Brexit, jika Uni Eropa bersikeras menawarkan proposal yang sudah ditolak pada pertemuan minggu lalu.

Deadlock antara Inggris dan Uni Eropa pada pekan lalu menimbulkan kekhawatiran baru di kalangan Investor. Hal ini tentu memicu munculnya ketidakpastian dan melemahkan mata uang Sterling serta Euro. Di sisi lain, fundamental Negeri Paman Sam yang kokoh semakin memberatkan posisi kedua mata uang tersebut.

Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona Ekonomi Inggris, diantaranya :

  1. Net Lending to Individuals Senin 29/10/2018 Pk 16:30 WIB
  2. Manufacturing PMI Kamis 01/11/2018 Pk 16:30 WIB
  3. BOE Inflation Report Kamis 01/11/2018 Pk 19:00 WIB
  4. MPC Official Bank Rate Votes Kamis 01/11/2018 Pk 19:00 WIB
  5. Monetary Policy Summary Kamis 01/11/2018 Pk 19:00 WIB
  6. Official Bank Rate Kamis 01/11/2018 Pk 19:00 WIB
  7. Asset Purchase Facility Kamis 01/11/2018 Pk 19:00 WIB
  8. MPC Asset Purchase Facility Kamis 01/11/2018 Pk 19:00 WIB
  9. BOE Gov Carney Speaks Kamis 01/11/2018 Pk 19:30 WIB
  10. Construction PMI Jumat 02/11/2018 Pk 19:00 WIB

Secara Teknikal, PELEMAHAN pasangan harga GBPUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BULLISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BULLISH pada level 1.2914, kemungkinan harga akan kembali ke level 1.2978 – 1.3034 – 1.3092. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BEARISH pada level 1.2777, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PELEMAHANnya ke area level 1.2724 – 1.2673 – 1.2617.

 

AUDUSD

FS88 JOURNAL AUD TEMPLATE 

WEEKLY OUTLOOK : NEGATIF CENDERUNG NETRAL

O : 0.7114     H : 0.7126      L : 0.7019      C : 0.7092

PERGERAKAN SEPEKAN 22/10 – 26/10 : NEGATIF

RANGE SEPEKAN : 107 PIP

Secara Fundamental, Memudarnya minat risiko di kalangan investor menjadi faktor utama yang membuat AUD tertekan terhadap Dolar AS. Pasar saham China melonjak tajam hingga mencatatkan kenaikan harian terbesar sejak 2016, menyusul munculnya tanda-tanda bahwa Pemerintah China akan mengambil langkah untuk mendukung pasar ekuitas yang terpukul. Investor hanya sedikit memperhatikan lonjakan pasar saham China tersebut, karena lebih memilih fokus pada masalah angaran Italia dan kemelut Brexit.

Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona Ekonomi Australia, diantaranya :

  1. Building Approvals Selasa 30/10/2018 Pk 07:30 WIB
  2. CPI Rabu 31/10/2018 Pk 07:30 WIB
  3. Trimmed Mean CPI Rabu 31/10/2018 Pk 07:30 WIB
  4. Trade Balance Kamis 01/11/2018 Pk 07:30 WIB
  5. Retail Sales Kamis 01/11/2018 Pk 07:30 WIB

Secara Teknikal, PELEMAHAN pasangan harga AUDUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BULLISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BULLISH pada level 0.7137, kemungkinan harga akan kembali ke level 0.7185 – 0.7235 – 0.7281. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BEARISH pada level 0.7047, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PELEMAHANnya ke area level 0.7001 – 0.6958 – 0.6912.

 

XAUUSD

 FS88 JOURNAL XAU TEMPLATE

WEEKLY OUTLOOK : POSITIF CENDERUNG NETRAL 

O : 1227.05   H : 1243.20   L : 1219.90    C : 1233.75

PERGERAKAN SEPEKAN 22/10 – 26/10 : POSITIF

RANGE SEPEKAN : $23.3 atau 233 PIP

Secara Fundamental, harga emas sempat naik pada perdagangan Jumat ke posisi tertinggi dalam tiga bulan karena para investor melakukan aksi beli. Pelemahan bursa saham di hampir seluruh bursa saham di dunia membuat investor mengamankan posisi dengan memborong emas.

Mengutip halaman Reuters, Sabtu (27/10/2018), harga emas di pasar spot naik 0,2 persen menjadi USD 1.234,35 per ounce pada pukul 14.00 waktu New York. Sebelumnya, harga emas di pasar spot sempat naik 1 persen menjadi USD 1.243,32 per ounce, merupakan level tertinggi sejak Juli.

Sedangkan harga emas di pasar berjanagka ditutup naik USD 3,40 atau 0,28 persen menjadi USD 1.235,80 per ounce. Spot emas berada di jalur untuk kenaikan mingguan keempat, kenaikan beruntun terlama sejak Januari.

"Kami terus melihat arus uang keluar dari aset berisiko ke dalam aset safe haven. Itu adalah salah satu dari penggerak utama dari pasar emas ini," kata David Meger, Direktur Perdagangan Logam Mulia, High Ridge Futures.

Saham-saham di seluruh dunia turun pada sesi perdagangan Jumat dan ditetapkan sebagai penurunan mingguan terburuk dalam lebih dari lima tahun.

"Dengan penurunan ekstrim saham, emas menjadi surga sementara yang aman. Tetapi reli ini tidak berlangsung lama dan mengganggu kenaikan jika saham kembali menguat," kata George Gero, Managing Director RBC Wealth Management.

Gero menambahkan, selain emas, obligasi juga menjadi tempat lindung nilai yang aman dari pelemahan pasar saham. Dolar AS yang masih mahal membuat emas belum menjadi pilihan utama untuk lindung nilai.

Alasannya, Dolar AS yang mahal juga membuat harga emas lebih mahal bagi investor yang bertransaksi dengan mata uang di luar dolar AS.

Beberapa investor lebih memilih untuk menaruh dana mereka di obligasi. Kenaikan suku bunga Bank Sentral AS membuat dolar AS menguat dan imbal hasil obligasi melonjak. Dua hal ini menjadi lawan yang cukup kuat bagi emas.

Secara Teknikal, PENGUATAN pasangan harga XAUUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BEARISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BEARISH pada level 1225.60, kemungkinan harga akan kembali ke level 1214.45 – 1203.95 – 1193.95. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BULLISH pada level 1244.95, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PENGUATANnya ke area level 1255.85 – 1266.25 – 1276.35.

Sumber: ForexSignal88.ComForexFactory.ComCFTC, Investing.ComBloomberg.ComKitco.ComOilnGold.Com

DailyFx.ComReuters.ComCNN.ComMarketWatch.ComAssociated Press Sumber Gambar: Poundsterlinglive.Com

Tags: #forexsignal88 #signalforex #sinyalforex #forexsignal #analisaforex #analisagold #belajarforex #seputarforex #sekilasforex #eurusd #gbpusd #audusd #xauusd #signalforexharian #signalforexakurat #analisaforex #analisatradingforex #analisaforexharian #analisagold #beritaforexindonesia #beritaforexharian #beritaterkiniforex #analisajituforex #toptrendingforex #signalforexgratis #signalforexindonesia #tipsforex #trikforex #strategiforex #teknikforex #analisateknikal

Share This

Jurnal Mingguan Lainnya

November 03, 2018

Sekilas Forex: Merkel, Brexit, dan BOE Gerakan Pasar Pekan Lalu. Kini Pasar Tunggu Midterm Election AS.

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 04/11/2018 - Aktivitas perdagangan forex dan emas pada pekan lalu (29 Oktober-2 November) di awali dengan naiknya nilai tukar dolar AS terhadap euro, mendekati level tertinggi 10 minggu yang dicetak pada pekan sebelumnya, di…
November 10, 2018

Sekilas Forex: Midterm Election AS dan Kenaikan Suku Bunga AS Semakin Dekat

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 10/11/2018 - Geliat bursa forex dan emas pada pekan lalu (5-9 November) sebagian besar dimotori oleh midterm election di Amerika Serikat (AS) atau dikenal pula sebagai pemilihan sela alias pemilihan jeda oleh media nasional di…
October 27, 2018

Sekilas Forex: 5 Perkembangan Forex Yang Penting Anda Ketahui

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 27/10/2018 - Dolar AS mengamuk di awal pekan lalu (22-26 Oktober), menekan semua rivalnya sekaligus membebani harga emas. Pemicu utama penguatan greenback adalah kemerosotan pound sterling di tengah meningkatnya ketidakpastian…
October 20, 2018

Sekilas Forex: Peluang 83% Untuk Suku Bunga AS Naik Lagi Di Desember 2018

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 21/10/2018 - Memulai paruh kedua bulan Oktober, dolar AS merosot pada hari Senin (15/10) setelah data penjualan ritel AS untuk September meleset dari ekspektasi para ekonom. Penyebab lain merosotnya greenback adalah imbal hasil…
October 13, 2018

Sekilas Forex: Melemah Pekan Kemarin, USD Butuh Berita Segar Untuk Pekan Depan

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 13/10/2018 - Perdagangan forex dan emas pekan lalu (8-12 Oktober) diawali dengan nada positif dolar AS sebagai reaksi pasar terhadap pelemahan di pasar global, yang dipimpin oleh jatuhnya ekuitas China, dan data-data ekonomi AS…