ForexSignal88.com l Jakarta, 25/08/2018 - Hiruk pikuk perdagangan mata uang di sepanjang sesi perdagangan pekan lalu (20-24 Agustus) tampak lebih didominasi oleh aksi jual dolar AS meskipun menjelang akhir sesi tersebut sempat terlihat penguatan dolar AS setelah dirilisnya notulen rapat kebijakan terakhir Federal Reserve yang digelar pada 31 Juli hingga 1 Agustus.

Pada awal pekan lalu, nada bearish dolar AS mulai terdengar setelah ketegangan perdagangan antara kekuatan ekonomi nomor satu dan dua di dunia mereda sedikit pada pekan sebelumnya. Kekhawatiran pasar lainnya yaitu potensi merebaknya krisis mata uang Turki ke wilayah lain di Eropa dan pasar berkembang (emerging markets) juga teredam sehingga permintaan terhadap dolar AS untuk dijadikan safe haven berangsur meredup.

Namun pada Rabu (22/8) atau Kamis dini hari waktu Indonesia, notulen rapat Federal Open Market Committee (FOMC) menunjukkan para pejabat bank sentral AS puas dengan kenaikan suku bunga lebih lanjut dengan berlatar belakang pada ekspektasi untuk pertumbuhan tren yang sedang berlangsung.

The Fed juga mengindikasikan bahwa sengketa perdagangan antara AS dengan China saat ini adalah sebuah kartu liar yang dapat mengubah waktu kenaikan suku bunga, dengan kemungkinan bahwa mereka juga dapat menghentikan sementara kenaikan suku bunga jika perselisihan perdagangan AS-China berkembang menjadi sebuah perang dagang skala besar.

Masih di hari Kamis, AS dan China yang sama-sama mengirim delegasi tingkat rendahnya untuk pertemuan selama dua hari, membawa sengketa perdagangan saat ini ke tingkat baru karena kedua negara tersebut menetapkan tarif sebesar 25% untuk barang senilai $16 miliar. Lagi-lagi dolar AS mendapat bahan bakar untuk bergerak naik meskipun ternyata tidak berlangsung lama.

Pada sesi penutupan pekan lalu, perlawanan awal terhadap dolar AS datang dari mata uang antipodean. Reaksi positif pasar terhadap terpilihnya Scott Morrison, mantan menteri keuangan Australia, sebagai perdana menteri baru Australia menggantikan Malcolm Turnbull yang terdepak setelah terjadi kekisruhan politik seiring semakin tidak percayanya para anggota parlemen Australia kepada Turnbull juga meningginya ketegangan antara dirinya dengan kubu konservatif di dalam partainya.

Dolar Australia yang di sesi Rabu dan Kamis terdesak, langsung mendapat tenaga karena kabar politis tersebut dan berbalik menekan greenback sejak awal perdagangan sesi Jumat.

Pelemahan dolar AS tidak hanya membantu mata uang rival utamanya menguat kembali. Depresiasi greenback tersebut juga telah menopang harga emas hingga akhirnya berhasil menerjang level psikologis $1.200,00.

Dolar AS semakin tak berdaya terhadap mata uang lainnya setelah Ketua Federal Reserve Jerome Powell menekankan perlunya kenaikan suku bunga bertahap. Dalam sebuah pidato di Simposium Ekonomi Jackson Hole pada hari Jumat (24/8), Powell memperingatkan dampak kenaikan suku bunga yang terlalu cepat.

Untuk pekan terakhir di bulan ini (27-31 Agustus) perhatian pasar masih tetap tertuju pada perkembangan hubungan dagang AS-China, Brexit dan geopolitik lainnya. Untuk data-data regular ada beberapa yang berkategori penting yang berpotensi menggerakkan pasar yaitu indeks keyakinan konsumen AS dan Kanada, Jepang, Jerman dan Selandia Baru, PDB AS, inflasi konsumen Jerman dan Spanyol, data manufaktur China, data penjualan ritel Jerman, dan indeks Chicago PMI.  

EURUSD

 FS88 JOURNAL EUR TEMPLATE

WEEKLY OUTLOOK : POSITIF

O : 1.1442     H : 1.1640      L : 1.1394      C : 1.1627

PERGERAKAN SEPEKAN 20/08 – 24/08 : POSITIF

RANGE SEPEKAN : 246 PIP

Secara Fundamental, Notulen rapat ECB yang dirilis pada Kamis (23/08) pekan kemarin menyebutkan bahwa para pembuat kebijakan berunding tanpa banyak kontradiksi. Proteksionisme dan ancaman perang dagang dianggap sebagai risiko terbesar bagi ekonomi Zona Euro, walaupun pertumbuhan saat ini masih cukup tangguh.

Meski ketidakpastian kondisi global mulai berkurang, para pembuat kebijakan ECB belum menemukan kesepakatan mengenai Outlook inflasi, apakah sebaiknya dinaikkan atau diturunkan dari 2 persen. Oleh sebab itu, kebijakan moneter ECB akan diupayakan tetap fleksibel dan opsional. Kesimpulannya, notulen ECB kali ini tidak hawkish; perekonomian Zona Euro masih sejalan dengan ekspektasi, sehingga pengetatan kebijakan moneter belum diperlukan.

Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona Ekonomi Uni Eropa, diantaranya :

  1. German Retail Sales             Senin 27/08/2018 Tentatived Time
  2. German Ifo Business Climate Senin 27/08/2018 14:30 WIB
  3. German Prelim CPI Kamis 30/08/2018 Tentatived Time
  4. CPI Flash Estimate Jumat 31/08/2018 16:00 WIB
  5. Core CPI Flash Estimate Jumat 31/08/2018 16:00 WIB

Secara Teknikal, PENGUATAN pasangan harga EURUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BEARISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BEARISH pada level 1.1517, kemungkinan harga akan kembali ke level 1.1464 – 1.1410 – 1.1353. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BULLISH pada level 1.1705, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PENGUATANnya ke area level 1.1756 – 1.1804 – 1.1854.

 

GBPUSD

 FS88 JOURNAL GBP TEMPLATE

WEEKLY OUTLOOK :  POSITIF CENDERUNG NETRAL

O : 1.2747     H : 1.2937      L : 1.2730      C : 1.2850

PERGERAKAN SEPEKAN 20/08 – 24/08 : POSITIF

RANGE SEPEKAN : 207 PIP

Secara Fundamental, Inggris akan meningkatkan perencanaan untuk "Brexit tanpa kesepakatan" pada Kamis pekan kemarin. Akan terbit serangkaian catatan advis bagi orang dan dunia bisnis bagaimana melindungi diri dari gangguan potensial akibat perpisahan dengan Uni Eropa.

Dengan tempo kurang dari delapan bulan sebelum hari-H pada 29 Maret 2019, Inggris belum mencapai kesepakatan perceraian dengan blok tersebut. Perundingan dilanjutkan pada hari Selasa, tetapi para diplomat di Brussels memperkirakan batas waktu tidak resmi pada bulan Oktober akan terlewat.

Lebih dari 80 pemberitahuan teknis diharapkan terbit dalam beberapa minggu mendatang. Mereka akan mencakup semuanya, mulai dari layanan keuangan hingga pelabelan makanan.

"Saya tetap yakin banyak hal baik yang ada dalam pandangan kami, dan itu tetap prioritas utama kami, dan mengesampingkan. Tapi, kami harus siap mempertimbangkan alternatif," kata Menteri Brexit Dominic Raab dalam pidato untuk menandai publikasi dari tahap pertama, menurut rangkuman yang dirilis sebelumnya.

"Pemberitahuan teknis ini adalah pendekatan yang masuk akal, terukur, dan proporsional untuk meminimalkan dampak terhadap perusahaan, warga negara, badan amal dan badan publik Inggris."

Beberapa menteri memperingatkan bahwa risiko berpisah tanpa kesepakatan telah meningkat. Awal bulan ini menteri perdagangan Liam Fox memberi peluang pada 60-40.

Raab mengatakan bahwa dalam beberapa kasus, Inggris akan mengambil tindakan sepihak untuk mempertahankan kontinuitas dalam hal Brexit no-deal.

"Meskipun mungkin mengambil pendekatan itu dalam jangka pendek, kami akan berada di luar Uni Eropa, dan bebas untuk menyimpang ketika kami siap, dengan syarat kami, dalam kepentingan nasional Inggris," ia akan mengatakan.

Banyak ekonom mengatakan kegagalan untuk menyetujui ketentuan keluar akan secara serius merusak ekonomi terbesar kelima di dunia karena perdagangan dengan UE, pasar terbesar di Inggris, akan dikenakan tarif.

Pendukung Brexit mengatakan mungkin ada beberapa rasa sakit jangka pendek bagi perekonomian, tetapi jangka panjang akan baik ketika dipotong bebas dari Uni Eropa.

Sebuah survei bulan ini oleh Institute of Directors, sebuah kelompok lobi bisnis, menemukan bahwa kurang dari sepertiga bos perusahaan telah melakukan perencanaan kontingensi pada Brexit.

"Persiapan 'Tidak ada kesepakatan' seharusnya telah terjadi jauh lebih awal, dan tanggung jawab ada pada pemerintah untuk bergerak cepat dan memberikan dunia bisnis informasi teknis sedetail mungkin untuk menghindari gangguan signifikan dalam skenario apa pun," Adam Marshall, Direktur Jenderal British Chambers of Perdagangan, mengatakan sebelum publikasi pemberitahuan saran.

Prosedur bea cukai dan pajak, peraturan imigrasi dan cara memproses transaksi adalah hal-hal yang memerlukan informasi lebih banyak dari pemerintah, kata Marshall.

Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona Ekonomi Inggris, diantaranya :

  1. M4 Money Supply             Kamis 30/08/2018 15:30 WIB
  2. Net Lending to Individuals Kamis 30/08/2018 15:30 WIB
  3. Mortgage Approvals Kamis 30/08/2018 15:30 WIB
  4. Gfk Consumer Confidence Jumat 31/08/2018 06:01 WIB

Secara Teknikal, PENGUATAN pasangan harga GBPUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BEARISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BEARISH pada level 1.2785, kemungkinan harga akan kembali ke level 1.2715 – 1.2656 – 1.2595. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BULLISH pada level 1.2950, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PENGUATANnya ke area level 1.3012 – 1.3073 – 1.3134.

 

AUDUSD

 FS88 JOURNAL AUD TEMPLATE

WEEKLY OUTLOOK :  POSITIF CENDERUNG NETRAL

O : 0.7313     H : 0.7379      L : 0.7235      C : 0.7323

PERGERAKAN SEPEKAN 20/08 – 24/08 : POSITIF

RANGE SEPEKAN : 144 PIP

Secara Fundamental, Kepemimpinan Malcolm Turnbull sebagai PM Australia sedang di ujung tanduk. Para menteri dan anggota parlemennya beramai-ramai mengajukan pengunduran diri. Pada Kamis 23/08 pekan kemarin, tiga orang menteri sudah resmi mengundurkan diri.

Hal ini bermula dari krisis kepemimpinan di tubuh partai asal Turnbull, Partai Liberal. Mantan Menteri Dalam Negeri Australia, Peter Dutton, berusaha menggulingkan Turnbull dari kursi Perdana Menteri karena menilai bahwa kepemimpinan Turnbull membuat Partai Liberal sering dikalahkan oleh partai oposisi lain.

Oleh sebab itu, Dutton mengajukan tantangan pada Turnbull untuk menggelar pemilihan suara guna menentukan siapa yang lebih layak menjadi Ketua Partai Liberal. Dalam voting yang berlangsung kemarin, Turnbull berhasil memenangkan parlemen dengan selisih ketat 48 versus 35. 

Selisih tersebut dinilai kurang optimistis bagi pemerintah Turnbull. Dutton pun pantang menyerah dan kini tengah menghimpun tanda tangan dari anggota parlemen untuk menggusur Turnbull sepenuhnya dari kursi Perdana Menteri. Jika Dutton berhasil menghimpun cukup banyak tanda tangan, maka Turnbull harus mundur. Namun, itu juga belum berarti Dutton akan langsung menjadi PM, karena kemungkinan harus rebutan posisi dengan Menkeu Scott Morrison.

Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona Ekonomi Australia, diantaranya :

  1. Private Capital Expenditure Kamis 30/08/2018 08:30 WIB
  2. Building Approvals Kamis 30/08/2018 08:30 WIB

Secara Teknikal, PENGUATAN pasangan harga AUDUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BEARISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BEARISH pada level 0.7231, kemungkinan harga akan kembali ke level 0.7187 – 0.7143 – 0.7103. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BULLISH pada level 0.7386, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PENGUATANnya ke area level 0.7432 – 0.7478 – 0.7522.

  

XAUUSD

 FS88 JOURNAL XAU TEMPLATE

WEEKLY OUTLOOK :  POSITIF CENDERUNG NETRAL

O : 1183.10   H : 1208.30   L : 1182.65    C : 1205.45

PERGERAKAN SEPEKAN 20/08 – 24/08 : POSITIF

RANGE SEPEKAN : $25.65 atau 256.5 PIP

Secara Fundamental, Harga emas menguat sehingga dorong kenaikan minggu pertama didorong dolar Amerika Serikat (AS) yang tertekan.

Hal itu dipicu pidato pimpinan the Federal Reserve atau bank sentral AS Jerome Powell. Dollar AS yang melemah tajam memberikan dukungan untuk harga emas dalam denominasi dolar.

Powell menuturkan, kenaikan suku bunga tetap dilakukan dan tidak ada risiko ekonomi yang terlalu panas. Ia pun siap melakukan apa yang diperlukan jika inflasi tidak naik dan melemah atau krisis yang akan kembali mengancam.

"Dolar AS memberi dan mengambil seiring mundurnya indeks dolar AS, emas melonjak," ujar Michael Armbruster, Managing Partner Altavest, seperti dikutip dari halaman Marketwatch, Sabtu (25/8/2018).

Harga emas untuk pengiriman Desember bertambah USD 19,30 atau 1,6 persen menjadi USD 1.213,30 per ounce. Kenaikan pada Jumat waktu setempat terbesar sejak Maret. Selama sepekan, harga emas sudah naik 2,5 persen.

Harga emas melonjak seiring indeks dolar AS melemah 0,5 persen. Indeks dolar AS terhadap enam mata uang utama lainnya turun satu persen dalam sepekan.

Akan tetapi, indeks dolar AS masih naik 0,7 persen sepanjang Agustus 2018 seiring kenaikan suku bunga meningkatkan biaya peluang memegas emas.

"Menjelaskan kelemahan dolar AS adalah sulit karena kemungkinan kenaikan suku bunga pada Desember telah benar-benar sedikit meningkat usai pidato Powell di Jackson Hole. Ketegangan perdagangan juga belum mereda," ujar Armbruster.

Namun, ia menilai Dollar AS tertekan didorong berita utama negatif terkait Presiden AS Donald Trump.

Secara Teknikal, PENGUATAN pasangan harga XAUUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BEARISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BEARISH pada level 1181.30, kemungkinan harga akan kembali ke level 1170.25 – 1158.90 – 1148.00. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BULLISH pada level 1210.25, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PENGUATANnya ke area level 1221.10 – 1230.95 – 1242.35.

  

Sumber: ForexSignal88.ComForexFactory.ComCFTC, Investing.ComBloomberg.ComKitco.ComOilnGold.Com

DailyFx.ComReuters.ComCNN.ComMarketWatch.ComAssociated Press Sumber Gambar: CNN Money

Tags: #forexsignal88 #signalforex #sinyalforex #forexsignal #analisaforex #analisagold #belajarforex #seputarforex #sekilasforex #eurusd #gbpusd #audusd #xauusd #signalforexharian #signalforexakurat #analisaforex #analisatradingforex #analisaforexharian #analisagold #beritaforexindonesia #beritaforexharian #beritaterkiniforex #analisajituforex #toptrendingforex #signalforexgratis #signalforexindonesia #tipsforex #trikforex #strategiforex #teknikforex #analisateknikal

Share This

Jurnal Mingguan Lainnya

October 13, 2018

Sekilas Forex: Melemah Pekan Kemarin, USD Butuh Berita Segar Untuk Pekan Depan

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 13/10/2018 - Perdagangan forex dan emas pekan lalu (8-12 Oktober) diawali dengan nada positif dolar AS sebagai reaksi pasar terhadap pelemahan di pasar global, yang dipimpin oleh jatuhnya ekuitas China, dan data-data ekonomi AS…
October 07, 2018

Sekilas Forex: Data Non Farm Payroll Lemah, Apakah USD Ikutan Melemah Pekan Depan?

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 07/10/2018 - Mengawali sesi perdagangan Oktober, dolar AS memberikan tekanan kepada sebagian rivalnya. Penguatan parsial dolar AS tersebut masih dimotori oleh euforia pasar terhadap kenaikan suku bunga acuan Federal Reserve pada…
September 29, 2018

Sekilas Forex: Suku Bunga AS Naik, dan Akan Naik 1 Kali Lagi Tahun 2018

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 29/09/2018 - Pekan terakhir September telah berlalu dan sepanjangnya pergerakan di bursa forex dan emas tetap diwarnai oleh beraneka berita terkait perang tarif impor AS-China, Brexit dan tingkat suku bunga AS. Dolar AS relatif…
September 22, 2018

Sekilas Forex: Perang Dagang dan Brexit Masih Menghantui Bursa Forex & Emas

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 22/09/2018 - Brexit dan perang dagang masih menjadi primadona berita pasar yang memikat hati para investor dan pedagang di bursa forex dan emas. Seperti di pekan sebelumnya, dolar AS memulai perdagangan pekan lalu (17-21…
September 15, 2018

Sekilas Forex: USD Masih Akan Fluktuatif Pekan Depan

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 15/09/2018 - Mengawali perdagangan pekan lalu (10-14 September), dolar AS mendapatkan tekanan mendadak lagi dari pound sterling, yang juga memicu penguatan mata uang lain dan harga emas, karena pada hari Senin (10/9) tersiar kabar…