ForexSignal88.com l Jakarta, 18/08/2018 - Aroma perlawanan dari beberapa rival dolar AS mulai tercium pada perdagangan forex di pekan lalu (13-17 Agustus). Mengawali perdagangan pekan lalu, dolar AS masih didorong oleh momentum bullish yang terjadi di pekan sebelumnya saat krisis lira, mata uang Turki, semakin menjadi.

Pelemahan tajam mata uang Turki menjadi beban besar bagi euro meskipun Turki bukanlah bagian dari Uni Eropa maupun zona euro. Hubungan dagang dan perbankan antara Eropa dengan Turki ditengarai dapat menjadi jembatan bagi penularan krisis keuangan Turki ke Benua Biru sehingga euro pun babak belur dihantam dolar AS.

Data MetaTrader yang digunakan tim FS88 Research Division mencatat pada pekan lalu pasangan mata uang EURUSD ambruk ke $1,1301, level terendah sejak 28 Juni 2017, sebelum rebound di sepanjang sesi Kamis dan Jumat.

Terhadap pound sterling yang masih tetap dibayangi oleh no-deal Brexit atau hengkangnya Inggris dari Uni Eropa tanpa kesepakatan berarti, dolar AS terus menguat sehingga pasangan mata uang GBPUSD merosot ke $1,2662, level terendah sejak 22 Juni 2017.

Aset safe haven seperti yen masih bertahan terhadap dolar AS yang juga sebuah mata uang safe haven. Namun pamor yen tetap tak mampu menandingi kehebatan dolar AS sehingga yen hanya sempat menyeret dolar AS ke ¥110,09 di pekan lalu sebelum berbalik naik dan akhirnya pasangan mata uang USDJPY ditutup positif di ¥110,60.

Safe haven lainnya yaitu emas tampak yang paling menderita justru di saat gejolak ekonomi dan politik berkembang di Turki. Para investor lebih berminat pada Treasuries AS, yang pada gilirannya menjadi pendorong greenback, sehingga harga emas tersungkur hingga ke $1.160,50 per troy ounce sebelum rebound namun masih berakhir negatif di akhir pekan lalu, di $1.184,05 per troy ounce. Pada skala mingguan, harga emas membukukan penurunan mingguan terbesar dalam satu tahun terakhir.

Pelemahan (koreksi) dolar AS menjelang penutupan sesi pekan lalu terjadi karena ketegangan konflik dagang antara China dengan AS mulai mereda karena pada level diplomasi yang lebih rendah, China dan AS berencana untuk menggelar pembicaraan mengenai hubungan dagang di antara mereka. Lira Turki juga mulai membaik sehingga membantu pemulihan euro serta mata uang emerging markets lainnya.

Sejumlah data ekonomi dari beberapa negara besar nyaris tidak menjadi pendorong pergerakan mata uang dan harga emas di pekan lalu karena saat itu fokus para pelaku pasar hampir 100% tertuju pada ketegangan antara AS dengan Turki dan China.

Namun pada pekan depan (20-24 Agustus), seiring meredanya ketegangan tersebut, fokus pasar dapat bergeser kembali ke data-data dan agenda regular seperti notulen rapat kebijakan bank sentral Australia, AS dan Eropa, data inflasi dan manufaktur Jerman, data pesanan barang modal AS dan pidato ketua Federal Reserve dan pimpinan bank sentral utama lainnya di simposium ekonomi tahunan Jackson Hole yang digelar oleh Fed Kansas di Wyoming, AS. 

 

EURUSD

FS88 JOURNAL EUR TEMPLATE 

WEEKLY OUTLOOK : NETRAL

O : 1.1373     H : 1.1445      L : 1.1301      C : 1.1441

PERGERAKAN SEPEKAN 13/08 – 17/08 : POSITIF

RANGE SEPEKAN : 144 PIP

Secara Fundamental, Mata uang single currency, Euro, sempat mengalami tekanan yang cukup berat dari potensi kolaps bank-bank di kawasan Eropa karena dampak negatif krisis Turki pada sepekan perdagangan kemarin. Pasar mengkhawatirkan kebijakan pemerintah Turki dalam menangani krisis kemerosotan Lira, terutama keputusan Presiden Tayyip Erdogan yang menolak menaikkan suku bunga, walaupun nilai tukar Lira Turki jatuh drastis.

Sementara itu, negosiasi soal rancangan anggaran fiskal Italia di Brussels mengalami kebuntuan. Pertemuan itu gagal mencapai kesepakatan setelah pihak Uni Eropa menilai pemerintah Italia terlalu banyak menghambur-hamburkan uang untuk program yang tidak penting.

"Daya tarik obligasi AS menguatkan permintaan terhadap Dollar AS. Hal itu berkombinasi dengan keraguan terhadap upaya normalisasi (moneter) European Central Bank, sehingga kenaikan EUR/USD pun terbatas untuk saat in," kata Esther Maria Reichelt, analis forex dari Commerzbank. Ia menambahkan bahwa kekacauan pasar akibat masalah ekonomi Turki, kemungkinan akan menjadi faktor yang menghalangi ECB untuk melakukan normalisasi moneter.

Pakar lainnya, Kathy Lien dari BK Asset Management juga memperkirakan Outlook Euro masih suram. Dengan mempertimbangkan latar belakang perang dagang global, perlambatan pertumbuhan China, dan krisis ekonomi Turki, Lien mengestimasi jika dalam jangka menengah, EUR/USD akan menembus level 1.13 dan Stop berikutnya akan mencapai level 1.12.

Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona Ekonomi Uni Eropa, diantaranya :

  1. OPEC-JMMC Meetings                         Selasa 21/08/2018 - Tentatived
  2. German Flash Manufacturing PMI Kamis 23/08/2018 14:30 WIB
  3. German Flash Services PMI Kamis 23/08/2018 14:30 WIB
  4. Flash Manufacturing PMI Kamis 23/08/2018 15:00 WIB
  5. Flash Services PMI Kamis 23/08/2018 15:00 WIB
  6. ECB Monetary Policy Meetings Kamis 23/08/2018 18:30 WIB
  7. Jackson Hole Symposium Kamis 23/08/2018 – All Day
  8. Jackson Hole Symposium Jumat 24/08/2018 – All Day

Secara Teknikal, PELEMAHAN pasangan harga EURUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BULLISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BULLISH pada level 1.1496, kemungkinan harga akan kembali ke level 1.1549 – 1.1601 – 1.1658. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BEARISH pada level 1.1380, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PELEMAHANnya ke area level 1.1327 – 1.1277 – 1.1230.

 

GBPUSD

FS88 JOURNAL GBP TEMPLATE 

WEEKLY OUTLOOK :  NETRAL 

O : 1.3751     H : 1.2827      L : 1.2662      C : 1.2748

PERGERAKAN SEPEKAN 13/08 – 17/08 : DOJI NEGATIF

RANGE SEPEKAN : 165 PIP

Secara Fundamental, Tingkat inflasi Inggris pada bulan Juli menjadi kenaikan yang pertama kalinya dalam tahun ini. Rabu (15/Agustus) pekan kemarin, biro statistik ONS dari Inggris melaporkan bahwa dalam basis tahunan, Indeks Harga Konsumen atau inflasi Inggris naik dari 2.4 persen menjadi 2.5 persen di bulan Juli. Level tersebut sesuai dengan ekspektasi para analis.

Sayangnya, kenaikan inflasi yang dapat menjadi faktor bagi bank sentral untuk menaikkan suku bunga itu, tidak diiringi dengan kenaikan upah yang sepadan. Pada hari Selasa pekan kemarin, data menunjukkan bahwa rata-rata pendapatan per jam warga Inggris (termasuk bonus) hanya berada di level 2.4 persen, di bawah ekspektasi 2.5 persen. Perlambatan upah paling banyak terjadi di sektor swasta.

BOE telah menaikkan suku bunga sebanyak dua kali sejak November 2017. Kenaikan selanjutnya diprediksikan tidak akan dilakukan dalam waktu dekat, karena terganjal oleh masalah inflasi yang tak sepadan dengan kenaikan upah pekerja, sekaligus ketidakpastian Brexit.

BoE mengekspektasikan inflasi akan mengalami penurunan, meski nantinya masih bisa sedikit di atas level 2 persen akibat kenaikan suku bunganya. Akan tetapi, sejumlah ekonom memperkirakan inflasi Inggris akan lebih rendah daripada prediksi BoE tersebut.

Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona Ekonomi Inggris, diantaranya :

  1. Public Sector Net Borrowing Selasa 21/08/2018 15:30 WIB
  2. OPEC-JMMC Meetings Selasa 21/08/2018 – Tentatived
  3. Inflation Report Hearings Rabu 22/08/2018 – Tentatived
  4. Jackson Hole Symposium Kamis 23/08/2018 – Tentatived
  5. Jackson Hole Symposium Jumat 24/08/2018 – Tentatived

Secara Teknikal, PELEMAHAN pasangan harga GBPUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BULLISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BULLISH pada level 1.2832, kemungkinan harga akan kembali ke level 1.2889 – 1.2950 – 1.3007. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BEARISH pada level 1.2708, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PELEMAHANnya ke area level 1.2652 – 1.2595 – 1.2544.

 

AUDUSD

FS88 JOURNAL AUD TEMPLATE 

WEEKLY OUTLOOK :  NETRAL 

O : 0.7275     H : 0.7316      L : 0.7200      C : 0.7314

PERGERAKAN SEPEKAN 13/08 – 17/08 : POSITIF

RANGE SEPEKAN : 116 PIP

Secara Fundamental, Indeks pertumbuhan upah atau Wage Price Index (WPI) Australia dilaporkan sesuai dengan ekspektasi. Data dari Biro Statistik Australia (ABS) yang dirilis pada Rabu (15/Agustus) kemarin menunjukkan bahwa pertumbuhan upah (tanpa bonus) per jam, naik sebanyak 0.6 persen di kuartal kedua. Dengan demikian, pertumbuhan upah tahunan Australia berada di level 2.1 persen, tidak berubah dari kuartal pertama.

Sementara itu, pertumbuhan upah di sektor swasta Australia meningkat sebanyak 0.55 persen di kuartal kedua dalam penyesuaian musiman; naik dari 0.47 persen di kuartal pertama. Dengan demikian, pertumbuhan upah tahunannya berada di level 1.99 persen, naik dari 1.92 persen.

Selain itu, Dolar AS juga sedang menguat sepekan kemarin, dan menyentuh level tinggi 13 bulan terhadap mata uang-mata uang mayor termasuk Dolar Australia. Krisis Turki masih menjadi pemicu utama yang menggerakkan pasar forex sepekan kemarin.

Menurut Kepala Ahli Forex di National Australia Bank, Ray Attrill, dari sisi teknikal akan ada lebih banyak potensi pelemahan mata uang Dolar Australia ke depan. Prediksinya, Dolar Australia bisa melemah hingga level 0.68-0.69 per dolar AS. Di sampng itu, kondisi fundamental Australia sendiri cukup suram dalam beberapa waktu terakhir, sehingga turut menambah kekuatan tren bearish bagi Aussie (sebutan untuk Dolar Australia).

Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona Ekonomi Australia, diantaranya :

  1. Monetary Policy Meeting Minutes Selasa 21/08/2018 08:30 WIB
  2. OPEC-JMCC Meetings Selasa 21/08/2018 – Tentatived
  3. Construction Work Done q/q Rabu 22/08/2018 08:30 WIB
  4. Jackson Hole Symposium Kamis 23/08/2018 – Tentatived
  5. Jackson Hole Symposium Jumat 24/08/2018 – Tentatived

Secara Teknikal, PELEMAHAN pasangan harga AUDUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BULLISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BULLISH pada level 0.7352, kemungkinan harga akan kembali ke level 0.7396 – 0.7439 – 0.7482. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BEARISH pada level 0.7273, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PELEMAHANnya ke area level 0.7231 – 0.7187 – 0.7143.

 

 

XAUUSD

FS88 JOURNAL XAU TEMPLATE 

WEEKLY OUTLOOK :  NEGATIF CENDERUNG NETRAL

O : 1212.35   H : 1213.65   L : 1160.05    C : 1184.05

PERGERAKAN SEPEKAN 13/08 – 17/08 : NEGATIF

RANGE SEPEKAN : $53.6 atau 536 PIP

Secara Fundamental, Harga emas dunia melambung dari posisi terendah 19 bulan pada penutupan sesi perdagangan akhir pekan Jumat (Sabtu dinihari WIB) kemarin. Hal ini dipicu dari tergelincirnya Dolar AS seiring kabar jika China dan Amerika Serikat akan mengadakan pembicaraan membahas perdagangan pada bulan ini, meskipun sentimen negatif tetap ada.

"Indeks dolar lebih rendah membantu emas, dan fakta bahwa Cina mengirim delegasi membuat harga naik," kata Walter Pehowich, Wakil Presiden Eksekutif Layanan Investasi di Dillon Gage Metals. Sementara harga emas berjangka AS untuk pengiriman Desember naik USD 1, atau 0,1 persen, ke posisi USD 1.184 per troy ounce. Emas berjangka AS naik karena dolar AS yang menurun.

Di sisi lain, pertemuan antara delegasi China dan perwakilan AS menawarkan harapan untuk kemajuan dalam menyelesaikan konflik perdagangan yang telah menggerogoti pasar keuangan dan komoditas dalam beberapa pekan terakhir.

Ketidakpastian politik dan ekonomi telah membuat para investor memilih investasi yang lebih aman, seperti treasury dan mata uang AS. Saat Dolar naik menguat membuat emas dalam denominasi dolar lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya, dan berpotensi menundukkan permintaan.

Secara Teknikal, PELEMAHAN pasangan harga XAUUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BULLISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BULLISH pada level 1202.45, kemungkinan harga akan kembali ke level 1215.10 – 1227.15 – 1239.80. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BEARISH pada level 1170.40, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PELEMAHANnya ke area level 1158.50 – 1146.75 – 1135.35.

  

Sumber: ForexSignal88.ComForexFactory.ComCFTC, Investing.ComBloomberg.ComKitco.ComOilnGold.Com

DailyFx.ComReuters.ComCNN.ComMarketWatch.ComAssociated Press Sumber Gambar: Investorpress.Com

Tags: #forexsignal88 #signalforex #sinyalforex #forexsignal #analisaforex #analisagold #belajarforex #seputarforex #sekilasforex #eurusd #gbpusd #audusd #xauusd #signalforexharian #signalforexakurat #analisaforex #analisatradingforex #analisaforexharian #analisagold #beritaforexindonesia #beritaforexharian #beritaterkiniforex #analisajituforex #toptrendingforex #signalforexgratis #signalforexindonesia #tipsforex #trikforex #strategiforex #teknikforex #analisateknikal

Share This

Jurnal Mingguan Lainnya

September 15, 2018

Sekilas Forex: USD Masih Akan Fluktuatif Pekan Depan

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 15/09/2018 - Mengawali perdagangan pekan lalu (10-14 September), dolar AS mendapatkan tekanan mendadak lagi dari pound sterling, yang juga memicu penguatan mata uang lain dan harga emas, karena pada hari Senin (10/9) tersiar kabar…
September 08, 2018

Sekilas Forex: Data Non Farm Payroll Membaik, USD Mendapat Peluru Untuk Potensi Naik

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 08/09/2018 - Berita terbesar pada perdagangan forex dan emas di pekan lalu (3-7 September) adalah “gencatan senjata” antara Inggris dan Jerman dan konflik dagang AS-China. Pada hari Rabu (5/9), dilaporkan bahwa Jerman telah setuju…
September 02, 2018

Sekilas Forex: Tarik Menarik USD Yang Masih Ingin Naik Melawan Rival-Rivalnya

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 02/09/2018 - Pada sesi perdagangan pekan terakhir bulan Agustus, pergerakan di bursa forex dan emas cukup fluktuatif. Setelah sepanjang dua pekan sebelumnya dolar AS mendapat tekanan, pada pekan lalu greenback mulai mendesak para…
August 24, 2018

Sekilas Forex: USD Akhirnya Melemah

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 25/08/2018 - Hiruk pikuk perdagangan mata uang di sepanjang sesi perdagangan pekan lalu (20-24 Agustus) tampak lebih didominasi oleh aksi jual dolar AS meskipun menjelang akhir sesi tersebut sempat terlihat penguatan dolar AS…
August 18, 2018

Sekilas Forex: USD Koreksi. Namun Belum Terlihat Tanda-Tanda Reversal

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 18/08/2018 - Aroma perlawanan dari beberapa rival dolar AS mulai tercium pada perdagangan forex di pekan lalu (13-17 Agustus). Mengawali perdagangan pekan lalu, dolar AS masih didorong oleh momentum bullish yang terjadi di pekan…