ForexSignal88.com l Jakarta, 12/08/2018 - Dominasi dolar AS belum tergoyahkan, bahkan hingga pekan lalu (6-10 Agustus) berakhir, mata uang AS semakin kuat terhadap rival-rival utamanya, terbantu oleh ambruknya lira, mata uang Turki.

Laju penguatan dolar AS pada pekan sebelumnya sempat terkoreksi di sesi Selasa dan Rabu setelah pada sebuah langkah intervensi People’s Bank of China (PBoC) berhasil sejenak mengangkat yuan. Langkah bank sentral China tersebut membendung arus pelemahan yuan yang amblas sekitar 7 persen sejak pertengahan Juni.

PBoC mendesak dunia perbankan untuk mencegah herd behavior (perilaku gerombolan) dan langkah agresif mengejar momentum dalam sebuah upaya lebih lanjut untuk mendukung mata uang China.

Kestabilan yuan diharapkan dapat pula menstabilkan euro, yang telah menjadi lebih berkorelasi dengan pergerakan yuan/dolar AS saat ketegangan perdagangan antara AS dan China terus meningkat. Perdagangan kedua mata uang tersebut terus menjadi dorongan bagi pergerakan semua mata uang G10, terutama euro.

Posisi trading juga cenderung membebani greenback karena para spekulan sudah mengambil posisi paling bullish pada dolar AS sejak Januari 2017, demikian menurut data Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas AS (CFTC). Namun pelemahan dolar AS hanya berlangsung selama dua hari karena pada hari Kamis para investor kembali memburu dolar AS sebagai aset safe haven karena ketegangan perdagangan tak kunjung mereda dan mereka pun melihat kekuatan ekonomi AS bakal terus berlanjut.

Banyak analis melihat langkah peningkatan tarif impor yang diterapkan Presiden AS Donald Trump perlahan akan mengurangi defisit perdagangan AS yang sudah berlangsung selama lebih dari 40 tahun.

Tingginya inflasi konsumen AS diyakini pula akan menjadi bahan bakar tambahan bagi rally dolar AS selama beberapa bulan terakhir sekaligus menjadi alasan bagi Federal Reserve untuk konsisten berada di jalur kenaikan suku bunga federal secara bertahap.

Penguatan dolar AS semakin menjadi di sesi Jumat (10/8) setelah mata uang Turki anjlok tajam. Euro selaku rival utama dolar AS terus tertekan karena risiko terpaparnya (exposure) perbankan Eropa oleh merosotnya nilai tukar lira.

Lira Turki turun ke rekor terendah terhadap dolar AS setelah Presiden Donald Trump menggandakan tarif logam terhadap Turki, sebuah keputusan eksekutif yang memicu kekhawatiran para investor tentang kemampuan Turki untuk membayar utangnya, membuat banyak orang khawatir bahwa kejatuhan lira tersebut dapat menyebar ke luar perbatasan Turki.

Kekhawatiran terhadap penyebaran dampak dari apa yang terjadi di Turki tersebut seakan mendapat konfirmasi setelah munculnya laporan bahwa European Central Bank (ECB) menilai eksposurnya ke Turki.

Data dari Bank for International Settlements menunjukkan bahwa bank-bank di Spanyol, Prancis dan Italia memiliki eksposur tertinggi ke ekonomi Turki pada akhir kuartal pertama, menambahkan hingga $81 miliar, $35 miliar dan $18 miliar masing-masing. Meskipun demikian banyak analis mengecilkan dampak depresiasi lira Turki terhadap bank-bank Eropa, mengutip sebagian besar eksposur tersebut sebenarnya datang dari ekuitas Turki.

Pada pekan depan (13-17 Agustus) beberapa agenda/data penting yang akan menjadi perhatian pasar adalah data investasi, ritel dan industri China, inflasi dan PDB Jerman, penghasilan rata-rata, ketenagakerjaan, inflasi dan ritel Inggris serta data manufaktur, industri, produktivitas, ritel dan perumahan AS.  

 

EURUSD

 FS88 JOURNAL EUR TEMPLATE

WEEKLY OUTLOOK : NEGATIF CENDERUNG NETRAL

O : 1.1570     H : 1.1628      L : 1.1388      C : 1.1402

PERGERAKAN SEPEKAN 06/08 – 10/08 : NEGATIF

RANGE SEPEKAN : 240 PIP

Secara Fundamental, Pesanan Industri Jerman jatuh lebih rendah daripada ekspektasi di bulan Juni. Ini menjadi penurunan bulanan terendah dalam hampir satu setengah tahun. Akibatnya, Euro kian tertekan terhadap Dolar AS di tengah sepinya rilis data ekonomi untuk zona ekonomi eropa pada sesi perdagangan sepekan kemarin.

Biro Statistik resmi Jerman pada awal pekan kemarin, Senin (06/Agustus) melaporkan, pesanan barang-barang industri berlabel "Made in Germany" turun ke -4.0 persen, setelah naik ke 2.6 persen di bulan Mei. Data aktual tersebut jauh di bawah prediksi penurunan ekonom Reuters yang sebesar -0.4 persen, dan menjadi data Pesanan Industri terburuk sejak Januari 2017.

Penurunan ini disebabkan oleh permintaan asing yang melemah ke 4.7 persen, diikuti oleh permintaan domestik yang juga turun ke 2.8 persen. Dari tahun 1952 hingga 2018, Pesanan Industri Jerman menorehkan hasil rata-rata sebesar 0.37 persen.

Level tertinggi sepanjang masa data ini tercapai di 27.1 persen pada Juni 1975, sedangkan rekor terendahnya terekam di level -15.7 persen pada Juli 1975. Penurunan 4.7 persen dalam permintaan asing merupakan dampak kebijakan dagang AS yang tengah digalakkan Trump akhir-akhir ini. Barang-barang modal dan barang konsumsi menjadi sektor dengan permintaan terlemah.

Kementerian ekonomi Jerman mengatakan bahwa secara umum, Order industri turun sebanyak 1.6 persen di kuartal kedua 2018. Hal ini menunjukkan mulai adanya pengaruh dari kebijakan proteksionisme AS  yang menerapkan kenaikan bea impor.

Mengenai hal ini, ekonom ING Bank, Carsten Brzeski, ikut menanggapi dengan, "Mengecewakannya data pesanan baru menunjukkan sinyal tentatif akan dampak ketegangan perdagangan global terhadap ekonomi Jerman. Ini bukanlah pertanda baik bagi Outlook industri di semester kedua tahun ini," paparnya.

Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona Ekonomi Uni Eropa, diantaranya :

  1. German Prelim GDP Selasa 14/08/2018 13:00 WIB
  2. Flash GDP Selasa 14/08/2018 16:00 WIB
  3. OPEC – JMCC Meetings Rabu 15/08/2018 – Tentatived Time
  4. Final CPI Jumat 17/08/2018 16:00 WIB

Secara Teknikal, PELEMAHAN pasangan harga EURUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BULLISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BULLISH pada level 1.1496, kemungkinan harga akan kembali ke level 1.1549 – 1.1601 – 1.1658. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BEARISH pada level 1.1380, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PELEMAHANnya ke area level 1.1327 – 1.1277 – 1.1225.

 

GBPUSD

 FS88 JOURNAL GBP TEMPLATE

WEEKLY OUTLOOK :  NEGATIF CENDERUNG NETRAL 

O : 1.3005     H : 1.3006      L : 1.2723      C : 1.2766

PERGERAKAN SEPEKAN 06/08 – 10/08 : NEGATIF

RANGE SEPEKAN : 283 PIP

Secara Fundamental, Poundsterling jatuh ke level terendah 1 tahun di sesi perdagangan sepekan kemarin, setelah komentar dari Menteri Perdagangan Inggris mengungkapkan bahwa negara tersebut akan menghadapi posisi tanpa kesepakatan (crashing-out) dalam proses Brexit. Kekhawatiran di kalangan trader pun meningkat pasca laporan tersebut, sehingga mereka menjual Poundsterling.

Kurang dari delapan bulan sedari sekarang, Inggris akan resmi keluar dari keanggotaan Uni Eropa. Namun, pemerintah Inggris belum juga meneken kesepakatan yang sah tentang perpisahan mereka dengan kesatuan tersebut. Fox menduga bahwa teguhnya pendirian Komisi Eropa membuat mereka mendahulukan aturan-aturan Uni Eropa di atas aturan lainnya, termasuk negosiasi masalah ekonomi.

Komentar Liam Fox muncul setelah pada hari Jumat 2 pekan lalu (3 Agustus 2018), Mark Carney yang baru saja menaikkan suku bunga bank sentral Inggris juga memberikan peringatan bahwa ada risiko besar jika Inggris dan Uni Eropa berpisah tanpa kesepakatan.

"Suara-suara yang mendukung hard BREXIT menjadi makin melengking. Pasar forex perlahan-lahan mulai memahami bahwa orang-orang (pendukung hard-Brexit) itu mungkin saja menawarkan solusi yang benar dengan cara yang kasar," tutur Ulrich Leuchtmann dari Commerzbank Frankfurt.

Pernyataan Menteri Perdagangan Inggris tersebut membuat para investor resah akan Outlook mata uang Inggris, meskipun sinyal-sinyal ekonominya masih menunjukkan kemajuan, dan suku bunga BoE baru saja dinaikkan untuk kedua kalinya dalam satu kurun waktu satu tahun terakhir.

Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona Ekonomi Inggris, diantaranya :

  1. CPI                                                 Selasa 14/08/2018 15:30 WIB
  2. PPI Input Selasa 14/08/2018 15:30 WIB
  3. RPI Selasa 14/08/2018 15:30 WIB
  4. Average Earnings Index 3m/y Rabu 15/08/2018 15:30 WIB
  5. Claimant Count Change Rabu 15/08/2018 15:30 WIB
  6. Unemployment Rate Rabu 15/08/2018 15:30 WIB
  7. OPEC – JMCC Meetings Rabu 15/08/2018 – Tentatived Time
  8. Inflation Report Hearings Rabu 15/08/2018 – Tentatived Time
  9. Retail Sales Kamis 16/08/2018 15:30 WIB

Secara Teknikal, PELEMAHAN pasangan harga GBPUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BULLISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BULLISH pada level 1.2940, kemungkinan harga akan kembali ke level 1.3012 – 1.3085 – 1.3152. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BEARISH pada level 1.2708, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PELEMAHANnya ke area level 1.2639 – 1.2568 – 1.2497.

 

AUDUSD

FS88 JOURNAL AUD TEMPLATE 

WEEKLY OUTLOOK :  NEGATIF CENDERUNG NETRAL 

O : 0.7395     H : 0.7450      L : 0.7278      C : 0.7292

PERGERAKAN SEPEKAN 06/08 – 10/08 : NEGATIF

RANGE SEPEKAN : 172 PIP

Secara Fundamental, Sesuai prediksi pasar Reserve Bank of Australia (RBA) mempertahankan suku bunganya di level rendah. Hanya ada sedikit prospek yang menunjukkan bahwa bank sentral tersebut akan mengikuti jejak bank-bank sentral negara maju lainnya untuk mengetatkan moneter.

Gubernur Philip Lowe mengekspektasikan pengetatan secara bertahap dalam pasar tenaga kerja, serta mendorong peningkatan upah untuk menggeber inflasi.

"Perkiraan bank sentral tentang ekonomi Australia tidak berubah... Pertumbuhan GDP untuk tahun 2018 dan 2019 diekspektasikan akan mencapai rata-rata 3 persen lebih sedikit. Ini akan dibarengi dengan lebih banyak pengurangan dalam spare capacity," ungkap Lowe dalam pernyataan kebijakan moneternya.

Terlepas dari kuatnya pertumbuhan ekonomi Australia dan peningkatan permintaan tenaga kerja konstruksi di tengah booming infrastruktur, hanya ada sedikit sinyal yang mendukung ekspektasi tersebut. Lowe menambahkan bahwa pihaknya juga menerima laporan tentang kurangnya sumber daya manusia di sejumlah sektor keterampilan di beberapa wilayah Australia.

Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona Ekonomi Australia, diantaranya :

  1. NAB Business Confidence             Selasa 14/08/2018 08:30 WIB
  2. Wage Price Index q/q Rabu 15/08/2018 08:30 WIB
  3. OPEC – JMCC Meetings             Rabu 15/08/2018 – Tentatived Time
  4. Employment Change Kamis 16/08/2018 08:30 WIB
  5. Unemployment Rate Kamis 16/08/2018 08:30 WIB

Secara Teknikal, PELEMAHAN pasangan harga AUDUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BULLISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BULLISH pada level 0.7352, kemungkinan harga akan kembali ke level 0.7396 – 0.7439 – 0.7482. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BEARISH pada level 0.7273, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PELEMAHANnya ke area level 0.7231 – 0.7187 – 0.7143.

 

XAUUSD

 FS88 JOURNAL XAU TEMPLATE

WEEKLY OUTLOOK :  NEGATIF CENDERUNG NETRAL

O : 1213.55   H : 1217.65   L : 1205.55    C : 1211.10

PERGERAKAN SEPEKAN 06/08 – 10/08 : NEGATIF

RANGE SEPEKAN : $12,1 atau 121 PIP

Secara Fundamental, Harga emas melemah seiring dolar Amerika Serikat (AS) menguat. Hal itu karena kekhawatiran yang berkembang kalau krisis mata uang di Turki akan berdampak.

Harga emas untuk pengiriman Desember turun 90 persen atau kurang dari 0,1 persen ke posisi USD 1.219 per ounce. Harga emas ditransaksikan lebih rendah di posisi USD 1.213 dan tertinggi USD 1.224,90 secara harian.

Pasar global tertekan seiring laporan Financial Times yang menyebutkan Bank Sentral Eropa makin khawatir tentang paparan bank Eropa terhadap krisis Turki. Mata uang Turki Lira turun ke level terendah dalam setahun pada Jumat pekan ini.

Mata uang AS menarik minat beli investor global sebagai tempat berlindung dari krisis ekonomi di Turki dan volatilitas pasar yang menanjak di Rusia. Emas juga secara historis memiliki peran sebagai aset lebih aman di saat terjadi gejolak pasar global.

Sebaliknya hubungan terbalik logam mulia dan dolar AS lebih baik. Sebagian besar didorong oleh naiknya tingkat suku bunga AS dibandingkan ekonomi utama lainnya.

"Momentum tekanan untuk harga emas. Secara teknis harga emas Comex diperdagangkan di posisi USD 1.207 hingga pekan depan berada di zona bullish," ujar Analis Insignia Consultans, Chintan Karnani seperti dikutip dari halaman Marketwatch, Sabtu (11/8/2018).

Kemungkinan dolar AS melonjak akan menjadi dasar argumen Karnani. Sentimen itu akan buat harga emas tertekan. Hal itu karena ketegangan di Turki. Investor mencari perlindungan dari krisis politik dan ketidakpastan sehingga angkat dolar AS.

Indeks dolar AS naik hampir satu persen ke posisi 96,32 dan capai level tertinggi dalam satu tahun. Imbal hasil surat berharga bertenor 10 tahun turun 1,92 persen menjadi 2,86 persen usai alami penurunan terbesar sejak 3 Juli.

"Karena emas juga berdenominasi dolar AS, penguatan dolar AS menjadikan emas kurang menarik bagi investor yang pakai mata uang asing," ujar Marios Hadjikyriacos, Analis XM.

"Dolar AS telah melambung sejak kemarin, emas bertahan baik dengan area sekitar USD  1.200 memberikan dukungan penting," kata dia.

Volatilitas pasar Rusia pun membebani global. Hal ini seiring AS umumkan sanksi dan potensi untuk putaran kedua dalam 90 hari. Hal tersebut mengguncang mata uang dan saham unggulan.

Rusia bersiap hadapi tekanan ekonomi lebih lanjut karena ketidakpastian atas komitmen pemerintahan Donald Trump untuk penegakan hukum. Di Moskow, rubel turun lima persen terhadap dolar AS.

Harga emas sedikit menguat usai inflasi menguat dari yang diperkirakan dan menunjukkan kenaikan yang berkelanjutan. Data inflasi menimbulkan skenario campuran untuk emas. Jangka pendek kemungkinan akan menjaga the Federal Reserve menaikkan suku bunga.

Data pemerintah AS menunjukkan tingkat inflasi inti 12 bulan naik menjadi 2,4 persen, yang merupakan tingkat tertinggi sejak September 2008. Pasar keuangan terus mengamati faktor yang mungkin membuat bank sentral AS tidak menaikkan suku bunga lebih banyak lagi pada 2018. Data inflasi menjaga proyeksi bank sentral AS terkait suku bunga.

Secara Teknikal, PELEMAHAN pasangan harga XAUUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BULLISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BULLISH pada level 1222.35, kemungkinan harga akan kembali ke level 1229.05 – 1235.75 – 1242.45. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BEARISH pada level 1203.40, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PELEMAHANnya ke area level 1196.80 – 1190.20 – 1183.65.

  

Sumber: ForexSignal88.ComForexFactory.ComCFTC, Investing.ComBloomberg.ComKitco.ComOilnGold.Com

DailyFx.ComReuters.ComCNN.ComMarketWatch.ComAssociated Press Sumber Gambar: RD.Com

Tags: #forexsignal88 #signalforex #sinyalforex #forexsignal #analisaforex #analisagold #belajarforex #seputarforex #sekilasforex #eurusd #gbpusd #audusd #xauusd #signalforexharian #signalforexakurat #analisaforex #analisatradingforex #analisaforexharian #analisagold #beritaforexindonesia #beritaforexharian #beritaterkiniforex #analisajituforex #toptrendingforex #signalforexgratis #signalforexindonesia #tipsforex #trikforex #strategiforex #teknikforex #analisateknikal

Share This

Jurnal Mingguan Lainnya

November 03, 2018

Sekilas Forex: Merkel, Brexit, dan BOE Gerakan Pasar Pekan Lalu. Kini Pasar Tunggu Midterm Election AS.

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 04/11/2018 - Aktivitas perdagangan forex dan emas pada pekan lalu (29 Oktober-2 November) di awali dengan naiknya nilai tukar dolar AS terhadap euro, mendekati level tertinggi 10 minggu yang dicetak pada pekan sebelumnya, di…
November 10, 2018

Sekilas Forex: Midterm Election AS dan Kenaikan Suku Bunga AS Semakin Dekat

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 10/11/2018 - Geliat bursa forex dan emas pada pekan lalu (5-9 November) sebagian besar dimotori oleh midterm election di Amerika Serikat (AS) atau dikenal pula sebagai pemilihan sela alias pemilihan jeda oleh media nasional di…
October 27, 2018

Sekilas Forex: 5 Perkembangan Forex Yang Penting Anda Ketahui

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 27/10/2018 - Dolar AS mengamuk di awal pekan lalu (22-26 Oktober), menekan semua rivalnya sekaligus membebani harga emas. Pemicu utama penguatan greenback adalah kemerosotan pound sterling di tengah meningkatnya ketidakpastian…
October 20, 2018

Sekilas Forex: Peluang 83% Untuk Suku Bunga AS Naik Lagi Di Desember 2018

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 21/10/2018 - Memulai paruh kedua bulan Oktober, dolar AS merosot pada hari Senin (15/10) setelah data penjualan ritel AS untuk September meleset dari ekspektasi para ekonom. Penyebab lain merosotnya greenback adalah imbal hasil…
October 13, 2018

Sekilas Forex: Melemah Pekan Kemarin, USD Butuh Berita Segar Untuk Pekan Depan

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 13/10/2018 - Perdagangan forex dan emas pekan lalu (8-12 Oktober) diawali dengan nada positif dolar AS sebagai reaksi pasar terhadap pelemahan di pasar global, yang dipimpin oleh jatuhnya ekuitas China, dan data-data ekonomi AS…