ForexSignal88.com l Jakarta, 29/07/2018 - Pergerakan mata uang sepanjang pekan lalu (23-27 Juli) dapat dikatakan sebagai kelanjutan dari konsolidasi jangka pendek. Dolar AS mengawali pekan lalu dengan kondisi di bawah tekanan setelah pada pekan sebelumnya Presiden AS Donald Trump AS menyatakan ketidaksenangannya terhadap nilai tukar dolar AS yang terus menguat selama beberapa bulan terakhir dan langkah pengetatan moneter yang dilakukan Federal Reserve.

Pada pekan lalu pergerakan pasar mata uang juga masih diwarnai isu sengketa atau friksi perdagangan global. Kali ini bukanlah friksi antara AS dengan China namun antara kekuatan ekonomi terbesar di dunia itu dengan Uni Eropa yang juga menjadi pasar besar bagi produk-produk AS.

Pada akhir pertemuan yang digelar di Gedung Putih di Washington pada Rabu (25/7) antara Trump, Presiden Komisi Eropa Jean-Claude Juncker dan Komisaris Perdagangan Uni Eropa Cecilia Malmstrom, akhirnya tercapai kesepakatan perdagangan di antara kedua belah pihak yang salah satunya adalah penurunan tarif impor masing-masing.

Melalui akun Twitter-nya tak lama setelah pertemuan tersebut, Trump mengatakan bahwa AS dan Uni Eropa memiliki hubungan perdagangan bilateral $1 triliun – sebuah hubungan ekonomi terbesar di dunia. Dia juga mengatakan bahwa kedua belah pihak ingin lebih memperkuat hubungan perdagangan ini untuk kepentingan semua warga negara AS dan Eropa.

Kabar baik tersebut membuat dolar AS berbalik menguat dan semakin kuat lagi pada hari Kamis setelah Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Mario Draghi mengulangi bahwa suku bunga acuan bank tersebut akan tetap ditahan sampai tahun depan.

Draghi mengatakan pada hari Kamis (26/7) bahwa tidak perlu mengubah atau menambahkan bahasa (kalimat penjelasan) baru untuk panduan ke depan (forward guidance) bank tersebut berkaitan dengan suku bunga dan menegaskan kembali rencana untuk mempertahankan suku bunga tidak berubah hingga musim panas 2019.

Draghi pun menambahkan bahwa ekspektasi pasar terhadap laju kenaikan suku bunga sangat sesuai dengan proyeksi bank sentral itu sendiri.

Semua penyataan Draghi tersebut mengkonfirmasi harapan para investor bahwa ECB tidak mungkin menaikkan bunganya sampai Oktober 2019 dan pada gilirannya memaksa euro untuk melemah terhadap greenback.

Namun, di penghujung sesi pekan lalu penguatan dolar AS tersendat lagi setelah data PDB AS yang mengungkapkan bahwa ekonomi AS tumbuh sebesar 4,1% kuartal ke kuartal secara tahunan, yang merupakan pembacaan terkuat dalam hampir empat tahun. Namun, pasar mengharapkan kenaikan 4,3%, sehingga greenback pun bergerak lebih rendah.

Untuk selanjutnya pada pekan depan (30 Juli – 3 Agustus) beberapa agenda/data ekonomi dan moneter akan menyita perhatian para pelaku pasar, di antaranya data inflasi Jerman, indeks barometer ekonomi Swiss dari KOF, data pinjaman individu Inggris, data manufaktur dan non-manufaktur China, pengumuman kebijakan moneter Bank of Japan, Federal Reserve dan Bank of England, indeks keyakinan konsumen AS, data manufaktur Inggris dan AS, data penjualan eceran Australia dan terakhir adalah serangkaian data ketenagakerjaan bulanan dari AS atau lebih dikenal sebagai nonfarm payrolls report.

EURUSD

 FS88 JOURNAL EUR TEMPLATE

WEEKLY OUTLOOK : NETRAL

O : 1.1726     H : 1.1750      L : 1.1621      C : 1.1659

PERGERAKAN SEPEKAN 23/07 – 27/07 : NEGATIF

RANGE SEPEKAN : 129 PIP

Secara Fundamental, Setelah pengumuman kebijakan moneter ECB bulan ini dirilis, Mario Draghi menyampaikan pidatonya. Presiden ECB tersebut optimis terhadap Outlook pertumbuhan dan inflasi Zona Euro. Ia meyakini bahwa bank sentral akan mencapai target inflasi 2% dan akan mengakhiri program pelonggaran kuantitatif (QE) sesuai rencana, yakni akhir tahun 2018.

Namun, ECB tetap harus bergerak perlahan dalam melakukan penarikan stimulus, demi menghindari kekacauan dalan pasar finansial. Langkah ECB juga memperhatikan risiko dari konflik perdagangan global.

Meski lega dengan hasil diskusi terbaru antara Presiden AS dengan Presiden Komisi Eropa, Draghi mengatakan bahwa ancaman ketidakpastian sehubungan dengan proteksionisme (AS) perlu diwaspadai. Oleh karena itu, stimulus kebijakan moneter masih dibutuhkan.

Lambatnya tindakan penarikan stimulus moneter oleh ECB tersebut membuat divergensi kebijakan moneter antara ECB dengan The Fed kian lebar; The Fed sudah hampir pasti akan kembali menaikkan suku bunga. Akibatnya, Euro melemah terhadap Dolar AS selama sesi perdagangan sepekan kemarin.

Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona Ekonomi Uni Eropa, diantaranya :

  1. German Prelim CPI             Senin 30/07/2018 – Tentatived Time
  2. German Retail Sales Selasa 31/07/2018 Pk 13:00 WIB
  3. CPI Flash Estimate Selasa 31/07/2018 Pk 16:00 WIB
  4. Core CPI Flash Estimate Selasa 31/07/2018 Pk 16:00 WIB
  5. Prelim Flash GDP Selasa 31/07/2018 Pk 16:00 WIB

Secara Teknikal, PELEMAHAN pasangan harga EURUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BULLISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BULLISH pada level 1.1759, kemungkinan harga akan kembali ke level 1.1814 – 1.1870 – 1.1926. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BEARISH pada level 1.1602, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PELEMAHANnya ke area level 1.1549 – 1.1499 – 1.1446.

GBPUSD

 FS88 JOURNAL GBP TEMPLATE

WEEKLY OUTLOOK :  NEGATIF CENDERUNG NETRAL 

 

O : 1.3127     H : 1.3213      L : 1.3082      C : 1.3110

PERGERAKAN SEPEKAN 23/07 – 27/07 : NEGATIF

RANGE SEPEKAN : 141 PIP

Secara Fundamental, pada pekan kemarin PM Inggris Theresa May mengatakan bahwa sekarang dirinya akan memegang kendali langsung atas negosiasi Brexit. Dia sendiri yang akan menyusun mayoritas skenario kesepakatan dan berbicara dengan Uni Eropa. Sedangkan Departemen Brexit kini akan lebih difokuskan untuk mempersiapkan Inggris memasuki masa exit dan menghadapi skenario tanpa kesepakatan.

Komentar May tersebut datang setelah Menteri Brexit Dominic Raab yang akan menggantikan posisi David Davis, mengatakan bahwa Inggris harus bersiap menghadapi serangkaian event yang berhubungan dengan Brexit setidaknya hingga Oktober. Namun, pernyataan tersebut tidak memberikan banyak pengaruh pada Pound.

Kendati Pound mencoba koreksi rebound hingga ditutup doji pada sesi perdagangan Jumat 27/07 kemarin. ING, bank dan institusi finansial mulitinasional terkemuka dunia, justru menurunkan ekspektasinya untuk penguatan mata uang Inggris terhadap Euro dan Dolar AS. Alasannya, ketidakjelasan masih menggelayuti politik di negara yang sedang disibukkan oleh Brexit tersebut, setidaknya hingga bulan Oktober.

Walaupun dalam jangka pendek akan ada kemungkinan bagi GBP/USD untuk kembali mencapai level tinggi bulan Juni, tapi mereka memperkirakan bahwa kekhawatiran atas hengkangnya Inggris dari Uni Eropa akan meningkat, dan dapat melemahkan Pound lebih dalam daripada yang telah diantisipasikan.

Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona Ekonomi Inggris, diantaranya :

  1. Manufacturing PMI                         Rabu 01/08/2018 15:30 WIB
  2. Construction PMI Kamis 02/08/2018 15:30 WIB
  3. BOE Inflation Report Kamis 02/08/2018 18:00 WIB
  4. MPC Official Bank Rate Votes Kamis 02/08/2018 18:00 WIB
  5. Monetary Policy Summary Kamis 02/08/2018 18:00 WIB
  6. Official Bank Rate Kamis 02/08/2018 18:00 WIB
  7. BOE Gov Carney Speaks Kamis 02/08/2018 18:30 WIB
  8. Services PMI Kamis 02/08/2018 15:30 WIB

Secara Teknikal, PELEMAHAN pasangan harga GBPUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BULLISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BULLISH pada level 1.3191, kemungkinan harga akan kembali ke level 1.3273 – 1.3359 – 1.3440. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BEARISH pada level 1.3038, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PELEMAHANnya ke area level 1.2959 – 1.2884 – 1.2809.

AUDUSD

FS88 JOURNAL AUD TEMPLATE 

WEEKLY OUTLOOK :  NETRAL 

O : 0.7423     H : 0.7461      L : 0.7357      C : 0.7401

PERGERAKAN SEPEKAN 23/07 – 27/07 : NEGATIF

RANGE SEPEKAN : 104 PIP

Secara Fundamental, Pada sesi perdagangan Rabu (25/07) kemarin, biro statistik ABS merilis data CPI (Headline) Australia yang tumbuh 0.4 persen dalam kuartal kedua tahun ini, lebih rendah daripada ekspektasi pertumbuhan 0.5 persen. Angka tersebut tidak mengalami perubahan dibandingkan dengan kuartal sebelumnya. Secara year-on-year, pertumbuhan inflasi Australia hanya naik mencapai 2.1 persen, meleset dari eskpektasi pasar 2.2 persen, tetapi lebih tinggi dari periode sebelumnya.

Inflasi merupakan data penting yang akan digunakan oleh bank sentral untuk mengatur suku bunga. Lemahnya data inflasi Australia yang dirilis pada Rabu kemarin membuat para pelaku pasar memupus ekspektasi Rate Hike RBA dalam waktu dekat. Akibatnya, Yield Obligasi Australia jatuh dan AUD pun melemah.

Selain penurunan inflasi, RBA diperkirakan akan mempertimbangkan dampak perang dagang AS-China. Sebagai negara yang menggantungkan ekspornya ke China, Australia harus cermat dalam membuat kebijakan. Karena, apabila gejolak perdagangan memberikan dampak negatif bagi pertumbuhan ekonomi China, maka secara tak langsung RBA perlu menyesuaikan rencana kenaikan suku bunganya. Dalam kondisi suku bunga rendah, Dolar Australia akan cenderung melemah.

Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona Ekonomi Australia, diantaranya :

  1. Trade Balance             Kamis 02/08/2018 08:30 WIB
  2. Retail Sales Jumat 03/08/2018 08:30 WIB

Secara Teknikal, PELEMAHAN pasangan harga AUDUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BULLISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BULLISH pada level 0.7446, kemungkinan harga akan kembali ke level 0.7496 – 0.7546 – 0.7596. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BEARISH pada level 0.7351, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PELEMAHANnya ke area level 0.7301 – 0.7251 – 0.7200.

 

XAUUSD

FS88 JOURNAL XAU TEMPLATE 

WEEKLY OUTLOOK :  NEGATIF CENDERUNG NETRAL

O : 1231.75   H : 1235.00   L : 1217.35    C : 1223.00

PERGERAKAN SEPEKAN 23/07 – 27/07 : NEGATIF

RANGE SEPEKAN : $17.65 atau 176.5 PIP

Secara Fundamental, Harga emas kembali tertekan sambut akhir pekan didorong sejumlah katalis mulai dari data ekonomi Amerika Serikat (AS) dan dollar AS.

Harga emas untuk pengiriman Agustus melemah USD 2,7 atau 0,2 persen ke posisi USD 1.223 per troy ounce. Harga emas itu meninggalkan posisi terendah untuk harga emas dengan kontrak teraktif sejak Juli 2017. Harga emas untuk pengiriman Desember yang menjadi kontrak teraktif turun USD 2,6 atau 0,2 persen menjadi USD 1.232,70 per troy ounce.

Pada sesi perdagangan sepekan ini, harga emas untuk pengiriman Agustus turun 0,7 persen. Sedangkan kontrak Desember membukukan penurunan 0,6 persen. Demikian mengutip halaman Marketwatch, Sabtu (28/7/2018).

Berdasarkan data grup WSJ Market, harga komoditas telah turun selama tujuh minggu berturut-turut. Adapun penguatan dolar AS sering disebut penyebab utama mendorong harga emas tertekan.

Dolar AS menguat memuat pembelian komoditas menjadi lebih mahal bagi pengguna mata uang lainnya. Indeks dolar AS pun naik 0,2 persen pada pekan ini.

Harga emas turun seiring pertanyaan dengan kemampuannya untuk bertahan sebagai aset haven di tengah kekhawatiran perang dagang antara AS dan mitranya di seluruh dunia.

Selain itu, bank sentral AS yang telah menormalkan kebijakan motornya juga menekan harga emas. Bank sentral AS atau the Federal Reserve telah angkat suku bunga acuan yang dapat mengekang daya tarik emas karena emas tidak menawarkan imbal hasil.

Imbal hasil suku bunga obligasi AS bertenor 10 tahun naik tiga persen. The Federal Reserve akan menaikkan suku bunga dua kali lagi pada 2018.

Di sisi lain, pasar kurang bereaksi terhadap rilis produk domestik bruto (GDP). Belanja konsumen dan pengeluaran pemerintah mendorong ekonomi AS menjadi 4,1 persen pada kuartal II 2018. Akan tetapi, pertumbuhan ekonomi itu lebih rendah dari perkiraan ekonom di kisaran 4,2 persen.

"Dolar AS tergelincir usai rilis data GDP tetapi bertahan di dekat level tertinggi dalam satu minggu," kata Adrian Ash, Direktur BullionVault.

Secara Teknikal, PELEMAHAN pasangan harga XAUUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BULLISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BULLISH pada level 1235.55, kemungkinan harga akan kembali ke level 1241.35 – 1247.40 – 1253.50. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BEARISH pada level 1215.90, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PELEMAHANnya ke area level 1210.25 – 1204.80 – 1199.80.

 

Sumber: ForexSignal88.ComForexFactory.ComCFTC, Investing.ComBloomberg.ComKitco.ComOilnGold.Com

DailyFx.ComReuters.ComCNN.ComMarketWatch.ComAssociated Press Sumber Gambar: International Banker

Tags: #forexsignal88 #signalforex #sinyalforex #forexsignal #analisaforex #analisagold #belajarforex #seputarforex #sekilasforex #eurusd #gbpusd #audusd #xauusd #signalforexharian #signalforexakurat #analisaforex #analisatradingforex #analisaforexharian #analisagold #beritaforexindonesia #beritaforexharian #beritaterkiniforex #analisajituforex #toptrendingforex #signalforexgratis #signalforexindonesia #tipsforex #trikforex #strategiforex #teknikforex #analisateknikal

Share This

Jurnal Mingguan Lainnya

August 18, 2018

Sekilas Forex: USD Koreksi. Namun Belum Terlihat Tanda-Tanda Reversal

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 18/08/2018 - Aroma perlawanan dari beberapa rival dolar AS mulai tercium pada perdagangan forex di pekan lalu (13-17 Agustus). Mengawali perdagangan pekan lalu, dolar AS masih didorong oleh momentum bullish yang terjadi di pekan…
August 11, 2018

Sekilas Forex: Euro Terus Tertekan, USD Semakin Melambung

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 12/08/2018 - Dominasi dolar AS belum tergoyahkan, bahkan hingga pekan lalu (6-10 Agustus) berakhir, mata uang AS semakin kuat terhadap rival-rival utamanya, terbantu oleh ambruknya lira, mata uang Turki. Laju penguatan dolar AS…
August 05, 2018

Sekilas Forex: Suku Bunga AS Tidak Naik, Namun USD Tetap Kuat

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 06/08/2018 - Sejak awal bulan Agustus dolar AS kembali menunjukkan tajinya, menekan hampir seluruh rivalnya, terdorong oleh dua faktor fundamental utama yaitu suku bunga dan sengketa perdagangan antara dua kekuatan ekonomi…
July 29, 2018

Sekilas Forex: USD Yang Bandel, Masih Tetap Bullish

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 29/07/2018 - Pergerakan mata uang sepanjang pekan lalu (23-27 Juli) dapat dikatakan sebagai kelanjutan dari konsolidasi jangka pendek. Dolar AS mengawali pekan lalu dengan kondisi di bawah tekanan setelah pada pekan sebelumnya…
July 21, 2018

Sekilas Forex: Trump Menyuarakan Kuatnya USD Tidak Menguntungkan AS

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 21/07/2018 - Dua tokoh papan AS seakan berperang di pekan lalu (16-0 Juli) sehingga menimbulkan fluktuasi besar di perdagangan mata uang dan emas. Para pelaku pasar pun terus menikmati pasang surut tersebut yang dari sisi teknikal…