ForexSignal88.com l Jakarta, 15/07/2018 - Minggu lalu (9-13 Juli), fokus di kalangan investor dan pedagang tertuju pada Donald Trump. Pada minggu tersebut, dia melakukan perjalanan ke Belgia untuk pertemuan tahunan para pemimpin NATO. Seperti yang diharapkan, presiden AS menjadi perhatian utama untuk agenda tahunan tersebut. Bahkan sebelum dia mendarat, dia sudah menunjukkan tanda-tanda bahwa dia tidak senang dengan organisasi itu. Dia mengirim beberapa tweets, mempertanyakan pentingnya organisasi itu.

Tak lama setelah mendarat, Trump langsung mengeluh pada Sekretaris Jenderal NATO tentang Jerman. Dia menyalahkan Jerman karena menjadi penumpang gratis di NATO karena pengeluarannya yang rendah dan hubungannya yang erat dengan Rusia. Jerman adalah negara terkaya di Uni Eropa dan yang terkaya kedua di NATO setelah AS. Namun, negara itu telah gagal memenuhi komitmennya untuk meningkatkan pembelanjaan pertahanan. Jerman juga membangun jalur pipa utama yang akan menjadi jalur distribusi pasokan gas alam dari Rusia. Selain itu, Trump bukanlah presiden AS pertama yang mengutuk NATO, dan Jerman pada khususnya.

Setelah perjalanannya ke Belgia tersebut, presiden AS terbang ke Inggris, di mana dia disambut oleh protes besar. Meski begitu, dia terus membuat berita, terutama tentang Brexit. Dalam wawancara dengan The Sun, presiden AS menyatakan kekecewaannya dengan kecepatan Brexit yang sedang berlangsung.

Dia mengatakan bahwa dia telah berbicara dengan Perdana Menteri Inggris Theresa May tentang cara terbaik untuk mendekati Brexit dengan keluar sepenuhnya dari Uni Eropa. Namun, Theresa May mengambil arah yang berlawanan. Dalam wawancara tersebut, Trump juga mengatakan bahwa kelak akan sulit bagi Inggris untuk melakukan kesepakatan perdagangan dengan AS.

Kabar lainnya dari Inggris yang sempat mengguncang pound sterling adalah pengunduran diri menteri Brexit David Davis dan Menteri Luar Negeri Boris Johnson yang memicu kekhawatiran pasar bahwa hard Brexit bakal terjadi.

Berita besar lainnya minggu lalu masih dari AS yang mengumumkan tarif impor terhadap produk-produk China senilai $200 miliar, sebuah langkah yang sudah diperkirakan akan terjadi setelah China membalas aksi AS yang mengenakan tarif sebelumnya. Berita ini menjadi indikator bahwa eskalasi konflik dagang antara dua ekonomi terbesar di dunia tersebut akan terus berlanjut.

China telah bersumpah untuk membalas tarif AS yang baru. Para pakar percaya Beijing bisa menggunakan metode non-tarif untuk membalas tarif AS seperti mendevaluasi mata uangnya, memperlambat pembelian surat utang AS dan membatasi jumlah perusahaan-perusahaan AS di negara itu. Sebagai akibat dari perang tarif itu, saham-saham global turun tetapi mengalami pemulihan pada hari Kamis setelah muncul beberapa jaminan dari AS.

Di sesi penutupan pekan lalu data perdagangan China yang menyentuh rekor semakin memicu kekhawatiran pasar bahwa perseteruan antara kedua negara itu akan berlanjut namun tidak lama kemudian para investor dan pelaku pasar mulai berpikir untuk meninggalkan dolar AS sebagai aset safe haven sehingga di saat penutupan sesi itu sejumlah rival utama AS berbalik positif, demikian pula dengan harga emas yang segera memantul setelah anjlok ke level terendah sejak satu tahun lalu meskipun masih berakhir di zona merah.

Untuk pekan depan (16-20 Juli) ada banyak agenda dan data penting dari berbagai negara yang bakal menjadi sorotan pasar, di antaranya PDB China, data investasi dan industri China, data manufaktur dan penjualan eceran AS, risalah rapat terakhir bank sentral Australia, pidato gubernur bank sentral Inggris, data pendapatan pekerja Inggris, kesaksian ketua Federal Reserve serta data inflasi dan penjualan eceran Inggris. 

EURUSD

FS88 JOURNAL EUR TEMPLATE 

WEEKLY OUTLOOK : NEGATIF CENDERUNG NETRAL

O : 1.1741     H : 1.1790      L : 1.1612      C : 1.1680

PERGERAKAN SEPEKAN 09/07 – 13/07 : NEGATIF

RANGE SEPEKAN : 178 PIP

Secara Fundamental, Presiden European Central Bank (ECB), Mario Draghi, menyampaikan pidato bernada dovish pada Senin pekan kemarin, karena tak menyebutkan tapering dalam pernyataannya. Euro kembali tergelincir menyusul peristiwa ini.

Mario Draghi mengatakan bahwa kebijakan (pelonggaran moneter) ECB memainkan peran penting dalam mengembalikan inflasi ke jalurnya. Walaupun belum mencapai target, inflasi tetapi sudah mendekati angka 2 persen dalam jangka menengah. Meski demikian, Draghi mengatakan bahwa kesabaran, ketekunan, dan kebijaksanaan masih dibutuhkan dalam menjalankan kebijakan tersebut.

Draghi juga memperingatkan kepada para pemimpin di negara-negara Uni Eropa agar memberikan contoh yang baik dalam mendukung multilateralisme serta perdagangan global, yang diibaratkannya sebagai fondasi dasar dalam menumbuhkan kesejahteraan ekonomi selama tujuh dekade terakhir.

"Untuk sukses di luar, Uni Eropa membutuhkan lembaga-lembaga yang kuat dan mengelola ekonomi yang sehat di dalam negeri," kata Draghi. Pada intinya, pidato Draghi pekan kemarin diinterpretasikan bernada dovish karena tak memberikan petunjuk tentang kelanjutan tapering ECB. Draghi hanya menyinggung masalah pembaruan skema asuransi deposito bank-bank Zona Euro secara teknis, dan mengkritisi dampak buruk perang dagang.

Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona Ekonomi Uni Eropa, diantaranya :

  1. Final CPI                         Rabu 18/07/2018 Pk 16:00 WIB
  2. OPEC-JMMC Meetings Jumat 20/07/2018 Tentatived Time

Secara Teknikal, PELEMAHAN pasangan harga EURUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BULLISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BULLISH pada level 1.1772, kemungkinan harga akan kembali ke level 1.1784 – 1.1843 – 1.1901. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BEARISH pada level 1.1605, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PELEMAHANnya ke area level 1.1549 – 1.1499 – 1.1446.

 

GBPUSD

 FS88 JOURNAL GBP TEMPLATE

WEEKLY OUTLOOK :  NEGATIF CENDERUNG NETRAL 

O : 1.3321     H : 1.3363      L : 1.3103      C : 1.3233

PERGERAKAN SEPEKAN 09/07 – 13/07 : NEGATIF

RANGE SEPEKAN : 260 PIP

Secara Fundamental, Poundsterling jatuh pada sesi perdagangan sepekan kemarin setelah serangkaian laporan indikator ekonomi Inggris dirilis kurang bagus plus sempat terjadinya ketidakpastian politik Inggris pasca pengunduran diri Menteri Luar Negeri, Boris Johnson.

Biro Statistik ONS menunjukkan bahwa data dari sektor Manufaktur dan Industri tumbuh lebih lambat daripada ekspektasi selama bulan Mei. Produksi Manufaktur Inggris naik 0.4 persen selama bulan Mei. Sayangnya meskipun lebih tinggi daripada kontraksi 1.4 persen pada bulan sebelumnya, angka tersebut lebih rendah daripada ekspektasi konsensus yakni kenaikan hingga 1 persen. Dengan demikian sektor manufaktur Inggris secara umum, yang mencakup konstruksi dan energi, masih lebih rendah daripada harapan.

Sementara itu, Produksi Industri Inggris juga turun sebanyak 0.4 persen pada bulan Mei. Angka tersebut lebih rendah daripada ekspektasi kenaikan 0.5 persen, dan tak jauh lebih baik dari bulan sebelumnya yang juga mencatatkan minus 0.4 persen. Sedangkan estimasi GDP Inggris bulanan versi ONS tercatat tumbuh 0.2 persen dalam tiga bulan hingga Mei, tak berubah dari GDP Inggris kuartal pertama.

Beruntung masih ada data yang menunjukkan kenaikan. Output Konstruksi Inggris meningkat sebanyak 2.9 persen pada bulan Mei, dari 0.55 persen di bulan sebelumnya. Angka tersebut juga lebih tinggi dibandingkan dengan perkiraan pertumbuhan sebanyak 0.5 persen.

Dan pada Selasa 10/07, Menteri Luar Negeri Inggris Boris Johnson menyatakan mundur dari jabatannya. Keputusan itu muncul sehari setelah kemunduran David Davis. Mereka berdua merupakan sosok anti Uni Eropa, sehingga enggan untuk mengikuti PM May yang mengubah pendekatan dari hard Brexit menjadi soft Brexit.

"Pagi ini, Perdana Menteri menerima surat pengunduran diri Boris Johnson sebagai Menteri Luar Negeri. Penggantinya akan diumumkan dengan segera. Perdana Menteri berterimakasih pada Boris atas kinerjanya selama ini," demikian pertanyaan email dari kantor perdana menteri yang dikutip oleh Reuters.

Dominic Raab, sosok yang ditunjuk sebagai Brexit Campaigner menggantikan Davis, memberikan sinyal bahwa May tak akan mundur dari rencana kesepakatan yang lebih bersahabat dengan Uni Eropa. Menurutnya, saat ini May hanya ingin fokus pada negosiasi Brexit dan menyelesaikan segala urusan yang telah berlarut-larut.

Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona Ekonomi Inggris, diantaranya :

  1. Average Earning Index 3m/y Selasa 17/07/2018 15:30 WIB
  2. CPI                         Rabu 18/07/2018 15:30 WIB
  3. Retail Sales             Kamis 19/07/2018 15:30 WIB
  4. Public Sector Net Borrowing Jumat 20/07/2018 15:30 WIB
  5. OPEC-JMMC Meetings Jumat 20/07/2018 Tentatived Time

Secara Teknikal, PELEMAHAN pasangan harga GBPUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BULLISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BULLISH pada level 1.3324, kemungkinan harga akan kembali ke level 1.3381 – 1.3443 – 1.3500. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BEARISH pada level 1.3144, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PELEMAHANnya ke area level 1.3095 – 1.3044 – 1.2992.

AUDUSD

FS88 JOURNAL AUD TEMPLATE 

WEEKLY OUTLOOK :  NEGATIF CENDERUNG NETRAL 

O : 0.7430     H : 0.7481      L : 0.7357      C : 0.7415

PERGERAKAN SEPEKAN 09/07 – 13/07 : NEGATIF

RANGE SEPEKAN : 124 PIP

Secara Fundamental, Dolar Australia sempat mencatatkan penurunan harian terbesar ketiga dalam tahun 2018 pada sesi perdagangan Rabu 11/07 pekan kemarin , sekaligus mencatat penurunan terbesar dalam bulan ini. Sentimen di kalangan investor memburuk (akibat tensi perdagangan AS-China) yang membuat harga sebagian besar komoditas utama dunia menurun.

Tidak hanya itu, Aussie juga sempat melemah terhadap mata uang-mata uang cross. Pergerakan mata uang Dolar Australia kemungkinan besar masih akan diwarnai oleh pergeseran sentimen investor yang menyikapi usulan tambahan tarif impor atas barang yang didatangkan ke AS dari China senilai $200 Milyar.

Hal itu membawa banyak kerugian pada pasar saham, komoditas seperti emas, dan aset terkait China termasuk Aussie dan Kiwi. "Reaksi terhadap rencana AS memberlakukan tarif impor tambahan barang barang dari China telah memicu aksi Sell-off di pada seluruh aset beresiko sepanjang sesi perdagangan sepekan kemarin. Ekuitas Eropa dan AS mencatatkan penurunan masing masing sebesar -0.5 persen dan 1.6 persen, komoditas seperti Minyak Brent juga tidak lepas dari aksi jual, turun 6.0 persen," ungkap Ahli Forex Senior di National Australia Bank.

Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona Ekonomi Australia, diantaranya :

  1. Monetary Policy Meeting Minutes Selasa 17/07/2018 08:30 WIB
  2. Employment Change Kamis 19/07/2018 08:30 WIB
  3. Unemployment Rate Kamis 19/07/2018 08:30 WIB
  4. OPEC-JMMC Meetings Jumat 20/07/2018 Tentatived Time

Secara Teknikal, PELEMAHAN pasangan harga AUDUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BULLISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BULLISH pada level 0.7446, kemungkinan harga akan kembali ke level 0.7496 – 0.7546 – 0.7596. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BEARISH pada level 0.7336, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PELEMAHANnya ke area level 0.7286 – 0.7236 – 0.7186.

XAUUSD

FS88 JOURNAL XAU TEMPLATE 

WEEKLY OUTLOOK :  NEGATIF CENDERUNG NETRAL

O : 1255.70   H : 1265.70   L : 1236.20    C : 1241.40

PERGERAKAN SEPEKAN 09/07 – 13/07 : NEGATIF

RANGE SEPEKAN : $29.5 atau 295 PIP

Secara Fundamental, Dolar AS yang mulai menampakkan pemulihan membuat harga emas harus kembali mengalah dan tertekan turun. Gejolak global berpotensi ketidakpastian seperti kebijakan tarif impor AS dan kemelut Brexit,  rupanya tak cukup untuk membantu emas mempertahankan bull-nya.

Analis National Australia Bank (NAB) John Sharma mengatakan, motor utama penurunan harga emas pada sesi perdagangan sepekan kemarin adalah Greenback.

Sepekan kemarin, dollar AS menguat terhadap mata uang-mata uang major seiring dengan kembalinya minat risiko, karena para investor mengesampingkan dampak buruk yang ditimbulkan oleh kebijakan tarif impor Amerika Serikat kepada China.

Sebelum ada indikator ekonomi yang menjadi bukti penurunan akibat fenomena tersebut, maka tak ada alasan bagi mereka untuk khawatir membeli aset minat risiko.

Sementara itu, terdapat dua isu utama yang menjadi penopang harga emas agar tak turun lebih jauh. Pertama, komentar Trump pada China soal Korea Utara. Pada hari Senin pekan kemarin, Donald Trump mengatakan bahwa ada kemungkinan China sedang mencari cara untuk menghalangi usaha AS mendekati Korea Utara.

Kedua, ketidakpastian Brexit yang kembali meningkat. Dua menteri Inggris yang anti Uni Eropa, David Davis dan Boris Johnson, memilih untuk mengundurkan diri sebagai bentuk protes mereka akan perubahan metode negosiasi Brexit yang digunakan oleh May. 

Secara Teknikal, PELEMAHAN pasangan harga XAUUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BULLISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BULLISH pada level 1249.45, kemungkinan harga akan kembali ke level 1254.95 – 1260.50 – 1266.00. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BEARISH pada level 1235.35, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PELEMAHANnya ke area level 1230.15 – 1225.30 – 1220.10.

 

Sumber: ForexSignal88.ComForexFactory.ComCFTC, Investing.ComBloomberg.ComKitco.ComOilnGold.Com

DailyFx.ComReuters.ComCNN.ComMarketWatch.ComAssociated Press Sumber Gambar: Razminfo.Com

Tags: #forexsignal88 #signalforex #sinyalforex #forexsignal #analisaforex #analisagold #belajarforex #seputarforex #sekilasforex #eurusd #gbpusd #audusd #xauusd #signalforexharian #signalforexakurat #analisaforex #analisatradingforex #analisaforexharian #analisagold #beritaforexindonesia #beritaforexharian #beritaterkiniforex #analisajituforex #toptrendingforex #signalforexgratis #signalforexindonesia #tipsforex #trikforex #strategiforex #teknikforex #analisateknikal

Share This

Jurnal Mingguan Lainnya

October 13, 2018

Sekilas Forex: Melemah Pekan Kemarin, USD Butuh Berita Segar Untuk Pekan Depan

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 13/10/2018 - Perdagangan forex dan emas pekan lalu (8-12 Oktober) diawali dengan nada positif dolar AS sebagai reaksi pasar terhadap pelemahan di pasar global, yang dipimpin oleh jatuhnya ekuitas China, dan data-data ekonomi AS…
October 07, 2018

Sekilas Forex: Data Non Farm Payroll Lemah, Apakah USD Ikutan Melemah Pekan Depan?

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 07/10/2018 - Mengawali sesi perdagangan Oktober, dolar AS memberikan tekanan kepada sebagian rivalnya. Penguatan parsial dolar AS tersebut masih dimotori oleh euforia pasar terhadap kenaikan suku bunga acuan Federal Reserve pada…
September 29, 2018

Sekilas Forex: Suku Bunga AS Naik, dan Akan Naik 1 Kali Lagi Tahun 2018

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 29/09/2018 - Pekan terakhir September telah berlalu dan sepanjangnya pergerakan di bursa forex dan emas tetap diwarnai oleh beraneka berita terkait perang tarif impor AS-China, Brexit dan tingkat suku bunga AS. Dolar AS relatif…
September 22, 2018

Sekilas Forex: Perang Dagang dan Brexit Masih Menghantui Bursa Forex & Emas

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 22/09/2018 - Brexit dan perang dagang masih menjadi primadona berita pasar yang memikat hati para investor dan pedagang di bursa forex dan emas. Seperti di pekan sebelumnya, dolar AS memulai perdagangan pekan lalu (17-21…
September 15, 2018

Sekilas Forex: USD Masih Akan Fluktuatif Pekan Depan

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 15/09/2018 - Mengawali perdagangan pekan lalu (10-14 September), dolar AS mendapatkan tekanan mendadak lagi dari pound sterling, yang juga memicu penguatan mata uang lain dan harga emas, karena pada hari Senin (10/9) tersiar kabar…