ForexSignal88.com l Jakarta, 01/07/2018 - Rally dolar AS tersendat di pekan terakhir Juni (25-29 Juni) setelah rival utamanya yaitu euro mendapat dorongan bullish yang cukup kuat di penutupan sesi perdagangan pekan tersebut namun pada kerangka waktu mingguan masih terlihat jelas dolar AS tetap di jalur bullish walaupun tak dapat dipungkiri kini sedang berada di fase konsolidasi terhadap beberapa rivalnya.

Euro sempat mengalami tekanan berat yang ditimbulkan oleh masalah imigrasi yang mengancam Uni Eropa. Dalam sebuah pertemuan di Brussels, Belgia, para pemimpin serikat ekonomi dan politik tersebut menggodok cara terbaik dalam menangani masalah imigrasi.

Baru-baru ini, UE terus melihat aliran ribuan migran dari Afrika Barat yang melarikan diri dari negara mereka. Sebagian besar migran ini mendarat di negara-negara pesisir seperti Italia. Sedangkan dalam beberapa bulan terakhir, kaum nasionalis berhasil mengambil alih kekuasaan di kawasan itu, demikian juga sentimen anti-imigrasi.

Dalam sebuah pidato yang penuh semangat di Brussels, Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan bahwa masalah ini akan membawa kejatuhan Eropa. Pada hari Kamis (28/6), para anggota serikat tersebut akhirnya menyetujui langkah-langkah untuk mengendalikan imigrasi, sehingga mengangkat nilai tukar euro.

Selain kabar dari UE tersebut, berita terbesar di minggu lalu masih terkait dengan turbulensi perdagangan internasional. Ketegangan perdagangan antara beberapa kekuatan ekonomi terbesar di dunia telah meningkat dalam beberapa minggu terakhir. Ekskalasi ketegangan tersebut muncul setelah keputusan Presiden AS Donald Trump mengenakan tarif masuk produk baik dari negara-negara sekutu maupun rivalnya.

Berita terbesar pada isu tersebut adalah AS akan mulai menentang investasi China ke negara tersebut dan pada gilirannya menyebabkan bursa saham China memasuki kondisi bearish. Performa saham-saham di AS juga jatuh juga tapi pada hari Rabu (27/6), pasar sedikit bernapas lega setelah tersiar tweet dari Steve Mnuchin, menteri keuangan AS.

Dalam sebuah tweet, dia mengatakan bahwa AS akan terus menggunakan Committee on Foreign Investment in the United States (CFIUS) untuk meneliti dan menginvestigasi investasi China. Namun tak lama kabar positif itu seakan terhapus oleh Larry Kudlow, salah satu penasihat Trump, yang mengatakan bahwa kebijakan Trump itu akan tetap ada.

Gonjang-ganjing tersebut tak pelak menimbulkan dampak cukup besar pada pergerakan forex dan emas, para pelaku pasar pun tampak terombang-ambing. Di satu sisi mereka mengalihkan dananya ke dolar AS dan sempat pula memborong emas, namun tak lama permintaan bernuansa safe haven terpaksa berkurang seiring meredanya kekhawatiran pasar terhadap isu perang dagang sehingga yen Jepang dan harga emas kembali terdesak. Oleh sebab itulah kita melihat pergerakan di bursa forex pada pekan lalu tampak beragam, dolar AS masih menguat dan sekaligus melemah terhadap sebagian rivalnya.

Efek dari perang dagang tersebut semakin terlihat di pekan lalu setelah Harley-Davidson mengumumkan rencananya untuk memindahkan pembuatan produk ke Eropa dari AS. Harley adalah salah satu perusahaan AS yang paling sukses dan dicintai konsumen dunia selama beberapa dekade terakhir.

Dalam hal data, berita terbesar di pekan lalu adalah dari Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) yang meninggalkan suku bunganya tidak berubah dan mengisyaratkan bahwa mungkin bakal menurunkan suku bunga. Pengumuman tersebut menyebabkan nilai kiwi terhadap greenback jatuh ke level terendah sejak Mei 2016. Data penting lainnya berasal dari AS di mana pembacaan akhir PDB kuartal 1 direvisi lebih rendah menjadi 2,0%, di bawah ekspektasi pasar yaitu 2,2%.

Mengawali bulan Juli, ada beberapa data dan agenda penting yang akan menyedot perhatian pasar, diawali oleh sejumlah data manufaktur dari Jepang, China, Eropa, Inggris dan AS, disusul oleh sejumlah data sektor layanan dari Inggris dan AS serta agenda bank sentral Australia, dan diakhiri oleh satu set data ketenagakerjaan AS yang dirilis setiap Jumat pertama di awal bulan (nonfarm payrolls dan unemployment rate).

 

EURUSD

 FS88 JOURNAL EUR TEMPLATE

WEEKLY OUTLOOK : NEGATIF CENDERUNG NETRAL

O : 1.1663     H : 1.1720      L : 1.1526      C : 1.1676

PERGERAKAN SEPEKAN 25/06 – 29/06 : NEGATIF

RANGE SEPEKAN : 194 PIP

Secara Fundamental, Kepercayaan Bisnis Jerman memburuk pada bulan Juni, dengan IFO yang mencatat turunnya indeks Iklim Bisnis ke angka 101.8 dari 101.9 pada periode sebelumnya. Angka tersebut memang sedikit lebih tinggi daripada ekspektasi penurunan ke level 101.7.

Namun, ancaman yang ditimbulkan oleh perang dagang global membuat suram mood perusahaan-perusahaan di Jerman. Clement Fuest, Kepala Ifo mengatakan, "Angin segar yang dinikmati oleh perekonomian Jerman mulai melambat."

Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin pun pada sesi perdagangan pekan kemarin mengungkapkan bahwa pembatasan investasi, yang rencananya akan diterapkan pada perusahaan-perusahaan China di AS, dapat berlaku juga untuk negara-negara lain apabila terjadi suatu pelanggaran.

Pernyataan Mnuchin itu semakin membuat pergerakan pasangan harga EUR/USD bergerak turun. Terlebih lagi, hubungan antara AS dan Uni Eropa tengah memanas terkait kebijakan Presiden Trump yang akan menerapkan bea impor 20 persen terhadap unit mobil dari Uni Eropa.

Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona Ekonomi Uni Eropa, diantaranya :

  1. Final Manufacturing PMI             Senin 02/07/2018 Pk 15:00 WIB
  2. PPI                                                 Senin 02/07/2018 Pk 16:00 WIB
  3. Unemployment Rate Senin 02/07/2018 Pk 16:00 WIB
  4. Retail Sales Selasa 03/07/2018 Pk 16:00 WIB
  5. German Final Services PMI Rabu 04/07/2018 Pk 14:55 WIB
  6. German Factory Orders Kamis 05/07/2018 Pk 13:00 WIB
  7. Retail PMI Kamis 05/07/2018 Pk 15:10 WIB
  8. German Industrial Production Jumat 06/07/2018 Pk 13:00 WIB

Secara Teknikal, PELEMAHAN pasangan harga EURUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BULLISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BULLISH pada level 1.1743, kemungkinan harga akan kembali ke level 1.1804 – 1.1860 – 1.1916. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BEARISH pada level 1.1610, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PELEMAHANnya ke area level 1.1557 – 1.1504 – 1.1449. 

GBPUSD

FS88 JOURNAL GBP TEMPLATE 

WEEKLY OUTLOOK : NEGATIF CENDERUNG NETRAL

O : 1.3256     H : 1.3292      L : 1.3049      C : 1.3198

PERGERAKAN SEPEKAN 25/06 – 29/06 : NEGATIF

RANGE SEPEKAN : 243 PIP

Secara Fundamental, Pada sesi perdagangan sepekan kemarin, terdapat 3 pejabat BOE yang pidatonya menggerakkan pasar pound terhadapat mata uang utama lainnya.

  1. Ian McCafferty, anggota komite MPC yang selama ini memang sudah dikenal sebagai sosok yang mendukung kenaikan suku bunga, menuturkan bahwa BoE seharusnya tak banyak membuang waktu untuk menaikkan suku bunga. Dalam pidatonya di Official Monetary and Financial Institutions Forum di London, McCafferty menyebut bahwa mengesampingkan Pelonggaran Kuantitatif (QE) harus dilakukan, karena terlalu lama menaikkan Rate akan menyebabkan goncangan yang lebih besar. Lagipula, masyarakat Inggris sudah tak percaya lagi akan efektivitas QE BoE. Di samping itu, Brexit menjadi faktor terbesar yang dinilai McCafferty sebagai faktor pendorong pertumbuhan produktivitas Inggris.
  2. Jonathan Haskel, sosok yang akan menggantikan McCafferty di MPC BoE, berpandangan serupa. Pria yang juga aktif sebagai dosen di Imperial College Business School London tersebut mengatakan bahwa peluang untuk penyesuaian Rate guna mengontrol perekonomian akan meningkat.
  3. Isi pidato Mark Carney di tengah penerbitan FSR minggu kemarin yang pada intinya mengemukakan : Risiko global mulai nyata dan meningkat, Konflik perdagangan global meningkat dan Risiko global dapat mengkristalisasi risiko jangka panjang dari normalisasi kebijakan suku bunga.

Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona Ekonomi Inggris, diantaranya :

  1. Manufacturing PMI             Senin 02/07/2018 15:30 WIB
  2. Construction PMI Selasa 03/07/2018 15:30 WIB
  3. Services PMI Rabu 04/07/2018 15:30 WIB
  4. Halifax HPI Jumat 06/07/2018 14:30 WIB

Secara Teknikal, PELEMAHAN pasangan harga GBPUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BULLISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BULLISH pada level 1.3271, kemungkinan harga akan kembali ke level 1.3324 – 1.3381 – 1.3443. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BEARISH pada level 1.3091, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PELEMAHANnya ke area level 1.3033 – 1.2974 – 1.2914. 

AUDUSD

FS88 JOURNAL AUD TEMPLATE 

WEEKLY OUTLOOK :  NEGATIF CENDERUNG NETRAL

O : 0.7438     H : 0.7440      L : 0.7321      C : 0.7398

PERGERAKAN SEPEKAN 25/06 – 29/06 : NEGATIF

RANGE SEPEKAN : 119 PIP

Secara Fundamental, Melemahnya harga emas, ekspor bijih besi dan batu bara menjadi biang keladi penyusutan surplus neraca perdagangan Australia.  Dalam penyesuaian musiman, surplus menyempit 44 persen dari revisi kenaikan $1.7 miliar di bulan Maret, menjadi $977 juta pada bulan April.

Nilai ekspor Australia merosot 2 persen ke angka $34.2 miliar, sedangkan impornya flat di angka $33.4 miliar. Penurunan ekspor batu bara mencapai 7 persen, sedangkan penurunan ekspor bijih besi dan barang tambang mencapai 4 persen. Sektor yang menunjukkan kenaikan adalah ekspor gas alam. Volumenya meningkat 2 persen, sedangkan harganya naik 1 persen.

Ketiadaan rencana RBA untuk menaikkan suku bunga juga membuat para investor tak memiliki alasan untuk membeli Dolar Australia lebih banyak.

Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona Ekonomi Australia, diantaranya :

  1. Building Approvals Selasa 03/07/2018 08:30 WIB
  2. Cash Rate Selasa 03/07/2018 11:30 WIB
  3. RBA Rate Statement Selasa 03/07/2018 11:30 WIB
  4. Retail Sales Rabu 04/07/2018 08:30 WIB
  5. Trade Balance Rabu 04/07/2018 08:30 WIB

Secara Teknikal, PELEMAHAN pasangan harga AUDUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BULLISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BULLISH pada level 0.7446, kemungkinan harga akan kembali ke level 0.7496 – 0.7546 – 0.7596. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BEARISH pada level 0.7336, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PELEMAHANnya ke area level 0.7286 – 0.7236 – 0.7186.

XAUUSD

FS88 JOURNAL XAU TEMPLATE 

WEEKLY OUTLOOK :  NEGATIF

O : 1271.10   H : 1272.40   L : 1245.70    C : 1252.30

PERGERAKAN SEPEKAN 25/06 – 29/06 : NEGATIF

RANGE SEPEKAN : $26.70 atau 267 PIP

Secara Fundamental, Harga emas mengakhiri penurunan empat hari berturut-turut pada perdagangan Jumat waktu setempat. Akan tetapi, harga emas melemah lebih dari lima persen sepanjang kuartal II 2018. Harga emas untuk pengiriman Agustus naik USD 3,5 menjadi USD 1.254,50 per ounce. Pada sesi perdagangan Kamis, harga emas sempat ke level terendah USD 1.252, yang merupakan harga emas kontrak paling aktif sejak 13 Desember.

Secara mingguan, harga emas melemah 1,3 persen. Sepanjang Juni, harga emas turun 3,8 persen. Sedangkan selama kuartal II 2018, harga emas susut 5,5 persen. "Harga emas mungkin akan tetap di bawah tekanan untuk sebagian besar pada kuartal berikutnya,” ujar Rob Haworth, Analis US Wealth Management, seperti dikutip dari halaman Marketwatch, Sabtu (30/6/2018).

Ia menuturkan, the Federal Reserve tetap berada di jalur untuk menaikkan suku bunga acuan sehingga memberikan dukungan untuk dolar AS dan menekan harga emas. Indeks dolar AS tergelincir 0,8 persen. Namun, selama sepekan indeks dolar AS naik 0,1 persen dan sepanjang Juni mendaki 0,7 persen.

Harga emas merosot didorong berdasarkan sejumlah risiko termasuk saham. Indeks Dow Jones cenderung menguat saat harga emas melemah. Selama Juni, indeks Dow Jones melemah 1,1 persen, indeks saham S&P mendaki 2,3 persen dan indeks saham Nasdaq bertambah 9,3 persen. Penguatan dolar AS menekan harga emas. Hal itu terjadi di tengah ketidakpastian atas pertumbuhan global dan kecemasan meningkatnya ketegangan perang dagang. Faktor-faktor itu biasanya akan berikan dorongan untuk komoditas termasuk harga emas.

Namun dinamika yang terjadi membuat investor bertanya-tanya apakah emas juga kehilangan keampuhan sebagai aset investasi safe haven. "Kami akan menunggu pada pekan depan untuk menentukan apakah dolar AS telah mencatatkan penguatan tertinggi. Harga emas dengan minat yang baik di posisi USD 1.247. Volume perdagangan kemarin disarankan dikunci investor ritel dan masih kejar titik terendah," kata Peter Hug, Direktur Kitco.

Secara Teknikal, PELEMAHAN pasangan harga XAUUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BULLISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BULLISH pada level 1260.55, kemungkinan harga akan kembali ke level 1267.00 – 1273.10 – 1279.15. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BEARISH pada level 1244.15, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PELEMAHANnya ke area level 1238.85 – 1233.90 – 1228.95.

 

 

Sumber: ForexSignal88.ComForexFactory.ComCFTC, Investing.ComBloomberg.ComKitco.ComOilnGold.Com

DailyFx.ComReuters.ComCNN.ComMarketWatch.ComAssociated Press Sumber Gambar: Malaymailonline.Com

Tags: #forexsignal88 #signalforex #sinyalforex #forexsignal #analisaforex #analisagold #belajarforex #seputarforex #sekilasforex #eurusd #gbpusd #audusd #xauusd #signalforexharian #signalforexakurat #analisaforex #analisatradingforex #analisaforexharian #analisagold #beritaforexindonesia #beritaforexharian #beritaterkiniforex #analisajituforex #toptrendingforex #signalforexgratis #signalforexindonesia #tipsforex #trikforex #strategiforex #teknikforex #analisateknikal

Share This

Jurnal Mingguan Lainnya

November 17, 2018

BREXIT ALERT: Ancaman BREXIT Membuat Investor Kabur dari POUND

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 17/11/2018 - Di Indonesia masyarakat mengenal istilah “tahun politik” untuk mendefinisikan suatu masa yang dipenuhi berbagai aksi dan berita berbau politis. Mengadopsi istilah serupa, tidak ada salahnya jika sesi perdagangan pekan…
November 03, 2018

Sekilas Forex: Merkel, Brexit, dan BOE Gerakan Pasar Pekan Lalu. Kini Pasar Tunggu Midterm Election AS.

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 04/11/2018 - Aktivitas perdagangan forex dan emas pada pekan lalu (29 Oktober-2 November) di awali dengan naiknya nilai tukar dolar AS terhadap euro, mendekati level tertinggi 10 minggu yang dicetak pada pekan sebelumnya, di…
November 10, 2018

Sekilas Forex: Midterm Election AS dan Kenaikan Suku Bunga AS Semakin Dekat

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 10/11/2018 - Geliat bursa forex dan emas pada pekan lalu (5-9 November) sebagian besar dimotori oleh midterm election di Amerika Serikat (AS) atau dikenal pula sebagai pemilihan sela alias pemilihan jeda oleh media nasional di…
October 27, 2018

Sekilas Forex: 5 Perkembangan Forex Yang Penting Anda Ketahui

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 27/10/2018 - Dolar AS mengamuk di awal pekan lalu (22-26 Oktober), menekan semua rivalnya sekaligus membebani harga emas. Pemicu utama penguatan greenback adalah kemerosotan pound sterling di tengah meningkatnya ketidakpastian…
October 20, 2018

Sekilas Forex: Peluang 83% Untuk Suku Bunga AS Naik Lagi Di Desember 2018

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 21/10/2018 - Memulai paruh kedua bulan Oktober, dolar AS merosot pada hari Senin (15/10) setelah data penjualan ritel AS untuk September meleset dari ekspektasi para ekonom. Penyebab lain merosotnya greenback adalah imbal hasil…