ForexSignal88.com l Jakarta, 27/05/2018 - Performa dolar AS di pekan lalu (21-25 Mei) mulai tampak beragam, tidak seperti di pekan-pekan sebelumnya. Mata uang AS masih perkasa terhadap rival utamanya yaitu euro sehingga pasangan mata uang EURUSD anjlok ke 1.1646 dan ditutup negatif di 1.1660 pada akhir sesi Jumat.

Demikian pula terhadap pound sterling, hingga pekan lalu dolar AS tetap menekan mata uang Inggris sehingga pasangan mata uang GBPUSD melorot ke 1.3305 dan menutup pekan lalu di zona merah, di 1.3314.

Sementara itu sebagian mata uang lainnya seperti yen, dolar Australia dan dolar Selandia Baru mulai menunjukkan perlawanan, mampu bertahan di tengah gelombang apresiasi dolar AS yang mereda sedikit di pekan lalu. Semua mata uang itu hanya bergerak sideways atau memulai fase konsolidasi terhadap dolar AS.

Tidak banyak isu besar yang mewarnai dinamika perdagangan forex dan emas dalam satu pekan terakhir. Isu makroekonomi yang terkait dengan prospek suku bunga Federal Reserve masih menjadi perhatian utama para pelaku pasar. Dolar AS sempat melemah setelah risalah rapat kebijakan terakhir FOMC memberikan sinyal dovish untuk agresifitas kenaikan suku bunga The Fed.

Sesaat perhatian pasar pun teralihkan oleh kabar geopolitik tatkala Presiden AS Donald Trump melayangkan surat kepada Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong Un yang berisikan pembatalan rencana pertemuan mereka di Singapura yang sebelumnya dijadwalkan pada bulan Juni. Kabar tersebut jelas mengguncang rally dolar AS.

Safe haven emas dan yen langsung menguat sebagai reaksi pasar terhadap kabar tersebut dengan harga emas (XAUUSD) melonjak cepat ke 1307.55 sebelum menutup pekan lalu di zona hijau di 1300.30, sedikit di atas level psikologis, dan USDJPY berbalik turun ke 108.94 dan berakhir di 109.44, di bawah level psikologis 110.00.

Namun demikian sebagian analis tetap melihat pelemahan parsial dolar AS di pekan lalu bukanlah sebuah pertanda kuat bahwa rally greenback selama lebih dari satu bulan terakhir sudah berakhir apalagi euro selaku rival utama dolar AS masih dibayangi menguatnya cengkeraman kaum populisme di Italia, salah satu pelopor dan pilar Uni Eropa.

Selanjutnya pada pekan terakhir bulan ini, para pelaku pasar tampaknya masih akan tetap menyoroti perkembangan politik Italia dan kaitannya dengan ECB juga Uni Eropa. Data-data regular juga tetap diperhatikan seperti indeks keyakinan konsumen AS, pidato gubernur BoJ, data ritel Jerman, ADP AS dan terutama satu set data bulanan ketenagakerjaan AS (nonfarm payrolls) pada tanggal 1 Juni.

 

EURUSD

FS88 JOURNAL EUR TEMPLATE 

WEEKLY OUTLOOK : NEGATIF CENDERUNG NETRAL

O : 1.1770     H : 1.1829      L : 1.1646      C : 1.1660

PERGERAKAN SEPEKAN 21/05 – 25/05 : NEGATIF

RANGE SEPEKAN : 183 PIP

Secara Fundamental, Euro menurun cukup signifikan di sesi perdagangan sepekan kemarin. Lemahnya data ekonomi Jerman dan Zona Euro menjadi beban bagi Euro, selain karena menguatnya indeks Dollar AS. Pertumbuhan sektor swasta di Jerman pada bulan Mei ini kembali melambat. Menurut survei Markit, data Jerman turun ke 53.1 dari sebelumnya di 54.6. Angka tersebut berada di bawah ekspektasi ekonom yang mengharapkan kenaikan ke level 54.7. Sementara itu, Indeks PMI Manufaktur Jerman jeblok ke posisi 56.8 pada bulan Mei, dan menjadi yang terendah sejak bulan Februari 2017. Survei ini menghitung pertumbuhan sektor manufaktur dan jasa, yang porsi kontribusinya mencapai dua pertiga dari pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.

"Melemahnya pertumbuhan order book dan memudarnya kepercayaan bisnis (Jerman) mengarah ke hilangnya momentum sejak akhir tahun 2017," kata Phil Smith, ekonom IHS Markit. "Mendinginnya permintaan yang terjadi belakangan ini menunjukkan adanya tekanan margin, dengan inflasi harga jual yang bergerak ke arah berlawanan dari biaya input," tambahnya.

Di samping itu, Markit juga mencatat perlambatan yang terjadi dalam aktivitas bisnis dan pertumbuhan new order Zona Euro pada bulan Mei. Indeks PMI Flash Manufaktur Zona Euro berada pada level 55.5, lebih rendah daripada sebelumnya di 56.2. Sedangkan Indeks PMI Flash untuk sektor Jasa menduduki level 53.9, turun dari pencapaian periode sebelumnya di 54.7.

Kendati mengecewakan, seluruh data tersebut masih dalam kategori ekspansi. Analisis MarketPulse milik OANDA menganggap bahwa penurunan ini bukanlah hal buruk yang berarti. Namun, pertumbuhan yang lebih lemah daripada ekspektasi memang dapat membuat para pembuat kebijakan di Bank Sentral Eropa (ECB), berpikir dua kali untuk mengevaluasi rencana penarikan stimulus moneter pada bulan September mendatang.

Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona Ekonomi Uni Eropa, diantaranya :

  1. M3 Money Supply y/y Selasa 29/05/2018 Pk 15:00 WIB
  2. German Retail Sales m/m             Rabu 30/05/2018 Pk 13:00 WIB
  3. German Prelim CPI m/m Rabu 30/05/2018 Pk – all day
  4. CPI Flash Estimate y/y Kamis 31/05/2018 Pk 16:00 WIB
  5. Core CPI Flash Estimate y/y Kamis 31/05/2018 Pk 16:00 WIB

Secara Teknikal, PELEMAHAN pasangan harga EURUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BULLISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BULLISH pada level 1.1763, kemungkinan harga akan kembali ke level 1.1852 – 1.1935 – 1.2021. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BEARISH pada level 1.1638, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PELEMAHANnya ke area level 1.1546 – 1.1454 – 1.1355.

 

GBPUSD

FS88 JOURNAL GBP TEMPLATE 

WEEKLY OUTLOOK : NEGATIF CENDERUNG NETRAL

O : 1.3463     H : 1.3483      L : 1.3305      C : 1.3314

PERGERAKAN SEPEKAN 21/05 – 25/05 : NEGATIF

RANGE SEPEKAN : 178 PIP

Secara Fundamental, Biro Statistik ONS tak mengubah pandangannya tentang penanggungjawab utama atas runtuhnya pertumbuhan GDP Inggris di kuartal pertama tahun ini. Karena itu, GDP Inggris second estimate tidak berubah dari first estimate yakni tercatat di level 0.1 persen. Awal pekan kemarin, para pembuat kebijakan Bank Sentral Inggris (BoE) mengatakan dalam forum dengan Komite Kementerian Keuangan Inggris, bahwa mereka sengaja tidak membagikan rilis awal GDP dari ONS karena menilai ada cacat dalam metode survei ONS. Sebelumnya, laporan ONS menyebutkan bahwa badai salju bukanlah penanggung jawab utama turunnya pertumbuhan.

Laporan yang dimaksud adalah survei yang mengumpulkan informasi dari perusahaan-perusahaan di Inggris, mengenai seberapa besar dampak badai salju terhadap aktivitas usaha mereka. BoE yakin akan adanya kemungkinan lembaga statistik Inggris tersebut untuk merevisi naik pertumbuhan GDP hingga ke 0.3 persen di second estimate.

Namun, prediksi BoE itu meleset. ONS nyatanya tetap tidak melakukan revisi di data second estimate GDP-nya. ONS juga tak mengubah pernyataan bahwa badai salju "Beast from East" bukanlah kambing hitam utama yang menyebabkan penurunan pertumbuhan.

Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona Ekonomi Inggris, diantaranya :

  1. Net Lending to Individuals m/m Kamis 31/05/2018 15:30 WIB
  2. Manufacturing PMI                         Jumat 01/06/2018 15:30 WIB

Secara Teknikal, PELEMAHAN pasangan harga GBPUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BULLISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BULLISH pada level 1.3431, kemungkinan harga akan kembali ke level 1.3523 – 1.3616 – 1.3701. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BEARISH pada level 1.3293, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PELEMAHANnya ke area level 1.3213 – 1.3129 – 1.3049.

 

AUDUSD

 FS88 JOURNAL AUD TEMPLATE

WEEKLY OUTLOOK :  NEGATIF CENDERUNG NETRAL

O : 0.7522     H : 0.7602      L : 0.7502      C : 0.7543

PERGERAKAN SEPEKAN 21/05 – 25/05 : POSITIF

RANGE SEPEKAN : 100 PIP

Secara Fundamental, Kendati kenaikannya tertahan saat ini, analis masih melihat potensi kenaikan dalam Dolar Australia. Elias Haddad, analis dari CBA mengatakan, dengan anggaran negara Australia yang surplus, perbandingan utang dengan GDP yang saat ini di 41.9%, bisa menyusut hingga sekitar 19% saja. Dibandingkan dengan negara-negara G20 lainnya yang masih punya porsi utang rata-rata di atas 80 persen dari GDP, angka tersebut tentulah lebih baik.

Oleh sebab itu, Haddad mengatakan bahwa Australia masih cukup menarik untuk dijadikan negara tujuan investasi oleh investor asing. "Itu (anggaran yang surplus) juga akan memberikan fasilitas lebih bagi Australia untuk membiayai defisit neraca berjalan yang hanya 2-3 persen," ungkapnya.

Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona Ekonomi Australia, diantaranya :

  1. Building Approvals             Rabu 30/05/2018 08:30 WIB
  2. Private Capital Expenditure Kamis 31/05/2018 08:30 WIB

Secara Teknikal, PELEMAHAN pasangan harga AUDUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BULLISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BULLISH pada level 0.7607, kemungkinan harga akan kembali ke level 0.7660 – 0.7712 – 0.7768. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BEARISH pada level 0.7484, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PELEMAHANnya ke area level 0.7428 – 0.7370 – 0.7307.

 

XAUUSD

FS88 JOURNAL XAU TEMPLATE 

WEEKLY OUTLOOK :  NEGATIF CENDERUNG NETRAL

O : 1290.45   H : 1307.55   L : 1281.90    C : 1300.30

PERGERAKAN SEPEKAN 21/05 – 25/05 : POSITIF

RANGE SEPEKAN : $25.65 atau 256.5 PIP

Secara Fundamental, Harga emas sedikit melemah didorong dolar Amerika Serikat (AS) yang menguat. Akan tetapi, harga emas tetap bertahan di atas level USD 1.300 per troy ounce selama sepekan.

Harga emas untuk pengiriman Juni merosot 70 sen atau kurang dari 0,1 persen ke posisi USD 1.303,70 per troy ounce usai naik satu persen pada pekan ini.

Level harga tersebut tertinggi sejak 14 Mei usai Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan membatalkan pertemuan dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un pada 12 Juni. Wall street pun sempat tertekan di tengah kabar Trump mundur.

"Harga emas tetap di atas USD 1.300 menunjukkan aksi jual sudah berakhir. Meski pun secara teknis jangka pendek, menengah dan panjang tetap menguat. Peningkatan risiko geopolitik membuat permintaan safe haven tetap kuat,” ujar Mark O’Bryne, Direktur GoldCore, seperti dikutip dari halaman Marketwatch, Sabtu (26/5/2018).

Pada Jumat, seorang pejabat senior dari Pyongyang mengatakan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un masih bersedia untuk bertemu dengan Trump.Indeks dolar AS pun naik 0,5 persen menjadi USD 94,22 usai menyentuh level tertinggi pada 2018. Indeks dolar AS sudah naik sekitar 0,6 persen pada pekan ini.

Sementara itu, imbal hasil surat berharga bertenor 10 tahun turun 1,6 persen sehingga mendorong imbal hasil surat berharga AS di bawah tiga persen.Rilis data ekonomi seperti laporan barang tahan lama tidak banyak pengaruhi efek dari rilis notulensi pertemuan bank sentral AS atau the Federal Reserve pada awal pekan ini.

Sentimen the Federal Reserve sebelumnya angkat harga emas dari level terendah pada 2018. Rilis data ekonomi sentimen konsumen juga menunjukkan sedikit penurunan pada Mei, namun indeks menunjukkan pertumbuhan stabil untuk ekonomi AS.

Harga emas menemukan sejumlah dukungan pada pekan ini. Hal itu seiring rilis notulensi pertemuan bank sentral AS pada Mei tidak mengindikasikan laju kenaikan suku bunga yang lebih agresif segera terjadi.

Secara Teknikal, PELEMAHAN pasangan harga XAUUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BULLISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BULLISH pada level 1308.25, kemungkinan harga akan kembali ke level 1315.80 – 1323.00 – 1330.20. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BEARISH pada level 1288.65, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PELEMAHANnya ke area level 1280.80 – 1272.90 – 1264.40.

 

  

Sumber: ForexSignal88.ComForexFactory.ComCFTC, Investing.ComBloomberg.ComKitco.ComOilnGold.Com

DailyFx.ComReuters.ComCNN.ComMarketWatch.ComAssociated Press Sumber Gambar: Time.Com

Tags: #forexsignal88 #signalforex #sinyalforex #forexsignal #analisaforex #analisagold #belajarforex #seputarforex #sekilasforex #eurusd #gbpusd #audusd #xauusd #signalforexharian #signalforexakurat #analisaforex #analisatradingforex #analisaforexharian #analisagold #beritaforexindonesia #beritaforexharian #beritaterkiniforex #analisajituforex #toptrendingforex #signalforexgratis #signalforexindonesia #tipsforex #trikforex #strategiforex #teknikforex #analisateknikal

Share This

Jurnal Mingguan Lainnya

October 13, 2018

Sekilas Forex: Melemah Pekan Kemarin, USD Butuh Berita Segar Untuk Pekan Depan

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 13/10/2018 - Perdagangan forex dan emas pekan lalu (8-12 Oktober) diawali dengan nada positif dolar AS sebagai reaksi pasar terhadap pelemahan di pasar global, yang dipimpin oleh jatuhnya ekuitas China, dan data-data ekonomi AS…
October 07, 2018

Sekilas Forex: Data Non Farm Payroll Lemah, Apakah USD Ikutan Melemah Pekan Depan?

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 07/10/2018 - Mengawali sesi perdagangan Oktober, dolar AS memberikan tekanan kepada sebagian rivalnya. Penguatan parsial dolar AS tersebut masih dimotori oleh euforia pasar terhadap kenaikan suku bunga acuan Federal Reserve pada…
September 29, 2018

Sekilas Forex: Suku Bunga AS Naik, dan Akan Naik 1 Kali Lagi Tahun 2018

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 29/09/2018 - Pekan terakhir September telah berlalu dan sepanjangnya pergerakan di bursa forex dan emas tetap diwarnai oleh beraneka berita terkait perang tarif impor AS-China, Brexit dan tingkat suku bunga AS. Dolar AS relatif…
September 22, 2018

Sekilas Forex: Perang Dagang dan Brexit Masih Menghantui Bursa Forex & Emas

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 22/09/2018 - Brexit dan perang dagang masih menjadi primadona berita pasar yang memikat hati para investor dan pedagang di bursa forex dan emas. Seperti di pekan sebelumnya, dolar AS memulai perdagangan pekan lalu (17-21…
September 15, 2018

Sekilas Forex: USD Masih Akan Fluktuatif Pekan Depan

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 15/09/2018 - Mengawali perdagangan pekan lalu (10-14 September), dolar AS mendapatkan tekanan mendadak lagi dari pound sterling, yang juga memicu penguatan mata uang lain dan harga emas, karena pada hari Senin (10/9) tersiar kabar…