ForexSignal88.com l Jakarta, 19/05/2018 - Hingga sesi perdagangan pekan lalu (14-18 Mei) berakhir, gelombang penguatan dolar AS belum terbendung, bahkan semakin kuat. Greenback terus menekan beberapa rival utamanya yaitu euro dan yen.

Pada sesi pekan lalu pasangan mata uang EURUSD anjlok ke 1.1749, level terendah sejak 18 Desember, dan berakhir negatif di 1.1778. Sedangkan USDJPY terus bergerak naik setelah dengan kuat menjebol level psikologis 110.00. Pada pekan lalu USDJPY melonjak ke 111.06, level tertinggi sejak 23 Januari, dan berakhir positif di 110.71.

Sementara itu mata uang lainnya sedikit bertahan dari tekanan dolar AS. Pound sterling masih bergerak sideways sejak awal bulan ini dan sempat merosot ke 1.3451. Dolar Australia juga masih bertahan, bergerak bolak-balik di kisaran 0.7410 hingga 0.7565 selama hampir dua pekan terakhir.

Penambahan bahan bakar tren naik dolar AS datang dari ketidakpastian politik di Italia yang membuat para investor khawatir terhadap ekonomi zona euro. League and 5-star Movement, dua partai populis yang berhaluan ekstrem kanan telah menyetujui sebuah perjanjian yang mengatur pemangkasan pajak dan meningkatkan pengeluaran untuk kesejahteraan rakyat Italia.

DBRS, sebuah lembaga pemeringkat, memperingatkan pada hari Kamis bahwa proposal ekonomi dari partai-partai anti-kemapanan tersebut dapat mengancam peringkat kredit negara (sovereign credit rating) Italia.

Italia adalah salah satu pendiri Uni Eropa dan euro, guncangan politik di negara itu tentu berpengaruh terhadap kepercayaan para investor. Italia menyumbang 15,4 persen dari PDB zona euro dan sikap permusuhan sebagian pihak di negara itu terhadap sikap Uni Eropa adalah tantangan terbesar bagi blok tersebut sejak Inggris memilih untuk meninggalkannya dua tahun lalu.

Faktor lain apresiasi dolar AS adalah terus meningkatnya imbal hasil obligasi pemerintah AS baik 10-tahun maupun 2-tahun. Peningkatan imbal hasil tersebut merupakan indikasi peningkatan ekspektasi terhadap naiknya tingkat harga atau inflasi dan pada gilirannya memperbesar potensi kenaikan suku bunga Federal Reserve dan tentu saja mendukung dolar AS lebih lanjut. Alhasil harga emas pun semakin tergerus, jatuh ke bawah level psikologis 1300.00 atau tepatnya ke 1284.95, level terendah sejak 27 Desember.

Selanjutnya di pekan depan (21-25 Mei), selain tetap fokus pada dua isu utama tersebut, para pelaku pasar forex dan emas juga akan tetap memantau serangkaian data makroekonomi dan moneter regular seperti Inflation Report Hearings dari bank sentral Inggris, Manufacturing PMI Jerman, CPI Inggris, FOMC Meeting Minutes, Retail Sales Inggris, ECB Monetary Policy Meeting Accounts, PDB Inggris dan data pesanan barang modal AS.

 

EURUSD

 FS88 JOURNAL EUR TEMPLATE

WEEKLY OUTLOOK :  NEGATIF CENDERUNG NETRAL

O : 1.1938     H : 1.1995      L : 1.1749      C : 1.1767

PERGERAKAN SEPEKAN 14/05 – 18/05 : NEGATIF

RANGE SEPEKAN : 246 PIP

Secara Fundamental, EUR/USD jatuh pada sesi perdagangan sepekan kemarin setelah inflasi Zona Euro untuk bulan April dilaporkan melambat. Biro Statistik Eurostat merilis data tersebut pada tengah pekan Rabu (16/05). Inflasi tahunan Zona Euro berada pada level 1.2 persen di bulan April, turun dari 1.3 persen (level bulan Maret). Sedangkan dalam rentang year-on-year, inflasi Zona Euro berada pada level 1.9 persen.

Kondisi ini diprediksi akan menambah beban bagi Bank Sentral Eropa (ECB) untuk keluar dari kebijakan moneter longgar. Para pejabat ECB masih memperdebatkan bagaimana penyelesaian skema pembelian obligasi sebanyak 2.55 triliun euro yang telah dilaksanakan sejak tiga tahun lalu. Tindakan tersebut diambil untuk mendorong naik tingkat inflasi Zona Euro. Namun pada kenyataannya, sulit sekali untuk mencapai target 2 persen.

Wacana berakhirnya stimulus moneter ECB digadang-gadang menjadi faktor utama yang akan mendorong naik mata uang Euro. Sayangnya, data inflasi pada bulan ini belum mendukung terwujudnya hal tersebut. Selain karena data inflasi Final, Euro juga tertekan oleh perbedaan yield obligasi antara Jerman dan Italia; kedua negara tersebut merupakan negara ekonomi terkuat pertama dan ketiga di Zona Euro. Sebagai tambahan informasi, Italia tengah dilanda gejolak politik, karena kesepakatan antara Partai Lima Bintang pada sesi perdagangan sepekan kemarin.

Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona Ekonomi Uni Eropa, diantaranya :

  1. German Flash Manufacturing PMI Rabu 23/05/2018 Pk 14:30 WIB
  2. German Flash Services PMI Rabu 23/05/2018 Pk 14:30 WIB
  3. EUR Flash Manufacturing PMI             Rabu 23/05/2018 Pk 15:00 WIB  
  4. EUR Flash Services PMI Rabu 23/05/2018 Pk 15:00 WIB
  5. ECB Monetray Policy Meeting Accounts Kamis 24/05/2018 Pk 18:30 WIB
  6. German Ifo Business Climate Jumat 25 /05/2018 Pk 15:00 WIB

Secara Teknikal, PELEMAHAN pasangan harga EURUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BULLISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BULLISH pada level 1.1873, kemungkinan harga akan kembali ke level 1.1954 – 1.2030 – 1.2104. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BEARISH pada level 1.1712, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PELEMAHANnya ke area level 1.1628 – 1.1553 – 1.1474.

 

GBPUSD

FS88 JOURNAL GBP TEMPLATE 

WEEKLY OUTLOOK : NEGATIF CENDERUNG NETRAL

O : 1.3546     H : 1.3608      L : 1.3451      C : 1.3479

PERGERAKAN SEPEKAN 14/05 – 18/05 : NEGATIF

RANGE SEPEKAN : 157 PIP

Secara Fundamental, BoE mempertahankan tingkat suku bunganya pada kisaran 0.50 persen serta memotong forecast pertumbuhan ekonomi Inggris. Kebijakan moneter BOE tersebut sesuai dengan ekspektasi pasar, menyusul data-data ekonomi Inggris yang menunjukkan perlambatan dan inflasi yang melemah. Padahal, Inggris sudah harus bersiap untuk angkat kaki secara resmi dari Uni Eropa (Brexit) pada Maret 2019 mendatang.

"Mayoritas anggota dewan penyusun kebijakan (BoE), memutuskan bahwa kenaikan suku bunga belum diperlukan dalam rapat kali ini," papar notulen rapat. Sebagai informasi, komite Penyusun Kebijakan BoE yang dikenal dengan singkatan MPC terdiri atas sembilan orang. "Semua anggota sepakat bahwa kenaikan suku bunga bank sentral di masa depan kemungkinan akan dilakukan secara bertahap dan terbatas," sambung keterangan di notulen rapat.

Menanggapi kebijakan BoE, ekonom Jacob Deppe dari Infinox mengatakan, "GDP kuartal pertama yang lebih rendah daripada ekspektasi dan menurunnya inflasi, membuat kenaikan suku bunga menjadi tidak akal bagi MPC.. Kenaikan suku bunga (jika tetap dipaksakan) akan melawan semua logika ekonomi," tutur Deppe dalam kutipan ChannelNewsAsia.

Akibat kebijakan BoE tersebut, pasar jadi makin skeptis jika BoE akan menaikkan suku bunga. Eskpektasi pasar sekarang untuk kenaikan suku bnga BOE pada bulan Agustus menyusut jadi 50 persen, lebih rendah daripada 60 persen sebelum pengumuman.

Kendati demikian, Gubernur BoE Mark Carney masih menyiratkan nada optimistis terhadap ketangguhan ekonomi Inggris. Dalam konferensi pers pasca pengumuman kebijakan moneter BoE Mei 2018, Carney mengatakan bahwa laju pertumbuhan ekonomi masih lebih tangguh daripada yang ditunjukkan oleh data-data.

Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona Ekonomi Inggris, diantaranya :

  1. Inflation Report Hearings Selasa 22/05/2018 15:30 WIB
  2. CPI                         Rabu 23/05/2018 15:30 WIB
  3. PPI                         Rabu 23/05/2018 15:30 WIB
  4. Retail Sales                         Kamis 24/05/2018 15:30 WIB
  5. GDP Jumat 25/05/2018 15:30 WIB

Secara Teknikal, PELEMAHAN pasangan harga GBPUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BULLISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BULLISH pada level 1.3627, kemungkinan harga akan kembali ke level 1.3709 – 1.3792 – 1.3875. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BEARISH pada level 1.3448, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PELEMAHANnya ke area level 1.3361 – 1.3274 – 1.3185.

 

AUDUSD

 FS88 JOURNAL AUD TEMPLATE

WEEKLY OUTLOOK :  NEGATIF CENDERUNG NETRAL

O : 0.7542     H : 0.7563      L : 0.7446      C : 0.7508

PERGERAKAN SEPEKAN 14/05 – 18/05 : NEGATIF

RANGE SEPEKAN : 117 PIP

Secara Fundamental, Tingkat Pengangguran Australia meningkat ke 5.6 persen meskipun ada 22,600 lapangan kerja baru yang dibuka pada bulan April. Kenaikan tingkat pengangguran tersebut disebabkan oleh bertambahnya orang yang mencari pekerjaan, dilihat dari tingkat partisipasi yang naik ke level 65.6 persen.

Dalam penyesuaian musiman, ada 32,700 lapangan kerja full-time yang tercipta di Australia pada bulan April. Jauh lebih banyak daripada lapangan kerja part-time yang hanya bertambah sebanyak 10,000 posisi. Dalam pengamatan tren, tingkat pengangguran Australia terbilang flat meskipun ada 14,000 lapangan kerja baru yang dibuka.

"Tingkat partisipasi tenaga kerja sekarang ini merupakan yang tertinggi sejak perhitungannya dimulai pada tahun 1978," kata Bruce Hockman, Kepala Ekonom di Biro Statistik Australia yang dikutip oleh ABC.

"Perlu diingat seberapa banyak perubahan yang terjadi dalam pasar tenaga kerja setiap bulannya, di bawah pertambahan bersih sebanyak 14,000 orang. Secara aktual, ada kurang lebih 300,000 orang yang masuk, tetapi yang meninggalkan dunia kerja juga lebih dari 300,000 di bulan-bulan tertentu." sambung Hockman.

Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona Ekonomi Australia, diantaranya :

  1. Construction Work Done Rabu 23/05/2018 08:30 WIB

Secara Teknikal, PELEMAHAN pasangan harga AUDUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BULLISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BULLISH pada level 0.7569, kemungkinan harga akan kembali ke level 0.7622 – 0.7673 – 0.7721. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BEARISH pada level 0.7443, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PELEMAHANnya ke area level 0.7394 – 0.7344 – 0.7296.

 

XAUUSD

 FS88 JOURNAL XAU TEMPLATE

WEEKLY OUTLOOK :  NEGATIF CENDERUNG NETRAL

O : 1318.70   H : 1322.10   L : 1284.95    C : 1291.50

PERGERAKAN SEPEKAN 14/05 – 18/05 : NEGATIF

RANGE SEPEKAN : $37.15 atau 371.5 PIP

Secara Fundamental, harga emas sedikit menguat pada penutupan sesi perdagangan Jumat terkait pelemahan dolar AS akibat adanya ketegangan politik di Italia. Aksi jual di pasar obligasi Italia membuat investor mencari instrumen lindung nilai yaitu emas.

Mengutip halaman Reuters, Sabtu (19/05/2018), harga emas di pasar spot naik 0,2 persen ke level USD 1.292,12 per troy ounce setelah mencapai titik terendah sejak 27 Desember pada sesi perdagangan sebelumnya. Namun jika dihitung secara mingguan, harga emas masih mengalami tekanan.

Harga logam mulia ini membukukan penurunan terbesar sejak awal Desember 2017 atau turun hampir 2 persen jika dibandingkan dengan pekan lalu. Sedangkan harga emas berjangka AS untuk pengiriman Juni ditutup naik USD 1,90 atau 0,2 persen ke level USD 1.291,30 per troy ounce.

"Harga emas mendapat sedikit dorongan ke atas dari adanya ketegangan geopolitik di Italia termasuk juga aksi jual obligasi Italia," jelas analis komoditas RJO Futures, Josh Graves. "Krisis utang di Italia akan memiliki dampak yang jauh lebih besar daripada di Yunani. Emas kemungkinan akan sedikit menguat sebagai hasilnya," kata analis Commerzbank dalam sebuah catatan.

Secara Teknikal, PELEMAHAN pasangan harga XAUUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BULLISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BULLISH pada level 1297.45, kemungkinan harga akan kembali ke level 1304.35 – 1311.85 – 1319.05. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BEARISH pada level 1284.05, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PELEMAHANnya ke area level 1276.50 – 1269.30 – 1261.15.

  

Sumber: ForexSignal88.ComForexFactory.ComCFTC, Investing.ComBloomberg.ComKitco.ComOilnGold.Com

DailyFx.ComReuters.ComCNN.ComMarketWatch.ComAssociated Press Sumber Gambar: Thestreet.Com

Tags: #forexsignal88 #signalforex #sinyalforex #forexsignal #analisaforex #analisagold #belajarforex #seputarforex #sekilasforex #eurusd #gbpusd #audusd #xauusd #signalforexharian #signalforexakurat #analisaforex #analisatradingforex #analisaforexharian #analisagold #beritaforexindonesia #beritaforexharian #beritaterkiniforex #analisajituforex #toptrendingforex #signalforexgratis #signalforexindonesia #tipsforex #trikforex #strategiforex #teknikforex #analisateknikal

Share This

Jurnal Mingguan Lainnya

June 10, 2018

Sekilas Forex: Menantikan Kenaikan Tingkat Suku Bunga AS

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 10/06/2018 - Dolar AS tetap bertahan pada hampir sepanjang sesi perdagangan minggu lalu (4-8 Juni) karena pasar terus berselancar pada pasang surut risiko politik zona euro. Aliran modal para investor menuju instrumen yang…
June 03, 2018

Sekilas Forex: USD Mulai Melemah, Waspada Akan Pergantian Arah

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 03/06/2018 - Lambat laun bahan bakar rally dolar AS sejak pertengahan April mulai menipis seperti yang terlihat di pekan lalu (28 Mei-1 Juni) saat euro dan pound sterling mulai melakukan tekanan balasan terhadap greenback.…
May 27, 2018

Sekilas Forex: Bullish USD Masih Potensi Berlanjut

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 27/05/2018 - Performa dolar AS di pekan lalu (21-25 Mei) mulai tampak beragam, tidak seperti di pekan-pekan sebelumnya. Mata uang AS masih perkasa terhadap rival utamanya yaitu euro sehingga pasangan mata uang EURUSD anjlok ke…
May 19, 2018

Sekilas Forex: Kekuatan USD Semakin Tak Terbendung

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 19/05/2018 - Hingga sesi perdagangan pekan lalu (14-18 Mei) berakhir, gelombang penguatan dolar AS belum terbendung, bahkan semakin kuat. Greenback terus menekan beberapa rival utamanya yaitu euro dan yen. Pada sesi pekan lalu…
May 12, 2018

Sekilas Forex: Pelemahan USD Hanya Koreksi. USD Masih Berpotensi Menguat

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 12/05/2018 - Di pekan lalu (7-11 Mei) dolar AS mulai mendapat tekanan balik yang cukup berarti dari para rivalnya, meskipun sebagian analis berpendapat bahwa pelemahan dolar AS tersebut hanyalah sebagai sebuah koreksi setelah…