ForexSignal88.com l Jakarta, 12/05/2018 - Di pekan lalu (7-11 Mei) dolar AS mulai mendapat tekanan balik yang cukup berarti dari para rivalnya, meskipun sebagian analis berpendapat bahwa pelemahan dolar AS tersebut hanyalah sebagai sebuah koreksi setelah selama empat pekan terakhir terus menguasai pasar forex.

Desakan dolar AS selama itu berhasil membuat para rivalnya tenggelam di bawah level psikologis, euro misalnya, yang hingga akhir pekan lalu terpaksa tetap berkutat di bawah level psikologis 1.2000 setelah di hari Rabu (9/11) tersungkur ke 1.1822. Yen pun sempat dipaksa menguji lagi zona 110.00 yang terbukti kembali bertahan. Pound sterling juga sempat jatuh ke bawah 1.3500 atau tepatnya ke 1.3460 setelah BoE pada hari Kamis (10/11) tidak memberi isyarat kuat untuk laju kenaikan suku bunga selanjutnya.

Greenback pun sebenarnya masih tetap menguat bahkan setelah Presiden AS Donald Trump tidak melanjutkan kesepakatan nuklir Iran, yang berarti AS berbeda dengan kekuatan Barat dan sekutu-sekutunya, dan siap mengenakan sanksi baru terhadap Iran.

Keputusan Trump tersebut memang dapat memicu ketegangan geopolitik baru setelah situasi di Semenanjung Korea terus mendingin pasca pertemuan dua pemimpin tertinggi Korea Utara dan Selatan. Aset-aset safe haven seperti yen, franc dan emas pun sempat menguat sesaat setelah keputusan Trump, namun kembali terhempas oleh gelombang tren positif dolar AS yang kala itu masih sangat kuat.

Koreksi dolar AS terjadi setelah data inflasi produsen AS melemah, demikian pula dengan inflasi konsumen di negara tersebut. Sebenarnya penurunan tingkat inflasi AS di bulan lalu tidak signifikan, namun pasar membutuhkan alasan untuk melakukan aksi ambil untung terhadap penguatan dolar AS.

Selanjutnya di pekan depan (13-18 Mei) pelaku pasar masih akan terus mengawasi data-data ekonomi AS yang selama satu bulan terakhir terus menunjukkan tren naik dibandingkan dengan data-data ekonomi Eropa, Inggris, Jepang dan Australia.

Kebijakan moneter Reserve Bank of Australia (RBA) akan menjadi salah satu agenda penting di pekan depan. Selain itu sejumlah data penting juga akan menjadi sorotan pasar seperti data investasi China, data upah dan ketenagakerjaan Inggris, data penjualan eceran AS, pidato Presiden ECB Mario Draghi, pidato Ketua SNB Thomas Jordan dan data ketenagakerjaan Australia.

 

EURUSD

FS88 JOURNAL EUR TEMPLATE 

WEEKLY OUTLOOK :  NEGATIF CENDERUNG NETRAL

O : 1.1962     H : 1.1977      L : 1.1822      C : 1.1944

PERGERAKAN SEPEKAN 07/05 – 11/05 : DOJI NEGATIF

RANGE SEPEKAN : 155 PIP

Secara Fundamental, Ekspektasi akan kenaikan suku bunga The Fed dalam beberapa minggu terakhir masih menjadi penyokong utama kekuatan Dolar AS. Menyebabkan Euro sempat menyentuh level 1.1822 di sesi perdagangan Rabu 09/05 kemarin terkait potensi kenaikan suku bunga Bank Sentral Eropa (ECB) yang semakin jauh dari kenyataan. Melemahnya data-data ekonomi Zona Eropa membuat wacana pemangkasan stimulus makin tersendat.

Saat ini, pasar memperkirakan persentase kenaikan suku bunga ECB di pertengahan tahun 2019 sebanyak 75 persen. "Dolar AS sedang dalam posisi yang mantap terhadap mata uang Eropa, sehubungan dengan isu bahwa ECB dan Bank Sentral Inggris (BoE) akan berbalik dovish," kata Shin Kadota, analis dari Barclays yang dikutip dari Reuters pada pekan kemarin.

Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona Ekonomi Uni Eropa, diantaranya :

  1. German Prelim GDP                                  Selasa 15/05/2018 Pk 13:00 WIB
  2. Flash GDP                                                    Selasa 15/05/2018 Pk 16:00 WIB
  3. German ZEW Economic Sentiment        Selasa 15/05/2018 Pk 16:00 WIB
  4. Final CPI                                                       Rabu 16/05/2018 Pk 16:00 WIB

Secara Teknikal, PELEMAHAN pasangan harga EURUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BULLISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BULLISH pada level 1.2094, kemungkinan harga akan kembali ke level 1.2186 – 1.2281 – 1.2373. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BEARISH pada level 1.1907, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PELEMAHANnya ke area level 1.1809 – 1.1708 – 1.1600.

 

GBPUSD

FS88 JOURNAL GBP TEMPLATE 

WEEKLY OUTLOOK : NEGATIF CENDERUNG NETRAL

O : 1.3535     H : 1.3618      L : 1.3460      C : 1.3543

PERGERAKAN SEPEKAN 07/05 – 11/05 :  DOJI POSITIF

RANGE SEPEKAN : 158 PIP

Secara Fundamental, Sementara ini Poundsterling masih berada dalam kondisi sideways di level rendah yang terbentuk sejak Jumat 04/05. Awal April lalu, kenaikan suku bunga BoE 25 poin tampak sangat meyakinkan dapat dilaksanakan pada bulan Mei ini. Sayangnya, data-data penentu kenaikan suku bunga seperti inflasi, ketenagakerjaan, dan pertumbuhan ekonomi Inggris untuk kuartal pertama justru mengecewakan. Cuaca dingin luar biasa dituding sebagai faktor utama yang menjatuhkan perekonomian Inggris. Poundsterling pun terjun dari level 1.4377 dan sempat menyentuh level terendah di angka 1.3486, dan sedang dalam proses untuk menerobos ascending trendline jangka panjangnya. Menurut ulasan analis FXStreet, kondisi tersebut jelas menunjukkan bahwa pasar mengasumsikan penundaan atas kenaikan suku bunga BoE pada bulan Mei ini.

Dan benar adanya, akhirnya Bank Sentral Ingris (BoE)  kembali mempertahankan suku bunga rendah saat ini di level 0.5%. Namun demikian, kemungkinan kenaikan suku bunga dapat kembali dipertimbangkan pada bulan Agustus. Dikarenakan, Gubernur BoE, Mark Carney, yang sebelumnya sempat tampil hawkish, akhir-akhir ini berubah pandangan dan berbalik dovish. "Ekonomi Inggris tampak sangat plin-plan sekarang ini, bahkan bank sentral yang semula menghembuskan potensi kenaikan suku bunga (hawkish) kini berbalik menjadi lebih tenang," kata Hetal Mehta, ekonom Legal & General Investment Management, sebagaimana dikutip oleh Reuters. Oleh karena itu, Poundsterling pun goyah dan sideways di level rendah berdasarkan time frame 1 hari sementara ini.

Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona Ekonomi Inggris, diantaranya :

  1. Average Earnings Index 3m/y       Selasa 15/05/2018 15:30 WIB
  2. Claimant Count Change                Selasa 15/05/2018 15:30 WIB
  3. Unemployment Rate                      Selasa 15/05/2018 15:30 WIB
  4. Inflation Report Hearings              Selasa 15/05/2018 16:00 WIB

Secara Teknikal, PELEMAHAN pasangan harga GBPUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BULLISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BULLISH pada level 1.3627, kemungkinan harga akan kembali ke level 1.3709 – 1.3792 – 1.3875. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BEARISH pada level 1.3448, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PELEMAHANnya ke area level 1.3361 – 1.3274 – 1.3185.

AUDUSD

FS88 JOURNAL AUD TEMPLATE 

WEEKLY OUTLOOK :  NEGATIF CENDERUNG NETRAL

O : 0.7541     H : 0.7565      L : 0.7410      C : 0.7545

PERGERAKAN SEPEKAN 07/05 – 11/05 :  DOJI POSITIF

RANGE SEPEKAN : 155 PIP

Secara Fundamental, Penurunan Dolar Australia yang sempat menyentuh level terendah di angka 0.7410 sangat bertepatan dengan kenaikan yield obligasi pemerintah AS,  pasca keputusan Presiden Donald Trump untuk menarik AS dari perjanjian program nuklir Iran.Selain itu, Bank Sentral Australia (RBA) yang tidak berencana menaikkan suku bunga dalam waktu dekat, kian membuat performa Dolar Australia semakin melemah.

"Pasar sedang fokus pada kabar utama terkait perjanjian nuklir antara AS dan Iran, serta sanksi ekonomi Iran." tulis analis dari ANZ. Setelah pernyataan keputusan Amerika Serikat untuk mengakhiri perjanjian tersebut diumumkan, kenaikan yield yang mencapai 1-2 basis poin memang berimbas pada pergerakan Dolar AS.

Kendati sedang lemah saat ini, analis masih melihat potensi kenaikan pada Dolar Australia. Elias Haddad, analis dari CBA mengatakan, dengan anggaran negara Australia yang surplus, perbandingan utang dengan GDP yang saat ini di 41.9%, bisa menyusut hingga sekitar 19% saja. Dibandingkan dengan negara-negara G20 lainnya yang masih punya porsi utang rata-rata di atas 80 persen dari GDP, angka tersebut tentulah lebih baik.

Oleh sebab itu, Haddad mengatakan bahwa Australia masih cukup menarik untuk dijadikan negara tujuan investasi oleh investor asing. "Itu (anggaran yang surplus) juga akan memberikan fasilitas lebih bagi Australia untuk membiayai defisit neraca berjalan yang hanya 2-3 persen," ungkapnya.

Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona Ekonomi Australia, diantaranya :

  1. Monetary Policy Meeting Minutes             Selasa 15/05/2018 08:30 WIB
  2. Wage Price Index                                        Rabu 16/05/2018 08:30 WIB
  3. Employment Change                                 Kamis 17/05/2018 08:30 WIB
  4. Unemployment Rate                                  Kamis 17/05/2018 08:30 WIB

Secara Teknikal, PELEMAHAN pasangan harga AUDUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BULLISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BULLISH pada level 0.7591, kemungkinan harga akan kembali ke level 0.7643 – 0.7695 – 0.7749. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BEARISH pada level 0.7491, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PELEMAHANnya ke area level 0.7441 – 0.7394 – 0.7344.

XAUUSD

FS88 JOURNAL XAU TEMPLATE 

WEEKLY OUTLOOK :  NEGATIF CENDERUNG NETRAL

O : 1314.95   H : 1325.70   L : 1303.95    C : 1318.95

PERGERAKAN SEPEKAN 07/05 – 11/05 :  DOJI POSITIF

RANGE SEPEKAN : $21.75 atau 217.5 PIP

Secara Fundamental, Harga emas ditutup melemah pada akhir pekan ini yang dipengaruhi oleh pergerakan dolar Amerika Serikat. Namun demikian harga emas ditutup menguat selama sepekan.

Harga emas untuk pengiriman Juni turun 0,1 persen ke posisi USD 1.320,70 per ounce. Pada sesi perdagangan Kamis, kontrak harga emas berada di posisi USD 1.322,30 per ounce. Ini menandai penutupan tertinggi sejak 27 April.

Selama sepekan, harga emas naik 0,5 persen, dan menandai kenaikan mingguan pertama dalam satu bulan. Harga emas mempertahankan kenaikan moderatnya usai laporan menunjukkan kenaikan impor pada April.

Ini mendorong spekulasi ada sedikit risiko inflasi yang lebih tinggi. Hal tersebut dapat mempengaruhi keputusan suku bunga bank sentral AS atau the Federal Reserve.

Indeks dolar AS turun 0,2 persen menjadi 92,50. Indeks itu berpotensi dapat alami penurunan mingguan pertama dalam satu bulan. Indeks dolar AS melemah dapat membuat emas yang dihargakan dalam dolar AS lebih menarik bagi investor yang menggunakan mata uang lainnya.

Secara Teknikal, PELEMAHAN pasangan harga XAUUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BULLISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BULLISH pada level 1326.25, kemungkinan harga akan kembali ke level 1334.45 – 1342.30 – 1350.15. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BEARISH pada level 1305.95, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PELEMAHANnya ke area level 1297.15 – 1288.65 – 1280.45.

 

 

Sumber: ForexSignal88.ComForexFactory.ComCFTC, Investing.ComBloomberg.ComKitco.ComOilnGold.Com

DailyFx.ComReuters.ComCNN.ComMarketWatch.ComAssociated Press Sumber Gambar: Steemit.Com

Tags: #forexsignal88 #signalforex #sinyalforex #forexsignal #analisaforex #analisagold #belajarforex #seputarforex #sekilasforex #eurusd #gbpusd #audusd #xauusd #signalforexharian #signalforexakurat #analisaforex #analisatradingforex #analisaforexharian #analisagold #beritaforexindonesia #beritaforexharian #beritaterkiniforex #analisajituforex #toptrendingforex #signalforexgratis #signalforexindonesia #tipsforex #trikforex #strategiforex #teknikforex #analisateknikal

Share This

Jurnal Mingguan Lainnya

December 08, 2018

Sekilas Forex: NFP Bebani USD Menjelang Pengumuman Suku Bunga

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 09/12/2018 - Aset safe havens, selain dolar AS, merajai perdagangan forex dan emas di pekan lalu (3-7 Desember). Pelemahan dolar AS dimulai pada awal pekan lalu setelah muncul hasil negosiasi Presiden AS Donald Trump dan Presiden…
December 01, 2018

Sekilas Forex: Dari Perang Dagang Sampai Suku Bunga, Kemana USD Akan Bergerak Pada Pekan Depan?

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 02/12/2018 - Pada pekan terakhir November (26-30 November), tidak seperti di dua pekan sebelumnya, kabar Brexit kurang menghiasi aktivitas di bursa forex dan emas walaupun pada awal pekan tersebut sempat muncul kabar berupa…
November 17, 2018

BREXIT ALERT: Ancaman BREXIT Membuat Investor Kabur dari POUND

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 17/11/2018 - Di Indonesia masyarakat mengenal istilah “tahun politik” untuk mendefinisikan suatu masa yang dipenuhi berbagai aksi dan berita berbau politis. Mengadopsi istilah serupa, tidak ada salahnya jika sesi perdagangan pekan…
November 24, 2018

Sekilas Forex: USD Menolak Turun. Pekan Depan USD Berpotensi Untuk Naik Kembali

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 24/11/2018 - Mengawali sesi perdagangan pekan lalu (19-23 November) dolar AS masih menunjukkan pelemahan setelah di pekan sebelumnya dua pejabat berpengaruh Federal Reserve mengisyaratkan potensi kemunduran pertumbuhan ekonomi…
November 03, 2018

Sekilas Forex: Merkel, Brexit, dan BOE Gerakan Pasar Pekan Lalu. Kini Pasar Tunggu Midterm Election AS.

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 04/11/2018 - Aktivitas perdagangan forex dan emas pada pekan lalu (29 Oktober-2 November) di awali dengan naiknya nilai tukar dolar AS terhadap euro, mendekati level tertinggi 10 minggu yang dicetak pada pekan sebelumnya, di…