ForexSignal88.com l Jakarta, 05/05/2018 - Dolar AS berhasil menjaga tren penguatannya di pekan lalu (30 April – 4 Mei) dengan dorongan impulsif terbaru yang diperlihatkan setelah publikasi laporan pembayaran gaji sektor non pertanian AS periode April pada hari Jumat.

Jadi, hingga akhir pekan lalu, pasar masih memiliki minat besar untuk mengoleksi greenback, terbukti dengan data nonfarm payrolls dan average hourly earnings yang tidak memenuhi ekspektasi pasar, dolar AS tetap menguat meskipun tidak dapat dipungkiri menurunnya tingkat pengangguran (unemployment rate) ke 3,9% di bulan lalu berhasil menutup potensi negatif yang ditimbulkan oleh dua data lainnya.

Sederet data makro ekonomi positif yang merefleksikan kekuatan ekonomi AS terus menjadi pendorong perjalanan rally dolar AS ke utara yang pada gilirannya mampu memaksa sejumlah rivalnya jatuh ke level-level psikologis. Suasana politik dalam negeri AS juga yang tetap sejuk, selaras dengan mendinginnya suhu geopolitik, turut menjadi kontributor penguatan mata uang AS.

Memang tidak semua data AS positif, bahkan hasil rapat kebijakan dua hari komite khusus Federal Reserve yang dikenal dengan Federal Open Market Committee (FOMC), yang diumumkan pada Rabu (2/5) waktu setempat, tetap dipandang positif oleh para pelaku pasar walaupun kala itu fed fund rates atau suku bunga acuan bank sentral itu tidak berubah di bawah 1,75%.

Pernyataan The Fed pun terdengar biasa-biasa saja, tidak memberikan indikasi agresivitasnya pada laju kenaikan suku bunga. Pasar tetap melihat bahwa ekonomi dan suku bunga AS untuk saat ini lebih baik dibandingkan dengan ekonomi dan prospek suku bunga negara atau kawasan lain seperti zona euro, Inggris, Jepang dan Australia.

Dengan data-data ekonomi yang kurang menggairahkan di zona euro dan Inggris, bank sentral Eropa (ECB) dan Inggris (BoE) masih tampak ragu untuk menaikkan suku bunga acuan mereka. Pekan depan BoE akan menggelar rapat kebijakan dan sejauh ini pasar tetap yakin bank sentral itu tidak akan menaikkan suku bunganya.

Sementara itu bank sentral Australia (RBA) pada hari Jumat (4/5) menyatakan bahwa inflasi masih di bawah target 2% yang mereka tetapkan dan kemungkinan baru akan tercapai pada tahun 2020. Itu berarti suku bunga resmi RBA akan tetap bertahan di 1,5% hingga batas waktu pencapaian tersebut.

Jadi dapat disimpulkan bahwa kini euro, yen, pound sterling, dolar Australia dan mata uang utama lainnya membutuhkan serangkaian data ekonomi makro dari negara masing-masing yang terus positif secara signifikan agar dapat membuka peluang untuk balik menghantam dolar AS, setidaknya untuk mengoreksi laju tren bullish greenback tersebut.

Pada pekan depan (7-11 Mei), sejumlah data dan agenda bank sentral utama akan menjadi magnet perhatian pasar sekaligus penggerak sejumlah pasangan mata uang utama dan harga emas. Data penjualan eceran Australia, pidato ketua The Fed, inflasi produsen AS, pengumuman kebijakan bank sentral Selandia Baru (RBNZ) dan BoE, inflasi konsumen AS dan pidato presiden ECB akan menghiasi bursa forex dan emas di pekan depan.    

  

EURUSD

FS88 JOURNAL EUR TEMPLATE 

WEEKLY OUTLOOK :  NEGATIF CENDERUNG NETRAL

O : 1.2125     H : 1.2139      L : 1.1910      C : 1.1956

PERGERAKAN SEPEKAN 01/05 – 04/05 : NEGATIF

RANGE SEPEKAN : 229 PIP

Secara Fundamental, Inflasi Zona Euro untuk bulan lalu merosot di luar ekspektasi. Kantor Statistik Uni Eropa melaporkan di hari Kamis (03/Mei) pekan kemarin bahwa inflasi Zona Euro berada pada level 1.2 persen di bulan April (YoY), di bawah ekspektasi 1.3 persen. Akibatnya, Bank Sentral Eropa (ECB) dipandang akan kesulitan mewujudkan pemangkasan stimulus moneter (tapering) di akhir tahun ini.

Penurunan data inflasi ini menyusul data-data ekonomi lain Zona Euro yang mengecewakan seperti GDP, ekspor, dan angka-angka kepercayaan bisnis. Pertumbuhan ekonomi Zona Euro akhirnya dinilai telah mencapai puncak dan akan melambat dalam level yang sedang. Hal ini tentu akan di bawah ekspektasi pertumbuhan yang telah diperkirakan di awal tahun.

 Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona Ekonomi Uni Eropa, diantaranya :

  1. ECB President Draghi Speaks     Jumat 11/05/2018 Pk 20:15 WIB

Secara Teknikal, PELEMAHAN pasangan harga EURUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BULLISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BULLISH pada level 1.2013, kemungkinan harga akan kembali ke level 1.2092 – 1.2166 – 1.2239. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BEARISH pada level 1.901, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PELEMAHANnya ke area level 1.1826 – 1.1755 – 1.1676.


GBPUSD

FS88 JOURNAL GBP TEMPLATE 

WEEKLY OUTLOOK : NEGATIF CENDERUNG NETRAL

O : 1.3777     H : 1.3791      L : 1.3486      C : 1.3536

PERGERAKAN SEPEKAN 01/05 – 04/05 :  NEGATIF

RANGE SEPEKAN : 305 PIP

Secara Fundamental, data PMI Jasa Inggris dirilis mengecewakan. IHS Markits and The CIPS melaporkan indeks PMI Jasa Inggris tercatat di level 52.8, jauh di bawah ekspektasi level 53.5. Kondisi ini kian meyakinkan pandangan para pelaku pasar bahwa ekonomi Inggris sedang melambat. Otomatis, rencana kenaikan suku bunga Bank Sentral Inggris (BoE) di bulan ini kemungkinan harus dipikirkan lagi.

Chris Williamson, Kepala Ekonom Markits mengatakan, "Survei sektor jasa Inggris ini menambah sinyal yang menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi masih mengecewakan, utamanya sejak awal kuartal kedua. Tiga survei PMI Inggris secara kolektif menunjukkan aktivitas bisnis yang membisu setelah badai salju pada bulan Maret. Data itu gagal mengembalikan laju pertumbuhan yang sempat cukup bagus pada bulan Februari. Dengan kata lain, performa ekonomi Inggris terus memburuk."

Poundsterling terempas jatuh di pertengahan April setelah data inflasi Inggris bulan Maret dilaporkan sangat mengecewakan, sehingga mempersulit tercapainya ekspektasi kenaikan suku bunga dalam waktu dekat. Hal itu ditambah dengan pernyataan Gubernur BOE, Mark Carney yang menunjukkan kebimbangan dalam waktu kenaikan suku bunga.

Kendati demikian, analis memperkirakan bahwa reaksi itu merupakan respon spontan Poundsterling terhadap laporan indikator ekonomi yang mengecewakan. Sehingga, secara umum Pound masih berada dalam periode konsolidasi, menyusul dua minggu yang menyusahkan bagi mata uang Inggris tersebut.

Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona Ekonomi Inggris, diantaranya :

  1. Manufacturing Production             Kamis 10/05/2018 15:30 WIB
  2. BOE Inflation Report                       Kamis 10/05/2018 18:00 WIB
  3. MPC Official Bank Rate Votes       Kamis 10/05/2018 18:00 WIB
  4. Monetary Policy Summary             Kamis 10/05/2018 18:00 WIB
  5. Official Bank Rate                            Kamis 10/05/2018 18:00 WIB

Secara Teknikal, PELEMAHAN pasangan harga GBPUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BULLISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BULLISH pada level 1.3622, kemungkinan harga akan kembali ke level 1.3709 – 1.3792 – 1.3875. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BEARISH pada level 1.3448, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PELEMAHANnya ke area level 1.3361 – 1.3274 – 1.3181.

 

AUDUSD

FS88 JOURNAL AUD TEMPLATE 

WEEKLY OUTLOOK :  NEGATIF CENDERUNG NETRAL

O : 0.7575     H : 0.7580      L : 0.7471      C : 0.7532

PERGERAKAN SEPEKAN 01/05 – 04/05 :  NEGATIF

RANGE SEPEKAN : 109 PIP

Secara Fundamental, Di luar dugaan, RBA menunjukkan kesan hawkish dengan menyatakan bahwa kenaikan suku bunga akan sesuai untuk diterapkan di Australia dalam keadaan tertentu. RBA menilai pertumbuhan ekonomi Australia bergerak lebih cepat tahun ini dan tahun depan. Forecast inflasi untuk 2018 dinaikkan dari 1.75 persen menjadi 2 persen, sementara proyeksi pertumbuhan GDP dipasang pada level 3.25 persen hingga Desember 2018 dan 2019. Pertumbuhan GDP Australia diproyeksi akan berada pada level 3 persen hingga tahun 2020. Di sisi lain, Tingkat Pengangguran diprediksi lebih tinggi, yakni dari 5.25 persen menjadi 5.5 persen.

Jika perekonomian Australia meningkat sesuai dengan ekspektasi bank sentral, maka kenaikan suku bunga dapat menjadi kebijakan moneter yang sesuai. Kendati demikian, mereka ragu apakah inflasi Australia akan dapat memenuhi rentang mid-point yang ditetapkan oleh RBA hingga tahun 2020. Gubernur RBA, Philip Lowe, menyoroti kurangnya pertumbuhan gaji yang menjadi pembeban terberat bagi kenaikan inflasi. Akan tetapi, jika perekonomian melaju sesuai perkiraan dan pasar tenaga kerja makin solid, maka bukan tak mungkin kebijakan moneter akan diperketat.

Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona Ekonomi Australia, diantaranya :

  1. NAB Business Confidence                       Senin 07/05/2018 08:30 WIB
  2. Retail Sales                                      Selasa 08/05/2018 08:30 WIB
  3. Annual Budget Release                 Selasa 08/05/2018 16:30 WIB

Secara Teknikal, PELEMAHAN pasangan harga AUDUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BULLISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BULLISH pada level 0.7588, kemungkinan harga akan kembali ke level 0.7642 – 0.7695 – 0.7749. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BEARISH pada level 0.7465, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PELEMAHANnya ke area level 0.7410 – 0.7356 – 0.7305.

XAUUSD

FS88 JOURNAL XAU TEMPLATE 

WEEKLY OUTLOOK :  NEGATIF CENDERUNG NETRAL

O : 1322.75   H : 1324.90   L : 1301.55    C : 1313.80

PERGERAKAN SEPEKAN 01/05 – 04/05 :  NEGATIF

RANGE SEPEKAN : $23.35 atau 233.5 PIP

Secara Fundamental, Harga emas naik tipis di sesi perdagangan akhir pekan Jumat 04/05 meskipun dolar AS mengalami penguatan setelah data pekerjaan AS lebih lemah dari perkiraan. Namun data pekerjaan yang melemah tersebut masih bisa mendukung kenaikan bunga lebih besar dari perkiraan awal.

Mengutip halaman Reuters Sabtu (05/05/2018), harga emas di pasar spot naik 0,2 persen ke level USD 1.313,90 per ounce pada pukul 1.37 siang waktu New York. Jika dihitung sepanjang pekan, harga emas mengalami pelemahan 0,6 persen dan menuju penurunan mingguan ketiga berturut-turut.

Sementara harga emas berjangka AS untuk pengiriman Juni ditutup naik USD 2 atau 0,2 persen ke level USD 1.314,70 per ounce. Data ketenagakerjaan AS menunjukkan pertumbuhan pekerjaan AS meningkat kurang dari yang diharapkan pada bulan April dan tingkat pengangguran turun mendekati level terendah dalam 17 tahun sebesar 3,9 persen.

"Data pekerjaan ini mengecewakan dari yang kami bayangkan. Namun ini tidak cukup bagi Bank Sentral AS untuk berhenti menaikkan suku bunga. Mereka masih akan mendorong kenaikan dalam pertemuan Juni," kata Collin Martin, analis Schwab Center For Financial Research, New York, AS.

Analis Commerzbank Daniel Briesemann menjelaskan, pada pekan depan kemungkinan harga emas akan mendapat dukungan dari kekhawatiran investor mengenai kemungkinan penarikan AS dari kesepakatan nuklir dengan Iran.

Secara Teknikal, PELEMAHAN pasangan harga XAUUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BULLISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BULLISH pada level 1318.10, kemungkinan harga akan kembali ke level 1326.25 – 1334.45 – 1342.30. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BEARISH pada level 1305.95, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PELEMAHANnya ke area level 1297.15 – 1288.65 – 1280.45.

 

 

Sumber: ForexSignal88.ComForexFactory.ComCFTC, Investing.ComBloomberg.ComKitco.ComOilnGold.Com

DailyFx.ComReuters.ComCNN.ComMarketWatch.ComAssociated Press Sumber Gambar: Guoguiyan.Com

Tags: #forexsignal88 #signalforex #sinyalforex #forexsignal #analisaforex #analisagold #belajarforex #seputarforex #sekilasforex #eurusd #gbpusd #audusd #xauusd #signalforexharian #signalforexakurat #analisaforex #analisatradingforex #analisaforexharian #analisagold #beritaforexindonesia #beritaforexharian #beritaterkiniforex #analisajituforex #toptrendingforex #signalforexgratis #signalforexindonesia #tipsforex #trikforex #strategiforex #teknikforex #analisateknikal

Share This

Jurnal Mingguan Lainnya

November 17, 2018

BREXIT ALERT: Ancaman BREXIT Membuat Investor Kabur dari POUND

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 17/11/2018 - Di Indonesia masyarakat mengenal istilah “tahun politik” untuk mendefinisikan suatu masa yang dipenuhi berbagai aksi dan berita berbau politis. Mengadopsi istilah serupa, tidak ada salahnya jika sesi perdagangan pekan…
November 03, 2018

Sekilas Forex: Merkel, Brexit, dan BOE Gerakan Pasar Pekan Lalu. Kini Pasar Tunggu Midterm Election AS.

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 04/11/2018 - Aktivitas perdagangan forex dan emas pada pekan lalu (29 Oktober-2 November) di awali dengan naiknya nilai tukar dolar AS terhadap euro, mendekati level tertinggi 10 minggu yang dicetak pada pekan sebelumnya, di…
November 10, 2018

Sekilas Forex: Midterm Election AS dan Kenaikan Suku Bunga AS Semakin Dekat

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 10/11/2018 - Geliat bursa forex dan emas pada pekan lalu (5-9 November) sebagian besar dimotori oleh midterm election di Amerika Serikat (AS) atau dikenal pula sebagai pemilihan sela alias pemilihan jeda oleh media nasional di…
October 27, 2018

Sekilas Forex: 5 Perkembangan Forex Yang Penting Anda Ketahui

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 27/10/2018 - Dolar AS mengamuk di awal pekan lalu (22-26 Oktober), menekan semua rivalnya sekaligus membebani harga emas. Pemicu utama penguatan greenback adalah kemerosotan pound sterling di tengah meningkatnya ketidakpastian…
October 20, 2018

Sekilas Forex: Peluang 83% Untuk Suku Bunga AS Naik Lagi Di Desember 2018

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 21/10/2018 - Memulai paruh kedua bulan Oktober, dolar AS merosot pada hari Senin (15/10) setelah data penjualan ritel AS untuk September meleset dari ekspektasi para ekonom. Penyebab lain merosotnya greenback adalah imbal hasil…