ForexSignal88.com l Jakarta, 28/04/2018 - Dolar AS terus berada di atas angin selama dua pekan terakhir, didukung oleh positifnya beberapa data makro ekonomi AS yang bersanding dengan memburuknya data-data ekonomi negara lain, meskipun di sesi penutupan pekan lalu data PDB AS yang lebih lemah dari kuartal sebelumnya membuat rally greenback sedikit tertahan.

Faktor signifikan dari apresiasi dolar AS dalam sepekan terakhir (23-27 April) adalah melonjaknya yield atau imbal hasil obligasi pemerintah (treasury) AS dengan yield treasury 10-tahun yang menjadi patokan utama berhasil melintasi level psikologis 3% untuk pertama kalinya dalam empat tahun terakhir.

Peningkatan yield obligasi pemerintah merupakan indikasi bahwa inflasi di negara bersangkutan sedang bergerak naik dan pada gilirannya bank sentral negara tersebut, selaku pengendali kebijakan moneter, akan berusaha mengatasi peningkatan inflasi dengan menaikkan suku bunga.

Jadi dalam konteks dolar AS, para investor melihat tren naik yield treasury 10-tahun, juga treasury 2-tahun, sebagai pendorong baru yang akan memotivasi Federal Reserve untuk terus berada di jalur peningkatan suku bunga. Sejauh ini para pelaku pasar masih meyakini bahwa setidaknya total akan ada tiga kenaikan suku bunga The Fed, sebagian lain memperkirakan akan ada empat kenaikan suku bunga yang bakal dilakukan bank sentral AS tersebut.

Penguatan greenback pun semakin menjadi setelah di hari Kamis (26/4) bank sentral Eropa (ECB) tidak mengubah tingkat suku bunganya. Ekonomi zona euro telah menjadi teka-teki akhir-akhir ini. Beberapa indikator mengarah ke atas, beberapa ke bawah dan beberapa ke samping alias tidak berubah. Sulit untuk mengetahui apakah pertumbuhan di kawasan itu kehilangan momentum atau hanya berhenti sejenak untuk bernafas.

Bahkan ekonom paling berpengaruh di zona euro yaitu Presiden ECB Mario Draghi, menyatakan ketidakpastian tersebut pada hari Kamis (26/4) tentang apa yang terjadi, apakah data ekonomi baru-baru ini menunjuk ke sebuah awal dari penurunan atau hanya normalisasi setelah periode pertumbuhan yang sangat kuat.

Menurut Draghi, Dewan Kebijakan ECB bahkan tidak membahas kebijakan moneter selama pertemuan pada hari sebelumnya dan lebih memilih untuk tidak mengutak-atik status quo sampai ada lebih banyak informasi.

Sementara itu di sesi penutupan pekan lalu pound sterling mendapat pukulan telak setelah sempat bertahan selama tiga hari di saat mata uang lainnya terus terpukul oleh dolar AS. Pertumbuhan ekonomi Inggris di awal 2018 tercatat menjadi yang terlemah sejak tahun 2012, memaksa para investor untuk memangkas harapan mereka terhadap prospek kenaikan suku bunga Bank of England (BoE) dan membuat sterling menjadi bulan-bulanan dihajar para rivalnya pada hari Jumat.

Sedangkan yen Jepang masih sempat terpukul oleh greenback setelah Bank of Japan (BoJ) di hari Jumat tidak mengubah kebijakan moneternya meskipun kali ini tidak menyebut target waktu pencapaian inflasi dalam dua tahun.

Dari wilayah geopolitik, Presiden AS relatif kalem selama dua pekan terakhir, tidak membuat kehebohan melalui akun twitter-nya pasca serangan rudal gabungan ke beberapa target di Suriah.

Pertemuan bersejarah para presiden Korea Utara dan Selatan juga membuat suasana di pasar keuangan terasa sejuk sehingga permintaan terhadap aset-aset safe haven seperti emas, yen Jepang dan franc Swiss semakin meredup.

Selanjutnya di pekan depan (30 April-4 Mei), selain terus memantau bursa obligasi AS, para pelaku pasar akan menyoroti data ekonomi regular seperti data penjualan ritel Jerman, Chicago PMI, keputusan suku bunga bank sentral Australia (RBA), ISM Manufacturing PMI, Construction & Services PMI Inggris, ADP, keputusan suku bunga Federal Reserve dan ditutup oleh satu set data ketenagakerjaan AS (nonfarm payrolls report) di hari Jumat (4/5).   

 

EURUSD

FS88 JOURNAL EUR TEMPLATE 

WEEKLY OUTLOOK :  NEGATIF CENDERUNG NETRAL

O : 1.2276     H : 1.2290      L : 1.2056      C : 1.2131

PERGERAKAN SEPEKAN 23/04 – 27/04 : NEGATIF

RANGE SEPEKAN : 234 PIP

Secara Fundamental, Bank Sentral Eropa (ECB) mempertahankan kebijakan moneter dengan tidak mengubah suku bunga acuan pada pengumuman hasil rapat, yang berlangsung di hari Kamis (26/April) malam WIB. Presiden ECB, Mario Draghi, melontarkan pernyataan cukup hawkish sehingga sedikit menghapus kekhawatiran terkait tanda-tanda perlambatan pertumbuhan ekonomi Zona Euro baru-baru ini.

Setelah berkomentar pada bulan lalu yang mengatakan pertumbuhan ekonomi solid, Mario Draghi kamis malam kemarin mengatakan bahwa ekonomi tetap kuat, meski ia mengakui ada sedikit tekanan dari ekspektasi akhir tahun lalu tentang pertumbuhan di tahun 2018.

"Secara keseluruhan, pertumbuhan ekonomi Uni Eropa diproyeksikan akan tetap kuat, dan kekuatan yang mendasari ekonomi kawasan semakin menyakinkan kami bahwa tingkat Inflasi akan naik mendekati target 2 persen dalam jangka menengah," ucap Draghi dalam sebuah konferensi pers setelah pengumuman hasil rapat kebijakan ECB.

Pertumbuhan ekonomi Uni Eropa yang mencatatkan kondisi ekspansi dan diikuti oleh penciptaan pekerjaan baru dalam beberapa tahun terakhir, memicu perdebatan utama di antara pembuat kebijakan ECB mengenai seberapa cepat program stimulus akan diakhiri.

Dengan demikian, secara khusus para pembuat kebijakan (policymakers) harus mencapai kesepakatan tanggal tentang rencana penghentian program pembelian obligasi senilai 2.55 triliun Euro. Perlu diketahui, kebijakan ultra longgar ECB tersebut membuat biaya pinjaman menjadi lunak dan menghidupkan kembali perekonomian Uni Eropa yang sempat terkena resesi hampir sedekade lalu.

Ekonom yang disurvei Reuters mengatakan jika kemungkinan besar program pembelian obligasi ECB akan berakhir tahun ini, dan memperkirakan kenaikan suku bunga pertama Bank Sentral Eropa sudah akan terlihat setidaknya pada kuartal kedua 2019. Namun potensi perang dagang antara AS dan China juga ikut menjadi perhatian, karena dinilai dapat berdampak buruk bagi ekonomi Zona Euro.

 Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona Ekonomi Uni Eropa, diantaranya :

  1. M3 Money Supply                 Senin 30/04/2018 Pk 15:00 WIB
  2. Prelim Flash GDP               Rabu 02/05/2018 Pk 16:00 WIB
  3. CPI Flash Estimate             Kamis 03/05/2018 Pk 16:00 WIB
  4. Core CPI Flash Estimate   Kamis 03/05/2018 Pk 16:00 WIB

Secara Teknikal, PELEMAHAN pasangan harga EURUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BULLISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BULLISH pada level 1.2190, kemungkinan harga akan kembali ke level 1.2262 – 1.2327 – 1.2391. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BEARISH pada level 1.2048, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PELEMAHANnya ke area level 1.1973 – 1.1901 – 1.1826

GBPUSD

FS88 JOURNAL GBP TEMPLATE 

WEEKLY OUTLOOK : NEGATIF CENDERUNG NETRAL

 O : 1.4001     H : 1.4030      L : 1.3746      C : 1.3781

PERGERAKAN SEPEKAN 23/04 – 27/04 :  NEGATIF

RANGE SEPEKAN : 284 PIP

Secara Fundamental, GBPUSD menurun di sesi perdagangan sepekan kemarin hingga sempat menyentuh level terendah lima pekan di angka 1.3917. Penekanan terhadap mata uang poundsterling terus berlanjut setelah Gubernur Bank of England (BoE) Mark Carney menyampaikan pernyataan dovish terkait kenaikan suku bunga. Carney mengatakan bahwa kenaikan suku bunga masih akan dipertimbangkan secara bertahap dan perlu diadakan pertemuan lebih lanjut selama setahun ini.

Pernyataan tersebut menjadi sentimen negatif untuk poundsterling dan memicu aksi jual pada pasangan GBPUSD pada sesi perdagangan sepekan kemarin. Sebelumnya investor memperkirakan bahwa kenaikan suku bunga dari BoE akan terjadi pada bulan Mei mendatang. Sebelum pidato Carney, pasar juga dikejutkan dengan pertumbuhan inflasi dan penjualan ritel Inggris yang mengecewakan. Sehingga menimbulkan keraguan para investor akan prospek pertumbuhan Inggris dan kenaikan suku bunga Inggris.

Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona Ekonomi Inggris, diantaranya :

  1. Manufacturing PMI               Selasa 01/05/2018 15:30 WIB
  2. Construction PMI                 Rabu 02/05/2018 15:30 WIB
  3. Services PMI                         Kamis 03/05/2018 15:30 WIB

Secara Teknikal, PELEMAHAN pasangan harga GBPUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BULLISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BULLISH pada level 1.3933, kemungkinan harga akan kembali ke level 1.4020 – 1.4101 – 1.4188. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BEARISH pada level 1.3701, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PELEMAHANnya ke area level 1.3621 – 1.3544 – 1.3456

 

AUDUSD

FS88 JOURNAL AUD TEMPLATE 

WEEKLY OUTLOOK :  NEGATIF CENDERUNG NETRAL

O : 0.7668     H : 0.7681      L : 0.7530      C : 0.7578

PERGERAKAN SEPEKAN 23/04 – 27/04 :  NEGATIF

RANGE SEPEKAN : 151 PIP

Secara Fundamental, Inflasi Konsumen (CPI) Australia masih lemah di kuartal pertama tahun ini. Inflasi intinya bahkan sudah tiga tahun ini berada di bawah target bank sentral. Akibatnya, ekspektasi akan tertundanya kenaikan suku bunga Bank Sentral Australia (RBA) pun kian menguat dan membuat pasangan harga AUD/USD bearish di sesi perdagangan sepekan kemarin.

Biro Statistik Australia (ABS) pada Selasa (24/04) pagi WIB pekan kemarin melaporkan bahwa Inflasi Inti Australia berada di level 1.9 persen Year-on-Year, lagi-lagi di bawah ekspektasi RBA yang mematok level 2-3 persen. Sedangkan untuk inflasi Quarter-on-Quarter Australia, ABS mengumumkan hasil di level 0.4 persen, lebih rendah dari forecast kenaikan 0.5 persen.

Masalah besar yang menyebabkan rendahnya inflasi Australia adalah pertumbuhan gaji, terdapat perlambatan secara historis bahkan meskipun ada peningkatan dalam sektor ketenagakerjaan. Tak hanya Australia, fenomena tersebut kini sedang banyak  terjadi di negara-negara maju.

CPI yang tak kunjung meyakinkan membuat bank sentral mempertahankan tingkat suku bunga saat ini. Suku bunga RBA berada di level 1.5 persen sejak pertengahan tahun 2016, dan tak ada tanda-tanda bakal dinaikkan dalam waktu dekat.

Tidak ada "desakan khusus" untuk menaikkan suku bunga, kata Asisten Gubernur RBA, Christoper Kent di pekan kemarin, sebagaimana dikutip oleh Reuters. Walaupun perubahan selanjutnya yang diharapkan pada tingkat suku bunga adalah kenaikan, Kent mengatakan ekspektasi progres inflasi dan tingkat pengangguran Australia hanya perlahan.

Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona Ekonomi Australia, diantaranya :

  1. RBA Gov Lowe Speaks      Senin 30/04/2018 – Tentatived Time
  2. Cash Rate                            Selasa 01/05/2018 11:30 WIB
  3. RBA Rate Statement           Selasa 01/05/2018 11:30 WIB
  4. Trade Balance                     Kamis 03/05/2018 08:30 WIB
  5. Building Approvals              Kamis 03/05/2018 08:30 WIB
  6. RBA Monetary Policy           Jumat 04/05/2018 08:30 WIB

Secara Teknikal, PELEMAHAN pasangan harga AUDUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BULLISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BULLISH pada level 0.7635, kemungkinan harga akan kembali ke level 0.7695 – 0.7749 – 0.7806. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BEARISH pada level 0.7520, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PELEMAHANnya ke area level 0.7465 – 0.7410 – 0.7356.

XAUUSD

 FS88 JOURNAL XAU TEMPLATE

WEEKLY OUTLOOK :  NEGATIF CENDERUNG NETRAL

O : 1332.85   H : 1335.25   L : 1315.10    C : 1323.65

PERGERAKAN SEPEKAN 23/04 – 27/04 :  NEGATIF

RANGE SEPEKAN : $20.15 atau 201.5 PIP

Secara Fundamental, Harga emas naik pada perdagangan Jumat setelah imbal hasil surat utang pemerintah AS turun. Namun adanya prospek kesepakatan nuklir Korea membuat kenaikan harga emas tertahan. Mengutip halaman Reuters, Sabtu (28/04), harga emas di pasar spot naik 0,4 persen ke level USD 1.321,81 per troy ounce pada pukul 1.37 siang waktu New York.

Sedangkan untuk harga emas berjangka AS untuk peniriman Juni ditutup naik USD 5,50 atau 0,42 persen ke level USD 1.323,40 per troy ounce. "Kombinasi pelemahan dolar AS dan juga penurunan imbal hasil surat utang pemerintah AS menjadi di bawah 3 persen memberi dorongan kepada harga emas," jelas analis Dillon Gage Metals, Walter Pehowich.

Imbal hasil sudat utang AS berjangka waktu 10 tahun yang menjadi patokan suku bunga global turun dari posisi 3 persen yang telah dibukukan sejak Rabu lalu. Kenaikan imbal hasil obligasi AS biasanya menekan harga emas dan mengurangi daya tarik logam mulia ini. Dengan penurunan ini maka daya tarik emas mulai kembali lagi. Sedangkan kesepakatan antara pimpinan Korea untuk mengakhiri perang Korea menahan kenaikan harga emas ke level yang lebih tinggi.

"Kondisi geopolitik mereda sehingga kenaikan harga emas kurang kuat," jelas analis komoditas Commerzbank di Frankfurt, Carsten Fritsch. Korea Utara dan Korea Selatan secara bersamaan mengumumkan berakhirnya Perang Korea, yang membuat kedua negara bermusuhan selama 65 tahun terakhir. Hal itu disampaikan langsung oleh kedua pemimpin Korea dalam agenda KTT Korea Utara-Korea Selatan yang diselenggarakan di The Peace House, hari ini. 

Deklarasi tersebut secara resmi disebut "Deklarasi Panmunjom untuk Perdamaian, Kemakmuran, dan Penyatuan di Semenanjung Korea", setelah seharian rapat penuh dan percakapan pribadi selama 30 menit, pada satu jam terakhir pertemuan antara Kim Jong-un dan Presiden Moon Jae-in.

"Kedua pemimpin dengan sungguh-sungguh menyatakan bahwa tidak akan ada lagi perang di Semenanjung Korea dan era baru perdamaian telah dimulai," tulis deklarasi KTT Korea Utara-Korea Selatan itu, seperti dikutip dari CNN pada Jumat 27 April 2018.

Perang Korea berakhir pada 1953 dengan hasil buntu, yang mengakibatkan Semenanjung Korea terbagi menjadi dua kubu, Utara dan Selatan. Meski perjanjian gencatan telah ditandatangani kedua negara, hasil kesepakatan damai tidak pernah benar-benar dipatuhi. Secara teknis, saudara serumpun itu masih berperang.

Secara Teknikal, PELEMAHAN pasangan harga XAUUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BULLISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BULLISH pada level 1330.50, kemungkinan harga akan kembali ke level 1340.35 – 1349.20 – 1358.00. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BEARISH pada level 1314.15, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PELEMAHANnya ke area level 1305.95 – 1297.45 – 1288.95.

 

Sumber: ForexSignal88.ComForexFactory.ComCFTC, Investing.ComBloomberg.ComKitco.ComOilnGold.Com

DailyFx.ComReuters.ComCNN.ComMarketWatch.ComAssociated Press Sumber Gambar: PSL UK

Tags: #forexsignal88 #signalforex #sinyalforex #forexsignal #analisaforex #analisagold #belajarforex #seputarforex #sekilasforex #eurusd #gbpusd #audusd #xauusd #signalforexharian #signalforexakurat #analisaforex #analisatradingforex #analisaforexharian #analisagold #beritaforexindonesia #beritaforexharian #beritaterkiniforex #analisajituforex #toptrendingforex #signalforexgratis #signalforexindonesia #tipsforex #trikforex #strategiforex #teknikforex #analisateknikal

Share This

Jurnal Mingguan Lainnya

May 19, 2018

Sekilas Forex: Kekuatan USD Semakin Tak Terbendung

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 19/05/2018 - Hingga sesi perdagangan pekan lalu (14-18 Mei) berakhir, gelombang penguatan dolar AS belum terbendung, bahkan semakin kuat. Greenback terus menekan beberapa rival utamanya yaitu euro dan yen. Pada sesi pekan lalu…
May 12, 2018

Sekilas Forex: Pelemahan USD Hanya Koreksi. USD Masih Berpotensi Menguat

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 12/05/2018 - Di pekan lalu (7-11 Mei) dolar AS mulai mendapat tekanan balik yang cukup berarti dari para rivalnya, meskipun sebagian analis berpendapat bahwa pelemahan dolar AS tersebut hanyalah sebagai sebuah koreksi setelah…
May 05, 2018

Sekilas Forex: USD Membuat Rivalnya Terjembab Ke Level Psikologis

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 05/05/2018 - Dolar AS berhasil menjaga tren penguatannya di pekan lalu (30 April – 4 Mei) dengan dorongan impulsif terbaru yang diperlihatkan setelah publikasi laporan pembayaran gaji sektor non pertanian AS periode April pada…
April 28, 2018

Sekilas Forex: Strong USD Masih Rally. Waspadai Hasil Data NFP

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 28/04/2018 - Dolar AS terus berada di atas angin selama dua pekan terakhir, didukung oleh positifnya beberapa data makro ekonomi AS yang bersanding dengan memburuknya data-data ekonomi negara lain, meskipun di sesi penutupan pekan…
April 22, 2018

Sekilas Forex: Data Ekonomi Kembali Dongkrak USD, Mata Uang Rival Lainnya Terjembab

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 22/04/2018 - Dolar AS berkibar kembali di pekan lalu (16-20 April) dan setidaknya ada empat katalis utama yang mendukung pemulihan dolar AS di minggu lalu yaitu kenaikan tajam dan pemulihan imbal hasil Treasury AS, data global…