ForexSignal88.com l Jakarta, 22/04/2018 -  Dolar AS berkibar kembali di pekan lalu (16-20 April) dan setidaknya ada  empat katalis utama yang mendukung pemulihan dolar AS di minggu lalu yaitu kenaikan tajam dan pemulihan imbal hasil Treasury AS, data global yang lebih lemah, penjualan ritel AS yang meningkat dan bersanding dengan Beige Book yang optimis serta kurangnya risiko geopolitik baru.

Para investor merasa lega bahwa setelah menyerang target spesifik di Suriah, Trump tidak meningkatkan ketegangan lebih lanjut dan malah membatalkan rencananya untuk menjatuhkan lebih banyak sanksi kepada dewa pelindung Suriah yaitu Rusia.

Tetapi terlalu dini pula untuk bersikap optimis tentang perubahan perilaku presiden AS karena ternyata Trump pun tidak dapat menahan diri untuk “menyerang” OPEC pada hari Jumat (20/4), menyebut harga minyak sangat tinggi dan mengatakan bahwa kenaikan itu “tidak akan diterima”.

Jika saja Trump tetap relatif tenang, dengan dorongan dari laju naik data-data ekonomi AS dan imbal hasil Treasury 10-tahun yang mendekati 3%, dolar AS mungkin dapat memperpanjang kenaikannya.

Euro pun akhirnya diperdagangkan lebih rendah menjelang pengumuman kebijakan moneter European Central Bank (ECB) di pekan depan. Setelah berkonsolidasi selama 8 hari perdagangan dan gagal menembus $1,2400 di sepanjang waktu itu, EURUSD akhirnya berhenti berkonsolidasi setelah terdengar komentar penuh kehati-hatian dari anggota ECB, Jens Weidmann. EURUSD terpuruk ke $1,2250 di sesi penutupan pekan lalu.

Weidmann yang juga menjabat sebagai Presiden Bundesbank Jerman mengatakan ada indikasi baru-baru ini bahwa kuartal pertama di Jerman “tidak begitu cemerlang”. Namun pada hari Jumat (20/4), Presiden ECB Mario Draghi mengatakan momentum pertumbuhan diperkirakan akan terus berlanjut dan keyakinannya terhadap prospek inflasi meningkat meskipun ia akui siklus pertumbuhan zona euro mungkin telah mencapai puncaknya.

Rival utama dolar AS lainnya yaitu pound sterling pun tak berdaya di sesi pekan lalu. GBPUSD yang sempat mencapai $1,4375, titik tertinggi sejak referendum Brexit Juni 2016, langsung terjungkal di hari yang sama dan terus bergerak turun hingga di hari Jumat (20/4) mencapai $1,4005 setelah momentum bearish mendapat bahan bakar tambahan berupa komentar dovish dari Gubernur Bank of England (BoE) Mark Carney yang memberi sinyal kepada pasar bahwa kenaikan suku bunga bank itu mungkin masih lama lagi dan sangat kecil peluangnya untuk terjadi di bulan Mei.

Selanjutnya di pekan depan fokus pasar akan tertuju sekaligus terbagi pada sejumlah agenda/data penting yang diawali dengan data manufaktur Jerman, penjualan perumahan di AS, inflasi konsumen Australia, iklim bisnis Jerman, indeks keyakinan konsumen AS, keputusan suku bunga ECB, keputusan suku bunga BoJ, selanjutnya ditutup oleh PDB Inggris dan PDB AS. 

 

EURUSD

 FS88 JOURNAL EUR TEMPLATE

WEEKLY OUTLOOK :  NEGATIF CENDERUNG NETRAL

O : 1.2332     H : 1.2414      L : 1.2250      C : 1.2281

PERGERAKAN SEPEKAN 16/04 – 20/04 : NEGATIF

RANGE SEPEKAN : 165 PIP

Secara Fundamental, Para investor khawatir jika perekonomian Zona Euro yang saat ini sudah mencapai puncaknya, akan gagal mempertahankan performa sehingga berpeluang turun. Jika benar demikian, maka Bank Sentral Eropa (ECB) akan enggan untuk mengetatkan kebijakan moneter. Asumsi inilah yang mengendurkan kekuatan Euro terhadap Dolar AS.

Di samping itu, selama sepekan sesi perdagangan kemarin dollar AS masih mempertahankan kekuatan yang diperolehnya dari kenaikan Yield obligasi US Treasury. Ekspektasi akan kenaikan suku bunga The Fed selanjutnya pun mengimbangi kekhawatiran perang dagang.

Tak hanya perekonomian Zona Euro yang terancam mengalami tekanan. Data-data ekonomi global belakangan ini juga diperkirakan demikian, karena menunjukkan aktivitas bisnis global yang telah mencapai puncak. Kondisi ini pun mengurangi daya tarik Euro, Yen, dan Pound, setelah ketiganya berhasil mengungguli Dolar AS sejak tahun 2017.

Menurut Minh Trang, trader dari Silicon Valley Bank, kini para pelaku pasar uang mencari negara maju yang memiliki potensi kenaikan suku bunga paling besar dan memburu mata uangnya. Untuk hal tersebut, sementara ini Dolar AS jawabannya.

 

Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona Ekonomi Uni Eropa, diantaranya :

  1. Minimum Bid Rate              Kamis 26/04/2018 Pk 18:45 WIB
  2. ECB Press Conference     Kamis 26/04/2018 Pk 19:30 WIB

Secara Teknikal, PELEMAHAN pasangan harga EURUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BULLISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BULLISH pada level 1.2349, kemungkinan harga akan kembali ke level 1.2416 – 1.2480 – 1.2541. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BEARISH pada level 1.2206, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PELEMAHANnya ke area level 1.2147 – 1.2085 – 1.2019. 

GBPUSD

 FS88 JOURNAL GBP TEMPLATE

WEEKLY OUTLOOK : NEGATIF CENDERUNG NETRAL

O : 1.4030     H : 1.4103      L : 1.3964      C : 1.4088

PERGERAKAN SEPEKAN 16/04 – 20/04 :  NEGATIF

RANGE SEPEKAN : 369 PIP

Secara Fundamental, Poundsterling jatuh terempas terhadap Dolar AS, Euro, serta mata uang-mata uang mayor lainnya setelah pernyataan dovish Gubernur Bank Sental Inggris (BoE), Mark Carney. Ia mengatakan tidak akan terlalu fokus pada waktu pelaksanaan (timing) kenaikan suku bunga (rate hike). Padahal, pasar telah terlanjur optimis akan kenaikan suku bunga BoE bulan Mei depan.

"Saya tak mau terlalu fokus pada waktu persisnya (kenaikan suku bunga BoE), ini lebih kepada proses secara umum," kata Carney kepada BBC di sesi perdagangan pekan kemarin..

Ekspektasi pasar akan kenaikan suku bunga BoE bulan depan kian sirna setelah Carney menambahkan kata "sepertinya" dalam menyebut kenaikan suku bunga tahun ini. Yang jelas, katanya, Inggris harus bersiap untuk sedikit kenaikan suku bunga dalam beberapa tahun ke depan.

"Kita (Inggris) masih punya data-data (ekonomi) yang beragam. Kami (BoE) akan duduk tenang dan melihat situasi terlebih dahulu," kata Carney. "Saya yakin akan ada perbedaan pandangan, tetapi itulah pandangan yang akan kami ambil di awal Mei (merujuk pada rapat kebijakan BoE). Toh masih ada beberapa rapat lagi tahun ini," lanjutnya.

Carney juga mengatakan, ketidakpastian yang masih meliputi Brexit menjadi ganjalan bagi peningkatan investasi. "Sayangnya, itu berarti dalam jangka pendek batas kecepatan (pertumbuhan ekonomi Inggris) tidak meningkat. Produktivitas tidak meningkat, yang mana akan membatasi pula kenaikan gaji masyarakat," ungkap Carney.

Pernyataan Carney tersebut sangat kontras dengan apa yang diutarakan BoE dua bulan lalu tentang seriusnya risiko akibat inflasi Inggris yang kembali di atas 3 persen. Salah satu pejabat BoE yang memiliki hak suara dalam rapat MPC, Ian McCafferty, bahkan memproyeksikan inflasi Inggris bakal berada di angka 2.4 persen pada akhir tahun.

"Inflasi masih sekitar 30 basis poin di bawah prediksi BoE. Inflasi tahunan juga masih 20 basis poin di bawah target mereka, pertumbuhan gaji pun masih punya peluang naik. Jadi kami kira, data-data Inggris terbaru tak akan mengubah probabilitas kenaikan suku bunga BoE pada bulan Mei," kata Robert Wood, Ekonom Inggris untuk Merrill Lynch. "Namun, yang tidak mungkin adalah dua kenaikan suku bunga BoE di tahun ini," tambahnya.

Kathy Lien dari BKAsset Management juga masih melihat peluang kenaikan suku bunga Inggris dalam waktu dekat. Menurutnya, jika memang bulan Mei tak memungkinkan, maka paling lambat BoE akan menunggu sampai bulan Juni.

Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona Ekonomi Inggris, diantaranya :

  1. Prelim GDP                         Jumat 27/04/2018 15:30 WIB
  2. BOE Gov Carney Speaks   Jumat 27/04/2018 21:00 WIB

Secara Teknikal, PELEMAHAN pasangan harga GBPUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BULLISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BULLISH pada level 1.4076, kemungkinan harga akan kembali ke level 1.4150 – 1.4229 – 1.4297. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BEARISH pada level 1.3951, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PELEMAHANnya ke area level 1.3868 – 1.3790 – 1.3705.

 

AUDUSD

FS88 JOURNAL AUD TEMPLATE 

WEEKLY OUTLOOK :  NEGATIF 

O : 0.7767     H : 0.7811      L : 0.7653      C : 0.7665

PERGERAKAN SEPEKAN 16/04 – 20/04 :  NEGATIF

RANGE SEPEKAN : 158 PIP

Secara Fundamental, Data Ketenagakerjaan Australia sangat mengecewakan. Biro Statistik Australia (ABS) melaporkan, pembukaan lapangan kerja baru di Australia hanya bertambah 4,900, meleset jauh dari perkiraan penambahan sebesar 21,000. Di samping itu, data pada bulan Februari pun direvisi turun ke -6,300 dari sebelumnya yang menunjukkan kenaikan di 17,500. Menurut Elias Haddad, Ahli Forex dari Commonwealth Bank, reversal tajam pada AUD/USD terjadi menyusul kenaikan yang lebih tinggi lagi pada imbal hasil obligasi AS. Dolar AS menguat pesat bersama dengan Yield tersebut.

"Yield US Treasury 10-tahunan naik ke dekat level tinggi satu bulan sekitar 2.93 persen, karena indikator-indikator leading tentang tekanan inflasi meningkat ke siklus level tinggi yang baru," kata Haddad. "Sub komponen inflasi seperti outlook survei bisnis manufaktur Philadelphia, naik ke level tinggi multi tahunan pada bulan April, konsisten dengan kenaikan inflasi AS." Haddad menambahkan bahwa kenaikan Yield obligasi AS semacam itu memberikan beban cukup besar bagi Dolar Australia dan aset-aset yang lebih berisiko secara umum. Saham-saham AS tergelincir dan harga komoditas terpukul mundur begitu Dolar AS menguat.

Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona Ekonomi Australia, diantaranya :

  1. CPI                             Selasa 24/04/2018 08:30 WIB
  2. Trimmed Mean CPI Selasa 24/04/2018 08:30 WIB

Secara Teknikal, PELEMAHAN pasangan harga AUDUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BULLISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BULLISH pada level 0.7731, kemungkinan harga akan kembali ke level 0.7768 – 0.7804 – 0.7840. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BEARISH pada level 0.7637, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PELEMAHANnya ke area level 0.7598 – 0.7559 – 0.7520.

XAUUSD

FS88 JOURNAL XAU TEMPLATE 

WEEKLY OUTLOOK :  NETRAL

O : 1342.05   H : 1355.45   L : 1334.80    C : 1335.35

PERGERAKAN SEPEKAN 16/04 – 20/04 :  NEGATIF

RANGE SEPEKAN : $20.65 atau 206.5 PIP

Secara Fundamental, Harga emas kembali melemah seiring dolar Amerika Serikat (AS) menguat dan imbal hasil surat utang AS  atau obligasi menguat.

Harga emas untuk pengiriman Juni turun 0,8 persen ke posisi USD 1.338,30 per ounce. Harga emas diperdagangkan di kisaran sempit, harga emas turun 1,6 persen sejak capai level tertinggi dalam 2,5 bulan pada 11 April 2018 di kisaran USD 1.360.

Selama sepekan, harga emas berjangka turun 0,7 persen. Ini penurunan pertama dalam tiga minggu terakhir.Selain emas, harga perak juga tertekan. Harga perak turun 7,6 sen atau 0,4 persen menjadi USD 17.163 per ounce. Harga perak tergelincir dari level tertinggi dalam 2,5 bulan. Chief Analyst forexsignal88.com menuturkan, harga emas tergelincir karena meredanya ketegangan geopolitik dan harapan kenaikan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS) atau the Federal Reserve juga membuat kilau emas kembali memudar.

"Kenaikan didukung geopolitik, ketakutan perang dagang yang berkepanjangan dan risiko politik AS. Namun sentimen dari harapkan kenaikan suku bunga AS kembali menekan harga emas," kata Chief. Chief mengharapkan ada katalis baru untuk mendukung harga emas. Selain itu, indeks dolar AS juga menguat terhadap sejumlah mata uang. Ini membantu mengurangi permintaan emas. Indeks dolar AS naik 0,4 persen menjadi 90,26.

Harga emas berbalik arah dengan imbal hasil surat utang AS atau obligasi bertenor 10 tahun juga turut pengaruhi. Imbal hasil obligasi AS bertenor 10 tahun naik 3,5 basis poin menjadi 2,948 persen. Adapun hal perlu diperhatikan yaitu inflasi yang dapat kembali memikat investor untuk beralih ke emas. Sementara itu, bursa saham AS atau wall street tertekan menjelang akhir pekan. Investor terus waspada seiring meningkatnya imbal hasil obligasi dan fokus pada kinerja keuangan.

Secara Teknikal, PELEMAHAN pasangan harga XAUUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BULLISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BULLISH pada level 1341.30, kemungkinan harga akan kembali ke level 1349.15 – 1357.00 – 1364.85. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BEARISH pada level 1326.25, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PELEMAHANnya ke area level 1318.40 – 1309.90 – 1302.05.

Sumber: ForexSignal88.ComForexFactory.ComCFTC, Investing.ComBloomberg.ComKitco.ComOilnGold.Com

DailyFx.ComReuters.ComCNN.ComMarketWatch.ComAssociated Press Sumber Gambar: Shutterstock

Tags: #forexsignal88 #signalforex #sinyalforex #forexsignal #analisaforex #analisagold #belajarforex #seputarforex #sekilasforex #eurusd #gbpusd #audusd #xauusd #signalforexharian #signalforexakurat #analisaforex #analisatradingforex #analisaforexharian #analisagold #beritaforexindonesia #beritaforexharian #beritaterkiniforex #analisajituforex #toptrendingforex #signalforexgratis #signalforexindonesia #tipsforex #trikforex #strategiforex #teknikforex #analisateknikal

Share This

Jurnal Mingguan Lainnya

July 21, 2018

Sekilas Forex: Trump Menyuarakan Kuatnya USD Tidak Menguntungkan AS

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 21/07/2018 - Dua tokoh papan AS seakan berperang di pekan lalu (16-0 Juli) sehingga menimbulkan fluktuasi besar di perdagangan mata uang dan emas. Para pelaku pasar pun terus menikmati pasang surut tersebut yang dari sisi teknikal…
July 15, 2018

Sekilas Forex: Sentimen Forex Ada Pada Trump, Perang Dagang dan Brexit

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 15/07/2018 - Minggu lalu (9-13 Juli), fokus di kalangan investor dan pedagang tertuju pada Donald Trump. Pada minggu tersebut, dia melakukan perjalanan ke Belgia untuk pertemuan tahunan para pemimpin NATO. Seperti yang diharapkan,…
July 07, 2018

Sekilas Forex: Perang Dagang Amerika Serikat VS Cina Sudah Dimulai

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 07/07/2018 - Dinamika perdagangan mata uang dan emas pada hampir sepanjang pekan lalu (2-6 Juli) diwarnai oleh tekanan jual terhadap dolar AS meskipun tetap terbilang sebagai koreksi terhadap tren naik greenback yang terbentuk…
July 01, 2018

Sekilas Forex: USD Masih Pada Jalur Bullish Meskipun Sempat Koreksi

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 01/07/2018 - Rally dolar AS tersendat di pekan terakhir Juni (25-29 Juni) setelah rival utamanya yaitu euro mendapat dorongan bullish yang cukup kuat di penutupan sesi perdagangan pekan tersebut namun pada kerangka waktu mingguan…
June 23, 2018

Sekilas Forex: Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga BOE Meningkat. Pound Berusaha Naik

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 23/06/2018 - Meskipun pada jangka menengah dolar AS masih mendominasi perdagangan forex, di pekan lalu (18-22 Juni) mata uang tersebut menerima pukulan yang cukup kuat dari rival-rivalnya. Pukulan tersebut pada awalnya berasal…