ForexSignal88.com l Jakarta, 07/04/2018 -  Tema perang dagang antara dua kekuatan ekonomi terbesar dunia terus mewarnai pasar keuangan global, pasang surut kekhawatiran para pelaku pasar terhadap isu tersebut terus menjadi motor penggerak harga di beberapa bursa.

Minggu pertama bulan April tidak membawa pergerakan besar di bursa forex karena dolar AS nyaris tidak berubah terhadap sebagian besar mata uang utama dan tampaknya cerita antara Washington dan Beijing masih akan menjadi tajuk utama di pekan depan.

Dalam rentang waktu yang singkat, AS mengusulkan tarif baru senilai $50 miliar untuk impor produk China, China membalas dengan penalti yang sama tetapi mengatakan retribusi ini tidak akan berlaku hingga tarif AS benar-benar diterapkan.

Pada saat itu, para investor berharap bahwa sanksi AS itu akan diperlunak atau tidak diterapkan sama sekali. Tetapi harapan bahwa perang dagang bakal menghilang kembali sirna oleh permintaan Presiden AS Donald Trump menjelang akhir pekan lalu (2-6 April) bahwa para pejabat perdagangan AS harus mempertimbangkan bea tambahan senilai $100 miliar terhadap produk-produk China China. Dengan kata lain, Presiden Trump telah melipatgandakan potensi perang dagang yang menyebabkan China menanggapi dengan mengatakan akan melakukan serangan balik dengan kekuatan besar jika AS terus bergerak maju dengan ancaman tarif barunya.

China ingin bernegosiasi tetapi telah melemparkan bola kembali ke AS. Satu-satunya pertanyaan sekarang adalah apakah Presiden Trump saat itu hanya menggertak. China bisa saja mengeluarkan kembali ancamannya sendiri untuk meningkatkan tarif impor terhadap produk AS di minggu ini (9-13 April), yang akan menambah tekanan pada dolar AS, tetapi masalah serius baru akan timbul ketika semua ancaman tersebut akhirnya berubah menjadi sebuah tindakan nyata.

Namun sebagian analis melihat ekspektasi untuk jatuhnya greenback dan saham-saham AS bukanlah hal yang mudah untuk terwujud karena terbukti kedua aset itu jatuh setelah terbebani isu perang dagang AS-China namun mereka dapat pulih dengan cepat terbantu oleh perkembangan pada kesepakatan NAFTA.

Presiden Trump telah terbukti jauh lebih keras di luarnya saja ketimbang aksi sebenarnya dan dia pun terkenal seringkali membuat ancaman yang menghebohkan. Menurut penasihat ekonomi senior Larry Kudlow, pendekatan moderat, sedang, dan proporsional akan menjadi sebuah langkah yang ideal. Trump mungkin menyerahkan sederet daftar saran ke China dan mereka berharap untuk bernegosiasi dalam beberapa bulan ke depan. Jadi sanksi berupa tarif impor masih bisa menjadi ancaman belaka dan lama kelamaan akan semakin besar peluang pemulihan pasangan mata uang USD/JPY.

Meskipun laporan nonfarm payrolls terbaru pada hari Jumat memaksa greenback bergerak lebih rendah karena pertumbuhan pekerjaan di bawah standar sekaligus mengecewakan ekspektasi pasar, kenaikan dalam penghasilan rata-rata per jam dapat menjaga peluang kenaikan suku bunga Federal Reserve di musim panas.

Selanjutnya sejumlah data terutama yang terkait inflasi dan risalah/notulen pertemuan terakhir FOMC akan menjadi fokus utama para pelaku pasar di minggu ini dan semua itu tidak berpotensi untuk mengubah ekspektasi pasar untuk langkah pengetatan yang akan dilakukan The Fed.

 

EURUSD

 FS88 JOURNAL EUR TEMPLATE

WEEKLY OUTLOOK :  NEGATIF CENDERUNG NETRAL

O : 1.2322     H : 1.2345      L : 1.2215      C : 1.2285

PERGERAKAN SEPEKAN 02/04 – 06/06 : NEGATIF

RANGE SEPEKAN : 130 PIP

Secara Fundamental, Biro Statistik Uni Eropa, Eurostat, pada sesi perdagangan tengah pekan Rabu 04/04 minggu kemarin melaporkan bahwa inflasi Zona Euro naik 1.4 persen (YoY) di bulan Maret. Angka tersebut lebih baik dari pencapaian 1.1 persen di bulan Februari. Angka di bulan Maret tersebut cocok dengan ekspektasi pasar. Pertumbuhan inflasi yang melampaui ekspektasi pada periode ini, sebagian besar berasal dari harga makanan uprocessed yang naik sebanyak 0.9 persen.

Para ekonom mengekspektasikan bahwa kenaikan kali ini merefleksikan musim dingin yang melanda Eropa, sehingga harga buah-buahan dan sayuran mengalami kenaikan. Sementara itu, inflasi inti Zona Euro yang tidak memasukkan volatilitas harga energi dan makanan, menunjukkan kenaikan sebesar 1.3 persen (YoY) pada bulan Maret, dari 1.2 persen pada bulan Februari. Tak hanya inflasi, Euro juga mendapat kabar gembira dari sektor ketenagakerjaan yang menunjukkan bahwa tingkat pengangguran turun sebanyak 141,000 orang pada bulan Februari.

Walaupun inflasi Zona Euro kini hampir mendekati target 2 persen ECB, para pembuat kebijakan di bank sentral tersebut masih memperdebatkan perlu tidaknya penyelesaian skema pembelian aset sebesar 2.55 triliun euro. Ewald Nowotny, salah satu anggota ECB dari Bank Sentral Austria mengatakan di minggu lalu, bahwa ECB kemungkinan akan memutuskan kemungkinan pemotongan pembelian obligasi dalam rapat di pertengahan tahun ini. Itupun jika segala sesuatunya berkembang sesuai ekspektasi dan tidak ada yang merosot hingga tertinggal.

Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona Ekonomi Uni Eropa, diantaranya :

  1. ECB Monetary Policy Meeting Accounts  Kamis 12/04/2018 Pk 18:30 WIB

Secara Teknikal, PELEMAHAN pasangan harga EURUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BULLISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BULLISH pada level 1.2359, kemungkinan harga akan kembali ke level 1.2418 – 1.2480 – 1.2541. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BEARISH pada level 1.2206, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PELEMAHANnya ke area level 1.2147 – 1.2085 – 1.2019.

GBPUSD

FS88 JOURNAL GBP TEMPLATE 

WEEKLY OUTLOOK : POSITIF CENDERUNG NETRAL

O : 1.4030     H : 1.4103      L : 1.3964      C : 1.4088

PERGERAKAN SEPEKAN 02/04 – 06/06 : POSITIF

RANGE SEPEKAN : 139 PIP

Secara Fundamental, Cuaca dingin yang buruk sehingga menyebabkan salju tebal, berikut melemahnya permintaan konsumen, menjadi beban bagi aktivitas sektor jasa di Inggris pada bulan Maret. Indeks PMI Jasa Inggris yang dirilis oleh Markit menunjukkan penurunan ke angka 51.7 dari 54.5 pada bulan Februari. PMI Konstruksi Inggris juga menunjukkan penurunan yang sama pada sesi perdagangan engah pekan Rabu 04/04 kemarin, meskipun sektor manufaktur masih lebih baik. Pada sepekan perdagangan kemarin, para trader mengabaikan sebagian besar rilis data ekonomi Inggris karena mereka fokus pada sinyal-sinyal pelemahan ekonomi yang dapat membuat Bank Sentral Inggris (BoE) kembali mempertimbangkan rencana kenaikan suku bunga (rate hike).

Jordan Rochester, analis forex dari Nomura, mengatakan bahwa reaksi Pound terhadap data tersebut hanyalah respon kecil. Hal itu karena survei menunjukkan bahwa input harga mengalami kenaikan. Itu artinya, inflasi masih berada di atas target dan BoE perlu segera mengambil tindakan.  "Itu (data PMI Jasa) tidak akan banyak memengaruhi kenaikan suku bunga BoE pada bulan Mei mendatang, karena jelas bahwa penurunan diakibatkan oleh cuaca," kata Rochester.  Pendapat lain datang dari Neil Jones di Mizuho Bank. Ahli forex tersebut juga menyinggung masalah cuaca buruk sebagai penyebab penurunan data. Isu utama yang paling membayangi gerak Poundsterling adalah kenaikan suku bunga BoE dan lemahnya Dolar karena potensi perang dagang AS-China.

Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona Ekonomi Inggris, diantaranya :

  1. Halifax HPI                            Senin 09/04/2018 14:30 WIB
  2. Manufacturing Production  Rabu 11/04/2018 15:30 WIB
  3. Goods Trade Balance        Rabu 11/04/2018 15:30 WIB
  4. BOE Credit Survey               Kamis 12/04/2018 15:30 WIB

Secara Teknikal, PENGUATAN pasangan harga GBPUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BEARISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BEARISH pada level 1.3951, kemungkinan harga akan kembali ke level 1.3847 – 1.3755 – 1.3651. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BULLISH pada level 1.4150, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PENGUATANnya ke area level 1.4244 – 1.4337 – 1.4433.

AUDUSD

 FS88 JOURNAL AUD TEMPLATE

WEEKLY OUTLOOK :  NEGATIF CENDERUNG NETRAL

O : 0.7690     H : 0.7725      L : 0.7648      C : 0.7675

PERGERAKAN SEPEKAN 02/04 – 06/06 : NEGATIF

RANGE SEPEKAN : 77 PIP

Secara Fundamental, Sesuai ekspektasi, RBA mempertahankan suku bunganya di level 1.50 persen, yang saat ini menjadi level suku bunga tak diubah terlama sepanjang sejarah Australia. Terakhir, RBA memotong tingkat suku bunga sebanyak 0.25 persen di bulan Agustus 2016. Level suku bunga 1.50 persen tersebut dipertahankan selama 18 kali rapat berturut-turut, dengan bank sentral yang juga tidak melakukan penyesuaian anggaran.

Dalam pernyataan pasca rapatnya, RBA kembali tidak menyinggung pertumbuhan GDP Australia yang sudah lebih dari 3 persen. RBA hanya terus menegaskan bahwa kebijakan moneter yang tidak diubah ini telah konsisten sesuai dengan target CPI, dan sejalan dengan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Selain itu, Gubernur RBA Philip Lowe juga mengulangi pernyataan bahwa inflasi tampaknya masih akan rendah selama beberapa waktu. Pada akhirnya, bank sentral tersebut mengeluarkan forecast untuk tahun 2018 ini, yang menyimpulkan bahwa percepatan pertumbuhan ekonomi masih diperlukan.

"Berkurangnya tingkat pengangguran dan kembalinya inflasi ke rentang target telah sesuai dengan ekspektasi, walaupun prosesnya mungkin tampak bertahap," kata Lowe. "Salah satu sumber ketidakpastian masih terletak pada sektor konsumsi masyarakat, walaupun pertumbuhan konsumsi mengalami pertumbuhan di akhir tahun 2017," tambahnya.

RBA juga memberikan komentar tentang gejolak perang dagang yang memanas antara AS dan China. Ada penekanan yang berbeda dari komentar sebelumnya, terutama dalam hal kebijakan perdagangan AS dan pengetatan dalam pasar kredit. "Volatilitas ekuitas pasar telah meningkat dari level yang sangat rendah tahun lalu, khususnya karena kekhawatiran tentang arah kebijakan perdagangan internasional di AS," kata Philip Lowe.

Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona Ekonomi Australia, diantaranya :

  1. NAB Business Confidence                       Selasa 10/04/2018 08:30 WIB
  2. RBA Financial Stability Review     Jumat 13/04/2018 08:30 WIB

Secara Teknikal, PELEMAHAN pasangan harga AUDUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BULLISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BULLISH pada level 0.7731, kemungkinan harga akan kembali ke level 0.7768 – 0.7804 – 0.7840. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BEARISH pada level 0.7637, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PELEMAHANnya ke area level 0.7598 – 0.7559 – 0.7520.

XAUUSD

 FS88 JOURNAL XAU TEMPLATE

WEEKLY OUTLOOK :  NEGATIF CENDERUNG NETRAL

O : 1326.05   H : 1348.00   L : 1319.40    C : 1333.00

PERGERAKAN SEPEKAN 02/04 – 06/06 :  POSITIF

RANGE SEPEKAN : $28.60 atau 286 PIP

Secara Fundamental, Harga spot emas kembali naik di sesi perdagangan akhir pekan, ketika saham Wall Street dan Dolar jatuh dipicu pernyataan dari Presiden AS Donald Trump dan pejabat China yang memberikan kekhawatiran tentang kemungkinan perang dagang. Harga emas juga dipengaruhi oleh rilis data pekerjaan AS yang ternyata lebih lemah dari harapan.

Melansir halaman Reuters, Sabtu (7/4/2018), harga emas di pasar Spot naik 0,5 persen menjadi USD 1.332,11 per ounce. Di awal perdagangan, harga emas jatuh ke sesi rendah USD 1.321,16, terendah sejak 21 Maret. Adapun emas berjangka AS untuk pengiriman Juni ditutup naik 0,6 persen menjadi USD 1.336,10 per ounce. Harga emas di pasar spot naik 0,6 persen sejak Jumat lalu.

Wall Street jatuh, dengan Dow turun lebih dari 450 poin, setelah Trump mengancam kembali untuk mengenakan tarif impor terhadap China senilai USD 100 miliar. Ancaman ini kemudian dibalas Beijing yang menjanjikan adanya serangan balik yang lebih sengit.   

Kejatuhan harga saham menyeret dolar terhadap yen dan euro. Hal penekan Dolar adalah data yang menunjukkan perekonomian AS pada Maret menciptakan pekerjaan paling sedikit dalam enam bulan. Hal ini kemungkinan mendorong Federal Reserve untuk lebih lambat menaikkan suku bunga.    

Harga emas terus berfluktuasi seiring munculnya kekhawatiran perang perdagangan antara AS-Cina. "Kami kembali ke skenario risk-off hari ini, tapi tetap saja terjebak dalam kisaran perdagangan antara USD 1.300 dan USD 1.360," kata RobHaworth, Ahli Strategi Investasi Senior U.S. Bank WealthManagement. Dia mengatakan jika pasar sangat memperhatikan dolar dan obligasi serta langkah apa yang akan dilakukan Fed.   

"Laporan penggajian telah memberikan dorongan kecil untuk emas, tetapi secara keseluruhan itu minggu yang cukup suram," tambah Kepala Strategi komoditas Saxo Bank, Ole Hansen.

Secara Teknikal, PENGUATAN pasangan harga XAUUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BEARISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BEARISH pada level 1318.40, kemungkinan harga akan kembali ke level 1310.55 – 1302.05 – 1294.20. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BULLISH pada level 1341.30, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PENGUATANnya ke area level 1349.20 – 1357.00 – 1364.85.

 

Sumber: ForexSignal88.ComForexFactory.ComCFTC, Investing.ComBloomberg.ComKitco.ComOilnGold.Com

DailyFx.ComReuters.ComCNN.ComMarketWatch.ComAssociated Press Sumber Gambar: Whatsonweibo

Tags: #forexsignal88 #signalforex #sinyalforex #forexsignal #analisaforex #analisagold #belajarforex #seputarforex #sekilasforex #eurusd #gbpusd #audusd #xauusd #signalforexharian #signalforexakurat #analisaforex #analisatradingforex #analisaforexharian #analisagold #beritaforexindonesia #beritaforexharian #beritaterkiniforex #analisajituforex #toptrendingforex #signalforexgratis #signalforexindonesia #tipsforex #trikforex #strategiforex #teknikforex #analisateknikal

Share This

Jurnal Mingguan Lainnya

October 13, 2018

Sekilas Forex: Melemah Pekan Kemarin, USD Butuh Berita Segar Untuk Pekan Depan

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 13/10/2018 - Perdagangan forex dan emas pekan lalu (8-12 Oktober) diawali dengan nada positif dolar AS sebagai reaksi pasar terhadap pelemahan di pasar global, yang dipimpin oleh jatuhnya ekuitas China, dan data-data ekonomi AS…
October 07, 2018

Sekilas Forex: Data Non Farm Payroll Lemah, Apakah USD Ikutan Melemah Pekan Depan?

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 07/10/2018 - Mengawali sesi perdagangan Oktober, dolar AS memberikan tekanan kepada sebagian rivalnya. Penguatan parsial dolar AS tersebut masih dimotori oleh euforia pasar terhadap kenaikan suku bunga acuan Federal Reserve pada…
September 29, 2018

Sekilas Forex: Suku Bunga AS Naik, dan Akan Naik 1 Kali Lagi Tahun 2018

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 29/09/2018 - Pekan terakhir September telah berlalu dan sepanjangnya pergerakan di bursa forex dan emas tetap diwarnai oleh beraneka berita terkait perang tarif impor AS-China, Brexit dan tingkat suku bunga AS. Dolar AS relatif…
September 22, 2018

Sekilas Forex: Perang Dagang dan Brexit Masih Menghantui Bursa Forex & Emas

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 22/09/2018 - Brexit dan perang dagang masih menjadi primadona berita pasar yang memikat hati para investor dan pedagang di bursa forex dan emas. Seperti di pekan sebelumnya, dolar AS memulai perdagangan pekan lalu (17-21…
September 15, 2018

Sekilas Forex: USD Masih Akan Fluktuatif Pekan Depan

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 15/09/2018 - Mengawali perdagangan pekan lalu (10-14 September), dolar AS mendapatkan tekanan mendadak lagi dari pound sterling, yang juga memicu penguatan mata uang lain dan harga emas, karena pada hari Senin (10/9) tersiar kabar…