ForexSignal88.com l Jakarta, 11/03/2018 – Laporan pekerjaan AS pada hari Jumat tidak menunjukkan dampak signifikan pada pasar forex di luar penguatan momentum positif dalam perekonomian. Sebanyak 313.000 pekerjaan diciptakan pada bulan Februari, yang merupakan kenaikan satu bulan terbesar dalam 3,5 tahun.

Meskipun tingkat pengangguran meningkat dan pertumbuhan pendapatan rata-rata per jam melambat, poin yang paling penting adalah angka-angka tersebut menjadi alasan yang cukup kuat bagi Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga acuannya pada akhir bulan ini.

Aktivitas sektor jasa masih berkembang pada tingkat yang sehat dan menurut Beige Book ekonomi AS berkembang pada tingkat moderat sampai sedang antara Januari dan Februari dengan pasar tenaga kerja yang ketat yang terus mendorong upah dan inflasi.

Dengan melihat laporan nonfarm payrolls tersebut, kecuali jika indeks harga konsumen (CPI) atau penjualan eceran memburuk, Ketua Fed Jerome Powell sangat mungkin untuk menaikkan suku bunga bank sentral AS yang pertama di tahun ini.

Namun dapat dikatakan perkembangan terpenting dalam sepekan terakhir tidak ada kaitannya dengan data ekonomi atau kebijakan bank sentral melainkan meredanya kekhawatiran pasar terhadap potensi perang dagang global dan berkurangnya potensi aksi militer di Korea Utara.

Presiden AS Donald Trump di pekan lalu menandatangani keputusan mengenai tarif impor baja dan aluminium namun menawarkan pembebasan tarif tersebut ke Kanada dan Meksiko bersamaan dengan sebuah undangan ke negara-negara lainnya untuk juga mengajukan pengecualian dari tarif tersebut.

Kebijakan itu akhirnya dinilai oleh pasar tidaklah seseram yang dikhawatirkan pasar dan banyak pihak lain sebelumnya, sehingga dolar AS melonjak terhadap yen Jepang sementara arus risiko (risk appetite) kembali ke mata uang lainnya. Namun demikian pasar juga para politisi dari negara-negara mitra dagang AS tetap berhati-hati dan terus mengamati perkembangan potensi perang dagang.

Di pekan yang sama pada sisi geopolitik, rencana Trump untuk bertemu dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un pada bulan Mei, sebagian sumber menyebut sebelum bulan itu, adalah sebuah berita besar karena hanya beberapa hari sebelumnya dia mengkritik Kim untuk menerima tawarannya untuk bertemu.

Jika pertemuan itu benar-benar terjadi, baik melalui telepon atau secara langsung, akan sangat membantu menetralisir salah satu ancaman terbesar terhadap stabilitas pasar dan global.

Inilah yang diinginkan oleh Mr. Kim dan pendahulunya yaitu sebuah pengakuan dari komunitas global. Pertemuan itu diperkirakan akan berjalan dengan baik dengan keduanya mungkin akan menjanjikan kerja sama dan hal yang paling penting secara historis adalah bahwa akhirnya mereka mulai saling berbicara.

Selanjutnya pada pekan ini (12-16 Maret), selain perkembangan tarif pajak AS dan situasi di semenanjung Korea, pasar akan memperhatikan sejumlah data penting seperti CPI dan PPI AS, pidato para pejabat bank sentral Australia, Eropa dan Kanada, penjualan ritel, keputusan suku bunga bank sentral Swiss serta data industri dan sentimen konsumen AS.

 

EURUSD

FS88 JOURNAL EUR TEMPLATE 

WEEKLY OUTLOOK :  NETRAL

O : 1.2328     H : 1.2446      L : 1.2269      C : 1.2307

PERGERAKAN SEPEKAN 05/09 – 09/03 : DOJI NEGATIF

RANGE SEPEKAN : 177 PIP

Secara Fundamental, Risalah atau notulen dari pertemuan kebijakan moneter ECB terakhir pada bulan Januari menunjukkan bahwa bank tersebut dapat mengumumkan perubahan kebijakan moneter di “awal” tahun 2018, namun diperkirakan terlalu dini untuk mengubah pendirian kebijakan moneternya di awal tahun ini.

Risalah dari pertemuan terakhir ECB juga menunjukkan bahwa bank tersebut terus memonitor euro, dengan mengatakan bahwa nilai tukar merupakan sumber ketidakpastian, setelah mata uang tersebut telah melo njak sejak awal tahun ini, terutama terhadap dolar AS. Euro yang lebih kuat bisa berdampak pada ekspor Eropa dan mempengaruhi harga di kawasan ini. Akibatnya, ECB bisa dipaksa mengubah sikap kebijakan moneternya.

Namun menurut Brzeski, jika Presiden ECB Mario Draghi hanya memberikan pergeseran komunikasi yang sangat kecil dan hati-hati maka euro berisiko sedikit lebih rendah. Dia menambahkan bahwa dalam beberapa minggu mendatang, kemungkinan euro akan lebih terpengaruh oleh politik AS dan bukan oleh komentar ECB.

Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona Ekonomi Uni Eropa, diantaranya :

  1. German ZEW Economic Sentiment        Selasa 13/03/2018 Pk 17:00 WIB           
  2. Final CPI                                                       Jumat 16/03/2018 Pk 17:00 WIB

Secara Teknikal, PELEMAHAN pasangan harga EURUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BULLISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BULLISH pada level 1.2369, kemungkinan harga akan kembali ke level 1.2429 – 1.2488 – 1.2542. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BEARISH pada level 1.2253, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PELEMAHANnya ke area level 1.2194 – 1.2137 – 1.2072.

GBPUSD

FS88 JOURNAL GBP TEMPLATE 

WEEKLY OUTLOOK : NETRAL

O : 1.3795     H : 1.3928      L : 1.3765      C : 1.3846

PERGERAKAN SEPEKAN 05/09 – 09/03 : POSITIF

RANGE SEPEKAN : 163 PIP

Secara Fundamental, Kebijakan pelonggaran kuantitatif Bank of England telah mendorong pasar dan mempertahankan suku bunga rendah sejak krisis keuangan tahun 2008, mungkin tidak akan pernah berakhir dengan cara yang berarti, demikian ungkap David Miles yang merupakan anggota komite kebijakan moneter bank sentral Inggris selama krisis keuangan.

Miles mengungkapkan bahwa dirinya tidak yakin ada penghapusan paket stimulus atau QE dari BoE. Seperti kita ketahui bahwa krisis 2008 lalu di respon oleh bank-bank sentral negara maju tersebut dengan memangkas suku bunga hampir nol persen dan menerapkan pula pembeliaan obligasi pemerintah dalam skala besar, terutama yang mereka beli adalah yang berasal dari bank umum.

Miles menjelaskan pandangannya bahwa bank-bank komersial telah memegang cadangan yang lebih besar di BoE sejak krisis keuangan, di mana ada sekitar £300 milyar hingga £400 milyar, dan lebih aman meminjam satu dengan yang lain selagi suku bunga sedang rendah. Jika ini benar, maka aset BoE akan tinggi sehingga secara subtansial maka suku bunga akan dipertahankan di titik yang rendah agar pembiayaan ekonomi juga tetap rendah.

Ini menunjukkan bahwa biaya investasi di Inggris akan terlihat makin mahal di mana secara makroekonomi global, Miles masih menyalahkan suku bunga rendah ketika ekonomi sudah membaik dan sepertinya juga akan membuat laju pertumbuhan ekonomi Inggris seperti jalan di tempat..

Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona Ekonomi Inggris, diantaranya :

  1. Annual Budget Release     Selasa 13/03/2018 19:30 WIB

Secara Teknikal, PENGUATAN pasangan harga GBPUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BEARISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BEARISH pada level 1.3695, kemungkinan harga akan kembali ke level 1.3621 – 1.3540 – 1.3458. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BULLISH pada level 1.3933, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PENGUATANnya ke area level 1.4004 – 1.4074 – 1.4151.

 

AUDUSD

 

WEEKLY OUTLOOK :  NETRAL Cenderung POSITIF 

O : 0.7758     H : 0.7852      L : 0.7724      C : 0.7845

PERGERAKAN SEPEKAN 05/09 – 09/03 : POSITIF

RANGE SEPEKAN : 128 PIP

Secara Fundamental, Philip Lowe mengatakan bahwa penurunan manufaktur Australia dapat membebani pemulihan investasi bisnis dalam beberapa tahun ke depan. Dalam pidatonya tersebut pagi tadi, Lowe juga mengisyaratkan bahwa investasi non-pertambangan bisa jadi akan mengalami penurunan porsi kontribusi terhadap keseluruhan GDP Australia. "Kami memperkirakan, pergeseran turun yang terjadi dalam sektor manufaktur, dapat mengurangi rasio investasi sektor non pertambangan terhadap GDP, sekitar 1-2 persen," kata Lowe dalam pidatonya di hadapan Forum Bisnis di Sydney.

Selain itu menyinggung masalah ekonomi bisnis dalam negeri Australia, Lowe juga membahas rencana Presiden AS Donald Trump yang akan menerapkan bea impor sejumlah komoditas logam untuk perusahaan-perusahaan AS. Menurutnya, rencana tersebut dapat berkembang menjadi guncangan yang besar bagi perekonomian global. Dengan tegas, Lowe menyebut bahwa rencana penerapan bea impor baja dan aluminium oleh Trump adalah hal yang sangat disesalkan dan kebijakan yang buruk. Gubernur RBA itu menyarankan agar negara-negara lain tetap tenang dan tidak menerapkan kebijakan balasan yang dapat memicu perang dagang, karena kebijakan Trump tersebut dinilai sarat akan kepentingan politik belaka.

Namun demikian neraca perdagangan Australia tercatat surplus melebihi ekspektasi pada bulan Januari. Sektor-sektor ekspor utama negara tersebut menunjukkan peningkatan, sementara sektor impornya mengalami penurunan. ABS melaporkan bahwa surplus neraca perdagangan Australia mencapai AUD1.055 miliar pada bulan Januari, membalikkan defisit di bulan sebelumnya yakni sejumlah AUD1.358 miliar. Selain itu, neraca surplus perdagangan Australia bulan ini tiga kali lipat lebih besar daripada ekspektasi Reuters yang hanya AUD330 juta. 

Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona Ekonomi Australia, diantaranya :

  1. NAB Business Confidence                       Selasa 13/03/2018 07:30 WIB

Secara Teknikal, PENGUATAN pasangan harga AUDUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BEARISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BEARISH pada level 0.7706, kemungkinan harga akan kembali ke level 0.7654 – 0.7604 – 0.7552. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BULLISH pada level 0.7803, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PENGUATANnya ke area level 0.7846 – 0.7889 – 0.7933.  

XAUUSD

WEEKLY OUTLOOK :  NETRAL

O : 1322.95   H : 1340.35   L : 1312.65    C : 1323.30

PERGERAKAN SEPEKAN 05/09 – 09/03 :  DOJI POSITIF

RANGE SEPEKAN : $27.7 atau 277 PIP

Secara Fundamental, Harga Emas menguat menjelang akhir pekan ini seiring data tenaga kerja Amerika Serikat (AS) yang kuat. Akan tetapi, pertumbuhan upah mengecewakan. Dolar AS melemah seiring data tenaga kerja juga pengaruhi harga emas. Harga emas dan mata uang dolar AS sering berlawanan arah. Dolar AS melemah dapat menjadi daya tarik investor untuk membeli emas. Harga emas untuk pengiriman April naik US$ 2,3 atau 0,2 persen ke posisi US$ 1.324 per ounce. Harga emas menguat 0,05 persen atau 60 sen selama sepekan.

Data tenaga kerja AS menunjukkan ada penambahan sekitar 313 ribu pekerja pada Februari 2018. Akan tetapi, upah turun menjadi 2,6 persen dari periode Januari 2018 di kisaran 2,8 persen. "Angka tenaga kerja sebenarnya buat harga emas turun, tetapi pertumbuhan upah juga tidak signifikan. Pertumbuhannya turun menjadi 2,6 persen. Pelaku pasar mengambil posisi beli menjelang akhir pekan," ujar Chief Investment Officer Wolfpack Capital Jeff Wright, seperti dikutip dari halaman Marketwatch, Sabtu (10/3/2018).

Akan tetapi secara keseluruhan, laporan tenaga kerja tetap mendorong bank sentral Amerika Serikat (AS) atau the Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga pada 2018. "Jumlah upah yang kurang dari perkiraan menunjukkan inflasi. Laporan tenaga kerja mempengaruhi kebijakan AS yang ingin melihat tingkat suku bunga naik lebih cepat," ujar Jim Wyckoff, Analis Kitco.com. Dengan kondisi itu, indeks dolar AS melemah 0,1 persen hingga ke posisi 90,11 yang berdampak positif buat harga emas. Selain itu, pasar pun bersiap untuk mendapatkan gaji lebih kuat usai kekhawatiran inflasi. Kenaikan inflasi dapat menambah tekanan ke the Federal Reserve untuk mempercepat kenaikan suku bunga yang dapat menekan bursa saham.

Secara Teknikal, PENGUATAN pasangan harga XAUUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BEARISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BEARISH pada level 1310.45, kemungkinan harga akan kembali ke level 1301.80 – 1292.35 – 1282.60. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BULLISH pada level 1328.95, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PENGUATANnya ke area level 1336.95 – 1344.85 – 1352.85.

 

Sumber: ForexSignal88.ComForexFactory.ComCFTC, Investing.ComBloomberg.ComKitco.ComOilnGold.Com

DailyFx.ComReuters.ComCNN.ComMarketWatch.ComAssociated Press Sumber Gambar: Commercialrecord.Com

Tags: #forexsignal88 #signalforex #sinyalforex #forexsignal #analisaforex #analisagold #belajarforex #seputarforex #sekilasforex #eurusd #gbpusd #audusd #xauusd #signalforexharian #signalforexakurat #analisaforex #analisatradingforex #analisaforexharian #analisagold #beritaforexindonesia #beritaforexharian #beritaterkiniforex #analisajituforex #toptrendingforex #signalforexgratis #signalforexindonesia #tipsforex #trikforex #strategiforex #teknikforex #analisateknikal

Share This

Jurnal Mingguan Lainnya

November 03, 2018

Sekilas Forex: Merkel, Brexit, dan BOE Gerakan Pasar Pekan Lalu. Kini Pasar Tunggu Midterm Election AS.

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 04/11/2018 - Aktivitas perdagangan forex dan emas pada pekan lalu (29 Oktober-2 November) di awali dengan naiknya nilai tukar dolar AS terhadap euro, mendekati level tertinggi 10 minggu yang dicetak pada pekan sebelumnya, di…
November 10, 2018

Sekilas Forex: Midterm Election AS dan Kenaikan Suku Bunga AS Semakin Dekat

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 10/11/2018 - Geliat bursa forex dan emas pada pekan lalu (5-9 November) sebagian besar dimotori oleh midterm election di Amerika Serikat (AS) atau dikenal pula sebagai pemilihan sela alias pemilihan jeda oleh media nasional di…
October 27, 2018

Sekilas Forex: 5 Perkembangan Forex Yang Penting Anda Ketahui

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 27/10/2018 - Dolar AS mengamuk di awal pekan lalu (22-26 Oktober), menekan semua rivalnya sekaligus membebani harga emas. Pemicu utama penguatan greenback adalah kemerosotan pound sterling di tengah meningkatnya ketidakpastian…
October 20, 2018

Sekilas Forex: Peluang 83% Untuk Suku Bunga AS Naik Lagi Di Desember 2018

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 21/10/2018 - Memulai paruh kedua bulan Oktober, dolar AS merosot pada hari Senin (15/10) setelah data penjualan ritel AS untuk September meleset dari ekspektasi para ekonom. Penyebab lain merosotnya greenback adalah imbal hasil…
October 13, 2018

Sekilas Forex: Melemah Pekan Kemarin, USD Butuh Berita Segar Untuk Pekan Depan

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 13/10/2018 - Perdagangan forex dan emas pekan lalu (8-12 Oktober) diawali dengan nada positif dolar AS sebagai reaksi pasar terhadap pelemahan di pasar global, yang dipimpin oleh jatuhnya ekuitas China, dan data-data ekonomi AS…