ForexSignal88.com l Jakarta, 04/03/2018 – Lagi-lagi dolar AS seakan terjebak di antara dua tokoh sentral AS. Kali ini di antara ketua Federal Reserve dan Presiden AS. Sebelumnya pada akhir Januari, saat ada perhelatan World Economic Forum 2018 di Davos, Swiss, dolar AS terombang-ambing karena pernyataan yang kontradiktif antara Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin atasannya yaitu Presiden AS Donald Trump mengenai preferensi mereka tentang nilai tukar dolar AS.

Meskipun bukanlah pernyataan yang menegaskan sikap resmi pemerintah AS, apa yang mereka sampaikan menjadi referensi penting bagi pasar untuk mencoba membaca akan kemanakah kebijakan pemerintah AS mengenai nilai tukar mereka dalam kaitannya dengan rencana Trump sejak kampanye untuk memenangkan perdagangan internasional.

Pada sesi perdagangan pekan lalu (26 Februari – 2 Maret) pergerakan dolar AS yang di awal pekan menguat, meneruskan penguatan di pekan sebelumnya, terus menguat lagi setelah ketua baru The Fed menyampaikan kesaksiannya di hadapan DPR AS pada hari Selasa (27/2). Saat itu Jerome Powell menyampaikan nada hawkish tentang siklus pengetatan kebijakan moneter sehingga pasar semakin yakin bahwa The Fed akan dapat menaikkan suku bunga acuannya sebanyak empat kali di tahun ini.

Selanjutnya pada hari Kamis (1/3) saat berbicara di Komite Perbankan Senat AS, Powell mengatakan bahwa tidak ada bukti yang menegaskan bahwa ekonomi AS terlalu panas (overheating) dan pasar tenaga kerja mungkin masih memiliki ruang untuk terus membaik.

Saat itu pasar melihat Powell mundur sedikit dari komentar hawkish yang disampaikannya pada hari Selasa, mungkin setelah ia melihat dampak komentarnya terhadap kinerja saham dan imbal hasil obligasi AS sebelumnya.

Namun secara keseluruhan, para investor masih percaya bahwa setidaknya The Fed akan menaikkan suku bunga tiga kali tahun ini. Apalagi di hari Kamis Presiden Fed New York William Dudley tampak nyaman dengan kenaikan empat tingkat suku bunga di tahun 2018 meskipun ia mengatakan kenaikan tersebut akan terjadi secara bertahap.

Penguatan dolar AS tak berlangsung lama karena kemudian Presiden Trump, juga di hari Kamis, mengatakan bahwa AS akan segera memberlakukan tarif impor baja dan aluminium, dijadwalkan pada pekan ini. Trump mengatakan AS akan memberlakukan tarif 25% untuk impor baja dan tarif 10% untuk aluminium.

Langkah yang sangat kontroversial ini membuat kekhawatiran bahwa mitra dagang utama AS termasuk China dapat melakukan tindakan penanggulangan dan pembalasan, yang dapat bermuara pada perang perdagangan global.

Dikabarkan Uni Eropa sedang menyusun daftar produk AS yang ditargetkan, termasuk jus jeruk dan bourbon (sejenis minuman beralkohol).

"Uni Eropa siap bereaksi dengan cepat dan tepat jika ekspor kita dipengaruhi oleh tindakan perdagangan yang membatasi (proteksionis) dari AS," kata seorang sumber dari Komisi Eropa kepada CNBC di hari Kamis.

Sementara itu kementerian perdagangan China pada bulan lalu sudah mewanti-wanti, "Jika keputusan akhir dari AS melukai kepentingan China, kami pasti akan mengambil tindakan yang diperlukan untuk melindungi hak-hak kami yang sah."

Pembalasan dari China dipandang sebagai ancaman terbesar karena sektor ekonomi AS, termasuk pertanian, sangat bergantung pada permintaan dari raksasa ekonomi Asia dan nomor dua di dunia tersebut.  

Selanjutnya di pekan ini (5-9 Maret), selain terus memantau kebijakan Washington dan prospek perang dagang, pasar juga bersiap untuk mengantisipasi pekan perdagangan yang penuh dengan agenda penting baik ekonomi maupun moneter di mana sejumlah bank sental utama akan mengumumkan kebijakan mereka. 

 

EURUSD

 FS88 JOURNAL EUR TEMPLATE

WEEKLY OUTLOOK :  NETRAL

O : 1.2293     H : 1.2355      L : 1.2155      C : 1.2331

PERGERAKAN SEPEKAN 26/02 – 02/03 : POSITIF

RANGE SEPEKAN : 200 PIP

Secara Fundamental, Menurut Draghi, buruknya kelemahan dalam perekonomian dapat memperlambat kenaikan inflasi Zona Euro, tetapi hanya sementara; dan harga-harga pada akhirnya akan naik lagi. Faktor-faktor yang menghambat kenaikan inflasi akan memudar seiring dengan berlanjutnya pertumbuhan. Hubungan tradisional antara pertumbuhan dan inflasi masih bertahan, meskipun korelasinya melemah dalam beberapa tahun belakangan. 

"Dikarenakan ketidakpastian mengenai pengukuran kelemahan ekonomi, jumlah sebenarnya bisa jadi lebih besar dibanding yang telah diestimasikan, hal mana dapat memperlambat pemulihan laju inflasi," kata Draghi, "Ini terutama nampak di pasar tenaga kerja." "Namun demikian, faktor-faktor ini semestinya memudah seiring berlanjutnya ekspansi ekonomi dan penurunan pengangguran. Kedepan, kami mengantisipasi inflasi akan melanjutkan penyesuainnya ke arah atas secara bertahap, didukung oleh kebijakan-kebijakan moneter kami." 

Sembari mengulangi kembali pernyataannya mengenai optimisme pada masa depan perekonomian, Mario Draghi mengungkapkan pula bahwa kesabaran dan kegigihan untuk menjalankan kebijakan ECB masih diperlukan. Kenaikan inflasi masih menjadi prasyarat bagi perubahan kebijakan moneter ECB, sedangkan volatilitas pasar finansial, khususnya penguatan Euro baru-baru ini, merupakan sesuatu yang perlu diperhatikan lebih seksama.

Menurut Reuters, komentar Draghi mengindikasikan bahwa ECB masih yakin inflasi bergerak dalam tren naik dan mendekati target 2 persen. Hal ini mendukung ekspektasi pasar kalau ECB bakal mengakhiri stimulus moneter dalam bentuk program pembelian obligasi pada tahun ini, meskipun tak semua data-data ekonomi memuaskan. Anggota Dewan Gubernur ECB, Benoit Coeure, juga mengatakan pada hari Jumat 2 pekan kemarin, bank sentral telah memegang cukup banyak Obligasi untuk mempertahankan bunga pinjaman tetap pada level rendah. Argumen tersebut turut menandakan bahwa ECB sedang bersiap-siap mengakhiri stimulus masif sebesar 2.55 Triliun Euro yang diluncurkan tiga tahun lalu untuk menanggulangi ancaman deflasi. 

Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona Ekonomi Uni Eropa, diantaranya :

  1. Italian Parliamentary Election       Minggu 04/03/2018 All Day
  2. Minimum Bid Rate                          Kamis 08/03/2018 Pk 19.45 WIB
  3. ECB Press Conference                 Kamis 08/03/2018 Pk 20.30 WIB

Secara Teknikal, PENGUATAN pasangan harga EURUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BEARISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BEARISH pada level 1.2252, kemungkinan harga akan kembali ke level 1.2175 – 1.2098 – 1.2020. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BULLISH pada level 1.2366, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PENGUATANnya ke area level 1.2450 – 1.2527 – 1.2615.  

GBPUSD

FS88 JOURNAL GBP TEMPLATE 

WEEKLY OUTLOOK : NEGATIF Cenderung NETRAL

O : 1.3987     H : 1.4068      L : 1.3710      C : 1.3789

PERGERAKAN SEPEKAN 26/02 – 02/03 : NEGATIF

RANGE SEPEKAN : 358 PIP

Secara Fundamental, PMI Konstruksi Inggris yang dirilis pada pertengahan sesi Eropa hari Jumat ini menunjukkan angka positif melampaui ekspektasi. Namun demikian, Poundsterling masih terpaku pada posisi minus versus Dolar AS, Euro, dan Yen.Menurut lembaga riset IHS Markit, Purchasing Managers Index (PMI) sektor konstruksi Inggris mengalami kenaikan dari 50.2 ke 51.4 pada bulan Februari lalu. Angka tersebut mengungguli estimasi yang dipatok pada 50.5, sekaligus menjadi kenaikan pertama kalinya dalam tiga bulan. Meski demikian, Markit menilai, "hanya ada sedikit pertanda pembalikan momentum pertumbuhan secara keseluruhan". 

PMI Konstruksi merupakan data yang disusun berdasarkan survey mengenai perubahan kondisi bisnis di sektor konstruksi dari bulan ke bulan. Sejumlah pertanyaan kunci seperti ketenagakerjaan, produksi, pesanan baru, harga, pengiriman supplier, dan inventori dikompilasikan dan dilakukan pembobotan hingga ditemukan angka indeks tertentu. Pembacaan data diukur dengan patokan angka 50. Apabila indeks di atas 50, berarti sektor ini berekspansi (pertumbuhan); sedangkan bila indeks di bawah 50, berarti sektor ini mengalami kontraksi (perlambatan). Penurunan, meskipun belum mencapai bawah angka 50, umumnya dipandang sebagai kemunduran kondisi bisnis pada sektor ekonomi Inggris. 

Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona Ekonomi Inggris, diantaranya :

  1. Services PMI                                     Senin 05/03/2018 16:30 WIB
  2. MPC Member Haldane Speaks    Rabu 07/03/2018 13:15 WIB
  3. Halifax HPI m/m                               Rabu 07/03/2018 15:30 WIB
  4. Manufacturing Production              Jumat 09/03/2018 16:30 WIB
  5. Goods Trade Balance                    Jumat 09/03/2018 16:30 WIB

Secara Teknikal, PELEMAHAN pasangan harga GBPUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BULLISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BULLISH pada level 1.3848, kemungkinan harga akan kembali ke level 1.3915 – 1.3978 – 1.4049. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BEARISH pada level 1.3703, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PELEMAHANnya ke area level 1.3621 – 1.3540 – 1.3458.

AUDUSD

FS88 JOURNAL AUD TEMPLATE 

WEEKLY OUTLOOK :  NEGATIF Cenderung NETRAL 

O : 0.7844     H : 0.7891      L : 0.7711      C : 0.7759

PERGERAKAN SEPEKAN 26/02 – 02/03 : NEGATIF

RANGE SEPEKAN : 180 PIP

Secara Fundamental, "Yield Obligasi AS berada dalam tekanan ke bawah, nyaris sejak Australia mengakhiri perdagangan di hari Jumat, dan terus menurun sepanjang sesi Eropa dan Amerika Utara," kata Attrill dalam laporan pagi hari ini yang dikutip oleh Business Insider Australia, "Yield Obligasi AS bertenor 10-tahun mengakhiri perdagangan di New York dengan penurunan 5 basis poin di 2.87%. Sebaliknya, ini merupakan pengaruh yang nampaknya mendukung ekuitas AS."  Dalam draft laporan yang akan disampaikan pada Kongres AS, beberapa poin menarik perhatian pasar. Secara khusus, satu kalimat disoroti oleh Attrill. "Satu kalimat, yang bisa jadi signifikan ataupun tidak, menyebutkan bahwa '...dengan inflasi terus menerus bergerak di bawah target jangka panjang 2 persen, Komite akan secara hati-hati memantau perkembangan inflasi aktual dan inflasi yang diekspektasikan, secara relatif dibandingkan dengan target inflasi simetrisnya.' Bagian pertama dari kalimat ini belum pernah nampak dalam pernyataan pasca FOMC hingga saat ini, meski kata 'simetris' telah berada di sana sejak Maret tahun lalu."  Pengakuan bahwa inflasi masih di bawah target 2 persen yang ditentukan The FED, boleh jadi menjadi penyebab penurunan yield Obligasi AS. Penurunan yield tersebut, pada gilirannya mendorong kenaikan aset-aset berisiko seperti saham dan Dolar Australia. 

Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona Ekonomi Australia, diantaranya :

  1. Current Account                   Selasa 06/03/2018 07:30 WIB
  2. Retail Sales                          Selasa 06/03/2018 07:30 WIB
  3. Cash Rate                            Selasa 06/03/2018 10:30 WIB
  4. RBA Rate Statement           Selasa 06/03/2018 10:30 WIB
  5. RBA Gov Lowe Speaks      Rabu 07/03/2018 04:35 WIB
  6. GDP                                       Rabu 07/03/2018 07:30 WIB
  7. Trade Balance                     Kamis 08/03/2018 07:30 WIB

Secara Teknikal, PELEMAHAN pasangan harga AUDUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BULLISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BULLISH pada level 0.7803, kemungkinan harga akan kembali ke level 0.7846 – 0.7889 – 0.7933. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BEARISH pada level 0.7706, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PELEMAHANnya ke area level 0.7654 – 0.7604 – 0.7552.

 

XAUUSD

FS88 JOURNAL XAU TEMPLATE 

WEEKLY OUTLOOK :  NEGATIF Cenderung NETRAL

O : 1326.90   H : 1340.85   L : 1302.60    C : 1321.65

PERGERAKAN SEPEKAN 26/02 – 02/03 :  NEGATIF

RANGE SEPEKAN : $38.25 atau 382.5 PIP

Secara Fundamental, Pada hari Kamis di sesi perdagangan pekan kemarin, pimpinan bank sentral AS (Federal Reserve), Jerome Powell, mengindikasikan masih ada peluang kenaikan suku bunga lebih cepat di negeri Paman Sam. Karenanya, pelaku pasar makin yakin pada meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga dalam tahun 2018 dari 3 kali menjadi 4 kali. Hal ini yang mengganjal pergerakan harga Emas sebagai salah satu aset investasi yang tak berimbal hasil bunga. Namun, beberapa saat kemudian kemudian President Trump menyatakan akan menerapkan bea impor logam. Seketika, pasar diguncang oleh kekhawatiran akan perang dagang, khususnya jika tindakan Trump diikuti oleh aksi balasan dari negara-negara produsen besi dan alumunium, seperti China dan Kanada. Pada hari yang sama, Menteri Luar Negeri Kanada, Chrystia Freeland menyatakan negaranya akan membalas jika AS mematok tarif atas produk besi dan aluminiumnya. Kekhawatiran akan perang dagang telah meruntuhkan pasar modal global, tetapi turut menjaga harga Emas dari penurunan lebih lanjut ke bawah level terendah dua bulan. Sementara itu, laporan dari pasar emas fisik cenderung positif. Menurut halaman Reuters, permintaan emas fisik di sejumlah sentra perdagangan Emas Asia telah menunjukkan peningkatan di sesi perdagangan pekan kemarin ini, sehubungan dengan penurunan harga dan kembalinya para pelaku pasar dari liburan Imlek. Hal serupa disebutkan oleh pakar strategi Mitsubishi, Jonathan Butler, sebagaimana dikutip oleh BullionVault, "Kembalinya pembeli (emas) fisik China ke pasar setelah libur Lunar New Year telah sedikit membantu mendukung harga Emas."

Secara Teknikal, PELEMAHAN pasangan harga XAUUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BULLISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BULLISH pada level 1328.95, kemungkinan harga akan kembali ke level 1336.95 – 1344.85 – 1352.85. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BEARISH pada level 1310.45, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PELEMAHANnya ke area level 1301.80 – 1292.35 – 1282.60.

 

Sumber: ForexSignal88.ComForexFactory.ComCFTC, Investing.ComBloomberg.ComKitco.ComOilnGold.Com

DailyFx.ComReuters.ComCNN.ComMarketWatch.ComAssociated Press Sumber Gambar: The Strait Times

Tags: #forexsignal88 #signalforex #sinyalforex #forexsignal #analisaforex #analisagold #belajarforex #seputarforex #sekilasforex #eurusd #gbpusd #audusd #xauusd #signalforexharian #signalforexakurat #analisaforex #analisatradingforex #analisaforexharian #analisagold #beritaforexindonesia #beritaforexharian #beritaterkiniforex #analisajituforex #toptrendingforex #signalforexgratis #signalforexindonesia #tipsforex #trikforex #strategiforex #teknikforex #analisateknikal

Share This

Jurnal Mingguan Lainnya

September 15, 2018

Sekilas Forex: USD Masih Akan Fluktuatif Pekan Depan

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 15/09/2018 - Mengawali perdagangan pekan lalu (10-14 September), dolar AS mendapatkan tekanan mendadak lagi dari pound sterling, yang juga memicu penguatan mata uang lain dan harga emas, karena pada hari Senin (10/9) tersiar kabar…
September 08, 2018

Sekilas Forex: Data Non Farm Payroll Membaik, USD Mendapat Peluru Untuk Potensi Naik

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 08/09/2018 - Berita terbesar pada perdagangan forex dan emas di pekan lalu (3-7 September) adalah “gencatan senjata” antara Inggris dan Jerman dan konflik dagang AS-China. Pada hari Rabu (5/9), dilaporkan bahwa Jerman telah setuju…
September 02, 2018

Sekilas Forex: Tarik Menarik USD Yang Masih Ingin Naik Melawan Rival-Rivalnya

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 02/09/2018 - Pada sesi perdagangan pekan terakhir bulan Agustus, pergerakan di bursa forex dan emas cukup fluktuatif. Setelah sepanjang dua pekan sebelumnya dolar AS mendapat tekanan, pada pekan lalu greenback mulai mendesak para…
August 24, 2018

Sekilas Forex: USD Akhirnya Melemah

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 25/08/2018 - Hiruk pikuk perdagangan mata uang di sepanjang sesi perdagangan pekan lalu (20-24 Agustus) tampak lebih didominasi oleh aksi jual dolar AS meskipun menjelang akhir sesi tersebut sempat terlihat penguatan dolar AS…
August 18, 2018

Sekilas Forex: USD Koreksi. Namun Belum Terlihat Tanda-Tanda Reversal

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 18/08/2018 - Aroma perlawanan dari beberapa rival dolar AS mulai tercium pada perdagangan forex di pekan lalu (13-17 Agustus). Mengawali perdagangan pekan lalu, dolar AS masih didorong oleh momentum bullish yang terjadi di pekan…