ForexSignal88.com l Jakarta, 12/12/2017 – The Chande Momentum Oscillator (CMO) adalah indikator momentum yang dikembangkan oleh Tushar Chande dan diperkenalkan dalam bukunya, The New Technical Trader di tahun 1994. CMO dirancang untuk mengukur apa yang oleh Chande disebut sebagai 'momentum murni' dan mengembalikan data sebagai garis yang berosilasi antara +100 dan -100. Hal ini mirip dengan Indeks Kekuatan Relatif (RSI) kecuali bahwa hal itu mengukur momentum pada hari naik dan turun.

CMO juga tidak menggunakan smoothing internal dan karenanya tidak mengaburkan gerak ekstrem jangka pendek dalam momentum. Akibatnya, CMO sering menjangkau area yang lebih banyak dibeli dan dijual secara lebih teratur daripada indikator momentum, seperti RSI, yang memiliki perataan (smoothing) internal.

The Chande Momentum Oscillator (CMO) dihitung dengan membagi jumlah momentum selama beberapa hari naik dan momentum hari turun dengan selisih momentum hari naik dan momentum hari turun. Rumus untuk indikatornya adalah:

CMO = 100 x (Sup - Sdn) / (Sup + Sdn)

dimana Sup adalah jumlah momentum dari hari naik dalam periode yang dianalisis dan Sdn adalah jumlah momentum hari turun dalam periode yang dianalisis. Periode default adalah 9 hari terakhir.

CMO beroscilasi antara +100 dan -100 dan pair atau saham yang mendasarinya dianggap overbought saat CMO-nya di atas 50 dan oversold saat CMO berada di bawah -50. Dengan demikian, saat CMO bergerak diatas +50 maka dianggap bearish dan tidak disarankan masuk posisi long, sedangkan bergerak di bawah garis -50 dianggap bullish dan tidak disarankan masuk posisi short.

Gerak menembus ke atas atas garis tengah CMO, yaitu menembus ke atas 0 juga dapat berfungsi sebagai konfirmasi sinyal bullish, saat CMO bergerak di atas 0; atau sinyal bearish saat CMO bergerak ke bawah 0.

Chande juga menyarankan menambahkan rata-rata bergerak sederhana 10 hari dari CMO untuk memberikan sinyal perdagangan sebelum CMO melintasi garis 0. Sinyal entry potensial untuk trading long dihasilkan saat CMO melintasi ke atas SMA (10), dan sinyal entry potensial untuk trading short akan dihasilkan saat CMO melintasi ke bawah SMA 10 hari.

Seperti semua osilator, sinyal beli dan jual juga dapat dihasilkan oleh divergensi positif atau negatif antara CMO dan harga yang mendasarinya.

Sumber Gambar: incrediblecharts.com

Share This

Artikel Terkait Lainnya

 

Kumpulan Artikel BELAJAR FOREX Lainnya

Mar 14, 2018 539

Teknik Heiken Ashi

ForexSignal88.com l Jakarta, 14/03/2018 – Teknik Heikin-Ashi merata-ratakan data harga…
Mar 12, 2018 379

Mengelola Momentum Trading (2)

Waktu Entry Yang Sempurna Transaksi dengan Momentum terbaik terjadi saat terjadi kejutan…
Mar 12, 2018 395

Mengelola Momentum Trading (1)

Strategi momentum trading, selain dipraktekkan di pasar saham, ini juga bisa dilakukan di…
Mar 12, 2018 363

Apakah Momentum Trading Cocok Untuk Anda?

Ada beberapa keuntungan yang bisa didapat dari momentum trading. Namun, belum tentu ini…
Feb 28, 2018 581

Mengenal Volatilitas Pasar

ForexSignal88.com l Jakarta, 28/02/2018 – Selama masa pergerakan berfluktuasi (volatile),…
Feb 28, 2018 549

Luangkan Waktu Dua Jam Sehari Membuat Trading Plan

ForexSignal88.com l Jakarta, 28/02/2018 – Setiap investor yang baik tahu bahwa untuk…
Feb 28, 2018 268

Bagaimana Volatilitas Memberikan Efek Pada Perdagangan?

ForexSignal88.com l Jakarta, 28/02/2018 – Investor, terutama yang menggunakan broker…
Feb 19, 2018 386

LIBOR – Suku Bunga Acuan Dunia

ForexSignal88.com l Jakarta, 19/02/2018 – LIBOR atau ICE LIBOR (sebelumnya BBA LIBOR)…
Mar 12, 2018 283

Pengenalan Momentum Trading

ForexSignal88.com l Jakarta, 12/03/2018 – Investasi momentum nampak kurang seperti…
Feb 13, 2018 363

Pengertian ETF (Exchange Traded Fund)

ForexSignal88.com l Jakarta, 13/02/2018 – Sering kita mendengar atau membaca mengenai ETF…