ForexSignal88.com l Jakarta, 11/12/2017 – Smoothed Rate of Change (S-RoC) adalah penyempurnaan dari indikator Rate of Change (RoC) yang dikembangkan oleh Fred G Schutzman. Indikator ini berbeda dengan RoC karena didasarkan pada beberapa rata-rata bergerak eksponensial (EMAs) daripada harga penutupan (close). Seperti RoC, Smoothed RoC merupakan indikator momentum terdepan yang bisa digunakan untuk mengetahui kekuatan sebuah tren. Yaitu dengan menentukan apakah tren tersebut mempercepat atau melambat. S-RoC melakukan ini dengan membandingkan EMA saat ini dengan nilai yang ditentukan oleh EMA periode tertentu yang lalu. Jadi, S-RoC 7 hari membandingkan EMA saat ini dengan nilai EMA tujuh hari yang lalu. Penggunaan EMA daripada harga close mampu menjelaskan kecenderungan RoC yang tidak menentu.

RoC dihitung dalam tiga langkah. Pertama, EMA dihitung. Kedua, momentum perubahan EMA dihitung dengan mengurangkan nilai EMA sebelumnya dari EMA saat ini. Ketiga, hasilnya dibagi dengan nilai EMA sebelumnya dan dikalikan 100 untuk memberikan persentase.

Karena S-RoC adalah RoC dari EMA, dibutuhkan dua parameter: periode EMA dengan default menjadi 13; dan periode RoC, dengan defaultnya adalah 21. Rumusnya adalah:

S-RoC = (EMA saat ini - EMA sebelumnya) / (EMA sebelumnya) x 100

Dimana:

EMA sebelumnya adalah nilai EMA pada periode yang lalu.
Hasilnya adalah persentase yang diplot sebagai osilator yang berosilasi antara 100% dan -100%.

Seperti halnya osilator RoC, pertimbangan utama saat menggunakan S-RoC adalah garis tengahnya. Ketika harga pair yang mendasari berada dalam tren naik, sinyal beli dihasilkan saat S-RoC turun di bawah garis tengahnya dan mulai kembali ke atas. Ketika harga pair yang mendasari berada dalam tren turun, sinyal jual dihasilkan saat S-RoC bergerak di atas garis tengahnya dan mulai berbalik ke bawah lagi.

Divergensi juga dapat menjadi pertimbangan. Divergensi bullish terjadi pada saat tren turun ketika harga membuat level rendah yang lebih rendah namun S-RoC membuat level rendah yang lebih tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa ada pelemahan dalam gerak tren turun dan pembalikan tren sangat mungkin terjadi. Sebaliknya, divergensi bearish terjadi ketika harga membuat harga tinggi yang lebih tinggi namun S-RoC membuat harga tinggi yang lebih rendah. Hal ini mengindikasikan adanya pelemahan pada tren naik dan pembalikan tren sangat mungkin terjadi.

Sumber Gambar: blogspot.com

Share This

Artikel Terkait Lainnya

 

Kumpulan Artikel BELAJAR FOREX Lainnya

Jan 12, 2018 27

Pengenalan Pola Harmonic

ForexSignal88.com l Jakarta, 12/01/2018 – Anda pasti sudah mengetahui pola - pola grafik…
Jan 12, 2018 48

Waktu Terbaik Untuk Trading Mingguan

ForexSignal88.com l Jakarta, 12/01/2018 – Kita sudah mengetahui pertimbangan waktu…
Jan 12, 2018 66

Waktu Terbaik Untuk Trading Harian

ForexSignal88.com l Jakarta, 12/01/2018 – Trading itu adalah aktifitas yang bisa…
Jan 12, 2018 32

Mengelola Waktu Trading Dengan Bijak

ForexSignal88.com l Jakarta, 12/01/2018 – Mengelola waktu trading disebabkan oleh…
Jan 11, 2018 17

Rentang Rata – Rata Pair Di Sesi New York

ForexSignal88.com l Jakarta, 11/01/2018 – Sesi perdagangan New York biasanya bermula…
Jan 11, 2018 21

Karakteristik Sesi Perdagangan New York

ForexSignal88.com l Jakarta, 11/01/2018 – Sesi perdagangan New York biasa juga disebut…
Jan 10, 2018 43

Rentang Rata – Rata Pair Di Sesi Tokyo

ForexSignal88.com l Jakarta, 10/01/2018 – Pembukaan sesi perdagangan Tokyo pada pukul…
Jan 10, 2018 48

Rentang Rata – Rata Pair Di Sesi London

ForexSignal88.com l Jakarta, 10/01/2018 – Ketika peserta pasar Asia mulai menutup toko,…
Jan 10, 2018 52

Karakteristik Sesi Perdagangan Tokyo

ForexSignal88.com l Jakarta, 10/01/2018 – Anda harus mencatat bahwa sesi Tokyo kadang…
Jan 10, 2018 47

Karakteristik Sesi Perdagangan London

ForexSignal88.com l Jakarta, 10/01/2018 – Sesi perdagangan London bisa juga disebut…