ForexSignal88.com l Jakarta, 27/11/2017 – Chaikin Money Flow (CMF) adalah indikator kekuatan pasar yang dikembangkan oleh Marc Chaikin, yang menjadi pialang saham pada tahun 1966. Untuk sebagian besar, CMF didasarkan pada indikator Accumulation / Distribution (A/D) karena membandingkan harga penutupan (close) dan volume pair dengan range (yang tinggi dan rendah) dari pair tersebut untuk periode ke belakang yang sama untuk menentukan apakah uang mengalir masuk atau keluar dari pair selama periode tersebut. Periode ke belakang default, seperti yang disarankan oleh Marc Chaikin, adalah 21 hari. Sebagai aturan umum, ketika indikator CMF naik, ini berarti bahwa uang mulai mengalir ke pair dan ketika indikator CMF turun, ini berarti bahwa uang mulai mengalir keluar dari pair.

Indikator CMF dihitung dalam empat tahap. Pada langkah pertama, Pengganda Money Flow dihitung untuk masing-masing periode yang membentuk periode ke belakang dengan menggunakan rumus:

Money Flow Multiplier = ((Close - Low) - (High - Close)) / (High - Low)

Pada langkah kedua, Volume Money Flow dihitung dengan mengalikan Volume setiap periode dan Pengganda Money Flow:

Money Flow Volume = Volume x Money Flow Multiplier

Pada langkah ketiga, jumlah dari Volume Money Flow untuk periode ke belakang dihitung dengan menambahkan Volume Money Flow ke setiap periode penyusunnya.

Sehingga jumlah Volume Money Flow untuk periode ke belakang dibagi dengan jumlah Volume periode ke belakang.

Hasilnya adalah garis yang beroscilasi di atas dan di bawah garis nol karena berfluktuasi antara +1 dan -1.

Seperti halnya dengan Accumulation / Distribution (A / D) dan On Balance Volume (OBV), arah CMF mengindikasikan kekuatan membeli atau menjual dengan CMF yang meningkat mengindikasikan peningkatan permintaan akan pair tersebut, sementara CMF yang menurun mengindikasikan penurunan permintaan akan pair tersebut.

Indikator CMF juga masuk dalam tipe indikator oscilator yang beroscilasi di atas dan di bawah garis nol. Jadi, ketika CMF melintasi ke atas garis nol maka indikator ini memberikan potensi sinyal beli untuk melakukan posisi beli di pasar. Sebaliknya, ketika CMF melintasi ke bawah garis nol, ia memberikan potensi sinyal jual untuk melakukan posisi jual di pasar.

Analisa divergensi juga bisa diterapkan pada CMF. Sesuai aturan divergensi umum.

Sumber Gambar: stockchart.com

Share This

Artikel Terkait Lainnya

 

Kumpulan Artikel BELAJAR FOREX Lainnya

Dec 18, 2017

Serial Indikator Tren: Keltner Channel

ForexSignal88.com l Jakarta, 18/12/2017 – Keltner Channels (Saluran Keltner) adalah…
Dec 18, 2017

Menemukan Level Entry dan Exit

ForexSignal88.com l Jakarta, 18/12/2017 – Ada banyak kelakar dalam komunitas forex yaitu…
Dec 18, 2017 1

Serial Indikator Oscilator: Average True Range (ATR)

ForexSignal88.com l Jakarta, 18/12/2017 – ATR adalah indikator volatilitas yang…
Dec 18, 2017 1

Serial Indikator Oscilator: Commodity Selection Index (CSI)

ForexSignal88.com l Jakarta, 18/12/2017 – Commodity Selection Index (CSI) adalah…
Dec 14, 2017 34

Serial Indikator Oscilator: Williams %R

Williams % R (Wm% R) adalah indikator momentum dan tren yang dikembangkan oleh Larry…
Dec 13, 2017 30

Serial Indikator Oscilator: Relative Volatility Index (RVI)

Relative Volatility Index (RVI atau Indeks Volatilitas Relatif) adalah indikator…
Dec 13, 2017 32

Serial Indikator Oscilator: Relative Strenght Index (RSI)

Relative Strenght Index (RSI atau Indeks Kekuatan Relatif) adalah indikator momentum…
Dec 12, 2017 21

Serial Indikator Oscilator: Detrended Price Oscillator (DPO)

ForexSignal88.com l Jakarta, 12/12/2017 – Detrended Price Oscillator (DPO) adalah…
Dec 12, 2017 21

Serial Indikator Oscilator: Chande Momentum Oscillator (CMO)

ForexSignal88.com l Jakarta, 12/12/2017 – The Chande Momentum Oscillator (CMO) adalah…
Dec 11, 2017 49

Tips Saat Menggunakan Leverage Dalam Trading Forex

ForexSignal88.com l Jakarta, 11/12/2017 – Ketika prospek untuk menghasilkan keuntungan…