ForexSignal88.com l Jakarta, 27/11/2017 – Indikator Akumulasi / Distribusi (A / D) dikembangkan oleh Larry Williams pada tahun 1972 sebagai indikator kekuatan pasar terkemuka untuk perdagangan saham namun juga dapat diterapkan pada futures, forex dan sekuritas lainnya.

Akumulasi / Distribusi (A / D) adalah peningkatan dan modifikasi dari indikator On Balance Volume (OBV) karena mempertimbangkan harga dan volume. Namun, dibutuhkan hubungan antara harga pembukaan (open) dan harga penutupan (close), dan kisaran (range) harga menjadi pertimbangan dan bukan hanya harga penutupan (close). Untuk volume A / D dianggap bullish saat harga penutupan lebih tinggi dari pada open dan bearish bila harga close lebih rendah dari pada open. Namun, jumlah volume yang ditetapkan ke indikator tergantung pada jarak antara harga open dan harga close, dan jarak antara level high dan level low, atau kisaran (range) harga.

Akumulasi / Distribusi (A / D) dihitung dalam dua tahap. Pertama, perbedaan antara harga close dan harga open dihitung dan dibagi dengan perbedaan antara level high dan level low dari range harga. Hasilnya kemudian dikalikan dengan volume.

Rumusnya adalah:
A / D = (Close - Open) / ((High – Low) x Volume)

Seperti halnya OBV, arah garis A / D menunjukkan kekuatan beli atau jual dengan kenaikan A / D dapat mengindikasikan meningkatnya permintaan akan pair yang mendasarinya, sementara penurunan A / D dapat mengindikasikan penurunan permintaan akan pair yang mendasarinya. Bila A / D bergerak naik maka diharapkan harga pair yang mendasari akan rally naik dan saat A / D bergerak turun maka diharapkan harga pair yang mendasarinya akan turun. Namun, ketika harga ini terus rally sementara A / D menurun atau harga terus turun saat A / D meningkat maka terjadi divergensi antara A / D dan harga. Ini adalah sinyal kunci yang diberikan A / D dan menunjukkan bahwa pembalikan arah harga mungkin terjadi.

Sumber Gambar: mql5.com

Share This

Artikel Terkait Lainnya

 

Kumpulan Artikel BELAJAR FOREX Lainnya

Dec 18, 2017

Serial Indikator Tren: Keltner Channel

ForexSignal88.com l Jakarta, 18/12/2017 – Keltner Channels (Saluran Keltner) adalah…
Dec 18, 2017

Menemukan Level Entry dan Exit

ForexSignal88.com l Jakarta, 18/12/2017 – Ada banyak kelakar dalam komunitas forex yaitu…
Dec 18, 2017 1

Serial Indikator Oscilator: Average True Range (ATR)

ForexSignal88.com l Jakarta, 18/12/2017 – ATR adalah indikator volatilitas yang…
Dec 18, 2017 1

Serial Indikator Oscilator: Commodity Selection Index (CSI)

ForexSignal88.com l Jakarta, 18/12/2017 – Commodity Selection Index (CSI) adalah…
Dec 14, 2017 34

Serial Indikator Oscilator: Williams %R

Williams % R (Wm% R) adalah indikator momentum dan tren yang dikembangkan oleh Larry…
Dec 13, 2017 30

Serial Indikator Oscilator: Relative Volatility Index (RVI)

Relative Volatility Index (RVI atau Indeks Volatilitas Relatif) adalah indikator…
Dec 13, 2017 32

Serial Indikator Oscilator: Relative Strenght Index (RSI)

Relative Strenght Index (RSI atau Indeks Kekuatan Relatif) adalah indikator momentum…
Dec 12, 2017 21

Serial Indikator Oscilator: Detrended Price Oscillator (DPO)

ForexSignal88.com l Jakarta, 12/12/2017 – Detrended Price Oscillator (DPO) adalah…
Dec 12, 2017 21

Serial Indikator Oscilator: Chande Momentum Oscillator (CMO)

ForexSignal88.com l Jakarta, 12/12/2017 – The Chande Momentum Oscillator (CMO) adalah…
Dec 11, 2017 49

Tips Saat Menggunakan Leverage Dalam Trading Forex

ForexSignal88.com l Jakarta, 11/12/2017 – Ketika prospek untuk menghasilkan keuntungan…